
Jovita menuruti apa yang dipesan Bu Atin dan Leon padanya ,saat ia diminta hati-hati untuk menghindari incaran Bokoy ia melakukannya.
Di sisi lain.
Leon menunjukkan keseriusannya untuk berjuang mendapatkan hati Jovita, saat wanita menyebut cinta Leon tahap seleksi, ia benar-benar berjuang, besok paginya yang ingin ia lakukan menyelamatkan Piter dari genggaman anak buah Leon.
Saat Jovita mengatakan kalau Piter belum dibunuh karena mereka menyimpan data rahasia milik bokoy, ia setuju menyelamatkan Piter.
Ia mengintrogasi orang yang mereka tangkap, saat anak buahnya yang bertanya lelaki itu tidak mau menjawab. Tetapi setelah Leon datang membawa Pitbull wajahnya gemetaran.
Leon datang dengan gayanya yang menakutkan , ia duduk dan di tangganya sebuah tulang , jika tulang di tangannya di letakkan di tubuh lelaki itu, ketika hewan berbulu itu akan berebut dan tubuhnya akan tercabik-cabik.
Leon masih duduk ia tidak mengatakan apa-apa, ia melumuri sesuatu di tulang belulang itu dan diikatkan di lehernya.
Anak buah bokoy itu langsung berteriak meminta ampun.
“Ampun tuan Naga ampun! Bunox yang memintaku melenyapkan wanita itu. Bunox memintaku menusuk bagian perutnya karena dia tahu kekasihmu itu sedang hamil. Jadi dia ingin membunuh anakmu dan wanita itu”
Tangan Leon terkepal kuat, sementara kempat anak buah kepercayaan Leon terkejut, apa yang di katakan dr Billy benar, saat melihat luka perut Iwan dr. Billy curiga mereka mengincar sesuatu, ternyata yang mereka incar anak dalam rahim Jovita. Leon hanya terdiam percuma ia mengamuk ia berpikir kalau anaknya sudah pergi.
“Dari mana kamu tahu kalau Non Hara hamil?”
Aku mengikutinya dan ia menjatuhkan kertas itu, Iwan mengeluarkan kertas dari saku celana. Benar saja itu kertas hasil pemeriksaan kandungan Hara, bahkan di kertas itu ada menempel foto hasil USG dari bayinya, bahkan tertulis ayahnya Mr. Leon Wardana.
Leon sempat terlihat sangat emosi, melihat foto UGS itu matanya berkaca-kaca, ia menahannya mengalihkan wajahnya ke arah lain, ia menahan diri. Tidak mau terlihat lemah dan cengeng di depan anak buahnya.
Rikko malah yang emosi.
“Keparat!”
Buak
Satu tinju keras mendarat di wajah lelaki berkulit gelap itu.
“Dia tidak punya salah. Apa kamu tahu itu,” ujar Rikko terbawa emosi, itu bagai mewakili perasaan amarah Leon.
Saat lelaki itu menahan kemarahannya, tetapi tidak untuk Rikko. mendengar bayi dalam kandungan Hara ikut jadi incaran. mereka menyadari betapa menakutkannya dunia yang mereka jalani saat ini.
“Ko, sudah tahan dirimu.” Iwan memegang tubuh Rikko yang kembali ingin menghajar penjahat tersebut.
“Aku ingin membunuh si brengsek ini,” ucapnya lagi. Seolah-olah ia yang jadi bapak sang bayi.
__ADS_1
Dari sini terlihat jelas kalau ke lima anak buah kepercayaan Leon orang-orang yang sangat setia pada Leon.
Leon mendekat dan mencabut pistol dari pinggangnya, ia memberikan ke tangan Rikko yang sedang kalap
“Luapkan kemarahan mu, tetapi jangan biarkan sampai mati, kirimkan dia pulang ke Bunox, dia sendiri yang akan membunuh orangnya”
“Baik Bos”
Riko yang sedang emosi langsung mendor penjahat itu.
Dorrr ….!
Dorrr …..!
Ia menembak kedua kakinya, ia menuruti apa yang di katakan Leon.
Setelah mengetahui keberadaan Piter di sekap di sebuah rumah,.Leon bermain cantik , ia tidak mau melawan Bokoy dan Bunox secara langsung, ia sadar kalau kekuatannya tidak akan mampu mengalahkan kekuatan Bokoy. Jadi ia meminta bantuan seorang polisi kenalannya.
Mendapatkan proyek kakap ,sang polisi bersemangat, Leon menjadikan Bunox target awal polisi. Ia tahu kasus itu, akan mengusik Bokoy.
