
Kepergian ibunya membuat Leon jadi pendiam , bisa dimaklumi Bu Ati orang yang jahat berjasa dalam hidupnya.
“Ayah, tidak apa-apa?” Tanya Chelia menghampiri Leon yang duduk sendirian.
“Ayah sedih, nenek yang menjaga ayah dari dulu”
“Biarkan dia beristirahat dengan tenang ayah, nenek sudah tua, bukankah semua manusia akan meninggal jika sudah saatnya?”
“Kamu benar sayang … hanya saja kematian dan kepergian orang-orang terdekat membuat hatia ayah terasa sakit”
“Ayah jangan sedih … masih ada ibu, aku dan Okan,” ujar Chelia gadis remaja bewajah cantik itu memeluk leon dan meletakkan kepalanya di dada sang ayah, ia bertindak seperti orang dewasa, saat ayahnya sedih ia datang untuk menghibur.
Sementara Hara sangat sibuk menjamu para pelayat yang datang.
Sesuai keinginan Bu Atin, ia minta dimakamkan di Kalimantan di samping suami dan anaknya, walau ada rasa berat dalam hatinya, tetapi Leon melakukannya Leon menuruti keinginan Ibunya yang igin dikumpulkan dengan orang-orang yang ia cintai. Leon tidak membawa keluarganya, ia takut kutukan jahat itu menghampiri anak-anaknya, bahkan ia juga masih merasa waspada saat pulang ke sana.
Ia hanya mengajak Toni, Ken, Zidan Leon juga meminta pemuka adat, membantu melakukan pemakaman di sana. Leon dan Toni tidak mau berlama-lama, setelah pemakaman Bu Atin.
*
Setelah kepergian Bu Atin, ada banyak hal yang berbeda dari rumah Hara, tidak ada lagi yang mengatur para asisten rumah tangga yang mengatur untuk memasak menu sehat untuk keluarganya.
Hara seakan-akan kehilangan sebagaian anggota tubuhnya, karena sudah terbiasa ada yang mengurus semua dalam dapur, sekarang Hara akan membiasakan diri untuk turun sendiri, mengatur perbelanjaan dapur.
‘Mampukah aku melakukan yang terbaik untuk keluargaku terkadang, aku meragukan diri sendiri’ ucap Hara berdiri di kaca menatap tanaman bunga-bunga yang bermekaran pagi itu.
“Mikiran apa, Bu?” Leon memeluknya dari belakang.
“Mikirin Ibu, seandainya Ibu masih ada, dia pasti sudah berkutat di taman itu,” ujar Hara mengarahkan matanya ke taman bunga di samping rumah, desain ruma di lantai dua sengaja ia buat dari kaca yang memanjang sehingga bisa melihat semuanya saat gorden itu disisikan.
“Sudahlah, biarkan dia tenang di sana , benar kata Ibu dia sudah terlalu lelah selama ini, mengurusku”
“Tapi, apa aku bisa seperti ibu? melakukan semuanya dengan sempurna dalam mengurus rumah”
“Tidak ada sempurna sayang, tapi kamu akan melakukannya dengan baik, tentu dengan kemampuan diri sendiri”
“Baiklah, kamu harus selalu mendukungku,” ujar Hara, membalikkan tubuhnya dan memeluk Leon. “Oh, aku ingin memberikan satu kejutan padamu pagi ini,” ujar Hara dengan mata berbunga-bunga.
__ADS_1
Tapi entah kenapa Leon tidak bersemangat, ia sudah terlalu banyak mendengar kata kejutan yang sebenarnya tidak ada yang benar-benar membuatnya terkejut. Ia melepaskam dirinya dari dekapan tubuh Hara, ia menuangkan segelas air ke gelas dan menyerumputnya perlahan-lahan.
“Kejutan apa?” tanya Leon dengan mata memindai setiap pemandangan yang ia lihat dari kamar mereka, jendela kaca itu menyungguhkan pemandangan yang indah di depan mereka, sebuah lapangan hijau dan ada danau. Pagi itu ada banyak orang yang melakukan olah raga pagi.
“Aku hamil!”
