
Leon memberi nasihat untuk Toni dan Zidan untuk mencoba berbaikan dengan istri mereka.
“Ton, pikirkan tentang anak-anak."Leon akhirnya menasihati ketiganya.
“Aku juga sudah mencoba dan bos sendiri juga menemui mereka kan?”
“Mungkin jika kamu yang datang dia mau berubah pikiran, harga dirimu tidak akan hilang jika kamu yang meminta maaf duluan,”ujar Leon.
“Baik Bos."
Toni mengangguk setuju, ia memikirkan permintaan terakhir Bu Atin yang meminta mereka bertiga bisa berkumpul dengan keluarga.
"Ton ... aku bukannya memaksa kamu, tetapi ibu sudah mengangkatmu jadi adikku, aku dan Hara sangat peduli padamu, Thiani melangkah suda terlalu jauh, aku berharap kamu menyelamatkan Juna sebelum terlambat,"ujar Leon.
"Aku ikut prihatin untuk Thiani, aku berharap Ken bisa menyadarkannya kembali, tetapi untuk Juna, aku tidak begitu berharap, dia keras seperti ibunya, tidak mudah memaafkanku,"lirihnya, wajah Toni terlihat lebih kurus
Setelah mendengar cerita tentang Thiani yang salah jalan, Toni memutuskan, untuk menemui keluarga Kikan, ia tahu kelurga Kikan tidak akan menerimanya dengan mudah, karena selama Kikan di rumah sakit untuk operasi ginjal Toni tidak datang. Ia terbang ke Manado tiba di rumah keluarga Kikan.
“Untuk apa datang lagi, anggap saja kami sudah mati,” ujar Juna menolak ayahnya menemui ibunya.
“Papi ingin membawa kalian berdua pulang ke Jakarta”
“Pulang saja sendiri, aku tidak mau mami tersakiti lagi.” Arjuna menolak kedatangan Toni, putra semata wayangnya sudah terlanjur sakit hati pada Toni. Mendengar Juna menolak papinya keluarga Kikan ikut marah juga. Meminta Toni tidak datang lagi menemui istri dan anaknya.
Karena Toni menolak, ia malah ingin dihajar oleh kakak lelaki Kikan , karena Toni mengingkari janji untuk melindungi Kikan.
Dengan rasa kecewa Toni meninggalkan kota Manado.
Setelah berpikir panjang ia memutuskan berangkat sendiri ke Jerman.
“Jaga dirimu baik-baik, maafkan atas sikapku selama ini karena tidak ikut membantumu memperbaiki rumah tanggamu,” ucap Leon dengan gentelemen, ia mengakui kesalahannya, kepergian Bu Atin sangat membekas di hatinya, semua nasehat ibunya ia lakukan.
“Baiklah, jaga keluarga dengan baik, sampai ketemu di lain waktu,,” ucap Toni dengan tulus. Mereka berpelukan dan memilih berdamai.
Burung besi itu, akhirnya terbang meninggalkan ibu kota, terbang membelah langit menuju Jerman di mana Toni akan tinggal.
Leon masih berdiri melihat jauh kearah langit.
“Kasihan Kak Toni, tapi terimakasih”ucap Hara berdiri di samping Leon.
__ADS_1
“Untuk apa?” tanya Leon, wajahnya mendung.
Hara tahu dengan kesedihan di mata Leon tetapi ia tidak ingin membahas tentang kesedihan di wajah suaminya ia hanya bersyukur. Kerena pada akhirnya Leon mau mencoba memperbaiki rumah tangga Toni dan Kikan seperti yang diinginkan Bu Atin, walau tidak berhasil, karena keluarga Kikan menolak toni, tetapi setidaknya mereka sudah berusaha.
Kedua kembar itu juga ikut mengantar kepergian Toni.
“Ayah, apa Paman Toni tidak akan datang lagi ke sini? Kenapa wajah Paman begitu sedih terlihat” Chelia mendekat,
“Paman akan datang sayang,” ujar Hara mengusap pucuk kepala Chelia.
