
Hari yang sangat sibuk untuk Leon hari ini, sejak ia membuka hotel baru menempatkan Hilda dan Kaila di sana, ia seakan-akan kehilangan satu tangannya. Karena biasanya kedua orang itu yang mengerjakan semuanya, Tetapi karena di sana Kaila dan Hilda.
Hal itu berhasil, cabang hotel yang baru itu sejak dibangun sudah berkembang pesat di tangan keras kedua wanita itu.
Maka di hotel saat ini, Leon akhirnya menerima sekretaris baru , namanya Lily wanita yang mampu membuat kaum lelaki kehilangan fokusnya, karena penampilannya yang selalu tampil seksi dan ukuran dada yang hampir seukuran semangka dan memperlihatkan lekukan tubuhnya dan belahan roknya yang terlalu pendek.
Leon tidak menyukai penampilan itu, tetapi ia menyukai kemampuan dalam bekerja, itulah jadi pertimbangan Leon menerimanya sebagai pengganti Kaila.
Sebenarnya ia sudah sangat nyaman dengan Kaila, tetapi karena Hilda meminta wanita berhijab itu untuk membantunya, maka ia terpaksa merelakannya pergi.
Saat Leon terfokus pada berkas yang di tangannya, ada suara ketukan pintu yang mengalihkan perhatiannya.
Lily masuk, entah kenapa Leon merasa tidak nyaman berada di dekat wanita itu, terlebih hari ini, dengan tatapan dan kata-katanya yang sering mendesah setiap kali bicara dengan Leon membuatnya merasa merasa risih.
Wanita bertubuh ramping dan berdada besar itu, Hilda yang merekomendasikannya, Lily temanya saat kuliah Hilda menceritakan ia dari keluarga baik-baik, karena ayahnya seorang pensiunan tentara berteman juga dengan ayah Hilda yang juga seorang mantan tentara, tetapi apa yang diceritakan Hilda seolah-olah bertolak belakang dengan keadaan Lily yang sebenarnya.
“Ada apa?” tanya Leon mengarahkan matanya ke wanita yang kali ini memakai pakaian kemeja berwarna putih berlengan panjang dan dua kancing bagian atasnya di buka memperlihatkan dua buah melon besar itu, sangat jelas hampir setengah bagian terlihat, ia juga memakai rok panjang di atas mata kaki dengan belahan di depannya tinggi.
“Pak Leon, makan siang di sini, apa turun bareng aku ke bawah, Pak?”
“OH, kamu saja duluan pekerjaan aku masih banyak,” ucap Leon mengarahkan matanya pada berkasnya di depannya, menghiraukan wanita berpenampilan seksi di depannya.
“Pekerjaan apa sih pak? coba saya lihat, ia mendekat, sengaja menyentuh tangan Leon dengan bagian belakang dan gerakan yang bisa mengundang pedangnya berontak, karena ia juga manusia biasa yang punya perasaan. Leon menghindar, ia berdiri.
“Tinggal sebentar lagi, kamu duluan saja.”
“Apa bapak yakin?” Lily menatap Leon dengan tatapan merayu, Leon sedang berdiri menatap jalanan, kebiasaanya kalau ia merasa kurang nyaman.
‘Wanita,ini belum tahu siapa aku’ Leon membatin.
“Nona Lily …. Bekerjalah dengan baik, karena kamu niatnya ke sini untuk bekerja maka pertanggung jawabkan apa yang jadi pekerjaanmu,” pukas Leon dengan tatapan datar.
“Aku mau kok jadi teman bapak,”ucap Lily membasahi bibir bawahnya dan sengaja dan menggigitnya, melakukannya dengan gaya manja.
“Begini … kalau kamu ada keinginan menggodaku, kamu salah, aku tidak tertarik dengan wanita manapun di dunia ini selain istriku.”
Mata wanita itu terhelak kaget, karena Leon menolaknya
__ADS_1
“Aku tidak ada niat menggoda bapak, selama beberapa bulan bekerja sama bapak aku sangat tertarik dengan bapak, apa salah kalau aku menyukai bapak?” tanya Lily santai.
