
Leon meminta membawa Jovita ke kamarnya, ia tidak tahu wanita cantik itu sedang mabuk.
Saat tiba di kamar Leon ia mengoceh bagai burung beo.
“Aku ingin cerita sama kamu Bos, ingin mengungkapkan uneg-uneg ku,” ucap Hara.
“Apa? uneg-uneg? Kamu pikir saya lelaki apaan,
Dengar … jangan memancingku selalu marah padamu , kamu tau kan kalau saya sudah marah”
“Tau sudah biasa ,” ujar Jovita mendudukkan panggul di sisi ranjang, tingkahnya yang konyol membuat Leon kehabisan kata-kata.
“Terus kamu tidak merasa takut padaku?”
“Kenapa harus takut? Kamu itu tampan dan ganteng kenapa harus takut, aku takutnya sama yang seram-seram dan yang merayap,” kata Jovita.
“Ah aku lapar tapi ngantuk.” Ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang, Leon menarik napas panjang melihat kelakukan Jovita, tadinya ia akan memberi hukuman pada Jovita karena sudah berani membantah perintahnya di hadapan anak buahnya, tetapi saat ini, ia bahkan tidak tahu hukuman apa yang pantas di berikan pada Jovita.
Ia melipat tangan di dada, menatap Jovita yang menguap beberapa kali dan mulai menutup mata dan tertidur.
“Ini orang, tidak ada takutnya lagi sekarang, dulu pertama sekali saat aku membawanya ia ketakutan melihatku, tapi saat ini, jangankan takut mengerjai ku pun, dia sudah berani,” ujar Leon.
“Hei bangun.” Leon membangunkannya dengan kakinya, leon duduk di ranjang
Ia bangun dengan tampang malas, dengan mata memerah dan kepalanya di terasa berat,
“Ada apa lagi? Aku mengantuk” Ia terkapar lagi dan tidur.
“Aku belum selesai bicara dengan kamu, kita harus menyelesaikan masalah ini, aku bukan tipe lelaki yang mudah lunak dan tidak suka ingkar Janji … jadi dengarkan baik-baik, kamu bangun kita selesaikan ,”kata Leon.
Tapi tidak diduga Jovita sudah tertidur,
Ia merasa sangat lelah bahkan rasa lapar ia bawa tidur, ia menghabiskan banyak waktu dengan Toni hari ini, menguras tenaga mencari kelinci, Jovita kehilangan dua kelinci kesayangannya membuatnya semakin lelah.
“Ini orang …! kamu pikir saya lagi menina bobokan nya, kamu? dasar wanita Bodoh,” ujar Leon tapi ia juga menguap beberapa kali.
Jam sudah berputar dan saat ini sudah tepat berada pukul 24:00 malam wajar rasanya jika Jovita mengantuk.
Saat mereka mulai merebahkan tubuhnya, Leo tadinya hanya berbaring di samping Jovita, matanya mulai meredup, tetapi tiba-tiba tubuh Rara tidur terlentang, sesuatu yang membuatnya terjaga, juniornya tiba-tiba bangun,
Itu semua karena jovita, ia memakai mini dres saat tidur, gaun pendek itu tersingkap, memperlihatkan kaki mulusnya hingga ke atas.
‘Bukannya aku bilang, aku tidak menyukainya, harusnya kamu juga nurut jangan menyukainya’ kata Leon bermonolog .
Ia jadi terjaga, terpaksa bolak - balik ke kamar mandi, untuk membuat juniornya lemas.
__ADS_1
Tetapi saat ia merebahkan tubuhnya, tiba-tiba Jovita, tidur memiringkan tubuhnya, tadinya jovita memakai cardingan di padukan dengan dresnya tapi mungkin ia merasa kalau cardingan itu menganggu saat tidur, karena ada hiasan dari besi di bagian pinggang nya, menganggu saat tidur, ia membukanya, agar tidurnya tambah nyaman.
Tapi saat jovita merasa nyaman, ternyata ada makhluk yang gelisah dan tersiksa serta kepanasan di sampingnya.
Jovita terlihat sangat cantik saat tidur, belahan bagian dadanya tercetak indah, ia tertidur pulas dengan tidur miring, sebelah tangannya ia jadikan bantal.
Napasnya teratur dan jempol tangannya mulai perlahan masuk dan menyempil di antara bibirnya.
Leon menatapnya dengan sangat lama, ia terlihat seperti bayi besar yang tertidur pulas.
Semakin ia melihatnya semakin Leon tidak bisa tidur, ia terduduk di tepi ranjang mengepal tangannya dengan kuat menahan sesuatu yang mengganjal di dalam celananya.
“Gila! aku bisa sakit kepala jika begini terus,” ujar Leon merasa sangat tersiksa, ia berusaha menahannya, mencari pelampiasan, tapi sayang Salsa juga sudah tertidur karena patah hati.
