
Raut wajah mereka semua bingung, dihadapkan diantara dua pilihan, kalau Leon menolak Hara, bumil itu akan marah dan mempengaruhi kesehatan bayinya, karena setiap kali marah belakangan ini, ia tidak akan mau makan dan ia mengurung diri di kamar, seakan-akan ia tidak perduli dengan kedua janin di dalam rahimnya, itulah yang membuat Leon takut menolak permintaanya.
Tetapi, kalau ia menuruti keinginan Hara, ia takut ada bahaya yang sudah mengincarnya, karena Bianca wanita yang punya dendam besar pada Hara dan Leon, Bianca wanita yang gagal menikah dengan Leon, ia sakit hati karena diputuskan sepihak oleh Leon.
Selama ini ia yakin sudah menyelesaikan masalah dengannya, dia menyelamatkannya agar tidak masuk penjara. Tetapi kali ini ia muncul kembali. Leon tidak takut kalau untuk dirinya sendiri, ia takut kedua mantan kekasih itu bekerja sama untuk membalas dendam padanya. Karena ia tahu Maxell sampai detik ini belum bisa memaafkan dirinya karena ia merebut Hara darinya.
Saat itu ia depresi dan melakukan hal buruk dalam hidupnya, ia memukul pelayanannya hingga meninggal dunia, menyebabkan Bianca terjerat hukum dan menjalani hukuman penjara, tetapi akhirnya bebas karena keluarga Korban tidak menuntut dan memilih berdamai dan menerima uang santunan dengan jumlah besar.
Bianca juga sempat ingin mengakhiri hidupnya dengan cara memotong pergelangan tangannya, semua itu karena Leon, karena ia terlalu mencintai Leon , Bianca berpikir Hara merebut Leon darinya.
Tidak mau hal buruk pada putri semata wayangnya, orang tuanya membawanya keluar negeri untuk memulihkan kejiwaan Bianca, setelah beberapa lama berada di negeri orang, kini wanita itu sudah kembali ke tanah air.
Tidak ada yang tahu kapan tepatnya Bianca pulang ke Indonesia dan tidak ada yang tahu apa yang ia rencanakan, tetapi yang membuat Piter ketakutan karena ia bertemu dengan Maxell, lelaki yang beberapa waktu lalu membuat guncangan besar di keluarga Leon dan Hara.
Kedatangan Maxell yang tiba-tiba saat itu membuat Leon harus berbaring di rumah sakit, kedatangan lelaki itu menimbulkan kesalahpahaman bagi Leon dan Hara.
Walau tidak ada yang salah dengan kehadiran Maxell , tetapi Piter menduga ada sesuatu yang di rencanakan lelaki itu untuk kedatangannya kali ini, bertemu dengan Bianca mengejutkan mereka semua, menambah kecurigaan di hati Piter.
Saat duduk mereka duduk dalam hening, tiba-tiba Hara datang dari dalam rumah, wajahnya sumringah saat melihat Piter ada di sana.
“Om juga ada di sini?” tanya Hara mendekat melihat Hara datang Leon berdiri dengan sigap membantu Hara duduk memegang lengannya.
“Iya, ada perlu dengan suamimu dan ingin melihatmu,” kilah Piter.
Hara duduk, tetapi ia bisa melihat ada sesuatu yang penting yang mereka bahas. Terlihat wajah khawatir dari ketiga orang itu.
“ Apa ada sesuatu yang terjadi?”
“Tidak ada Hara,” jawab Leon dengan cepat.
Lalu ia menatap mereka bergantian, “tetapi wajah kalian semua terlihat sedih dan terlihat sangat khawatir, ”ujar Hara.
“Hara, apa kamu ingin ikut suamimu ke kantor?”
“Iya, aku bosan di rumah om, aku jenuh, aku ingin melihat suasana luar.”
“Tapi Hara,di luar sana ada banyak bahaya, om takut kamu dalam bahaya.”
“Jangan khawatir Om, ada Leon yang akan menjagaku sekarang, om tidak usah menghawatirkan lagi.”
__ADS_1
“Tetap saja Hara, om sangat khawatir padamu.”
