Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Saat hati mulai berpaling


__ADS_3

Okan mengingat jaman saat sekolah dulu, dimana Naira menyatakan cinta padanya, tetapi ia tidak tahu, kalau ia dikerjain anak-anak populer. Anak populer itu Giovani mantan tunangan Okan ia dan geng nya yang melakukannya.


“Maukah kamu jadi pacarku?”


Okan kaget sekaligus malu, ia mendorong Naira sampai jatuh, sejak itu, ia sangat membenci Naira.


“Maaf …. maafkan aku saat itu,” ujar Okan.


Tiba-tiba air mata Naira tumpah dan ia akhirnya menangis.


“Sebenarnya saat itu, itu bukan kemauanku. Mereka yang memaksa melakukannya dan merekamnya”


“Apa maksudnya?”


“Gadis populer di sekolah  yang memaksaku melakukannya, aku tidak ada niat sedikitpun melakukan hal itu padamu, aku memang sebelumnya suka denganmu, tetapi tidak ada niat untuk mempermalukan diri sendiri seperti itu,” ujar Naira.


Akhirnya ia punya kesempatan juga memberitahukan kebenaran itu pada Okan, Okan terdiam, ia merasa sangat bersalah.


“Maafkan aku,” ujar Okan lagi dengan wajah pucat.


“Tidak apa-apa, saya senang mengatakan  kebenaran itu padamu, walau sudah terlambat dan rasanya sakit, karena saya kehilangan ibuku, karena kejadian itu  … tapi sudahlah, mari kita lupakan masa lalu. saya berharap Pak Okan jangan merasa bersalah lagi, aku sudah melupakannya, mari kita  menjalani hidup masing-masing. Bapak boleh  keluar dari mobilku, saya buru-buru”


Okan terdiam, jadi wanita yang ia benci  beberapa tahun lalu, tidak melakukan apa-apa, ia hanya korban buli gadis-gadis kaya.


Okan seolah-olah ikut menghukumnya karena ia tidak tahu kalau Naira di paksa melakukannya.


Karena Okan terlanjur malu dan marah pada Naira, ia membiarkan wanita itu di hukum atas kesalahan yang tidak ia perbuat, mendengar anaknya akan di keluarkan dari sekolah dan kehilangan beasiswa ibu Naira jatuh sakit  dan meninggal. Andai saja saat itu, Okan  bersaksi dan membelanya ibunya tidak akan  jatuh  sakit.


Hal yang wajar jika Naira  membenci Okan hingga sampai saat itu.


Ia masih diam, rasa bersalah kini menghinggapinya. Setelah di minta Naira turun, barulah ia turun dengan diam.


Naira melajukan mobilnya, ia langsung pulang tidak ada niat menemui lelaki yang di jodohkan tersebut.


Sementara  di taman  Harvis duduk  menggobrol dengan Chelia.


“Ada apa Bro?”


Okan hanya  menggeleng, wajahnya pucat seperti mayat hidup.


                 *


Beberapa hari kemudian, Chelia menepati janjinya ia mau diajak jalan sama Harvis,


Saat jalan dengan  Harvis, Danis melihatnya, awalnya ia bersikap  tenang, tetapi  lama kelamaan ia panas saat melihat Chelia bisa move on darinya dalam hitungan minggu.


Ia mendatangi meja tempat Chelia duduk makan.


“Apa dia kekasihmu?” Tanya Danis duduk di samping mereka.


“OH, halo Harvis.” Ia mengulurkan tangganya dengan sopan.


“Oh, Danis say-”


“Dia dokter teman saya,” potong Chelia bersikap santai.


Okan tertawa sinis, saat Chelia  menyebutnya hanya teman .


“Senang bertemu denganmu Bro,” ucap Harvis, ia tidak tahu lelaki yang ia salam itu. Orang yang paling di incar ayahnya dan Leon.


Di balik frofesinya sebagai tenaga medis, Danis juga punya profesi ilegal, ia meyeludupkan  narkoba dari luar negeri ke Indonesia, barang itu lolos dari pengawasan  beacukai karena ada orang dalam yang jadi rekannya.


Inilah yang di incar Beny dan anak buahnya,  Beny yakin Danis tidak  mungkin bekerja sendirian ada  dalang besar yang mengendalikannya Danis hanya sebuah alat.

__ADS_1


“Bagaimana dengan tempat barumu Dok?” Tanya Danis menatap Chelia


 “Sangat menyenangkan"


“Kalian kenal di mana?” Danis cemburu.


Sebelum Chelia menjawab Danis, ternyata Okan datang .


Okan sudah berubah dewasa berkat didikan ayahnya, ia tidak lagi emosi jika  melihat Danis.


“Hai … Danis apa kabar?” Okan duduk di samping Harves.


