Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Sang ketua mafia


__ADS_3

 Bokoy Dokan lelaki yang jadi induk Semang   bagi Leon saat ia masih gembel, lelaki yang  berjasa untuk  hidupnya yang memungutnya dari jalanan.


Menyelamatkan Leon dari kematian juga. Bokoy Dokan seorang bos mafia paling sadis, pemimpin  bisnis gelap.


Di bawah kepemimpinannya barang setan itu tidak bisa diberantas polisi, bisnis itu, bagai jamur di musim hujan, dicabut satu,  akan tumbuh seratus.


Ia dikenal dengan julukan si tangan iblis, lelaki kejam yang membuat  banyak generasi muda rusak dengan bisnis narkobanya.


Ia membangun kerajaan Bisnis gelapnya dan dimasa lalu dan Leon adalah anak angkat yang paling ia percaya, karena ia tidak punya anak dan keluarga, baginya Leon orang satu-satunya pewarisnya.


Namun tidak begitu bagi Leon. Lelaki bertampang tegas itu, lebih memilih membangun kerajaan bisnisnya  sendiri. Walau tetap ada bayang-bayang lelaki itu dalam hidupnya.


Hingga undangan makan malam  yang sudah direncanakan itu tiba. Leon sudah siap dan   wanita berambut panjang itu sudah siap menemaninya malam ini.


Leon merapikan dasi kupu-kupu di dadanya, setelan tuksedo  berwarna biru laut  sagat kontras dengan kulit coklatnya dan garis wajahnya semakin terlihat  tegas, sejak pagi Leon begitu kurang bersemangat, jiwanya seakan- akan pergi berpetualang ke masa lalu.


Malam itu ia sudah tampil  rapi dan berkelas, sementara Lana sangat cantik dalam balutan  long dress cantik berwarna merah,  memperlihat semua keindahan tubuhnya, ia sangat seksi, dadanya yang besar begitu terlihat nyata,  belahan dress  sampai keatas memperlihatkan kaki jenjangnya.


Tetapi, secantik apapun Lana dengan penampilannya dan setampan apapun Leon mengenakan setelan jas mahal itu , Leon tidak bersemangat  sedikitpun.


"Bos, bukankah ketua selama ini tinggal di Indonesia? Lalu kenapa dia bilang baru pulang dari Rusia? Apa anak buah Gondrong membohongi kita. Atau ketua yang berbohong?" Tanya Rikko.


“Saya juga tidak tahu, kita harus siap untuk segala hal, jika dia berbohong. nyawaku dan Jovita dalam bahaya," ujar Leon menarik napas berat.


 Seandainya  ini  hanya makan malam biasa  dengan klien, mungkin ia bisa menolak atau menyuruh anak buahnya untuk mewakilinya, tetapi yang mengundangnya makan  seorang Bos besar, yang dia anggap orang yang berjasa dalam hidupnya di masa lalu.


Saat berdiri menatap pantulan kaca merapikan penampilannya, Leon selalu memikirkan Jovita.


Kriiing ….!


Kriiiing …!


Telepon   berwarna merah berdering dengan cepat ia mengangkatnya, karena sudah pasti,  lelaki tua itu yang sudah meneleponnya.


“Iya Pak Ketua”


“Biar orang  saya yang akan menjemput kamu, dia sudah jalan"


“Baik pak Ketua,” jawab Leon sangat hormat


*


 


Bokoy Lelaki keturunan Rusia - Indonesia yang sudah menjalankan bisnis gelapnya di Negara ini, ia tinggal Bali.

__ADS_1


 Seorang lelaki tua yang tidak memiliki keluarga, yang katanya tidak bisa menghasilkan keturunan. Tetapi memiliki deretan bisnis  yang menggurita, termasuk bisnis gelap miliknya dan memiliki beberapa Hotel bintang lima di berbagai kota di luar negeri.


Tadinya, ia ingin Leon lah yang meneruskan  bisnisnya, Leon ingin diangkat jadi Ketua menggantikan dirinya. Tetapi Leon punya tujuan lain dalam hidupnya. Ia ingin membalaskan dendamnya atas kematian kakak perempuannya, membalaskan kematian ibunya, maka itu ia menolaknya saat itu.


Melepaskan dirinya dari Bosnya,  menjalankan pekerjaannya sebagai Killer. Pada akhirnya ia berpikir kalau ia membangun perusahaan  yang sama dengan orang yang ia yakini orang membuatnya  yatim piatu.


Maka lahirlah  Perusaan Wardana Kontraktor, bukan hanya itu, Leon juga  memiliki  Hotel  dan banyak tempat hiburan malam di berbagai kota.


Bisnis Leon hampir mengimbangi  Bokoy sang ketua. Karena itulah lelaki itu begitu mengagumi Leon atas keberhasilannya dalam mengelola bisnisnya.


                                *


Hanya beberapa jam lamanya Leon terbang, sudah tiba di Bali, di salah satu hotel  mewah di pinggir pantai Kutai Bali.


“Pak Ketua.” Leon menyodorkan tangannya.


“Selamat datang, Singaku,” balas Bokoy dan merangkul tubuh Leon layaknya seorang anak.


Bokoy menyambut mereka berdua, tetapi wajahnya terlihat datar saat melihat wanita yang dibawa Leon,  bukan seperti wanita yang ia pikirkan, tetapi lelaki  itu sepertinya tidak mau merusak makan malam mereka.


