Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Marahnya Jangan lama-lama


__ADS_3

Saat selesai  serapan Leon naik lagi ke kamarnya,  menekan nomor Zidan,  memerintahkan Zidan reservasi satu restauran di Jakarta, Leon ingin mengajak Hara untuk makan malam.


Leon tahu ia yang pihak salah ia, ingin menebus kesalahannya dengan mengajak Hara makan malam.


Tidak lupa juga ia memesan pakaian untuk Hara,  untuk ia kenakan untuk makan malam  mereka, ini akan dinner pertama mereka setelah suami istri, bahkan Leon sudah menyiapkan hadiah-hadiah kecil untuk Hara malam itu.


“ Mudah-mudahan aku bisa meredakan kemarahannya, agar ia tidak salah paham lagi,” ujar Leon, ia membuka lemari pakaiannya memilih jas yang akan ia pakai nanti malam.


Melihatnya marah seperti itu, ia takut wanita itu melarikan diri lagi darinya.


Di sisi Lain Hara masih kesal pada Leon karena tidak menjelaskan apa yang terjadi  setelah Leon meninggalkannya  malam itu.


Melihat Leon acuh pagi ini, Hara mulai kesal, padahal ia sudah menunggu kalau Leon akan menjelaskan semua masalah padanya.


Bahkan wanita cantik itu sengaja duduk di taman samping, niatnya agar Leon datang dan bicara padanya. Tetapi Leon  tidak datang ia menunggu untuk nanti malam.


“Ada apa dengannya? Aku pikir setelah kami menikah sikap dinginnya akan berubah ternyata denganku salah, ia tetap cuek,” ujar Hara memincingkan bibirnya  kesal melihat sikap Leon yang sok acuh.


“Bodoh amatlah tapi apa kabar Maxell?” Saat Leon bersikap acuh padanya tiba-tiba otaknya memikirkan  Maxell. Ia masuk ke dalam rumah meminjam ponsel milik Bu Atin dengan alasan mau menelepon Piter


.


Ponsel Hara di sita sama Leon sejak mereka di panti.


Tanpa sengaja Leon melihat gelagat aneh dari Hara, Ia turun dari atas.


Awalnya Hara hanya melihat sosial media miliknya, lama-lama  jiwa keponya meronta-ronta, ia mengetik nama Maxell di pencarian belum juga ia sempat melihat Leon sudah berdiri di depannya.


“Lagi ngapain?’


“Astaga Tuhan!” Teriak Hara  kaget memegang  dadanya.


Leon duduk di depan Hara.


“Chatingan sama siapa.” Leon merentangkan telapak tangannya meminta ponsel yang  di pegang Hara.


“Tidak lagi chatingan hanya melihat- melihat sosial media”


“Iya sini hapenya,” ujar Leon.


Hara memberikan ponsel ke tangan Leon .


“ Nona Hara kamu tahu tidak... kalau  kamu sudah nyonya Leon Wardana saat ini,” ujar Leon dengan suara pelan, tetapi Hara tahu kalau Leon sudah marah.

__ADS_1


“Siapa suruh kamu mengacuhkan,” balas Hara.” Kamu tahu tidak, menurut survei delapan perempuan itu selingkuh karena faktor suaminya dingin,” ujar Hara.


“Yang penting aku, kan, tidak dingin di ranjang Hara …,” balas Leon.


Hara terbatuk-batuk saat Leon menyinggung tentang ranjang.


“Tetapi dalam rumah tangga tidak hanya urusan ranjang, kan, itu hanya pelengkap,” balas Hara.


“Aku hanya mau bilang … aku pikir, kamu tidak ada alasan untuk selingkuh lagi karena aku sudah memiliki semua yang diingkan semua wanita,” ujar Leon percaya diri.


“Tapi aku tidak suka sikap dingin”


“Baiklah nanti panaskan pakai kompor,” timpal Leon.


“ Memangnya kamu ikan dipanaskan di kompor,"celetuk Hara mendengus kesal.


Aku tidak suka penjahat,” ujar Hara pelan ternyata bisa di dengar Leon.


“Kamu selalu menganggap ku  seorang Penjahat. Kamu tidak pernah melihat sisi kebaikanku”


“Baiklah kamu baik. Saya tidak akan menuduh seseorang  tanpa sebab Pak Leon Wardana, sekarang saya  hanya perlu  menunggu,  kira-kira apa yang ingin kamu lakukan padaku lagi, menendangku pergi setelah kamu mendapatkan apa yan kamu inginkan?”


