Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Niat Ingin Bercanda.


__ADS_3

Malam panas.


Leon masih memberi kecupan di leher, dada lalu turun yang perut buncit sang istri, ia berjongkok dan diam sejenak menatap perut buncit Hara, itu harta berharga untuknya saat ini.


"Apa mereka berdua akan terbangun nanti?" Leon menatap Hara.


"Kamu yang mulai duluan,” ucap Hara jadi malu saat Leon menatap tubuh polosnya dengan begitu dalam.


“Baiklah, mari kita sampai di sini mari kita tidur,” ucap Leon menggoda Hara, ia mendaratkan bibirnya di kening Hara mengangkat tubuhnya ke atas ranjang. “Selamat malam,”ucap Leon berbalik badan.


“Kamu mengerjai ku?” tanya Hara memungut pakaiannya dengan wajah memerah menahan malu.


“Tidak, sudah ‘kan?" Leon berbalik badan


“Haa?”


Hara ingin menangis saat Leon mengerjainya, ia menyesali dirinya karena terlalu agresif tadi. Wajah Hara merah dan mata  bulat itu  menahan mendungan yang hampir tumpah,  ia mematung melihat Leon membelakanginya.


Dengan sigap ia memungut pakaiannya dan mencoba memakainya,  tetapi tangan Leon menahannya memberikannya senyuman. Tetapi sepertinya Hara sudah terlanjur marah, ia membuang muka dan menyingkirkan tangan Leon dari lengannya.


“Hei sayang! apa kamu marah? aku hanya bercanda” ucap tersenyum Leon menariknya ke pelukannya. Hara  berontak dan menangis sesenggukan. Leon kaget ia tidak tahu  bercandaannya membuat Hara menangis seperti itu.


“Kamu membuatku malu,” ucap Hara menutup bagian dadanya.


“Hei, sayang jangan menangis seperti itu, aku hanya bercanda,” ucap Leon panik. “Itu karena kamu bilang kamu tidak menyukai lelaki kaku jadi aku  mencoba bercanda, tetapi kenapa kamu menangis.”


“Itu bukan bercanda Leon, itu mengerjai namanya,  kenapa saat aku sangat menginginkannya kamu tiba-tiba menghentikannya, aku jadi malu.” Ucap Hara membalikkan tubuhnya membelakangi Leon dan memakai pakaiannya tiba-tiba saja, ia merasa malu karena merasa Leon mengerjainya.


Leon merasa bodoh, padahal niatnya hanya ingin bercanda, ternyata ia salah  waktu  bercanda dengan Hara, Leon hanya ingin menjadi suami yang di inginkan Hara, saat melihat Hara bisa bercanda dengan Toni ia ingin mencobanya, ternyata ia melakukan kesalahan ia bercanda di waktu yang tidak tepat.


Hara memakai pakaiannya lagi,  masih membelakangi Leon, ia menarik nafas panjang untuk menstabilkan perasaanya, lalu ia berbalik badan melihat Leon.


“Selamat malam mari kita tidur.”

__ADS_1


“Hara sayang …  aku meminta maaf tidak bermaksud membuatmu menangis,” ucap leon menyesali sikapnya.


“Tidak apa-apa mari kita tidur, aku sudah mengantuk,” ucap Hara ia ingin berbalik badan dan ….


Tangan Leon memeluk pinggang Hara. “Tidak, tidak akan aku biarkan kamu  tidur dengan  keadaan  marah padaku,” ucap Leon mendaratkan bibirnya di leher Hara lagi, ia ingin menuntaskan apa yang ia mulai. Tetapi, sayang Hara seakan tidak menerimanya lagi, Hara hanya diam tidak bereaksi seperti tadi.


‘Maaf membuatku kecewa, aku memang bodoh, aku hanya bercanda’ ucap Leon dalam benaknya, masih mencoba merayu Hara dengan melakukan banyak sentuhan di leher Hara,  sayang ia sudah terlanjur marah dan ia hanya diam  tidak membalas Leon.


“Leon aku tidak apa-apa kita tidur saja, aku  merasa lelah,” ucap Hara menolak Leon.


“Hara, tolong biarkan aku menyelesaikan apa yang sudah aku mulai,” ucap Leon merasa sangat menyesal, ia baru paham tidak semua hal yang bisa  di buat bercandaan.


“Tetapi aku ingin tidur Leon, aku tidak kuat lagi berdiri,” ucap Hara kali ini ia benar-benar menolak suaminya.


“Hara, please jangan biarkan aku tidur membawa rasa bersalah,   aku hanya ingin seperti suami yang kamu inginkan



“Maksudnya?” tanya Hara membalikkan tubuhnya menatap ke dalam mata Leon, tidak ada  bercanda di sana hanya ada sebuah penyesalan dan ketakutan, hal yang paling di takutkan Leon adalah tidak ingin melihat Hara menangis.


