
Hari keempat langit Jakarta terlihat cerah pagi ini, matahari bersinar dengan gagahnya, terasa sinar mentari paginya menusuk kulit dan menyilaukan mata.
Hara menaburkan bunga di makam Rikko dan Iwan, bunga yang di bawa bunga-bunga kesukaan Hara. Ia datang bersama Piter, mereka tahu makam Iwan dan Rikko dari Clara. Hari itu ia berbohong pada Zidan dan Ken saat mereka bertanya pada Clara. Ia berbohong atas permintaan Piter.
Hara tidak bisa membendung air matanya ketika melihat tiga kuburan tersebut, bahkan makam itu sudah ditumbuhi rumput yang panjang. Hara membersihkan dan menanam beberapa bunga di sana.
“Kak Iwan terimakasih kerena mengenalmu aku sering tertawa, terimakasih atas kegembiraan yang selalu kamu berikan untukku, kalian semua tenang di sana dan tolong jaga putraku juga,” ujar Hara mengusap air matanya.
Setelah mendatangi makam Iwan dan Rikko, Hara pulang, di hari yang sama Leon, Bram, Zidan dan Ken datang ke kuburan Rikko dan Iwan. Saat mereka tiba ketiganya langsung diam.
“Siapa ke sini barusan?” Tanya Ken memegang bunga yang di letakkan di atas kuburan itu.
“Hara baru dari sini,” ujar Leon.
Zidan langsung berlari mencari ke area pemakaman , tetapi mobil Piter sudah meninggalkan pemakaman itu sepuluh menit yang lalu, bahkan mobil mereka saling berpapasan, tetapi mereka tidak menyadari satu sama lain karena terhalang satu mobil lain.
Zidan kembali dan menggeleng, “Mereka sepertinya dari sini sekitar tiga puluh menit yang lalu Bos,” ujar Zidan melihat tanah jejak kaki Hara.
“Iya kamu benar,” Ujar Leon melihat kelopak bunga diatas kuburan Iwan.
‘Mereka tahu dari mana?’ Bram selalu ter kagum dengan Leon dan Zidan.
“Jangan bingung mereka berdua itu, seperti anjing pelacak hanya mencium jejak sudah bisa menyimpulkan,” bisik Ken lagi.
Setelah mereka berempat membersihkan ketiga kuburan tersebut , waktunya pulang.
“Ken, gantian kamu yang menyetir, sepertinya dari kemarin kamu sudah terlalu banyak bicara dan banyak menebak,” ujar Leon.
Apa yang dikatakan Ken yang menyebut sang bos seperti doggy di dengar mereka berdua,
“Maaf Bos, baik,” ujar Ken.
“Oh, satu lagi, kembalikan kertas jimat yang kamu simpan di dompetmu”
“oh, itu Bos aku simpan di rumah”
“Wanita dalam lukisan itu bukan orang gila,itu Hara, dasar kamu asal menuduh,” ujar Leon lagi.
“Maaf aku salah menebak,” ujar Ken menggaruk-garuk kepalanya.
__ADS_1
Untuk pertama kalinya Zidan tertawa melihat ulah rekanya.
“Bram, biarkan dia menyetir di depan sendirian kita bertiga duduk di belakang, kita akan menonton Film dan minum-minum di belakang ” ujar Leon.
Mereka bertiga sengaja membuat Ken iri, mobil jenis limousine yang desain interior yang di modif Leon senyaman hotel, dilengkapi dengan fasilitas tempat kraoke, sofa nyaman, kulkas tempat minuman dingin dan meja kerja untuk Leon, mobil tersebut senyaman hotel bintang lima mobil yang ia gunakan jika perjalanan jauh.
Leon sengaja menyetel volume tinggi saat menonton film aktion kesukaan Ken.
“Sial, macet lagi,” ujar Ken ia semakin sangat kesal, saat jalanan ibu kota macet dan ia sendirian seperti kambing congek, sementara rekan-rekannya makan dan minum- minum sembari menonton film.
“Sekarang nikmati kesendirian, Ken,” ujar Leon.
