Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Kebahagian seorang istri bukan hanya soal ranjang.


__ADS_3

Leon  mengutamakan keluarganya diatas segalannya, ia  rela menjual rumah  mewahnya dan membeli hunian baru untuk keluarganya, ia  berpikir kalau  sisa kekuatan jahat di rumahnya mencelakai keluarganya. Padahal baru saja ia merenovasi rumah itu agar lebih nyawan, tetapi saat ada  musibah yang menimpah Okan, Leon rela rumahnya di jual dengan harga yang lebih rumah.


Setelah keluar dari rumah mewah tersebut, ada banyak hal yang baru, sekolah baru, rumah baru, mobil baru, bahkan semua pakaian Okan dan Chelia  semua serba baru, Leon membangun rumah yang nyaman untuk keluarganya.


Leon meminta Piter untuk mengerjakannya, ia tidak membeli yang sudah jadi,  tetapi ia memilih membangun sendiri,  menuruti permintaan Hara, tidak membangun rumah yang besar dan banyak ruangan, menurut Hara rumah mereka yang dulu terdahulu terlalu besar sehingga banyak ruangan yang tidak terpakai.


Maka kali ini , istrinya yang mendesain rumah idaman yang nyaman untuk mereka tinggali, sebagai seorang arsitek Hara yang mendesain sendiri


Membangun sendiri istananya untuk keluarganya impiannya sejak lama, semenjak ia menjadi istri Leon. Leon bahkan tidak mau ikut campur,  kali ini, ia hanya mengangguk setuju untuk setiap permintaan Hara.


                                     *


Setelah beberapa hari akhirnya Hara memberanikan diri bicara berdua dengan Okan, karena sebelumnya ada rasa yang mendominasi di dalam dadanya, rasa bersalah, rasa takut karena mahluk jahat yang menghantui putranya selama ini. Leon sudah beberapa kali meminta Hara untu bicara, karena Okan sendiri selalu bertanya kenapa ibunya tidak mau mendekatinya dan tidak mau memeluknya. Maka hari itu saat Okan sedang duduk di sofa ia akhirnya ikut duduk.


“Apa aku punya salah sama Ibu?” tanya Okan dengan tatapan sendu.


“Tidak ada Nak, Ibu menyayangimu,” ujar Hara.


‘Maafkan Ibumu ini Nak’ ujar Hara dalam hati, ia hanya mengelus kepala Okan tanpa memeluknya seperti biasa.


“Tapi kenapa Ibu tidak pernah lagi memelukku,” ucap Okan anak remaja itu akhirnya merindukan hangat pelukan ibunya.


Pelukan seorang ibu mampu menenangkan jiwa, Okan selama ini merasakan hal tersebut, dari kecil Hara memang terbiasa memeluk kedua anak kembarnya jika ada masalah. Namun saat Okan di pengaruhi kekuatan jahat Hara memang takut. jangankan memeluk mendekati saja Hara merasa merinding.


Saat melihat wajah sedih Okan saat itu, Hara akhirnya luluh juga.


“Ibu hanya lelah saja selama ini …  kemarilah,”  ujar Hara ia memeluknya, luluh juga hati Hara melihat tatapan anak sulungnya, ia tidak mau menyakiti perasaan putranya ,  memeluk Okan dengan penuh kasih sayang ibu yang selalu memberi kehangatan untuk anak-anaknya.


                                 *


Beberapa bulan kemudian, rumah idaman Hara akhirnya selesai.


Okan akhirnya pulih juga, sikapnya yang jarang bicara masih tetap ada. Namun, di sekolah baru, ia sudah punya teman yang  bisa menerima sikap cueknya,  Hara  tidak mau kecolongan untuk kedua kalinya, walau dulu perhatianya  selalu ada untuk si kembar di sekolah yang lama, tetapi kali ini,  Hara lebih memperhatikan lagi.


Ia selalu mendatangi sekolah  kedua anaknya untuk melihat perkembangan Okan, bukan hanya dia bahkan Leon juga melakukan hal yang sama. Bapak dua anak itu bahkan mengundang anak-anak teman Okan untuk  main ke rumah mereka


“Bermain di rumah akan lebih mudah diawasi,” ujar Leon.