“Aku hanya ingin seperti suami yang kamu inginkan Hara, lelaki yang bisa diajak bercanda tidak kaku seperti yang biasa kamu katakan padaku, aku hanya ingin berusaha menyenangkan ternyata caraku salah,” ucap Leon menatapnya dengan tatapan  menyesal, Leon juga mengigit bibir bawahnya dan mengusap wajahnya putus asa.


Melihat rasa bersalah di wajah Leon, tiba-tiba hati Hara luluh.


“Leon, jadilah dirimu sendiri jangan jadi orang lain yang tidak kamu sukai demi menyenangkan ku,” ucap Hara mengusap punggung tangan Leon.


“Hara, aku hanya ingin kamu jatuh cinta padaku dan mau mencintai dengan tulus.”


“Leon, kenapa membahas itu saat aku mengandung anakmu, apa kamu meragukan aku lagi?”


“Hara, aku berpikir kalau kamu tidak pernah jatuh cinta denganku, aku mencintaimu sepihak, hanya aku mencintaimu bahkan menggilai, tetapi kadang aku berpikir kalau kamu hanya takut padaku,” ucap Leon.


‘Benarkah? Apa aku tidak mencintai Leon?’ Tanya Hara dalam  hati, ia mencoba bertanya  pada dirinya sendiri.

__ADS_1


“Hara, kamu tahu, kan, kita bersama karena aku memaksamu melakukan pernikahan itu makanya kita bersama saat ini, wajar aku takut Hara, aku selalu takut kamu pergi meninggalkanku.”


Leon terlihat sangat tulus mengatakannya.


“Sayang. Aku sudah berapa kali bilang padamu kalau aku juga mencintaimu,” ucap Hara.


“Tapi, kamu tidak pernah melihatku dengan tatapan penuh cinta Hara.”


“Leon, jangan   salah menilai semua yang kamu lihat karena selama ini kita berdua sudah banyak  mengalami kesalahpahaman,” ucap Hara.


Leon masih berdiri menatap Hara, kebenaran yang mereka sembunyikan tentang Liontin bukti perjodohan Toni dan Hara, membuat Leon selalu takut, ia takut Hara mengingat atau mengetahui semua kebenarannya lalu meninggalkannya. Makanya terkadang, ia bersikap tidak biasanya pada Hara.


“Leon, percayalah aku mencintaimu,” ucap  Hara  berjinjit menggapai leher Leon dan mendaratkan bibirnya di bibir Leon, kini Hara yang   memulainya mendaratkan bibir merahnya di bibir pria  berdada bidang itu, lalu ia mengajak Leon  keranjang.” Baiklah selesaikan apa yang kamu mulai tadi, aku mencintaimu Leon jadi jangan ragukan itu,” ucap Hara  memungut bibir Leon dengan  lembut  setelah mengajak Leon keatas  ranjang.


“Baiklah , aku juga mencintaimu." Leon, duduk di sisi ranjang, menarik tangan Hara untuk duduk di pangkuannya dan mendaratkan bibirnya di bibir Hara lagi.


Salah satu tangannya bekerja melepaskan celana yang ia pakai .  Setelah lepas Leon juga membantu Hara membuka piyama berwarna putih bermotif bunga sakura yang sempat ia buka tadi.


“Apa kamu merasa berat mengangkat tubuhku?” tanya Hara saat mereka berdua sudah keadaan polos dan siap menyelesaikan malam  panas mereka.


“Aku tidak merasakan berat sayang,” ucap Leon dengan napas memburu, keringat membasahi dahinya, untuk kehamilan Hara dengan perut yang mulai membesar mengunakan gaya  ‘Woman on top’ pilihan gaya yang paling aman.


“Baiklah aku siap,” ucap Hara membuka kakinya dan  Leon memasukannya  miliknya Hara bergejolak dengan tubuh menegang. Lalu Hara yang bergerak melakukan gerakan maju mundur dengan hati-hati dan menuntaskan malam hangatnya dengan Leon.


Hingga semua tersalurkan  dengan napas terengah-engah Hara berbaring dan Leon mengganti posisi berbaring dan melakukanya dari belakang istrinya dengan begitu Hara merasa nyaman, mereka berdua mendapatkan kepuasan bersama.


Leon sangat menjaga Hara dan calon bayinya, ia tidak mau melakukan hanya karena keinginan tubuhnya, tetapi ia melakukan gaya yang nyaman bagi Hara.


Hingga akhirnya ia juga lemas,  setelah mengeluarkan cairan hangat miliknya,  ia berbaring  di samping Hara memeluknya dengan erat.


“Terimakasih sayang, aku puas ,” bisik Leon di kuping Hara lalu Hara membalikkan badannya dengan wajah terlihat lelah. Leon mendaratkan bibirnya di kening Hara  dan menggendongnya ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum tidur.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2