Bram menahan tawa melihat hukuman yang diberikan pada rekanya.
*
“Hara apa kamu yakin akan menghabiskan sisa kontrak kerja kamu di hotel Leon?" Tanya Piter.
“Yakin om, aku tidak mau ada masalah yang berkepanjangan nantinya, aku harus menyelesaikan agar tidak ada masalah ke depannya, agar aku bisa melanjutkan hidupku”
“Tapi Leon sudah tahu kalau ingatanmu sudah pulih,” ujar vikky.
“Baik Om”
Tiba-tiba Hara sudah berdiri di Loby, ingin masuk kerja, semua mata menatapnya dengan tatapan terkejut ia menghilang tanpa kabar dan muncul dengan tiba-tiba, ia seperti jelangkung, datang tidak tidak dipanggil, pergi tidak diantar.
Perban sengaja ia biarkan melekat di lehernya, bukti kalau ia memang terluka, walau tidak parah, tapi karena ia menghilang lama, semuanya menganggapnya sangat parah. Tapi itu juga yang Piter mau, ingin menghukum Leon dengan perasaan semakin bersalah, karena sudah menyakiti Hara beberapa kali, bahkan saat ini Hara hampir kehilangan nyawa karena wanita Leon.
Piter tidak tahu, tanpa ia melakukan itupun hidup Leon juga menderita, Piter memiliki watak yang keras, kalau Leon tidak bicara baik-baik dengannya maka hubungan ia dan Hara akan sulit, Karena Hara hanya percaya pada Piter saat itu, apapun yang dikatakan Piter Hara pasti setuju. Ia lebih percaya pada Piter dari pada Vikky paman kandungnya.
“Hara! Iya ampun aku pikir kita tidak bertemu lagi” suara seorang wanita pegawai senior yang tiba-tiba jadi perhatian padanya, setelah mengetahui gosip tentang hubungan sang bos dan Hara.
Padahal wanita bertubuh gemuk itu tidak pernah suka dengan Hara.
‘Para penjilat bermunculan, itu artinya gosip tentang aku dan Leon sudah menyebar di hotel ini’ ujar Hara dalam hati .
Saat Hara masuk, tiba-tiba ia merasa sangat aneh, ia merasa pertama kalinya ia menginjak kaki di hotel itu, tiba-tiba bayangan saat ia pertama kali ia datang ke sana terlintas di benak. Saat ia membaca nama Hotel itu lagi.
Ingatannya kembali ke masa lalu di mana saat ia menggambar logo hotel itu .
__ADS_1
“Ichiro Hotel Bagaimana menurutmu, Nona Hara?” tanya Leon.
“Bagus,” ujar Hara.
“Itu nama anakku dan hadiah untuknya, jika dia sudah ulangtahun ke satu tahun,"ujar Leon menyentuh perut Hara.
“Lalu hadiah hotel untukku mana?” Tanya Hara lagi saat itu.
“Nanti akan aku berikan padamu, besok kami akan terbang ke Jakarta untuk negosiasi pembelian satu bangunan yang akan aku bangun jadi hotel, itu untukmu ,” ujar Leon.
“Hara ….! Hara!” Piter menjentikkan jari tangannya saat Hara berdiri dan melamun
“Om, ayo kita pulang, aku pikir aku kuat ternyata aku lemah, aku tak sanggup mengingat semua kenangan itu, aku tidak mau menangis di sini jadi tontonan mereka,” ujar Hara kembali menumpahkan air mata.
“Hara, kamu harus kuat, kamu harus jalani semuanya,” bujuk Piter.
“Om tahu nama Ichiro Hara Hotel artinya, apa?”
Piter menggeleng.
“Itu nama yang kami pilih untuk anak itu, dan tadinya hotel ini, tadinya akan dia hadiahkan untuknya, tetapi bagaimana mungkin aku ingin mati di bunuh di sini ... oleh wanita yang menggantikan ku di hatinya,” ujar Hara.
"Bertahanlah sebentar lagi, Hara,", ujar Piter.
Bersambung
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA
Baca juga cerita yang lain;
Baca juga;
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
__ADS_1
- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)