Ia kembali ke kamar mandi, saat keluar dari kamar mandi ia merasa lututnya keram, karena melakukannya sendiri di kamar mandi berkat bantuan sabun mandi.
Gila, baru kali ini aku merasakan seperti ini, ia menatap Jovita dengan bengis, ia gengsi memintanya pada Jovita, karena barusan ia bilang kalau ia membenci jovita.
Saat ia keluar dari kamar mandi, lagi-lagi ia di sungguh kan dengan pemandangan yang membuat senjatanya bangun lagi.
Tiba-tiba dress itu tersingkap sampai keatas, bahkan memperlihatkan kain segi tiga pengaman milik Hara.
“Oh gilaa,” Leon balik lagi ke Ke kamar mandi, Ia menutup kloset duduk itu dan ia duduk di sana, ia memegang kepalanya memijit mijit, hasratnya tidak tersalurkan dengan benar membuatnya sakit kepala dan tegang bagian bawah,
Jovita tersenyum miring, tadinya ia sudah tertidur pulas, tetapi karena Leon krasak-krusuk membuatnya terbangun, melihat lelaki egois itu sedang memegang juniornya dan ingin menuntaskan ya di kamar mandi,
Ia ingin tahu kira-kira apa yang akan di lakukan Leon, jika sudah terdesak seperti ini, apakah ia akan menjilat ludahnya sendiri, atau memintanya baik-baik apa dengan caranya yang kasar apa akan menahannya? Jovita ingin tahu, ia sudah siap jika harus Leon memaksanya atau memintanya baik-baik.
Setengah jam Leon belum keluar juga, ia berpikir kalau Leon tidur di sana memilih menahan hasratnya.
Jam sudah menunjukkan jam tiga pagi.
“Kamu akan mengalami sakit kepala yang hebat besok pagi, karena kamu kurang tidur,” ujar jovita tersenyum puas ia kembali tidur.
Hingga suara ayam berkokok, Jovita bangun, dengan mata setengah sadar, ia masuk ke kamar mandi.
“Oh, setan, oh iya ampun aku kaget!” teriak Jovita memegang dadanya dan mundur dua langkah, matanya yang tadinya mengantuk tiba-tiba melek.
Ia melihat Leon bermain game dari ponselnya dan duduk di atas kloset yang di tutup. Ia lupa kalau ada mahluk penjaga di sana satu malaman.
“Lagi ngapain di sini?”
“Bukan urusanmu, ini rumahku,” ujar Leon ketus, Jovita tersenyum licik.
“Apa kamu semalaman tidur di sini?” tanya Jovita mulai membuat Leon semakin kesal.
__ADS_1
“Tidak” Jawab jawab Leon.
“Tapi saat aku terbangun tadi malam kamu tidak ada di sampingku,”
“Saya tidur di sofa,”ucap Leon
“Oh, kenapa? iya ampun! apa karena aku tidur di kasur mu? Harusnya kamu bilang kalau budak tidak cocok tidur di kasur tuannya”
“Jangan bawel!”
Leon melongos pergi meninggalkannya di toilet, lalu merebahkan tubuhnya lagi di kasur, berharap mata itu bisa terpejam bareng satu jam saja.
Tapi saat ia berusaha membujuk matanya untuk tidur, Jovita Ikut-ikutan membaringkan tubuhnya lagi di sampingnya.
“Apa yang kamu lakukan?”
“ Ingin tidur lagi,” ujar Jovita menatapnya dengan senyuman.
“Ini sudah Jam berapa Jovita Hara. Sana bangun, kamu membuatku tidak tidur satu malaman,” ujar Leon keceplosan.
“Memangnya aku gangguin apa? Ayo ceritakan,” kata Jovita semakin memancing.
“Karena kamu tidur di kasurku, sudah sana.” Leon mengusirnya,
“Apa karena aku tidak pantas tidur di sini,” ujar Jovita dengan nada mengejek.
Jovita yang duduk di sisi kasur berniat ingin menyingkapkan bajunya, tiba-tiba terjungkal belakang pundaknya sebelah kanan, terbentur kuat ke nakas kecil disisi ranjang,
“Auuuh sakit"
“Makanya, kalau disuruh pergi, pergi. Kualatkanlah kamu,” kata Leon menarik tangannya. Membantunya duduk.
Jovita kembali merebahkan diri di ranjang, Leon mengusap layar ponselnya saat ada pesan masuk, raut wajahnya tiba-tiba berubah .
Bersambung ....
KAKAK BANTU VOTE DAN LIKE , KASIH HADIAH JUGA IYA AGAR VIWERSNYA NAIK DAN AUTHORNYA SEMANGAT UP BANYAK TIAP HARI
DAN AUTHORNYA
Baca juga;
-Berawal dari cinta yang salah. (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
__ADS_1
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
-Bintang kecil untuk Faila (ongoing)