Leon menyerahkan lelaki yang sudah di tembak itu ke polisi dengan tuduhan ingin mencelakai Jovita.Mendapt laporan itu Polisi bertindak cepat menyerbu rumah yang di jadikan Bunox sebagai markas.
“Izinkan aku dan anak buahku membantu, karena yang mereka sekap itu rekan saya”
“Baik dengan senang hati Pak Wardana, silahkan pakaian seragam polisi dan anti peluru agar tidak mencolok,” ucap rekan polisi Leon.
Maka baru pertama kalinya kolaborasi antara Mafia dan polisi terjadi, mereka bekerja sama untuk menangkap gerbong narkoba seperti Bunox.
Jika lelaki itu tertangkap maka musuhnya akan ada dua Bokoy dan polisi, karena siapapun anak buahnya yang tertangkap akan lenyap.
Saat malam yang gemerlap itu terjadi keriuhan, polisi sudah menduga kalau para bandar narkoba itu akan melakukan perlawanan. Maka Leon memberi solusi pada polisi agar menyergap meraka saat larut malam.
Malam itu mereka melakukannya, saat mereka di sergap ternyata Bunox berhasil melarikan diri walau sudah dihadiahi dua tembakan di kaki. Namun, penjahat itu bisa melarikan diri.
Tetapi polisi berhasil mendapatkan bukti yang bisa menjeratnya penjara seumur hidup. Tetapi bagi Leon dan anak buahnya bukan dia yang paling penting. Tetapi utuk menyelamatkan Piter. Sebelum polisi masuk keruangan itu Zidan dan Rikko sudah menyelamatkan Piter terlebih dulu.
Lalu membawanya pergi melalu pintu belakang dan tembus ke sebuah rel kereta api.
“Pergilah Bro, sebelum polisi menangkap mu,” ujar Zidan.
“Jangan khawatir Nona Hara baik-baik saja,” ucap Rikko saat melihat wajah khawatir dari Piter.
__ADS_1
“Oh syukurlah”
“Dia yang meminta kami melakukan ini,” ujar Zidan lagi
“Ok terimakasih Bro”
Melihat wajah Piter penuh luka pukulan, bahkan ia berjalan pincang Zidan merasa iba, awalnya ia benci pria itu karena Hara begitu peduli padanya. Tetapi saat melihat untuk pertama kalinya. Zidan melihat sosok yang baik.
“Ini gunakan motorku, aku parkir di depan Indomaret,” ujar Rikko dan melemparkan kunci motor Ninja miliknya.
Keadaan piter sangat memprihatikan wajahnya babak belur penuh luka, Bunox menghajarnya mati-matian untuk mendapatkan file yang piter curi dari Bokoy, tetapi sampai di hajar sampai nyaris matipun ia enggan menyerahkan file yang ia ambil sudah payah bersama Hara.
“Terimakasih Bro, tolong berikan ini padanya, ini miliknya, dia akan mengerti nani. Oh, tolong katakan sama Bosmu untuk menjaga Nona muda kami. Aku percaya padanya. Tolong jangan kasih tahu keadaanku seperti ini," ucap Piter.
“Baiklah Bro cepat tinggalkan tempat ini sebelum polisi menemukanmu,” ujar Zidan.
“Oh satu lagi. Tolong ingatkan Nona Hara untuk rutin minum obatnya,” ucapnya sebelum ia pergi.
Leon dan Rikko saling melihat, akhirnya Rikko paham, kenapa Jovita sampai nangis-nangis saat Piter ditangkap.
“Baiklah Bro,”ucap Rikko ramah.
Piter pergi, akhirnya pria baik itu selamat, itu hal akan membahagiakan untuk Jovita, sementara Bunox menjadi buronan polisi dan tentunya jadi buronan Bokoy juga, biar bagaimanapun penghianatan Bunox akan sampai ke telinga Bokoy.
Bersambung ...
KAKAK TERSAYANG MOHON BANTUANYA IYA! SAYA IKUT CRAZI 3 BAB UPDATE SATU HARI., SELAMA TUJUH HARI. BANTU BERI KOMENTAR YANG BANYAK DI SETIAP BAB.
LIKE DAN VOTE DAN KASIH HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA, AGAR DAPAT FROMOSI. TERIMAKASIH JUGA SAYA UCAPKAN BUAT KAKAK YANG KASIH TIPS BUAT AUTHORNYA. PELUK HANGAT UNTU KALIAN SEMUA.
Baca juga cerita yang lain;
Baca juga;
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
-Bintang kecil untuk Faila (ongoing)
__ADS_1