Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Raja licik vs Ratu Kadal


__ADS_3

Pagi itu, Leon ia tertawa kecil, saat memikirkan tingkah Hara saat mabuk sore Itu.


'Tapi, tunggu .... Apa benar dia akan menikah. Sial ....! aku tidak akan rela, Hara istriku ibu dari anakku' Leon membatin. Wajah lagi- lagi tidak bersemangat saat memikirkan Hara ingin menikah dengan Maxell.


Ia menelepon Hilda meminta Hara untuk datang keruangan kerjanya.


"Mbak Hara tidak masuk Pak dia izin sakit"


"Dia, bukan sakit, tapi masih mabuk, kirim nomor baru Hara padaku"


"Baik Pak"


Leon tahu kalau Hara masih pusing dan ia juga tahu kalau Hara belum ingat kejadian saat mabuk, Hara akan mengingat kembali setelah beberapa lama.


Leon akhir menggunakan video itu untuk memaksanya datang, Agar ia bisa bertanya rencana pernikahan Hara.


*


“Apa  ada hal yang mengganggu Bos?” Tanya Ken setelah melihat wajah Leon susah di tebak, kadang marah dan terlihat tersenyum kecil.


“Tidak ada. Hari ini .... Kamu dan Zidan  menggantikan ku rapat"


“APA?” Ken terkejut .


“Tapi itu rapat besar Bos , bagaimana kami menggantikan Bos”


“Katakan saja aku lagi sakit, sudah pergi sana”


Kedua lelaki tampan itu di buat bingung oleh sikap Leon, sudah beberapa hari ini mereka berdua  seperti pasangan sehidup semati karena kemana- mana selalu berdua.


“Ada apa dengan Bos?  bosan jalan sama kamu terus, kemana-mana sama kamu, ke toilet bareng sama kamu, mau makan Sama kamu," ujar Ken, ia marah sama Zidan padahal Zidan juga di sini korban.


Zidan hanya menggeleng-geleng lalu diam, ia merapikan file yang akan mereka bawa dalam rapat nanti.


“Lu yakin Bro, kita mengantikan Bos mengikuti rapat?” Tanya Ken lagi masih tidak percaya.


“Yakin atau tidak yakin itu hal kedua, kita kerjakan perintah Bos itu yang pertama untuk hasil urusan berikutnya, lebih baik ganti pakaian mu jadi kemeja,” ujar Zidan.


“Baiklah, aku berharap Bos  baik-baik saja, tidak gila karena Non Hara meninggalkannya,” ujar Ken.


Mereka berdua meninggalkan hotel.


*


Hara berlari saat turun dari taxi dan tiba di loby  hotel.


“Selamat pagi, Pak,” ujar Hara, Leon sudah berdiri di depannya.


“Kamu terlambat lima menit, tiga puluh detik  Nona Hara,” ujar Leon melirik arloji di lengannya.


‘Tenangkan hatimu Hara …. sabar … sabar dapatkan rekaman bodoh itu sebelum  ada orang Lain melihatnya’ Hara berucap dalam  hati.

__ADS_1


“Iya Pak saya minta maaf,” ujar Hara menundukkan kepalanya  pura-pura  merasa bersalah untuk menarik simpati, karena pegawai hotel melihat mereka.


“Hara di marahin Bos, karena terlambat masuk,” bisik Tiara.


“Dia  minta izin sakit, kenapa datang? Kejam bangat Pak Leon, "ujar Riski. Mereka berpikir Hara dapat teguran Bos besar karena Hara menunduk memperlihatkan ekspresi merasa bersalah. Padahal Hara berpura-pura.


'Cara licik balas dengan cara licik' Hara membatin.


Alis Leon terangkat sebelah saat mendengar jawaban minta maaf dari Hara.


“Hara saya ingin kamu ikut ke ruangan saya.”


“Untuk apa Pak? Kita lakukan di sini saja.” Mata Hara menatap penuh kewaspadaan.


“Kamu yakin kita melakukannya di sini saja?” Leon membalikkan tubuhnya menatap wajah Hara yang kembali memerah.


Hara beberapa kali mengetuk kepalanya sendiri karena merasa bodoh.


“Iya Pak”


“Maksudnya di depan orang-orang ini?”


“A-a- bukan Pak Leon, tolong berikan,"ujar Leon memelas.