“Om harus menghawatirkan Hilda saja, jangan aku , dia juga sedang hamil, kan, pasti butuh perhatian juga dari om.”
“Baiklah sayang, om hanya tidak terjadi hal buruk dengan kamu,” ucap Piter dengan suara lemah.
Melihat sikap Hara yang tidak biasa itu, Piter diam.
‘Apakah penyakit itu sangat berbahaya? Hara sangat berbeda saat ini, dia tidak pernah bicara ketus seperti itu padaku dari dulu, dia anak yang sopan dan lembut, tetapi kali ini Hara berbeda, aku berharap iya baik-baik saja’ ucap Piter menghela napas berat dari dadanya.
“Ayo kita pergi ke hotel, aku tidak sabar lagi ingin cepat-cepat ke sana, ingin melihat teman- teman yang dulu,” ujar Hara.
“Baiklah, aku serapan dulu, iya.” Leon ingin bergegas ke kembali ke dalam rumah.
“Tidak usah, nanti saja kita serapan di hotel iya, aku tidak sabar lagi,” bujuk Hara. Ia masuk lagi ke dalam rumah untuk mengambil tas tangannya, bahkan ia tidak memberi Leon kesempatan untuk hanya serapan .
Melihat kondisi Hara yang berbeda itu mereka bertiga hanya bisa menghela napas.
“Lalu bagaimana?”
“Aku akan membawanya ke hotel Om, kita belum tahu pasti ada bahaya di sana, tetapi kita sudah tahu, kalau aku tidak membawa Hara ke sana akan ada bencana,” pungkas Leon.
“Apa dia akan mau?” tanya Leon, tidak yakin kalau Hara akan percaya begitu saja.
“Iya, sebaiknya beri tahu saja Nak, agar dia juga berpikir, mau tidak mau urusan kedua, setidaknya kita mencoba,” ucap Bu Atin.
Hara keluar dari rumah lagi membawa tas dan sebuah jaket untuk ia pakai.
“Ayo!” Hara mendekat
Leon dan dan piter saling menatap, mereka berdua terlihat bersikap ragu- ragu,
“Hara, sini kita bicara sebentar lagi, duduklah dulu,” ujar Piter ia akhirnya yang bicara Leon hanya menunggu.
“Apa lagi om?” tanya Hara dengan wajah datar, ia terlihat tidak senang.
“Hara kemarin saat kami ke bar dengan Leon kam-“
“Kalian ke bar? bertemu dengan siapa?” potong Hara wajahnya terlihat marah.
__ADS_1
“Hara kami berdua hanya minum.”
“Minum, kan, tidak harus ke bar, kamu bilang tadi malam, hanya ingin bertemu dengan om, terus sekarang kalian bilang menemui seseorang, terus siapa yang kalian temui, mantan pacarmu?”
“Hara kita tidak membahas bar kita hanya-“
“Kamu hanya mau bilang kalau kamu berbohong padaku?” ia langsung memotong kalimat Leon, ia tidak memberi waktu untuk mereka berdua menjelaskan.
“Hara dengar dulu ak-“
“Om kenapa malah mengajak Leon ke bar, bukanya melindungiku, harusnya om itu menjagaku agar suamiku tidak pergi melihat wanita lain, mungkin karena aku sudah jelek,” ucap Hara dengan mata berkaca-kaca.
“Hara, kita tidak lagi membahas bar, kita membahas bagaimana kamu agar tetap selamat kita ingi-“
“Aku tidak perduli Leon kamu tidak bicara jujur.”
Wajah Piter terlihat menegang, apa yang dikatakan Leon benar Hara saat ini susah dikendalikan, mereka semua diam membiarkan Hara bicara. Melampiaskan kemarahan dalam di dadanya
Lalu Leon memeluk Hara, “tidak apa-apa ayo kita pergi nanti kita kesiangan,” ucap Leon mengajaknya pergi Piter dan bu Atin hanya diam tidak bisa berkata-kata lagi.
Bersambung.
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA
Terimakasi untuk tips yang kaliangri
Baca juga karya terbaruku iya kakak;
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
__ADS_1
- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)