“Baik …..” Danis kaget, karen Okan datang  tiba-tiba, niat ingin memanas-manashi Chelia gagal.


“Mau ngapain  Bro?” Harvis yang merasa dapat lampu ijo dari Okan, ia  bicara santai.


‘Apa Okan mengenalnya? Apa dia menyetujui hubungan mereka?’ Danis merasa panas,  sebenarnya ia mencintai Chelia hanya dendam telah menutup hatinya selama ini.


Setelah Chelia berpaling dan bersama pria lain, ia  merasa kepanasan.


“Mau ketemu Jordan”


“Itu dia …. “Chelia melambaikan tangan.


“Aku pergi dulu.” Danis berdiri, ia memilih pergi setelah melihat Jordan datang.


“Mau kemana Danis, kita di sini saja  dulu,” ujar Okan.


“Aku ingin bertemu orang, aku pergi dulu”


‘Pergilah keparat, jangan pernah muncul lagi di depan Chelia’ Okan membatin, tetapi ia hanya  mengangguk kecil.


“Baiklah.”


‘Apa Chelia putus dan punya kekasih baru?’


Setelah berkenalan, Harvis  kembali duduk, tetapi matanya  sesekali menatap layar ponsel, Jordan juga  ingin bertemu dengan Naira, Piter menitipkan file kerja untuk Jordan yang akan dikerjakan Naira.


Tidak lama kemudian Naira juga tiba.


“Nai ….?” Chelia kaget.


“Eh … kalian di sini?”


“Kalian berdua mau ngapain ketemuan di sini?” Tanya Chelia menatap Naira dan Jordan.


“Aku mau mengambil  file  kerja dari Pak Piter di titip sama Jordan”


Naira bersikap tenang dan santai, tetapi justru kebalikannya pada Okan, pembicaraan Okan dan Naira malan itu mengubah semua pemikiran Okan, ia diam, bahkan tidak berani menatap Naira.


Harves dan Chelia saling melihat, mereka yakin telah terjadi sesuatu antara  mereka berdua.


“Dari mana Nai, Kok cantik bangat?” tanya Jordan.


“Ibu … panti  memintaku menemui anak  temanya”


“Lagi ….!? Lalu yang si tampan kemarin bagaimana?” Tanya Chelia.


Naira merasa malu, karena Chelia membicarakan hal itu di depan tiga pria jomblo.


“Aaa … nanti saja kita bicarakan, aku mau kerja lagi, target harus cepat selesai sebelum Bu Hara memarahiku,” ujar Naira mengganti tofik pembicaraan.


Ia meminta kertas itu dari tangan Jordan.

__ADS_1


"Jo,  sibuk tidak?”


“Aaa … dibilang sibuk sih tidak, aku hanya ingin  bertemu Okan”


“Kalau tidak sibuk tolong antar aku ke proyek”


“Kok aku … tidak ah, nanti dipikir orang aku suamimu, padahal kamu sudah beberapa kali menolak ku,” ujar Jordan bercanda.


“Tolonglah Jo, aku buru-buru, aku ingin  melihat pengerjaannya dulu”


“Ok, tapi kamu mau aku ajak nanti main basket ya!”


“Biar aku saja, kebetulan aku mau ke sana juga , ibu memintaku melihatnya juga,” ujar Okan.


“Nah sama Okan saja, aku mau pulang dulu … mau tidur.”Jordan kabur.


Okan  untuk pertama kalinya, mau menawarkan diri untuk mengantar seorang wanita, kalau biasanya para gadis-gadis yang mengejarnya, kali ini, ia yang melakukannya.


Sikap acuh dan sikap cuek Naira padanya membuat penasaran.


Dalam mobil mereka berdua diam, Naira seperti biasa akan menyibukkan dirinya membaca file-file  di tangannya, sementara Okan  ikut diam.


“Apa kamu sangat sibuk belakangan ini?”


“Ya, sangat sibuk,” balas Naira.


“Bukan karena aku?”


“Kenapa dengan Bapak?”


Okan tiba-tiba meminggirkan mobilnya , ia menarik napas berat.


“Aku ingin meminta maaf padamu atas apa yang aku lakukan di masa lalu”


“Pak  Okan … begini-”


“Naira berhentilah memanggilku dengan sebutan Bapak, kita seumuran, jangan bicara formal padaku”


“Maaf Pak Okan, saya menganggap Bapak sebagai  patner kerja tidak lebih,” ujar Naira.


Okan diam, padahal ia ingin lebih dari sekedar teman. Apakah Okan jatuh cinta pada gadis yang dulu ia sangat ia benci?


Bersambung ….


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH


Terimakasi untuk tips ya


Baca juga  karyaku yang lain


 -Aresya(TERBARU)


-Turun  Ranjang( on going)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (Tamat)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)

__ADS_1


- Bintang kecil untuk Faila (tamat)


__ADS_2