“Kamu yang  bertanggung jawab untuk seluruh kebersihan Hotel saya kan? kamu tidak masuk selama beberapa hari, kamu tahu apa yang terjadi di kamar saya, tikus bersarang, karena banyak sampah.”


‘ Apakah ini modus selanjutnya?’ Hara membatin


“Kalau kamu tidak percaya kamu bisa datang  ke ruanganku sekarang,” ucap Leon terlihat tenang.


“Tapi kenapa harus saya di tungguin untuk membersihkan, Pak?”


“Jangan banyak tanya Hara naiklah keruanganku , aku akan tunggu diatas,” pinta Leon ia  berjalan meninggalkan Hara yang masih berjalan ragu-ragu.


‘Kenapa  harus  aku  coba, aku ini seorang artis. Emangnya hanya aku yang bekerja di Hotel ini, banyak orang, banyak pegawai’Hara menggeleng, tetapi ia berjalan ke ruang  ganti, membuka lemari lokernya dan mengganti pakaiannya dengan seragam Hotel.


Tidak mau di bilang membantah perintah atasan. Hara naik juga ke lantai paling atas, tapi ia tidak mau seperti yang terakhir kali yang terjadi di ruangan Leon,  ia sengaja membawa dua orang untuk membantunya  membereskan sarang tikus yang di katakan Leon. Tetapi ia meminta mereka menunggu di luar ruangan Leon.


“Tok…Tok…”


“Masuk” pinta Leon.


“Saya datang Pak” ucap Hara.


“Baiklah kerjakan tugasmu,” ujar Leon  matanya sibuk menatap layar laptopnya.


“Tapi pak saya ke sini bukan masalah itu, saya masalah  video itu ” ujar Hara setengah berbisik


“Kerjakan semua  dalam sepuh menit, baru aku akan menghapusnya,” ujar Leon.


“Bapak janji?”

__ADS_1


“Iya”


Benar saja, saat, di minta membersihkan terlebih  dulu, Hara berjalan dan memanggil rekanya kerjanya.


'Kamu licik aku juga licik' Hara membatin.


“Sini masuk” pinta Hara pada kedua  pegawai yang lain.


Saat itu juga raut wajah Leon langsung surut jadi terlihat tegas dan tidak bersahabat lagi, ruangan itu memang terlihat kotor, tentu saja itu baru saja di kerjakan Leon, tepatnya saat Leon naik duluan ke kantor tadi, tujuannya tak lain untuk menyakinkan Hara kalau kamarnya berantakan ia  juga melemparkan kertas-kertas dan sengaja menumpahkan tempat sampah  berharap Hara melakukanya dengan waktu yang lama agar ia punya waktu lama bersamanya dalam ruangan Leon dan bertanya tentang rencana pernikahan.


Tapi Hara mengantisipasi kesalahpahaman diantara mereka, ia tidak ingin pegawai yang lain menganggapnya punya hubungan khusus dengan Leon.


Tetapi mata Hara, mencuri-curi pandang  pada Ponsel di atas meja.


‘Apa dia menepati janjinya nanti menghapus video itu?”


Tidak butuh lama, hanya 10 menit kamar Leon dan ruangannya  kerjanya sudah bersih dan rapih, setelah mereka bertiga kerjakan,


“Sudah pak Leon ...Bapak menepati janji?"Tanya Hara


“Iya Baiklah,” jawab Leon, ia tidak punya pilihan karena rekan kerja Hara menatap Leon.


Ia merasa kesal karena niatnya ingin bicara dengan Hara gagal, tetapi ternyata Hara tahu, niat daan tujuan Leon memanggilnya  ke ruangannya.


'Aku hanya ingin memastikan, kapan rencana kedatangan Maxell ke sini. Sial .... aku di kerjain'


"Terimakasih Pak Leon, kamar sudah bersih, kami pamit keluar," ujar Hara tertawa miring setelah berhasil menghapus video tersebut.


'Ini namanya Kadal ketemu Kadal Pak Leon' ujar Hara lalu keluar.


Leon gagal mengancam Hara dengan video mabuk tersebut.


Bersambung


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA


Baca juga  karya  terbaruku iya kakak;


-Aresya(TERBARU)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)

__ADS_1


__ADS_2