Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Leon Merasa Malu


__ADS_3

                   


Insiden yang terjadi di hotel Leon membuat hotelnya ramai di datangi para pemburu berita. Leon sudah memerintahkan untuk mengamankan Hara terlebih dulu, Bimo  orang yang bertanggung jawab bagian keamanan di rumah. Ia  membawa ke rumah Piter  agar ia tidak terganggu dengan kedatangan  para wartawan di depan rumah Leon.


 Leon di kenal publik sebagai seorang pengusaha sukses. Banyak pejabat terlebih lagi Jovita Hara istrinya tadinya seorang model, maka dengan adanya berita yang menghebohkan itu para pemburu berita berkerumun bagai semut di kediaman Leon.


Sementara di rumah Piter, Hara tidak di perbolehkan menonton berita .


Ia mulai merasa ada yang tidak beres karena larangan itu, dan ia ingin tahu apa penyebabnya ia diungsikan bersama Ibu Atin dan kedua anak kembarnya ke rumah Piter.  Diam-diam ia ke kamar mandi dan membuka situs  berita di ponsel miliknya.


Saat itulah ia ingin pingsan membaca berita  di layar ponsel miliknya berita yang menuliskan;


‘Leon Wardana terkapar di  ruangannya bersimbah darah setelah ditusuk mantan kekasihnya’


Ada banyak judul berita yang  simpang siur di berita online.


Salah satu yang membuatnya hampir jantungan  judul berita dari satu situs berita yang menyebutkan;  ‘Seorang pengusaha muda bernama Leon Wardana terkapar di dalam kamar hotel tanpa  busana bersama sekretarisnya’


“Apa yang terjadi?  Kenapa mereka tidak memberitahuku saat semua orang  di negara ini mengetahuinya tetapi kenapa aku tidak tahu?” ucap Hara.


Hara turun dari lantai atas, tiba-tiba televisi dimatikan Bu Atin.  Piter dan Hilda pura-pura sibuk melihat ponsel masing-masing.


“Aku sudah melihatnya Bu, apa yang terjadi, kenapa tidak memberitahuku  padahal seluruh orang sudah tahu?”


“Jangan percaya dengan berita yang kamu baca,  itulah makanya kami tidak memberitahukan mu, ponsel Leon dan Kaila menurut Bimo diambil para penjahat itu,  maka tidak bisa mendengar kebenaranya,” ucap Piter.


“Nyalakan saja televisinya,” ujar  Hara.


“Baiklah.” Bapak dua anak itu menekan tombol on  di remote televisinya.


Menonton siaran berita  bersama.


Seorang  wanita dari salah satu televisi sedang wawancara polisi yang  melakukan penangkapan.


“Apa benar Pak, Leon maksud saya, korban berada dalam kamar hotelnya bersama sekretarisnya? tolong ceritakan kronologisnya.”


“Baiklah,  untuk meluruskan kabar yang beredar di luar sana, kita  nanti kita  menjelaskan kejadian setelah penyelidikan selesai, yang pasti Pak Leon mengalami luka  tusuk di bagian perut,” ujar sang polisi.


“Apa benar keduanya  tidak berbusana?”


“Tidak benar, pada saat saya datang si korban terlentang tidak sadarkan diri dengan luka tusukan di bagian perut, sedangkan sekretarisnya pingsan tidak jauh dari tubuh Pak Leon, dan di  dalam ruangan itu ada dua orang lelaki dan dua orang perempuan dan salah satu perempuan yang di duga melakukan penusukan ke tubuh korban, ia berlumuran darah di pakaian. Dan sebuah pisau tergeletak di depan  tersangka yang berinisial BC ini sekaligus mengklarifikasi kabar-kabar ya beredar di masyarakat, si korban masih berpakaian utuh saat kami temukan,   baik sekretaris juga berpakaian utuh,” polisi menjelaskan semuanya.

__ADS_1


“Tetapi bagaimana dengan wanita yang diamankan polisi, katanya dari dalam kamar korban juga dia ditemukan tidak mengenakan pakaian? “


“Iya wanita itu salah satu pelakunya, inilah yang kita akan selidiki, sudah iya. Sudah.”


Kepala polisi yang memiliki dua tanda bintang di pundak itu meninggalkan wartawan televisi itu.


“Apa ini perbuatan Bianca?” Hara menatap ibunya dengan tatapan kaget.


“Iya menurut Bimo, dia ingin menjebak Leon.”