Saat itu Leon menyemburkan air dalam mulutnya menyemprot ke jendela kaca di depanya.
“Apaaa? Maksudnya kamu hamil?” tanya Leon lagi, mengulang kalimat istrinya, dengan tatapan mata terkejut seakan-akan tidak percaya
“Iya”
“Benaran? Kapan, kok bisa maksudku ….”
“Ini lihat” Hara menunjukkan alat tes kehamilan pada Leon, lelaki bertubuh tinggi berotot keras itu, melihat benda putih yang menunjukkan dua garis merah yang sudah jelas.
“Oh iya ampun, ini baru benar-benar kejutan yang menyenangkan, tapi kok bisa? bukanya saat itu kamu bilang-“
“Sebenarnya ini agak janggal dan sedikit memalukan Chelia dan Okan sudah remaja masa punya dede bayi lagi, jadi karena kamu selalu mengingkannya jadi aku konsultasi ke dokter dan kami melakukan program”
“Oh … sayangku terimakasih, aku mencintaimu,” ujar Leon terharu.
Ia mungkin tahu kalau kamu sangat menginginkan anak lebih dari dua, ibu sangat menyanyangumu Pak Leon Wardana, bahkan mau menjelang kepergianya, ia masih sempat-sempat memikirkan kebahagianmu, kamu anak yang beruntung,” ujar Hara kembali menyentuh dada bidang suaminya.
“Iya kamu benar, aku anak yang sangat beruntung dipertemukan wanita-wanita hebat seperti kalian,” ujar Leon mendaratkan bibirnya ke bibir mungil Hara, menyesapnya dengan nikmat pagi itu, Hara juga membalasnya untuk beberapa menit.
“Tapi sayang, bagaimana dengan mereka bertiga?”
“Ayo turun kita akan bicarakan lagi nanti, tapi … baiklah sayang kamu harus menjaga diri tidak boleh capek dan tidak usah ikut kerja lagi ke kantor” Leon menatapnya.
“Baiklah, lihat nanti saja, aku hanya ingin fokus sama si kembar dulu, Celia masih merasa kehilangan atas kepergian neneknya, mungkin kita akan pergi liburan jauh, untuk menghibur anak-anak,” ucap Hara bergegas turun ke bawah.
*
Rumah baru Hara masih sering kedatangan tamu, ada beberapa rekan bisnis Leon yang datang untuk mengucapkan belawa sungkawa atas kepergian ibu Leon.
Piter dan istrinya dan viky juga sedang datang hari itu, jadi rumah Hara ramai karena banyak tamu.
__ADS_1
“Bagaimana rencana Toni selanjutnya?” tanya Piter menyambar gelas kopi di depanya, mereka duduk mengobrol hangat di ruang tamu.
“Aku ingin menetap di Jerman dulu Om, jadi peternak sapi”
“Kamu yakin Kak tidak bisakah membujuk Kikan lagi?”
“Dia memintaku memberinya banyak waktu”
“Oh, menjaga peternakan, itu ide yang bagus,” ucap Piter mendukung keputusan Toni yang akan berencana tinggal du luar negeri.
Mendengar peternakan di Jerman tiba-tiba Okan mendekat.
“Paman, mau kembali ke Jerman?”
“Iya Paman mau menenangkan diri dan membuat patung salju dulu di sana, mungkin saat ini sudah musim salju di,” ujar Toni.
“Ikut donk paman”
“Iya aku juga sudah sangat lama, iya.” Chelia juga meminta ikut.
“Baiklah sayang mungkin tahun depan karena ibu juga tidak bisa capek-capek dulu, karena Okan dan Celia sebentar lagi akan punya adek juga”
“Haaa? Hara hamil juga,” ucap Mereka semua hampir serentak.
Bersambung …
Akak yang baik , jangan lupa tetap dukung karya ini kasih like vote dam komentar. Kalau bisa bantu share di facebook kalian iya kakak agar makin banyak lagi yang menonton. Jangan lupa baca juga karyaku yang lain.
Terimakasihnya untuk semuanya
Baca juga karyaku yang lain
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (Tamat)
__ADS_1
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
Bintang kecil untuk Faila (tamat