
Leon tertawa mendesis melihat Bokoy sekarat, walau lelaki jahat itu sudah sekarat dihajar anak buahnya. Namun Leon tidak terlihat bahagia, ia berpikir walau Bokoy sudah matipun Hara tidak melihatnya lagi.
Leon masih menatap layar monitornya, menyaksikan bagaimana Bokoy sekarat. Leon berpikir lelaki tua itu sudah mati,
tidak lama kemudian ambulance datang membawa Bokoy ke rumah sakit, tubuh tuanya mendapat banyak luka tusuk.
"Apa yang ditabur akan dituai, saat ia meminta Kanza mengkhianati bos, ternyata orang- orang berkhianat padanya," bisik Ken pada Zidan.
Tetapi yang membuat hidup Bokoy sangat miris .
Semua anak buahnya berkhianat sama Bokoy , melihat Bokoy terluka parah semua orang yang bekerja padanya bukannya langsung menolong, tetapi semuanya menjarah hartanya, bahkan seorang asisten rumah tangga merampas jam tangan mewah dari tangan Bokoy yang saat itu tergeletak tidak berdaya. Menghiraukan sang bos yang sekarat.
Leon tertawa aneh saat melihat semua itu, bukan hanya anak buahnya, kesepuluh pengacaranya yang selama ini membantu Bokoy melawan Hara, mendengar Bokoy sekarat mereka datang, sibuk mengeledah isi kamar Bokoy. Leon mengerti apa yang mereka cari, pasti dokumen-dokumen penting milik Bokoy mereka tahu lelaki tua itu tidak punya keluarga, kalau ia matipun tidak ada yang perduli.
Semua orang-orang bawahan berebut harta Bokoy, mereka seperti anjing yang saling mengigit untuk mendapatkan tulang.
"Untuk apa kamu selama ini mengumpulkan harta di dunia dengan susah payah, bahkan menghilangkan nyawa orang-orang … tapi lihat. Orang ini yang ingin menikmatinya dan kamupun mati dimakan sama cacing-cacing tanah" ucap Leon, ia miris melihat sikap semua anak buahnya
Leon berpikir kalau harta tidak akan menjamin orang akan merasa bahagia. Sama seperti Bokoy, hartanya berjubel banyaknya, tetapi saat ia sekarat, tidak ada satupun yang perduli , semua yang dulu yang bekerja padanya sibuk memperebutkan harta miliknya.
'Kasihan nasipmu' ucap Leon terlihat prihatin pada lelaki, Raja iblis itu
*
Satu hari setelah kejadian itu Leon berpikir kalau lelaki tua itu sudah meninggal, ternyata ia tidak mati secepat itu, ia masih sekarat di rumah sakit merasakan penderitaan panjang.
Hari itu, Leon di telepon dari pihak rumah sakit sebagai keluarga Bokoy. Billy memberitahukan dalam semua data Bokoy Leonlah yang disebutkan sebagai ahli waris
Melihat Bokoy menderita tak kunjung mati, Billy akhirnya memberitahukan kalau Leon masih hidup.
Mata Bokoy terbuka, ia menangis memohon agar bertemu Leon.
“Maaf tetapi Leon sangat membenci anda, bahkan saya ingin sekali membunuhmu, melihatmu sudah sekarat seperti ini ... saya tidak akan mengotori tanganku untuk melenyapkan,” ujar dokter Billy.
“Pertemukan aku dengan Leon,” ujar Bokoy lemah.
__ADS_1
“Kenapa kamu ingin membunuhnya? Kamu sudah menghancurkan hidupnya. Kehilangan wanita yang dicintai dan wanita itu mengandung anaknya. Kamu jadi manusia kenapa kejam bangat sih. Ha? Kamu itu Raja iblis” Billy ikut emosi, ingin rasanya mencekik leher Bokoy yang sudah sekarat.
“Sekarang lihat …. saat kamu sekarat anak buahmu menjarah semua hartamu, bahkan semua pengacara mu saat ini mencarimu, ingin menanyakan semua hartamu. Tragis iya hidupmu. Coba kamu baik semua orang akan perduli dengan kamu, bahkan Leon akan mengurusmu,” ujar Billy.
dokter tampan itu mengeluarkan semua unek-unek dalam hatinya, seolah-olah mewakili hati Leon.
“Tolong Dok panggilkan Leon,” ucap Bokoy memohon lagi, ia sangat memperhatikan.
“Tidak, saya tidak akan melakukannya, tetapi jika kamu mengakui kesalahanmu dan membersihkan nama Iwan Santosa dan istrinya, dan kamu mengakui semua kesehatanmu, baru aku membawa Leon ke sini. Setidaknya lakukan satu kebaikan sebelum kamu mati. Kamu tahu Iwan Santosa lelaki yang baik , ia tidak pantas menerima tuduhan jahat kamu. Bagaimana?”
