
Insiden yang terjadi di hotel Leon membuat hotelnya ramai di datangi para pemburu berita. Leon sudah memerintahkan untuk mengamankan Hara terlebih dulu, Bimo orang yang bertanggung jawab bagian keamanan di rumah. Ia membawa ke rumah Piter agar ia tidak terganggu dengan kedatangan para wartawan di depan rumah Leon.
Leon di kenal publik sebagai seorang pengusaha sukses. Banyak pejabat terlebih lagi Jovita Hara istrinya tadinya seorang model, maka dengan adanya berita yang menghebohkan itu para pemburu berita berkerumun bagai semut di kediaman Leon.
Sementara di rumah Piter, Hara tidak di perbolehkan menonton berita .
Ia mulai merasa ada yang tidak beres karena larangan itu, dan ia ingin tahu apa penyebabnya ia diungsikan bersama Ibu Atin dan kedua anak kembarnya ke rumah Piter. Diam-diam ia ke kamar mandi dan membuka situs berita di ponsel miliknya.
Saat itulah ia ingin pingsan membaca berita di layar ponsel miliknya berita yang menuliskan;
‘Leon Wardana terkapar di ruangannya bersimbah darah setelah ditusuk mantan kekasihnya’
Ada banyak judul berita yang simpang siur di berita online.
Salah satu yang membuatnya hampir jantungan judul berita dari satu situs berita yang menyebutkan; ‘Seorang pengusaha muda bernama Leon Wardana terkapar di dalam kamar hotel tanpa busana bersama sekretarisnya’
“Apa yang terjadi? Kenapa mereka tidak memberitahuku saat semua orang di negara ini mengetahuinya tetapi kenapa aku tidak tahu?” ucap Hara.
Hara turun dari lantai atas, tiba-tiba televisi dimatikan Bu Atin. Piter dan Hilda pura-pura sibuk melihat ponsel masing-masing.
“Aku sudah melihatnya Bu, apa yang terjadi, kenapa tidak memberitahuku padahal seluruh orang sudah tahu?”
“Jangan percaya dengan berita yang kamu baca, itulah makanya kami tidak memberitahukan mu, ponsel Leon dan Kaila menurut Bimo diambil para penjahat itu, maka tidak bisa mendengar kebenaranya,” ucap Piter.
“Nyalakan saja televisinya,” ujar Hara.
“Baiklah.” Bapak dua anak itu menekan tombol on di remote televisinya.
Menonton siaran berita bersama.
Seorang wanita dari salah satu televisi sedang wawancara polisi yang melakukan penangkapan.
“Apa benar Pak, Leon maksud saya, korban berada dalam kamar hotelnya bersama sekretarisnya? tolong ceritakan kronologisnya.”
“Baiklah, untuk meluruskan kabar yang beredar di luar sana, kita nanti kita menjelaskan kejadian setelah penyelidikan selesai, yang pasti Pak Leon mengalami luka tusuk di bagian perut,” ujar sang polisi.
“Apa benar keduanya tidak berbusana?”
“Tidak benar, pada saat saya datang si korban terlentang tidak sadarkan diri dengan luka tusukan di bagian perut, sedangkan sekretarisnya pingsan tidak jauh dari tubuh Pak Leon, dan di dalam ruangan itu ada dua orang lelaki dan dua orang perempuan dan salah satu perempuan yang di duga melakukan penusukan ke tubuh korban, ia berlumuran darah di pakaian. Dan sebuah pisau tergeletak di depan tersangka yang berinisial BC ini sekaligus mengklarifikasi kabar-kabar ya beredar di masyarakat, si korban masih berpakaian utuh saat kami temukan, baik sekretaris juga berpakaian utuh,” polisi menjelaskan semuanya.
__ADS_1
“Tetapi bagaimana dengan wanita yang diamankan polisi, katanya dari dalam kamar korban juga dia ditemukan tidak mengenakan pakaian? “
“Iya wanita itu salah satu pelakunya, inilah yang kita akan selidiki, sudah iya. Sudah.”
Kepala polisi yang memiliki dua tanda bintang di pundak itu meninggalkan wartawan televisi itu.
“Apa ini perbuatan Bianca?” Hara menatap ibunya dengan tatapan kaget.
“Iya menurut Bimo, dia ingin menjebak Leon.”
