Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Usaha Keras Agar Bisa Hamil


__ADS_3

Besok paginya Leon sengaja membatalkan beberapa rapat agar bisa membawa Hara  konsultasi ke dokter. Leon berangkat ke dokter, ia sengaja menyetir sendiri agar bisa berduaan dengan sang istri dan Ken dan tiga rekannya mengikuti mobil mereka dari belakang, Tiba di rumah sakit. Di ruangan Leon  beberapa kali  menghela napas berat.


“Kok, kamu gugup?” Tanya Hara saat mereka duduk si ruangan dr. Billy.


“Tenang saja Pak Leon, dr.Shena seorang perempuan,” ujar dr. Billy menggoda Leon.


Ia berpikir Leon gugup karena cemburu.


“Bukan karena itu Dok, aku takut dokter itu mengatakan hal- hal yang buruk, aku takut mental kami berdua down” ujar Leon.


“Tenang saja, Non Hara kan sudah pernah hamil, aku pikir tidak ada masalah,” ujar Billy.


Leon mengangguk.


Billy menelepon Clara.


“Lara, ke ruangan saya donk”


Perawat berwajah cantik itu masuk.


“Bu, Pak.” Ia menyapa Leon dan Hara.


“Lara, tolong bawa  bertemu dokter Shena, iya.”


“Baik Dok.”


Saat    ingin naik ke lift  untuk naik ke lantai atas ruangan dr. Shena.  Zidan  dan Ken, Bram ikut naik ke atas,  Zidan hanya diam saat melihat si cantik Clara ada bersama mereka


Hara melihat wajah Zidan yang tiba-tiba memerah.


‘Apa Kak Zidan sudah berubah pikiran, apa sekarang dia jatuh cinta sama Clara? Bukankah sudah terlambat?’ Hara membatin, ia ingin membantu Zidan.


“ Kak Clara bagaimana kabarmu, kapan akan menikah?” Tanya Hara.


“ Rencananya  tahun ini, Mbak Hara.”


“Oh sudah ada rencana? Sama dokter siapa calon suaminya?”


“Reza Mbak,” ujarnya tersenyum.


Wajah Zidan langsung berubah suram saat mendengar Clara akan menikah.


“Makanya, lu  si Bro jual-jual mahal dulu, diambil orang kan?” ujar Ken meledek Zidan. Ken memang teman yang tidak punya akhlak, saat rekannya lagi  hatinya panas , ia malah menyiram bensin.


“Ckkk …. “ Zidan berdecak kesal., menatap Ken dengan sinis.

__ADS_1


Pertanyaan Hara cukup menjawab apa yang dipikirkan Zidan.


Tidak lama kemudian, mereka tiba di ruangan dokter Shena.


“Pak, Mbak saya tinggal iya”


“Iya makasih Kak Clara, "Ujar Hara.


“Iya Mbak”Setelah mengantar, Clara keluar ruangan.


“Clara ….!” Ken mendekat.


“Iya Bang,” wanita cantik itu berbalik badan.


“Salam iya sama calon suaminya, pasti orangnya ganteng,” ujar Ken melirik Zidan.


“Iya Bang, kalian mau tinggal di Jakarta selamanya?”


“Iya, Zidan juga di sini.”


“Oh, baiklah,  selamat bertugas, iya.”


Clara sepertinya tidak berminat lagi berhubungan dengan anak buah Leon seperti janjinya dulu, saat rekan kerjanya tewas terbunuh di rumah Leon, ia pamit pergi.


“Tidak ada yang salah .... semua baik-baik saja baik bapak sama ibu, mungkin Ibu jangan banyak pikiran, jangan lelah, selesaikan semua masalah satu-satu persatu.  Jangan ditumpuk, stres juga bisa mempengaruhi susah hamil,” ujar dr. Shena setelah, ia melakukan serangakaian pemeriksaan pada Hara dan Leon.


Lalu ia memberi  vitamin penyubur rahim untuk Hara  dan obat  berupa suntikan dan sebuah pil atom, ia akan mendapat suntikan  setiap tiga kali dalam seminggu dalam perut, mendengar hal itu mata Leon berkaca-kaca,  membayangkan setiap  tiga kali dalam seminggu  perut Hara akan ditusuk jarum suntik .


“Tidak apa-apa,” ucap Hara saat pundak Leon menegang saat dr. Shena memberi suntikan di perut Hara.


