Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Pak Guru yang punya niat jahat


__ADS_3

Orang yang berniat mencoba mencelakai kelurga Leon, tidak pernah menduga kalau hal jahat yang dilakukan pada orang lain akan berbalik padanya.


Akhirnya pemilik ilmu hitam itu kalah juga setelah sepanjang malam bertarung, ia adalah musuh Leon dari  masa lalu suku yang ia kalahkan  dulu,  saat  ia bersatus sebagai putra penjaga dalam sukunya.


Musuh  dari masa lalu itu seakan-akan bangkit dan mengusik keluarga Leon, Ia kembali mengungkit masa lalu ,  dukun itu menggunakan putranya untuk membalaskan dendamnya pada Leon, dendam masa lalu, di mana saat itu saat pertikaian antara dua suku, Leon  membakar keluarganya dalam satu perang.


Guru olahraga Okan anak dukun pemilik ilmu hitam tersebut,  guru itulah yang memberikan ajaran buruk pada Okan, belakangan ini, mereka ingin menjadikan Okan gila dan depresi,  dimemperalatnya untuk menghancurkan Leon, Ken, Toni, Zidan. Namun pemuka adat berhasil mengembalikan kekuatan jahat tersebut ke tubuh guru Okan yang tak lain adalah anaknya sendiri , Leon dan memberinya tanda, kalau suku Leon yang mengembalikannya guru tersebut ke musuhnya.


Hara sangat shock, semua yang terjadi  tidak masuk akal baginya. Saat Leon sudah berhasil mengantar guru tersebut pulang, Hara memutuskan melaporkan sang guru kepada kepala sekolah, semua kaget, dengan cerita  Hara, para guru mengenal lelaki itu sosok yang baik karena dan pendiam tidak banyak tingkah, ternyata di balik sikap diam itu ada hal yang menakutkan yang tersembunyi, termasuk foto wali kelas yang di coret-coret pakai darah ayam dalam rumahnya.


Setelah Hara melapor pada kepala sekolah, mereka takut ada korban yang lain, pihak sekolah memutuskan melaporkan  pada polisi.


Dengan bantuan polisi, rumah guru olah raga itu   periksa kembali, tetapi sebelumnya Leon juga sudah melakukannya,  saat polisi dan ada beberapa guru menggeledah ada banyak  benda-benda aneh yang ia sembuyikan di sana dan bau busuk yang menyeruak saat satu kamar dibuka, kamar yang dijadikan tempat melakukan ritual.


Menurut pengakuan tetangga dari rumah itu kerap  ada bau bangkai dan suara binatang yang disembeli, tetapi beberapa kali pengurus rusun pernah menegor karena bau busuk yang menganggu, tetapi ia mengaku sampah  yang belum sempat ia buang karena selalu pulamg malam saat  mengajar.


Tetapi saat di selidiki dan dibuka,  semua tercegang ada banyak bangkai yang dibiarkan membusuk dalam kamar setelah di potong untuk diambil darahnya untuk dijadikan ritual.


“Untuk apa foto Bu guru ada disana?” Tanya kepala sekolah saat melihat foto wali kelas Okan.


“Aku juga tidak tahu,” ujar wanita cantik itu dengan wajah pucat, ia sampai beberapa kali begelidik di buatnya.


“Apa kamu tidak pernah merasa ada yang aneh dengannya?” tanya kepala sekolah ikut menyelidikinya.


“Oh pernah beberapa bulan lalu dia mengajakku jalan, tetapi aku menolaknya karena aku sudah punya pasangan, tetapi aku tidak tahu bu, apa yang di rencanakan untukku,”ujar Tere.

__ADS_1


“Menurut  seseorang  foto itu, dia ingin Ibu jatuh cinta padanya, ini semacam guna-guna,” ujar Hara saat guru Okan melepon.


“Haaa?”


“Iya, iya aku baru ingat …  dua hari yang lalu dia juga mengajakku makan malam, tetapi aku menolaknya lagi karena aku sudah punya tunangan”


Tere wanita cantik wali kelas Okan terlihat ketakutan, ia sampai terduduk lemas saat mengetahui ia ikut dalam aksi mistis yang di lakukan sang guru.


