Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Suami Tukang Cemburu


__ADS_3

Setelah Hara memberi jatah untuk Leon malam itu , beberapa hari kemudian setelah pulang ke rumah, Leon semakin bersemangat, kepercayaan dirinya kembali pulih.


Untuk menambah keharmonisan


Leon dan Hara, akan diner malam itu,  ke sebuah restaurant,  ia sengaja  tidak mengajak ke restaurant miliknya,  agar Hara merasa spesial dan berbeda.


Leon memilih sendiri  gaun indah yang akan Hara pakai malam  itu , sebuah gaun malam berwarna merah hati.


Leon membayangkan tubuh istrinya memakai gaun tersebut.  Namun ia melupakan  bagian yang indah itu sudah bertambah besar, Leon tidak memperhitungkan sampai kesana.


Ia sengaja dari kantor langsung ke restaurant yang sudah reservasi sebelumnya.  Hara dijemput supir ke rumah, anak-anak aman karena Bu Atin sengaja membawa mereka ke ruma Piter.


Saat  Hara tiba,  justru, ada hal buruk yang terjadi,  Hara berjalan kearah resto, tetapi lekuk tubuh Hara terbentuk  sempurna di bawah balutan gaun malam yang ia kenakan dan bagian dada itu terpampang sangat jelas  ia sangat seksi, cantik dan elegan,  sepatu hills 12 cm dan  bibir berwarna senada dengan gaun, menyempurnakan penampilannya malam itu.


Leon sudah duduk  di meja yang sudah dipesan, beberapa menit kemudian Hara turun dari mobil di loby restaurant, tetapi saat ia turun,  semua mata menatapnya dengan bibir membentuk ‘O’


Karena pakaian pilihan Leon.  Hara menjadi perhatian lelaki di restaurant saat itu,  kebetulan sekali lagi saat itu sangat ramai,  karena Weekend, apa yang terjadi terlihat sangat jelas di mata Leon karena restaurant itu berdinding kaca.


“Wow, she is a very beautiful,” ucap sekelompok lelaki bule yang  kursi mereka tidak jauh dari meja yang Leon pesan. Leon mengepal tangannya dengan kuat. Kalau ia sudah cemburu pada Hara ia yakin akan sulit mengendalikan diri itu salah satu penyakit besar baginya. Yang memilih gaunnya ia sendiri tetapi yang marah ia juga ah … cemburu memang penyakit yang menjengkelkan.


Hara mendekati  seorang pelayan pria ingin bertanya meja yang di pesan Leon.  Lelaki itu juga menatap Hara dengan  mata berbinar dan bibir berbentu’ Wow’ lagi.


“Mas meja nomor lima atas nama Pak Leon?”


“O-o-oh iya ada di sana mbak,” jawab lelaki itu tergagap, bagian dada Hara mengembul dan menantang  dari balik gaunnya.


Hara  melihat Leon duduk dengan tatapan menajam dan tangan terkepal kuat di bawah meja, Hara menghiraukan semua tatapan orang padanya, ia tersenyum pada Leon dan datang mendekat. Leon terkejut dengan penampilan seksi Hara.


‘Apa yang terjadi, apa itu gaun yang aku pilih tadi?’ kenapa bentuknya jadi seperti ini?’ Leon membatin.


“Aku datang,” ucap Hara tersenyum manis bahkan teramat manis, sampai Leon tidak bisa mengendalikan detup jantungnya saat melihat senyum manis istrinya, tetapi sayang,  bukan hanya dia yang menikmati senyuman manis yang Hara pamerkan,  beberapa lelaki berambut pirang itu masih menatap ke arah Hara.


Leon bahkan tidak menyahut senyuman manis dari istrinya ia melambaikan tangan pada pelayan, meminta menyajikan menu yang sudah di pesan,  karena Hara sudah datang.


Hingga menu datang,  Leon masih terlihat diam seperti orang kesal, ia memotong daging steak dengan  kasar, Hara tidak ingin suasana canggung itu terjadi,  karena ia juga tidak tahu apa kesalahannya.

__ADS_1


Hara mau memakai gaun itu, karena  berpikir Leon yang memilih,  artinya ia senang melihatnya berpenampilan terbuka sepert itu.


“Sayang, apa mau aku menambah winenya?”  tanya Hara memulai percakapan.


“Tidak usah,” jawab Leon terdengar ketus.


‘Ini  orang,  bawa aku ke sini mau ngapain sih sebenarnya’ ujar Hara dalam hati,  mulai kesal, ia menghembuskan napas kasar dari mulutnya dan ia melihat  ke sekeliling, ia baru sadar kalau


Restaurant ramai.