“Selamat datang di rumahku, santai saja,” kata Lelaki itu basa-basi. Menyambut Leon dan Lana.


“Terimakasih Tuan” Lana terlihat sangat cantik dengan gaun seksi  yang ia pakai, penampilan sesuai permintaan Leon, penampilan seksi yang memperlihatkan semua aset pribadinya,  belahan dada yang yang hampir terlihat semuanya, tetapi  saat ini, Sang ketua  itu tahu bukan ia wanita spesial yang dikatakan orang- orangnya padanya. Ia ingin menguji Leon ....


Walau Lana sangat cantik bak bidadari turun dari kayangan, tetapi terlihat Leon tidak menghiraukannya, Leon terlihat tidak bersemangat, seakan-akan  meninggalkan jiwanya  di rumah.


Makan malam itu singkat, hanya sekedar formalitas, kini mereka pindah ke bar mewah milik  Bokoy, deretan anggur mewah dari semua Negara berjejer rapi.


“Kenapa tidak membawanya?” tanya Bokoy pada Leon. Akhirnya Leon dalam masalah .... Karena Sang ketua tahu yang ia bawa bukan wanita spesialnya.


Leon meletakkan gelas anggurnya, membenarkan cara duduknya, tatapannya tegas, menatap lelaki tua itu.


“Mungkin Pak ketua salah paham, di rumahku tidak ada namanya wanita yang spesial, saya akan pakai mereka semua, kalau sudah bosan, akan saya tinggalkan . Jadi, tidak ada wanita yang spesial Pak Ketua".


“Baiklah Kamu memang Singa ku, putraku!" Ucapnya tertawa.


"Kalau kamu bilang tidak ada yang spesial, aku harap kamu tidak bohong, tapi yang ini juga barang bagus, kamu boleh tinggalkan dia di sini, jadi mainan tambahan ku”ujar lelaki tua itu, ia benar-benar tidak tahan melihat wanita cantik,  padahal di samping sudah ada yang cantik-cantik tetapi tetap saja kurang.


“Boleh, ambil saja Ketua,” ujar Leon tidak menolaknya. Bagi mereka .... Lana dan wanita- wanita cantik lainnya,  hanya sebuah barang, jika mau ambil, jika sudah bosan dibuang.


Lana tidak bisa menolaknya, itu sudah takdir hidup orang-orang seperti mereka, ia akan tinggal di rumah mewah milik  Bokoy selama yang di inginkan.Tetapi setelah ia kembali, Leon tidak akan memakainya, itulah aturan hidup dari Leon, ia tidak akan mau memakai bekas orang lain. Ia lebih berkelas dari bandot tua itu.


“Ok, lupakan tentang mereka  bagaimana? Rencana yang saya pernah katakan? Saya hanya percaya padamu. Anak buah saya berkhianat di belakang saya, jadi saya ingin bersih- bersih"


“Baik Pak Ketua saya akan kerjakan"

__ADS_1


“Baik saya akan tunggu kabar baik dari kamu.”


Kata lelaki itu, ia menatap Leon dengan sangat dalam, karena sejak datang, Leon terlihat banyak beban.


“Apa ada masalah?” lelaki itu bertanya.


“Tidak, saya akan kasih kabar baik nanti pak Ketua, tenang saja saya ingin pamit tidak bisa lama-lama, saya kurang enak badan,” kata Leon mencari alasan.


Ia hanya satu jam duduk bersama lelaki itu,  ia lebih lama diperjalanan,  menemui ketua ,  dari pada ngobrol santai dengannya.


“Padahal saya masih ingin ngobrol banyak  tadi, tapi sepertinya kamu banyak urusan tidak apa-apa,” ujar Bokoy.


“Tidak perlu diantar,  orang saya sudah datang ,” balas Leon saat helikopternya sudah tiba.


Leon benar-benar buru-buru, pak ketua itu menatap Leon penuh penyelidikan.


                        *


Leon tiba di rumahnya, suasananya terlihat sangat hening, biasanya anak-anak masih bermain di jam seperti ini, Tetapi saat ini, mereka tertidur terlihat sudah lelah hanya orang yang bertugas terlihat.


Suara Helikopter menderu di lantai atas itu artinya Bos bertampang dingin itu sudah  kembali, Toni terlihat kaget saat Leon tiba dengan cepat.


Leon melemparkan jasnya dengan kasar ke atas ranjang, ia memijit kening.


"Lelaki tua ini, akan terus mendesak ku membangun hotel miliknya, entah apa yang ia rencanakan lagi? dia tidak boleh melihat Jovita atau dia akan menginginkannya lagi. Aku ketahuan berbohong. Ini berbahaya untuk Jovita."


Leon berdiri di jendela kamarnya menatap kosong ke arah luar.


Inilah, salah satu penyebab Leon dari dulu, takut jatuh cinta. Lelaki tua itu selalu membayangi hidupnya.


Bersambung....


jANGAN LUPA!!! …  VOTE DAN LIKE , KASIH HADIAH JUGA IYA  AGAR AUTOR SEMANGAT


, Makasih, kakak semua”


DAN


 Baca juga;


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)

__ADS_1


-Bintang kecil untuk Faila (ongoi


__ADS_2