“Apa kamu pikir aku menikahimu hanya menginginkan itu?”


“Tidak Pak Leon, dalam satu hubungan baik rumah tangga sangat di butuhkan namanya kejujuran. Kamu tahu aku belajar dari keluargaku ayahku sama ibuku selalu jujur”


Lalu ia  berjalan menuju  kamar Bu Atin memberikan ponselnya pada Bu Atin.


“Kok jadi dia yang marah. Harusnya aku,” ujar Hara, saat Leon meninggalkannya.


*


Tidak lama kemudian Bu Atin duduk di samping Hara.


“Marah-marah itu dan bertengkar itu bumbu dalam satu hubungan, karena dari sanalah tahu bagaimana karakter pasangan. Tetapi …. Jangan terlalu lama marahannya,” ujar Bu Atin.


“Aku  kesal Bu, kenapa sih tidak mau terbuka apa yang terjadi apa, apa susahnya jujur dan terbuka,"ujar Hara.


“ Ia tidak ingin kamu khawatir itulah tujuannya diam, Ia juga sangat marah  sama sepertimu Nak Hara, maka karena itu ia membalaskan dendamnya pada musuh yang mengejar kalian hari itu, ia terluka parah Hara … dokter sempat bilang,  kalau ia tidak selamat,” ucap Bu Atin ia menjelaskan penderitaan yang di alami Leon. Leon tidak bisa menceritakan dari pada masalah salah paham berlarut-larut di antara mereka. Bu atin menjelaskan semuanya pada Hara, termasuk saat Leon sakit dua  tahun lalu dan alasan Leon sempat menolak Hara saat ia buta,  mata Hara berkaca-kaca.


“Maafkan aku ibu, aku tidak tahu” ucap Hara ia menangis. “Aku benar-benar bodoh, aku tidak tahu aku malah menyakiti perasaannya tadi, Bu maafkan aku”


Oh harusnya   kalian berdua makan malam berdua malam ini, tadinya ia ingin menjelaskan semuanya, ia sudah reservasi sebuah restoran  untuk malam ini, ia juga pesan pakaian untuk kamu kenakan,  ibu yang menyimpannya sekarang,” ucap bu Atin, Hara semakin merasa bersalah.

__ADS_1


“Mungkin kamu bingung,  kalau hanya ibu yang menjelaskan.  Tunggu sebentar  biar lebih jelas” Bu Atin mengambil ponselnya,  menelepon Haris Ken dan Bram, Zidan.  “ Mereka yang lebih tahu banyak bagaimana Leon selama ini,” ucap Bu Atin.


Anak buah  Leon datang dan menjelaskan


“Masuk Nak , sini duduk   tolong jelaskan semua pada Non Hara,  apa yang terjadi sebenarnya, sebagai satu suku dengan Leon, tentu kamu tahu,  apa akibatnya kalau Leon tidak melakukannya hari itu,” ucap Bu Atin pada Haris.


Haris menjelaskan dengan rinci apa yang di lakukan Leon padanya apa yang dialami Leon juga.


Ia juga menjelaskan bagaimana Leon berperang melawan musuh  malam itu, atas kemenangan itu Leon mendapat gelar penghormatan dalam suku mereka.


“Aku tidak tahu, itu sangat menakutkan, maafkan aku” ucap Hara ia merasa malu dan bersalah, ia terlalu sempit dalam berpikir, rasa benci pada Leon membuatnya selalu berpikir sempit,  apa yang dilakukan Leon selalu ia anggap salah.


"Sebagai pengantin baru gampang kok menaklukkan hati suami," bisik Bu Atin.


"Bagaimana Bu caranya?"


"Kamu mandi terus ajak Leon mandi bersama"


"Haaa ....!" Pipi Hara langsung merah.


'Ibu mertuaku....'


"Jangan malu Ibu bilang seperti karena saat ini kalian sudah Pasangan suami istri," ujar Bu Atin.


"Baik Bu"


Bersambung.


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA


Terimakasi untuk tips yang kaliangri


Baca juga  karya  terbaruku iya kakak;


-Aresya(TERBARU)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)

__ADS_1


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)


__ADS_2