“Terimakasih sayang … karena kamu mementingkan keluarga diatas segalanya, tadi aku sempat berpikir kalau kamu seperti  Zidan yang lebih memilih  mempertahankan egonya daripada keutuhan rumah tangganya ,” ujar Hara.

__ADS_1


“Bu … sebenarnya ….”


“Apa ?” Hara menatap serius ke wajah Leon.


“Zidan juga tidak ingin berpisah.”


“Lalu kenapa dia tidak menjelaskan pada Hara, kenapa dia tidak  mencegah ketika Clara ingin pergi ke luar negeri”


“Zidan impoten”


“Ha …?” Hara melonggo. " Apa yang terjadi?"


"Kecelakaan motor yang dia alami saat mereka di China, dari situ semuanya berawal"


"Lalu ... kenapa tida bilang terus terang Pada Clara?"


“Dia malu  berterus terang pada Clara, kamu tahu kan … kalau kami para pria paling sensitip soal hal itu”


“Itu egois, Clara juga tidak akan mempermasalahkan itu jika Zidan berterus terang, sekarang mereka pergi apa Zidan puas?”


“Dia memilih menahan sendiri”


“ZIdan justru ingin Clara menikah lagi agar dia  bahagia”


“Dasar pemikiran bodoh,” ujar Hara kesal.


Mereka berdua selalu berdebat sengit setiap kali membahas  mantan kertiga anak buah Leon tersebut.


“Kok  … jadi marah Bu?” Leon melonggo saat Hara melemparkan bantal sofa karena  kesal.


“Apa kalian pikir  kami para wanita  menganggap aktivitas ranjang yang membuat bahagia? Itu hanya pelengkap apalagi kalau sudah anak sudah besar, bagi kami para wanita … hanya ingin dimerngerti di sayang dan didengar,” ujar Hara.


“Tapi itu kan buat kamu sayang  …  Clara belum tentu memikirkan hal itu.”


“ Ayah  … kenapa sih membele Zidan  terus?” Tanya Hara melotot tajam pada Leon.


“Bukan membela,  kerena aku  mengerti apa yang dia rasakan.” Leon membela diri.


“Apa  ayah tau apa yang dikatakan Clara padaku Sebelum , dia dan Danis pergi?”

__ADS_1


Leon menggeleng. “Aku tidak tahu”


“Clara bilang dia hanya ingin Zidan jujur padanya”


“Sudahlah yang ada nanti kita yang malah berdebat.” Leon berdiri meninggalkan.


Leon memilih  menghentikan pembahasan  tentang Zidan, setiap kali mereka bicara tentang masalah rumah tangga mereka bertiga, ujung-ujungnya Leon dan Hara akan berdebat panas, Hara membela para istri sementara Leon juga sebaliknya. Dari pada bertengkar dengan Hara ia memilih   ke kamar Chelia.


Leon punya rencana ingin mengundang teman-teman Chelia dan Okan ke hotelnyam, bukan pamer, ia ingin teman-temanya lebih dekat dengan Okan.


Setelah mendidkusikannya dengan Chelia, wanita cantik berambut panjang itu setuju.


Hari itupun tiba, Okan juga tidak keberatan teman-temannya datang.


Saat acara Leon memperkenalkan diri pada teman-teman Okan dan  menjelaskan sifat pendiam Oka,  meminta teman-temanya menerinya apa adanya dan berteman baik dengan putranya.


 Apa yang dilakukan Leon sangat dihargai dan dipuji Hara dan ibunya, itu adalah salah satu cara seorang ayah untuk menjaga anak-anaknya.


Mereka berdua akhirnya merasa bersyukur karena Okan akhirnya pulih, ia mau  bergabung dengan teman sebayanya, tentu juga berkat adeknya Chelia yang selalu mengajaknua bermain dengan teman-temannya


Bersambung …


Akak yang baik , jangan lupa tetap dukung karya ini kasih like vote dam komentar. Kalau bisa bantu share di facebook  kalian iya kakak agar  makin banyak lagi yang menonton. Jangan lupa baca juga karyaku yang lain.


Terimakasihnya  untuk semuanya


Baca juga  karyaku yang lain


-Aresya(TERBARU)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (Tamat)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


Bintang kecil untuk Faila (tamat

__ADS_1


__ADS_2