“Antarkan aku ke sana Om, aku tidak akan tenang kalau tidak melihat Leon,” ujar Hara.
“Tapi, Leon ingin kamu tetap di rumah Hara, untuk menjaga anak-anak.”
“Anak-anak biar sama ibu dulu, lagian ada suster yang menjaga mereka.” Hara bergegas, ia bersikukuh untuk menjenguk Leon di hotel.
Piter tidak bisa menolak.
“Tapi, apa kamu tidak apa-apa? maksud om, aku takut kamu shock dan kamu pingsan lagi.”
“Aku sudah kuat, justru aku akan gila kalau hanya mendengar dari surat kabar dan televisi, aku ingin mendengar langsung dari Leon sendiri.”
Jika ia sudah meminta tidak ada yang bisa menolak, Piter harus memutar otak agar media tidak melihat Hara, ia memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa membawa Hara ke hotel. Piter meminta bantuan Bimo untuk membawa Hara ke hotel tanpa di lihat orang lain.
“Ibu pergi sebentar untuk menjenguk ayah, iya Nak.”
“Apa ayah sakit?” Mata Chelia langsung berkaca-kaca.
“Iya, tapi tenang, ayah kamu, kan, orang yang kuat, Ayah akan cepat pulih, tetapi kalian berdua harus baik-baik di rumah dengar kata nenek dan kata suster. Ok.”
“Iya Bu.” Okan yang selalu terlihat tenang dan tidak banyak bicara, tetapi ia terlihat gelisah.
“Apa ada yang menyakiti ayah?”
Hara terdiam, padahal ia belum bilang kalau ayah mereka di lukai seseorang , ia hanya bilang sakit, tetapi kedua bocah itu memang terkenal pintar.
“Dari mana abang tahu?”
“Saat nenek dan Om Bimo membawa kita kesini aku tahu kalau ada hal yang buruk telah terjadi, aku melihat di televisi di kamar suster,” ujar Okan.
“Iya sayang ada orang jahat yang mencoba melukai ayah, tetapi dia selamat, dengar … jaga adekmu baik-baik, iya,” ucap Hara.
__ADS_1
“Baik Bu.”
Memberitahukan pada anak- anak dengan cara halus akan lebih baik. Dari pada menghindari dan menutupi masalah, karena mereka berdua akan mencari tahu .
*
Hara di bawa lewat dari pintu belakang hotel, suasana sudah sore, jadi tidak ada yang menyadari saat Hara mendatangi hotel itu, ia mengunakan selendang untuk menutupi kepalanya dan menggunakan masker, kaca mata hitam, saat ia lewat dari belakang . Baik wartawan maupun pegawai hotel tidak menyadari kalau Hara mendatangi hotel itu. Karena keadaan di hotel baik di luar maupun di dalam masih ramai.
Leon dirawat di hotel, dr Billy terpaksa mengangkut semua peralatannya untuk Leon. Sementara Kaila yang pingsan di bawa ke rumah sakit.
Lelaki itu memang sangat membenci rumah sakit, katanya kalau masuk rumah sakit, ia mengalami mimpi buruk. Menurut Leon dirawat di hotel jauh lebih baik untuknya,
“Hara? Kamu ke sini” tanya Leon, ia sangat gugup dan panik saat melihat Hara.
“Iya aku tidak tenang jika di suruh menunggu di rumah sementara suamiku tidak tahu keadaanya, aku akan tenang jika aku di sini,” ucap Hara.
Tiba-tiba Leon tidak berani menatap wajah Hara, ia merasa sanga malu atas apa yang dialami Leon. Hara menyadari hal itu, perubahan sikap dan wajah Leon saat melihat Hara. Menimbulkan satu kecurigaan padanya.
‘Gila, ini memalukan untukku, ini melukai harga diriku, bagaimana mungkin seorang mantan bos mafia di perkosa seorang wanita …. sial’ Leon sangat malu.
‘Kenapa Leon tiba-tiba bersikap sungkan padaku, apa benar ia berduaan di kamar bersama Kaila? Tapi tidak mungkin ibu sudah menjadikan Kaila jadi adik Leon’ Hara membatin.
Bersambung.
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA
Terimakasi untuk tips yang kaliangri
Baca juga karya terbaruku iya kakak;
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
__ADS_1
- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)