“Kamu mau makan atau mau melihat mereka semua?” tanya Leon dengan nada tegas dan mata melotot tajam melihat Hara.


“Kamu mengajakku ke sini untuk mendengar kamu marah?” tanya Hara meletakkan gelasnya.


Leon menutup mata untuk menstabilkan kemarahannya, lalu ia menghembuskan nafas panjang dari mulutnya.


“Maaf, aku  tidak bisa mengontrol diriku,” ujar Leon.


“Tapi, apa ada yang salah?”


“Iya kamu salah, Leon  menanggalkan jas yang ia kenakan lalu ia memakainya pada Hara.


Leon duduk kembali setelah memakaikan jas miliknya ke Hara. “Apa yang kamu lakukan? Kamu membuatku malu Leon, kenapa membawaku makan ke tempat ini,  kalau hanya mempermalukan ku,” bisik Hara  menatap Leon  dengan tatapan melotot, mata Hara memerah dan pipinya terasa  panas.


“Aku hanya menjagamu dari mata jahat,”ucap Leon.


“Leon! Aku mau pulang. Sekarang .” Hara berdiri


“Hara duduklah,” ujar Leon dengan  suara yang melembut ia sadar salah.


Tapi Hara  enggan melakukannya,  ia meletakkan jas itu dengan hati-hati , “Nikmatilah makan mu.  Pak Leon sepertinya kamu salah mengundang orang malam ini atau aku yang  salah datang  ke tempat ini” Hara berjalan  sangat  elegan menuju pintu ke luar.


‘Aku tidak mau lagi kesal karena kecemburuanmu, justru aku yang membuatmu meledak malam ini’ ujar Hara mendengus kesal.


Hara berdiri di depan loby,  niatnya ingin memesan mobil online untuk pulang, tiba-tiba seorang  lelaki menghampirinya.

__ADS_1


“Apa Nona cantik butuh tumpangan, saya bisa memberikannya.” Hara tadinya   geli melihat lelaki hidung belang menggodanya.


Tetapi melihat Leon mendekat kearahnya. Ia bertingkah konyol.


“Oh, Bapak mau memberiku tumpangan, kebetulan sekali, saya ingin pulang.”


“Hara, ayooo.” Leon memegang tangannya.


Tetapi Hara menepis tangan Leon.


“Saya, ingin pulang dengan bapak ini. Pak Leon …. Anda boleh pulang sendiri, sepertinya bapak ini lebih memahami wanita, benar tidak Pak?”


“Tentu saja, wanita cantik sepertimu siapa yang bisa menolak.”


“Iya, bapak benar” Leon merasa terbakar.


“Hara apa yang kamu lakukan?” Leon  berbalik badan  menatap lelaki yang menggoda istrinya dengan mata setajam laser”Pergilah bodoh, sebelum tulang-tulang mu remuk dan gigi depanmu lepas, dia istri saya,” ucap Leon dengan nada tegas.


Lelaki bertubuh gemuk itu berbalik badan dan meninggalkan Hara dengan Leon.


Leon berdiri dengan dada naik turun, matanya menatap tajam  kearah Hara. Ia tidak perduli dengan tatapan orang sekitar, begitulah Leon kalau sudah dibakar api cemburu.


 Hara justru  semakin berbuat  lebih gila lagi.


Ia meninggalkan Leon, berjalan ke arah sebuah bar  di samping restaurant.  Kemarahan Leon mengundang perhatian orang-orang yang makan di restaurant baik di pintu masuk restaurant, semua orang menatap mereka berdua.


“Hara, kamu mau kemana?” Leon berlari kecil lalu memegang lengan Hara.


“Sepertinya, aku  butuh hiburan malam ini, kamu selalu membuatku kesal.”


Leon memegang tangannya dengan erat,   memakaikan jas ke tubuh Hara, lalu  satu tangannya merogoh kantong celananya dan mengeluarkan benda pipih itu mengarahkan ke daun telinganya.


“Kamu, ke depan, kami sudah selesai,” ucap Leon, ia menelepon supir yang menunggu  di parkiran.


“Baik Pak,” jawab lelaki meletakkan gelas kopi yang baru ia pesan.

__ADS_1


“Kok, cepat bangat, apa terjadi sesuatu?” lelaki itu bicara sendiri,  dengan cepat ia menyalahkan mesin mobil dan mengarahkan ke depan restaurant.


Bersambung....


__ADS_2