Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Tempat persembunyian


__ADS_3

Tempat Persembunyian


“Kita mau kemana Neng?”Lelaki paruh baya itu bertanya. Jovita berpikir sejenak, dan hanya tempat itu yang terlintas di pikirannya “Kita kearah cempaka putih saja iya pak,”


Tujuan terbaik hanya tempat bu Hasti, mantan asisten rumah tangganya.


Jovita tidak melapor ke polisi, karena ia tau Leon juga pasti bisa kerja sama sama polisi.


Sepertinya Jovita akan melewati banyak rintangan dan kesulitan, ia tidak beruntung kali ini, kalau tadi keberuntungan masih berpihak padanya. 


Bahkan Jovita berpikir para dewa keberuntungan dan malaikat-malaikat ikut membantunya, maka  itu ia bisa kabur dari Leon.


Karena ia sempat berpikir, kalau ia tidak akan bisa kabur dari lelaki killer itu, sebab selalu diawasi dengan ketat, dan tangan Jovita tidak pernah dilepaskan, tetapi tidak di duga ia bisa melarikan diri dari Leon.


Jovita berpikir lelaki bertato itu sudah menghajar anak buahnya saat ini, karena lalai menjalankan tugas mereka, karena Jovita bisa lolos dari pintu penjagaan mereka.


Saat ini, mobil berlogo burung itu  berhenti di depan rumah ibu Hasti.Tapi sayang rumah itu gelap, teras di depan rumahnya kotor sepertinya sudah tidak dihuni.


Jovita berdiri dengan panik memegang kepalanya, ia tidak tau lagi harus berbuat apa.


Sementara pak supir menunggunya di samping taksinya, matanya menatapnya dengan tatapan lebih bingung lagi.


“Cari siapa Neng? rumah itu sudah lama tidak ada orangnya, bu Hasti tidak pernah pulang sudah hampir dua minggu, sejak majikannya meninggal ia tidak pernah kelihatan lagi,” ujar si bapak tetangga Bu Hasti.


Menyinggung kejadian naas yang menimpah keluarganya, Jovita terpaksa mengalihkan wajahnya ia takut si bapak juga mengenalinya.


“Baik pak terimakasih,” Jovita  buru-buru masuk lagi kedalam taksi yang mengantarnya.


“Kenapa Non, lalu kita kemana  lagi?”


“Jalan saja dulu Pak, tetapi saya tidak uang bayar ongkos, saya minta maaf”


“Lalu, bagaimana Non untuk bayar ongkosnya, saya sudah jauh-jauh mengantar Non sampai kesini, bensin saya sudah mau habis,” kata si bapak terlihat jelas sekali, raut wajahnya cemas.


“Aku meminta maaf untuk semua ini pak, tapi percayalah aku akan membayarnya pada bapak, bagaimana kalau bapak antar lagi saya ke Jakarta selatan pak? memang agak jauh tapi rumah saya di sana.


“Bapak tidak punya bensin lagi sampai ke sana.”

__ADS_1


“Saya meminta maaf pak, saya tidak punya uang bagaimana kalau saya bayar dengan tubuh saya saja pak, karena saya benar-benar tidak punya cara lain,” kata Jovita ia putus asa,  ia menawarkan tubuhnya sebagai gantinya.


“Baiklah,” kata lelaki paruh baya itu, wajahnya tidak bersemangat, mungkin ia berpikir niat mencari duit malah mendapat dosa.


Ia membawa Jovita kerumahnya


“Kita mau kemana Pak?” kata Jovita suaranya bergetar karena takut.


“Ke rumah ku,” jawab si bapak.


Baiklah,” ucap Jovita pasrah,  ia mengusap matanya pada akhirnya akan berakhir di ranjang lelaki asing juga, ucapnya dalam hati.


Hingga mobil itu berhenti di salah satu kontrakan sederhana.


Tok … Tok …


Pintu dibuka terlihat wanita paruh baya,


“Sudah pulang pak, sama siapa?”Menatap Jovita dengan  sangat ramah.


“Oh..boleh..boleh non sini bantuin ibu,” ucap wanita itu dengan tawa terkekeh.


