Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Balok es yang mulai mencair


__ADS_3

Burung besi itu terbang membelah awan, untung tidak terlalu berkabut malam itu, jadi perjalanan mereka tidak terkendala,  Iwan membawa mereka  langsung ke Kalimantan, Leon berpikir di tempat itu Jovita lebih aman, saat Leon sibuk  memainkan ponsel di tangannya, Hara sudah tertidur  kepala bersandar di Jok pesawat.


Ia kelelahan, Leon membenarkan  dudukkannya, menidurkannya di pangkuannya, bagi Leon  saat ini,   keselamatan Hara yang paling penting, ia akan memberi Hara tempat yang aman.  Barulah ia memikirkan cara selanjutnya, bagaimana cara untuk mengalahkan Bokoy lelaki yang pernah ia anggap paling berjasa dalam hidupnya, ternyata bukan, Lelaki jahat itu tidak berjasa melainkan  membuatnya menjadi  yatim piatu. Ia harus mengalahkan pria itu demi ketenangan hidup Hara dan keselamatan bayinya.


Bokoy bukanya hanya menjadikanya Leon yatim-piatu, ia juga membuat skenario. Menuduh  yang menghabisi Orangtua Leon adalah ayah  Hara.


Bokoy mencuci otak Leo, membuatnya melakukan kesalahan besar pada wanita yang akan ia nikahi.


Beruntung Leon tidak jadi membunuh keluarga Hara seperti yang diinginkan lelaki tua itu, seandainya ia juga melakukan pembunuhan pada keluarga Hara, tidak akan ada harapan untuknya  bersama untuk Hara.


Saat melihat Hara tertidur  pulas di pangkuannya, lagi-lagi  muncul dalam ingatannya bagaimana  dulu ia bersikap sangat buruk padanya, ia mengurungnya di dalam selokan tanpa di beri makan,  membiarkan wanita malang itu, tidur bersama binatang-bintang dalam selokan yang berbau busuk, tidak sampai disitu saja. Leon juga melukai tangan Jovita dan mengobatinya dengan cara tidak manusiawi.


 Ia menjahit tangannya tanpa menggunakan penghilang rasa sakit, bisa dibayangkan rasanya di jahit tanpa diberi obat penghilang rasa sakit.


Mata Leon melihat bekas luka yang ia lakukan dulu, ada rasa takut lagi di dalam dadanya, ia takut Hara mengingat apa yang pernah ia lakukan dulu. Ia takut Hara hanya pura-pura baik saat ini.


‘Tenanglah Leon.  Kamu sudah melamarnya dia sudah  menerima lamaranmu’ tugasmu menjaganya’ Ucap Leon dalam hati, ia berusaha menenangkan diri sendiri.


Leon mengigit genggaman tangannya, menatap keluar, kegelapan di luar membuat suasana hatinya bertambah suram, apa yang dilakukanya di masa lalu pada wanita cantik itu, kini ia menyesalinya, Leon tidak pernah menduga kalau ia bisa setakut ini, ia takut kalau Hara sampai tahu kalau Toni adalah tunangannya.


‘Aku harus mengusir Toni, dia tidak boleh  mendekati Hara’ Leon menarik napas panjang. Ia rela  kehilangan seorang anak buah yang setia dari pada kehilangan wanita yang ia cintai.


Hara  masih  tidur sangat nyenyak di pangkuannya, pakaian yang ia pakai hanya dress jadul yang di pinjamkan istrinya pak Maman untuk, pakaian itu terlihat kekecilan.


“Iwan buka jaketmu,” pinta  Leon pada anak buahnya yang duduk di depan, tanpa protes dan tanpa bertanya,  Iwan  memberikannya pada Leon.


Iwan melirik ke bekang,  Leon menyelimuti tubuh  Hara dengan jaket milik Iwan.


‘Jangan pernah berniat meninggalkanku Jovita Hara, jangan pernah ada dalam pikiranmu untuk memisahkan aku dengan anakku, karena sampai kemanapun kamu pergi, aku akan mendapatkan mu nanti’ucap Leon membatin.