“Antarkan aku ke sana Om, aku tidak akan tenang kalau tidak melihat Leon,” ujar Hara.


“Tapi, Leon ingin kamu tetap di rumah Hara, untuk menjaga anak-anak.”


“Anak-anak biar sama ibu dulu, lagian ada suster yang menjaga mereka.” Hara bergegas, ia  bersikukuh untuk menjenguk Leon di hotel.


Piter tidak bisa menolak.


“Tapi, apa kamu tidak apa-apa? maksud om,  aku takut kamu shock dan kamu pingsan lagi.”


“Aku sudah kuat, justru aku akan gila kalau hanya mendengar dari surat kabar dan televisi,  aku ingin mendengar langsung dari  Leon sendiri.”


 Jika ia sudah  meminta tidak ada yang bisa menolak, Piter  harus memutar otak agar media tidak melihat Hara, ia memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa membawa Hara ke hotel. Piter meminta bantuan Bimo untuk membawa Hara ke hotel tanpa di lihat orang lain.


“Ibu pergi sebentar untuk menjenguk ayah, iya Nak.”


“Apa ayah sakit?”  Mata Chelia langsung berkaca-kaca.


“Iya,  tapi tenang, ayah kamu, kan, orang yang kuat, Ayah akan cepat pulih, tetapi kalian berdua harus baik-baik di rumah dengar kata nenek dan  kata suster. Ok.”


“Iya Bu.” Okan yang selalu terlihat tenang dan tidak  banyak bicara, tetapi ia terlihat gelisah.


“Apa ada  yang menyakiti ayah?”


Hara terdiam, padahal ia belum bilang kalau ayah mereka di lukai seseorang , ia hanya bilang sakit, tetapi kedua bocah itu  memang terkenal pintar.


“Dari mana  abang tahu?”


“Saat nenek dan Om  Bimo  membawa kita kesini aku tahu  kalau ada hal yang buruk telah terjadi, aku melihat di televisi di kamar suster,” ujar Okan.


“Iya sayang ada orang  jahat yang mencoba melukai ayah, tetapi dia selamat, dengar … jaga adekmu baik-baik, iya,” ucap Hara.

__ADS_1


“Baik Bu.”


Memberitahukan pada anak- anak dengan cara halus akan lebih baik.  Dari  pada menghindari dan menutupi masalah, karena mereka berdua akan mencari tahu .


                   *


Hara di bawa lewat dari pintu belakang hotel,  suasana sudah sore, jadi tidak ada yang menyadari saat Hara mendatangi hotel itu, ia mengunakan selendang untuk menutupi kepalanya dan menggunakan masker, kaca mata hitam,  saat ia lewat dari belakang .  Baik wartawan maupun pegawai hotel tidak menyadari kalau Hara  mendatangi hotel itu. Karena keadaan di hotel baik di luar maupun di dalam masih ramai.


Leon dirawat di hotel, dr Billy terpaksa mengangkut semua peralatannya untuk Leon. Sementara Kaila yang pingsan di bawa ke rumah sakit.


 Lelaki itu memang sangat membenci rumah sakit,  katanya  kalau  masuk rumah sakit,  ia mengalami mimpi buruk.  Menurut Leon dirawat di hotel jauh lebih baik untuknya,


“Hara? Kamu ke sini” tanya Leon, ia sangat  gugup dan panik saat melihat Hara.


“Iya aku tidak tenang jika di suruh menunggu di rumah sementara suamiku  tidak tahu keadaanya, aku akan tenang jika aku di sini,” ucap Hara.


Tiba-tiba Leon tidak berani menatap wajah Hara, ia merasa sanga malu atas apa yang dialami Leon. Hara menyadari hal itu, perubahan sikap dan wajah Leon saat melihat Hara. Menimbulkan satu kecurigaan padanya.


‘Gila, ini  memalukan untukku,  ini melukai harga diriku, bagaimana mungkin seorang mantan bos mafia di perkosa seorang wanita …. sial’ Leon sangat malu.


‘Kenapa Leon tiba-tiba   bersikap sungkan padaku, apa benar ia berduaan di kamar bersama Kaila? Tapi tidak mungkin ibu sudah menjadikan Kaila jadi adik Leon’ Hara membatin.


Bersambung.


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA


Terimakasi untuk tips yang kaliangri


Baca juga  karya  terbaruku iya kakak;


 -Aresya(TERBARU)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)

__ADS_1


- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)


__ADS_2