“Tentu saja salah, jangan menyukai suami orang itu salah,” pungkas Leon acuh.
“Jaman sekara-“
Ucapan Lily terjeda karena ponsel Leon berdering dan Leon buru-buru mengangkatnya, merasa terselamatkan dari ular betina yang mencoba merayunya.
“Tolong tinggalkan saya sendirian, anak-anakku menelepon.”
Wanita bertubuh seksi itu dengan wajah ragu-ragu meninggalkan Leon, tetapi mata yang memakai soflen warna abu-abu itu menatap dengan tatapan sinis seribu makna, tubuhnya berhenti di depan pintu sebelum tangannya membuka handle pintu, ia mengarahkan matanya sekilas ke arah Leon, dengan satu tujuan, ia ngin menaklukkan lelaki bertubuh atletis itu.
“ Halo sayang” Leon mengarahkan tangannya ke layar ponsel.
Sejurus kemudian, Lily meninggalkan ruangan Leon dengan tatapan misterius yang tidak bisa dipahami.
“Ayah, aku dan abang mau berenang tapi ibu melarang,” ucap Chelia dengan wajah sedih dan mata terlihat sembab karena ia habis menangis.
“Ha? Berenang di mana?”
Leon tar keke melihat kedua bocah lima tahun itu.
“Iya maksud ayah bereng di kolam renang yang mana Bang, yang di depan, apa di samping rumah?” tanya Leon menggoda keduanya.
Wajah Chelia cemberut, pipi menggelembung bagai ikan buntal, ia makin mengemaskan saat marah.
“Ayah di depan, tidak ada ada kolam renang, itu air mancur!” teriak Chelia dengan suara melengking.
“Oh benar, ayah lupa kamu benar sayang, di depan tidak ada kolam renang” Leon tertawa l karena kedua bocah kembar itu sama-sama kesal dan jengkel saat Leon menggoda mereka.
“Ayah! Aku dan Abang ingin mandi, bilangin sama ibu agar membawa kami berenang,” teriak anak perempuan itu, ia mengarahkan wajahnya ke kamera ponsel dan menekan kata katanya.”Ayo cepat, Yah!”
“Ok baiklah, mana Ibu, berikan ponselnya.”
Mengarahkan camera ponsel pada wanita yang sedang menonton televisi itu.
Matanya menatap Leon, dengan senyuman, “Aku tidak memperbolehkan karena di luar ada gerimis, Yah,” ucap Hara dengan suara lembut menekan suaranya agar kedua bocah kembar itu tidak menganggapnya marah.
__ADS_1
“Oooh. Karena gerimis … besok saja iya kita mandi bersama ibu, kita paksa ibu,” ucap Leon menenangkan hati keduanya.
“Ibu pasti tidak mau ayah, ibu, kan, takut kolam renang,” ucap Chelia penolakan ibunya kali membuatnya menangis
“Kalau tidak mau kita bertiga saja bagaimana? Kita akan masukkan bola yang banyak dan kita tidur-tiduran di balon, lalu melakukanya dengan waktu yang lama. Bagaimana?” ujar Leon memberikan pendapat.
“Baiklah, ayah janji, Iya,” ucap Chelia.
“Iya, ayah janji, ok Ayah tutup dulu iya, sampai ketemu di rumah nanti, daa sayang,daa ma, abang,” ucap Leon melambaikan tangannya.
Hara mengangguk dan diikuti lambaian kedua boca itu, Leon menutupnya kembali karena ada ketukan pintu lagi. Kali ini Lily masuk membawa nampan makanan untuk Leon.
‘Apa lagi yang diinginkan wanita gila ini’ Leon menggaruk kepalanya.
Pesona leon dan kekayaan yang dimiliki membuatnya mendapat banyak godaan, salah satunya dari sekretaris yang bekerja padanya beberapa bulan. Apakah Leon mampu bertahan dari godaan ular penggoda kali ini?
Bersambung ….
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA
Terimakasi untuk tips yang kaliangri
Baca juga karya terbaruku iya kakak;
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)
__ADS_1