“Jangan kawatir ia tidak akan  datang lagi kesini, kalau bisa barang-barang  miliknya di bakar semua bu sebelum ia mencari korban lain,” ujar Hara mengingatkan.


Dibantu polisi dan rekan-rekan guru  semua barang milik guru  yang memiliki ilmu hitam itu dibakar,  Kepala sekolah meminta maaf pada Hara dan memohon agar tidak memberitahukan pada orang tua siswa  yang lain.


 Setelah Leon meminta Zidan, Toni dan Ken untuk mengantarkannya pulang ke habitatnya,  di mana sukunya berada  mereka meninggalkannya di sana.


‘Apa yang kamu lakukan padaku akan dilakukan orang pada anakmu, kamu akan menyaksikan sendiri anakmu meredang nyawa karena akan dihabisi sukumu sendiri didepan matamu, kamu harus lihat betapa sakitnya hati seorang ayah saat anak tersakiti’ ucap Leon ia menatap kearaj jauh,  ia yakin lelaki yang berprofesi sebagai guru olah raga itu sudah dihabisi oleh sukunya sendiri di hutan itu.


Okan belum diperbolehkan keluar dari kamar,  ia dikurung dan tidak diperbolehkan bertemu mereka, tuaq itu masih mengawasinya sampai benar-benar pulih dari ilmu hitam, bahkan mulutnya  masih ditutup.


Itu salah satu cara untuk menghilangkan ilmu hitam yang diberikan pada Okan, Setelah hampir tiga hari dikurung dan mulut dan matanya ditutup,  di buka hanya saat diberi makan.


Saat sore tiba orang tua itu akhirnya menghela naas legah.


“Ada apa Tuaq?” tanya Leon penasaran, ia tidak pernah beranjak di mana putranya di kurung.


“Sudah hilang,” ujarnya dengan sedikit senyuman  terpancar di wajahnya.

__ADS_1


“Bagaimana?”


“Sepertinya dia sendiri yang melakukannya,” jawab orang tua itu dengan yakin.


“Itu artinya ia menghabisi putranya demi menghabisi kekuatan jahat dalam tubuh putranya?” tanya Leon menatap orang tua itu dengan tatapan penasaran.


“Iya, kalau dia tidak melakukannya, dia juga akan dapat masalah karena dianggap gagal, pemuka adat yang lain  juga akan menleyapkannya kalau dia tidak mau, lagian dengan ada kekuatan hitam ditubuhnya dia juga akan gila dan lebih parahnya,  akan menghabisi semua orang yang ada disekitarnya, jadi dia berpikir tidak ada gunanya, membiarkan putranya hidup.”


Lelaki tua itu membasuh tangannya,  ia juga mengerakkan  otot tangannya leher dan kakinya, duduk bersila selama berhari-hari untuk menjaga matra agar kekuatan gelap itu tidak menemukan tubuh Okan.


Setelah ia merasa sudah lenyap ia baru merasa legah.


“Ini Tuaq minum dulu” Bimo menyodorkan botol minum dan membawa segala makanan untuk sang pemuka adat.


“Ah … terimakasih, tidak ada tidaka ada tindak kejahatan yang selamat, karena hukum alam dan hukum karma masih ada di dunia ini, jika seseorang melakukan kejahatan maka ia akan mendapat balasan yang jahat pula,  dia menyakiti putramu, maka dia mendapat balasan yang lebih kejam dari para leluhur, dia menghabisi putranya sendiri”


"Itu benar Tuaq," ujar  Toni ia duduk di samping orang tua itu, sementara Zidan dan Ken sedang  mengobrol .


"Berhati-hatilah selalu, kamu  berasal dari dunia yang gelap maka kegelapan itu bisa sewaktu-waktu mengahampirimu, walau kamu pikir kamu sudah berubah, tetapi


belum tentu berubah bagi orang lain, awasi putramu jangan hanya bekerja-bekerja.


Kamu tahu, orang yang mudah dihinggapi ilmu hitam orang pendiam,” ujar lelaki itu ia berdiri  ingin pulang.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2