“ Ibu hamil?” tanya Okan, mereka semua terkejut, menatap kerah Okan yang berdiri di samping Hara, tidak biasanya ia tertarik mengenai topik apapun, tetapi membahas tentang kehamilan ibunya ia beberapa kali ikut berkomentar.
“Tentu, apa abang senang jika kamu sama Chelia punya adik lagi?”
“Senang saja … ada teman berantem,” ujarnya santai.
“Iya, aku juga.” Kedua kembar itu mendukung kehamilan Hara.
**
Sejak kepergian Bu Atin, tetapi rasa kehilangan itu masih membekas di hati mereka semua.
‘Ibu, aku merindukanmu’ ucap Leon dalam benaknya, ternyata bukan hanya Hara yang rindu. Leon juga ia beberapa kali menarik napas panjang, ia berpikir beberapa hari sudah melupakan ibunya karena ada anak-anak yang selalu membuatnya bergembira, tetapi intuk malam itu ia benar-benar rindu.
“Aku sangat merindukan nenek,” ucap Chelia menatap Hara .
“Doakan neneknya sayang, agar mendapat tempat yang terindah”
Hara menyibukkan diri menyendok lauk ke piring mereka masing-masing, bersikap ceria dan mengganti topik pembicaraan, agar anak-anak dan suaminya bisa melupakan nenek mereka, ia tahu bukan hanya anak-anaknya yang merasa kehilangan , ada satu orang yang paling berasa sedih, Leonlah yang paling merasa kehilangan, hanya ia tidak menunjukkan pada keluarganya, tetapi Hara mengetahui semuanya.
“Apa perlu kita liburan ke Pantai Ancol, untuk mencari suasana baru?” Leon menatap keluarganya.
“Iya, aku mau ayah, ayo kita liburan yang dekat-dekat saja biar Ibu tidak capek.”Chelia memberi usulan.
“Bagaimana Bu? apa ibu kuat?”Leon menatap mata istrinya.
“Aku malas, aku di
“Bolehlah, ibu juga butuh liburan sepertinya, terlalu banyak kejadian di keluarga kita belakangan ini, ibu jadi beku,” Ujar Hara tersenyum kecil pada kedua buah hatinya..
__ADS_1
Setelah mengantar Toni keluar negeri, Leon membawa keluarganya liburan ke Pantai Ancol, dengan liburan seperti ini ia berharap bisa melupakan kejadian-kejadian dalam keluarganya. Ia ingin melupakan kehilangan ibunya, karena kepergian Bu Atin, terasa mendadak karena hanya satu minggu di rawat lalu ia meninggal.
*
Kehamilan kali ini, Hara sangat di manjakan. Leon tidak memperbolehkan Hara untuk ikut membereskan persiapan anak-anak mereka, ia membiarkan anak-anaknya yang mengurus pakaian yang mereka perlukan selama liburan di bantu Ana pengasuh keduanya.
Setelah segala persiapan selesai Leon membawa beberapa asisten rumah tangga dan pengawal untuk keluarga selama liburan.
Liburan yang dipilih masih tetap berada di ibukota dan akan, menginap di hotel milik keluarganya.
“Ibu duduk saja melihat kami dari sini iya, nanti dedeknya cepek,” ujar Chelia menarik tangan Hara dan mendudukkannya di tikar di pinggir pantai.
“Apa ibu tidak boleh berenang?”
“Jangan, Ibu duduk di situ saja,” timpal Okan, Hara tersenyum lucu saat ada tiga orang yang begitu perhatian padanya.
“Baiklah, padahal Ibu tadinya ingin ikut berenang.”
“Gak boleh Bu, kata Ayah ibu tidak boleh capek-cepek dulu, ini Ibu main ini saja biar tidak bosan,” ujar Okan ia memberikan ponselnya untuk Hara ponsel untuk bermain game.
Bersambung …
Akak yang baik , jangan lupa tetap dukung karya ini kasih like vote dam komentar. Kalau bisa bantu share di facebook kalian iya kakak agar makin banyak lagi yang menonton. Jangan lupa baca juga karyaku yang lain.
Terimakasihnya untuk semuanya
Baca juga karyaku yang lain
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (Tamat)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
Bintang kecil untuk Faila (tamat
__ADS_1