Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Aku akan ada untukmu


__ADS_3

Malam itu akan momen yang menenggang untuk ke empat lelaki tampan itu. Bagaimana tidak? Di malam  itulah Bu Atin  membeberkan rahasia besar Leon. Bu atin merasa tidak bisa mengatasi   hubungan Leon dan Hara itulah niatnya  memberitahukan pada keempat anak buah kepercayaan Leon. Wanita itu tahu kalau ke empat orang itu anak buah kepercayaan Leon. Ia ingin  berbagi beban pada mereka.


“Apa Bos  sudah tahu tentang  mereka, Bi?”


“Sepertinya belum. Kalau Toni memberitahukan pada Nona Hara kalau mereka sudah dijodohkan dari kecil, Hara akan  meninggalkan Leon”


“Sekarang pertanyaanku selama ini akhirnya terjawab juga,”ucap Iwan


“Kenapa?” Ken menatap Iwan.


Selama ini aku selalu melihat Toni selalu melindungi Non Hara dan ia  juga pernah bilang kalau Non Hara teman masa kecilnya.”


“Leon dan Toni  datang dari masa kecil Hara, Leon   dari kegelapan dengan  dua tanduk di keningnya dan Toni datang dari sisi terang dengan dua sayap putih mengepak melindungi Jovita”


“ Apa ibu Jovita dari panti asuhan, Bi?”


“Ya Ibu dan ayah Jovita anak yatim piatu tinggal dan besar di panti asuhan yang sama dan berjodoh"


“Jadi ayah dan ibunya yatim piatu dan sekarang Nona Hara juga, apa ini namanya takdir keturunan, kasihan Nona Hara.” Wajah Ken yang biasa ceria, terlihat sedih.


“Iya bibi juga sangat kasihan padanya”


“Lalu bagaimana dengan Toni Bi?” Tanya Iwan.


“Jadi begini …. takdir dan hidup seseorang  itu tidak ada yang tahu. Ini cerita mereka .... Leon kehilangan orang tuanya dia menjadi yatim piatu saat ia masih kecil, lalu ia menjadi gelandangan. Lalu dia  terkena rajia dinas sosial dan di bawa ke panti asuhan  di kalimantan .


Lalu diwaktu yang berbeda mamanya Toni meninggal dan ayahnya menikah lagi, Toni melarikan diri dari rumah karena ibu tirinya jahat dan  Toni jadi galangan, dia juga di rajia di tempatkan panti asuhan yang sama dengan Leon.


Lalu Bokoy yang  selalu  memberi sumbangan pada panti asuhan bertemu keduanya, lalu membawa Leon dan Toni jadi anak buahnya. Namun Naga keluar dari Bokoy dan Toni ikut juga ke Leon, Toni sangat menyayangi Leon dan juga Leon seperti itu di sayang sama Toni dengan cara berbeda"


Mereka  berempat  duduk dengan wajah serius mendengarkan  cerita Leon.


“Lalu kenapa ayah  Hara mengenal Bokoy?" Zidan ikut  membuka mulut akhirnya.


“Ayah dan ibu Jovita dan mama Toni sama-sama  mengenal Bokoy, karena sering memberi bantuan ke Panti asuhan. Bokoy dikenal dengan rasa sosialnya sangat tinggi"


                     *


Sejak Leon marah pada Jovita dan melihat kemarahan Zidan, Hara memikirkan  kembali hidupnya selanjutnya. Leon tidak memberitahukan kalau Piter sudah di selamat, Leon enggan memberitahu Hara tentang Piter, tidak ada yang tahu alasan Leon kenapa tidak  memberitahukan tentang Piter, ia juga  belum memberikan tentang Liontin yang di berikan Piter.

__ADS_1


Besok  harinya, Hara tidak keluar sedikitpun dari kamar, ia memilih mengurung diri di kamarnya, ia meminta asisten rumah tangga membawa  makanan ke kamar.


Saat ia duduk  menonton televisi emosinya tiba-tiba  memuncak , saat melihat Bokoy   melenggang bebas lagi dari jeratan hukum untuk kesekian kalinya.


Melihat tawa  sumringah, tiba-tiba perasaan Hara kembali memuncak. Ia tidak bisa dijerat hukum. Saat polisi menggerebek markas narkoba milik Bunox beberapa hari lalu, namanya ikut terseret karena Bunox anak buahnya, melihat itu. Jovita meminta pengacara yang ia bayar ikut melaporkan Bokoy juga, numpang kasus' Hara  menumbangkan kasusnya kasus biar hukumannya berat dan polisi  mau menyelidiki Bokoy. Tetapi nyatanya, semua yang ia lakukan gagal total karena kurang bukti.


 Kring … Kring …!


Ia mengangkat iPad  miliknya .