‘Apa harus sesakit itu untuk  mendapatkan anak?’ Leon membatin dan  merasa bersalah


Mereka pulang dalam perjalan Leon hanya diam.


“Ada apa?”Tanya Hara.


“Apa  ini kutukan untukku dari dosa dari masa lalu?” Tanya Leon dengan wajah sedih.


“Tidak ada hal seperti itu sayang …. kita baru menikah beberapa  bulan, jangan takut, banyak kok yang sampai sepuluh tahun baru  dapat anak, intinya kita berusaha dan banyak berdoa, sisanya serahkan sama Tuhan,” ujar Hara, saat Leon terlihat rapuh, Hara yang berdiri tegak  memberi dukungan.


“Tapi aku tidak tega melihat kamu disuntik dan dimasukkan pil segede itu ke bagian itumu”


“Tidak apa-apa, benda lebih besar dari itu juga sudah masuk ke dalam tidak apa-apa,” ujar Hara  bercanda.


“Aku tidak sedang bercanda Hara,” ujar Leon dengan wajah serius, untung dalam mobil itu hanya mereka berdua jadi bisa  bicara leluasa. Hara malah tertawa.

__ADS_1



Hara  mendapat sebuah obat berupa pil  besar berbentuk atom yang  dimasukkan ke bagian intinya, itulah usaha  keras Hara agar cepat dapat momongan.


“Apa kamu  banyak pikiran?” Tanya Leon lagi.


“Tidak juga, tetapi tentang Maxell itu satu menganggu pikiranku sih,” ujar Hara.


“Baiklah kita akan menemuinya, bila perlu aku akan meminta maaf ke keluarga Maxell,” ujar Leon dengan wajah serius, “aku akan menyelesaikan semua masalah  menganggu pikiranmu, memperkenalkan mu ke publik agar tidak ada gosip lagi” ujar Leon.


Leon  berencana akan menemui keluarga Maxell agar tidak ada beban pikiran Hara.


Dari rumah sakit pagi itu mereka lanjut ke hotel.


Sejak Hara mendapat perkataan tidak enak dari seorang fotografer yang menyebut dirinya cocok jadi simpanan Mafia, karena s ia melihat Hara di kawal ketat sama Ken dan Bram.


Leon berpikir sudah waktunya memperkenalkan istrinya ke  publik agar tidak ada lagi gosip yang menyudutkan nama baik Hara, ia tidak mau Hara banyak beban pikiran.


Ia memulai dari hotel miliknya, karena di sanalah gosip buruk tentang Hara  di mulai di sebar.


Leon sudah mengabari Hilda kalau ia akan datang dengan Hara untuk memperkenalkan Hara sebagai istrinya.


Wanita itu mengumpulkan semua dalam satu ruangan,  akhirnya Leon sang Bos besar memasuki ruangan  bersama Hara istrinya dan beberapa pejabat hotel termasuk Hilda.


“Baiklah, terimakasih  karena sudah  berkumpul dalam tempat ini,  karena banyak kabar miring mengenai pernikahan saya, di sini saya jelaskan,  benar.  Saya sudah menikah dengan wanita yang saya cintai, yaitu  Jovita Hara, mungkin kalian semua sudah mengenal Hara, ia wanita yang sudah lama saya kenal, kecelakaan beberapa tahun lalu membuat lupa ingatan dan kami berpisah. Namun, saat ini ingatannya sudah pulih dan kami bisa bersama, saya berharap tidak ada lagi berita yang simpang siur tentang saya dan istri saya,” ucap Leon  suara terdengar tegas singkat padat dan jelas.



Leon tidak  semata-mata hanya membuat pengumuman tentang pernikahannya dengan Hara, ia juga mengadakan jamuan makan untuk para karyawannya,  sebagai ganti dari resepsi pernikahannya dengan Hara.


Sepanjang acara tangan Hara digenggam, tidak di biarkan jauh darinya, padahal Hara ingin bertemu dengan teman-teman. Tetapi Leon tidak ingin Hara bertemu, apalagi bertemu dengan karyawan lain.


“Aku ingin menemui  mereka, iya,” ucap Hara meminta izin.


“Hara, mulai saat ini, kamu tidak bisa bertemu dengan sembarangan orang lagi, semua harus seizin ku,” ucap Leon.


“Iya begitulah resiko istri dari Leon wardana,  Nona Hara.”


"Baiklah sayang,"ujar Hara pasrah.


Bersambung...


Jangan lupa vote like dan Komen iya kakak.


Kasih hadiah dan tips juga boleh. Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2