Billy ingin menebus rasa bersalah pada Hara.
Bokoy mengangguk setuju
“Baiklah, aku akan memanggil wartawan ke sini," ujar Billy.
Lagi- lagi Bokoy mengangguk pasrah.
Billy meminta teman dan istrinya membantunya mempersiapkan wawancara tersebut, bukan hanya memanggil wartawan Billy bahkan memanggil polisi mereka akan melakukan siaran langsung.
Akhirnya sebuah wawancara eksklusif berlangsung dengan pengusaha miliader Bokoy.
Leon saat itu sedang duduk melamun balkon hotel, wajahnya masih terlihat sangat terpukul, tiba-tiba Ken berlari dari dalam menghampirinya.
“Bos, kemarilah, iblis tua itu belum mati ternyata,” ujar Ken.
Zidan saat itu lagi di kamar mandi buru-buru keluar dari kamar mandi, hanya melilitkan handuk di pinggangnya memperlihatkan dada kekarnya.
“Apa yang membuatnya seperti itu?” Tanya Ken kaget melihat pengakuan yang di lakukan Bokoy dalam siaran langsung itu.
Bokoy meminta maaf pada leon karena membunuh orang tuanya dam mengakui pelaku kebakaran di rumah Leon adalah dirinya sendiri sebagai dalangnya dan mengakui penembakan di rumahnya yang menewaskan Iwan dan Rikko. Bahkan bokoy memulihkan nama orang tua Jovita Hara dan mengembalikan beberapa aset milik Iwan Santosa.
Aset itu berupa sebuah bangunan yang di pakai Ibu Hara sebagai gedung senam dan studio dan sebuah galeri. Semua itu dikembalikan pada keluarga Jovita Hara dan akan di terima oleh Viki paman Hara.
‘Non Hara jika kamu melihat semua ini, kamu pasti sangat senang karena selama ini itulah yang kamu inginkan’ Ken membatin, ia mengusap air matanya , ia merasa sangat terharu saat nama baik keluarga Jovita Hara di pulihkan.
__ADS_1
‘Aku sangat .... Sangat berharap kamu mendengar ini Hara, aku sangat berharap kamu tertawa bahagia karena ini’ ucap Leon dalam hati, ia tidak menyadari butiran air menetes dari sudut matanya.
Hal yang paling ditunggu Leon akhirnya kesampaian yakni ; Bokoy mengakui semua kejahatannya pada keluarga Leon dan pada keluarga Jovita Hara.
Namun yang tidak terduga juga di lakukan Bokoy, ia menyerahkan semua harta miliknya ke Leon. Jadi, Leon satu-satunya ahli warisnya.
Mendengar hal itu semua pengacara merasa geram karena mereka tidak kebagian sedikitpun harta Bokoy, bahkan pesangon mereka bulan itu, belum mereka dapatkan. Tetapi dari semua itu ada seseorang yang lebih marah yakni Bunox.
Selama ini lelaki itulah yang menjadi anjing pesuruh Bokoy untuk melakukan semua kejahatannya, tetapi dia tidak dapat ada-apa, kemarin saat ia ingin membuka brankas Bokoy semuanya sudah lenyap, ia hanya gigit jari, bahkan sampai saat itu ia hanya seorang buronan polisi.
“Brengsek!” Teriak Bunox melempar botol bir saat menonton berita televisi dan mendorong tubuh wanita yang sedang dikencani.
“Bos, ada apa?” tanya sang wanita menarik selimut menutupi tubuhnya yang tidak mengenakan pakaian.
“Dasar lelaki bangkotan! Puluhan tahun aku mengabdi padamu dan kamu menjadikan budakmu, inikah yang aku dapatkan.? Aku tidak terima akan ku habis i kamu sampau mati. Harusnya kamu mati saat aku menusuk tubuhmu kemarin. Bangke” Bunox keluar dari cafe plus-plus itu. tetapi siapa sangka polisi menyambutnya di pintu keluar saat ia ingin melarikan diri, satu tembakan di hadiahkan di kaki kirinya. Lelaki berwajah sangar itu terjatuh dan berhasil di tangkap di borgol dan diseret ke penjara.
Para iblis akhirnya dapat balasan.
Bersambung…
KAKAK TERSAYANG MOHON BANTUANYA UNTUK KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA, AGAR DAPAT FROMOSI. TERIMAKASIH JUGA SAYA UCAPKAN BUAT KAKAK YANG KASIH TIPS BUAT AUTHORNYA. PELUK HANGAT UNTU KALIAN SEMUA.
Baca juga cerita yang lain;
Baca juga;
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
-Bintang kecil untuk Faila (ongoing
__ADS_1