“Maaf Mbak, kita tidak berhasil, dia terlalu kuat, polisi tidak ada yang berani menyelidikinya,” ujar lelaki berkepala  botak itu melapor pada Hara.


“Baik Bang Tigor, tidak apa-apa”


Tigor lelaki yang mereka bayar dengan Piter untuk membantu membuka kasus Bokoy. Lelaki asal Medan itu terpaksa mereka  bayar mahal, agar serius membantu menangani kasus orang tuanya , tetapi mereka seolah-olah tidak berkutik sedikitpun saat melawan Bokoy. Kesal, marah, kecewa sudah pasti dirasakan Hara.


“Om kamu dimana? Apa yang harus aku lakukan, kamu bilang, kamu yang akan melakukannya , Tapi lihat pria jahat ini, dia melenggang bebas bahkan dia menyebut orang yang melaporkan dirinya goblok, aku tidak terima,” ucap Hara ia memegang  kepalanya dengan kedua tangannya.


Jovita merasa sangat buruk, merasa sendirian lagi, pikirannya kacau dan tiba-tiba dia mengatakan hal yang mengerikan ....


“Aku tidak ingin anak ini. Ini akan menghalangi balas demdaku,” ucap Hara tiba-tiba memliki niat buruk.


“Aku hamil di luar nikah kok, Leon juga marah-marah terus denganku. Lalu om Piter  menghilang dan Toni jauh di Kalimantan. Aku sendirian bagaimana aku membesarkannya sendirian, bagaimana aku menghadapi semua ini sendirian"


Di kamar Lain Leon juga melihat Bokoy bebas ia juga sangat marah dan kecewa. Ia menelepon polisi Intel temannya.


"Bagaimana kok dia bebas"


"Aduh Maaf Pak Wardana, saya juga marah ini .... Kerja keras saya dan Bapak sia- sia, tetapi yang memutuskan Hakim dan Jaksa terhormat, entah berapa banyak mereka disogok"


Leon menutup teleponnya, tetapi wajahnya seketika berubah saat Bokoy menyebut orang yang melaporkannya hari itu, pengacara almarhum Iwan keluarga Hara.


"Astaga Hara! Jangan sampai dia melihat berita ini ... dia bisa stres lagi melihat ini." Leon berlari ke kamar Hara.


Tok ... Tok ...


"Hara buka pintunya, ini aku"


" Ada apa?"

__ADS_1


Leon masuk ... apa yang ditakutkan terjadi , Hara menonton televisi dan wajahnya tampak kacau.


"Hara matikan saja televisinya jangan lihat," ucap Leon memelas.


"Lelaki jahat itu masih saja menyebutku goblok. Apa kamu dengar itu ...," ucap Hara.


Ia mengusap air matanya dengan kasar, melihat Hara seperti itu Leon merasa dadanya sakit.



"Aku akan membalasnya .... Tetapi apapun yang kami lakukan semua gagal, dia terlalu kuat, Aku putus asa," ucap Hara dengan tangisan.


" Marilah kita akan melawannya."


Tangan Leon  kembali menariknya membawanya ke dadanya,


" Tolong bantu aku Pak Leon, aku putus asa, aku tidak tahu harus melakukan apa lagi untuk melawannya," ujar Hara menangis di dada Leon.


" Percayalah, kita akan menghancurkan dia, kita akan buat dia membayar semua perbuatannya ke kita," ujar memeluk tubuh Hara.


Tanpa sadar Hara memeluk Leon melingkarkan tangannya di pinggang kokoh Leon, itu satu momen yang membuat Leon merasa sangat emosional, air matanya tidak terbendung. Leon merasa ada dua orang yang memeluknya saat ini,.anak dalam rahim Hara dan wanita yang ia cintai.


'Bertahanlah sayang, ayah akan berjuang' Leon membatin tangannya ingin mengusap perut Hara. Namun ia menahan diri, ia hanya memeluk tubuh bumil cantik itu dengan erat. Rasa amarah dan cemburu Leon malam itu, seketika hilang saat itu.


Ia berjanji pada Hara akan membalas Bokoy .Mampukah Leon memasukkan penjahat kejam Bokoy ke penjara?


Bersambung ...


KAKAK TERSAYANG MOHON BANTUANYA IYA! 3 BAB UPDATE SATU HARI.,  SELAMA TUJUH HARI. BANTU BERI KOMENTAR YANG BANYAK DI SETIAP BAB.


LIKE DAN VOTE DAN KASIH  HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA,  AGAR DAPAT FROMOSI. TERIMAKASIH JUGA SAYA UCAPKAN BUAT KAKAK YANG KASIH TIPS BUAT AUTHORNYA. PELUK HANGAT UNTU KALIAN SEMUA.


Baca juga  cerita yang lain;


 Baca juga;


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)

__ADS_1


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


-Bintang kecil untuk Faila (ongoing


__ADS_2