Mendengar hal itu Jovita tertunduk malu, lelaki paruh baya itu bukan seperti yang ia pikirkan, ia berpikir kalau tawaran dirinya memberikan tubuhnya akan di setujui, ternyata ia punya maksud lain.


“Saya Pa Buni dan istri saya Ratih,” ucapnya meneguk segelas air.


“Iya Pak”


“Baiklah mbak boleh bantuin istri saya, untuk bungkus pesanan”


“Iya iya Pak, saya mau,” ucap Jovita bersemangat.


Pak Buni tau kalau wanita itu dalam kesulitan besar, karena sepanjang jalan Ia melihat jovita terlihat ketakutan, seperti di kejar seseorang maka itu ia menolong.


Setelah makan dan berganti pakaian, Jovita membantu istrinya membuat box makanan, seperti janjinya karena istri bapak Buni membuka usaha pesanan catering kecil-kecilan.


‘Ternyata masih ada lelaki yang baik yang menolak ************, walau di tawarkan dengan gratis. Terimakasih orang baik’ ucap Jovita tersenyum.

__ADS_1


Jovita menjadikan rumah pak Buni supir taksi yang baik hati itu untuk tempat peristirahatannya malam itu, walau hanya semalam, karena besok pagi ia akan pergi lagi.


Ia tahu kalau Leon pasti melacak taksi yang berhenti di depan hotel, mungkin malam itu sudah menemukan identitas pak Buni atau mungkin malam ini mereka sudah melacak keberadaannya, Jovita tidak bisa tidur memikirkan hal itu.


Melihat pak Buni orang yang baik, Jovita menceritakan siapa dirinya menceritakan semuanya pada mereka.


“Aku tidak bisa kemana-kemana tanpa uang,  aku harus ke rumah agar bisa mendapatkan dompetku.”  Ia memikirkan cara untuk masuk kerumahnya.


Ia memikirkan cara untuk pulang, kalau ia pergi siang hari satpam dan tetangga akan mengenalinya.


Karena Leon sudah menjadikan Jovita menjadi almarhum, Leon memanipulasi mayat orang lain, membuat seolah jasad itu adalah dirinya, segala bukti bahkan cincin tunangannya di sengaja di pakaikan ke mayatnya, pakaian dan barang-barang pribadi Jovita.


Anehnya Ben meyakini kalau mayat yang mereka temukan di selokan adalah Jovita, jadi polisi tidak melakukan otopsi lagi, karena permintaan Ben sebagai pihak keluarga yang bertanggung jawab,


‘Kenapa Ben langsung percaya kalau itu saya, tidakkah ia mencari tahu sebelumnya, harusnya ia menyuruh team forensik untuk mengecek kebenaranya, tapi kenapa iya langsung yakin’ Jovita membatin saat itu.


Tidak berapa lama ia langsung menikah dengan Lestari, bukannya seharusnya mereka berdua bersedih untukku, tapi kenapa mereka malah menikah, kapan mereka punya hubungan ?ada apa ini? kata jovita, ia meminjam ponsel Pak buni dan membuka berita di internet.


Segala pertanyaan muncul di otak Jovita, ia tidak bisa sedikitpun memejamkan matanya malam itu.


Ia memutuskan  untuk pergi saat subuh,menggunakan penyamaran agar ia bisa masuk, karena sejak kejadian naas di komplek perumahan mewah itu, penjagaan diperketat.


Musibah yang menimpah keluarga Jovita banyak berita yang simpang siur. Salah satunya yang senter ia dengar belakangan ini.


Di tuliskan kalau keluarganya di habisi oleh saingan bisnisnya.


Jovita masih berpikir  Leon yang  tega menghabisi keluarganya karena dendam lama.


Bersambung ….


Jangan lupa dukungannya iya kakak  Like vote dan berikan komentar yang  membangun


Jangan lupa juga ke karyaku yang lain.


“Cinta Untuk Sang Pelakor( Tamat)


-Menikah dengan Brondong( Ongoing)

__ADS_1


__ADS_2