Tiba-tiba Hara bergerak gelisah, tangannya mengusap-usap bagian perutnya. Tangan Leon mengambil alih, ia mengusap-usap perut Jovita Hara,  membuatnya tertidur lagi.


Tangannya menyisihkan  anak- anak rambut  yang menutupi  wajah Hara, Kini Leon sangat cinta mati pada bumil cantik itu, bahkan beberapa hari ini sejah bersama Hara ia berusaha tampil baik.  Saat helikopter  tiba di mansion di Kalimantan.


Leon tidak membangunkannya, ia menggendongnya dan membawanya turun turun dari helikopter.


“Apa kita sudah sampai?” tanya Jovita membuka mata, mata itu terlihat sangat berat sepertinya masih sangat mengantuk.


“Tidurlah, kamu pasti masih mengantuk nanti aku bangunkan lagi,” Ucap Leon meletakkan tubuhnya di ranjang, lalu menarik selimut, menyelimutinya lagi.


Jovita  mengangguk setuju, ia menutup matanya lagi dan lanjut tidur.

__ADS_1


Leon turun lagi, kebawah   kearah dapur . Bi Atin menatap dengan serius. Sebelum mereka datang  Leon meminta Bu Atin  ke Kalimantan agar ada teman Hara.


“Bagaimana keadaanya?”Wajah wanita itu sangat khawatir.


“Baik Bi, sial lagi tidur”


“Syukurlah, bibi sangat khawatir, maka itu menikahlah segera dengannya”


“Iya Bi. Aku juga berpikir seperti itu,  makanya  aku membawanya kesini, bibi harus mempersiapkan untuk kami,  aku janji akan membuat  Jovita dan anaknya menjadikanya  milikku sepenuhnya tidak perduli dengan yang lain, Tapi sebelum itu , aku berpikir harus melakukan satu hal, agar aku bisa bisa memilikinya,” kata Leon


“Apa itu?”


“Aku harus menyingkirkan orangtua itu,  meleyepkannya atau memasukkanya ke penjara, kami tidak akan hidup tenang, kalau lelaki tua itu masih berkeliaran bebas, maka itu aku berpikir bagaimana caranya aku melakukannya?” tanya Leon .


“Lelaki tua itu pikirkan nanti saja Pak Leon,  Hara yang paling utama,  menikahlah dulu dengan Hara”


“Bi, Iwan bilang, anak buahnya juga mengawasi rumah ini, tadi niatnya,  aku membawa Hara ke sini agar aku bisa menikah dengannya”


“Leon, menikahi  Hara, itu akan jauh lebih penting, urusan orang tua itu  nanti saja kamu pikirkan,” ujar Bu Atin mendukung Hara untuk menikah.


Leon diam ia menimang ucapan bu Atin.


Leon sangat berubah,  ia bahkan mau mendengarkan  pendapat orang lain, saat  Bu Atin meminta untuk memikirkan pernikahannya ia  setuju.


Leon   menemui Hara di kamar,  ia  ingin membicarakan tentang pernikahan mereka selajutnya. Saat tiba di dalam kamar,  Leon duduk  di samping  ranjang  menatap dalam wajah Hara.


Duduk diam lalu tubuhnya semakin mendekati Hara yang tertidur pulas, Hara membuka mata saat ia merasa ada napas hangat yang menyapu wajahnya, Leon mendekatkan wajahnya menatap Hara dengan  begitu dekat.


“Ada apa?” Tanya membuka matanya sedikit.


“Kamu sangat cantik, Hara”


Hara tertawa kecil. “Apa kepalamu kejedot meja?”


Leon menggeleng dan mendaratkan  bibirnya di bibir Hara melakukan dengan begitu hot, Hara tidak menolak lagi,  wanita cantik itu berpikir kalau Leon akan jadi suaminya.


“Hara”


“Hmmm …. Aku mencintaimu, sangat mencintaimu,” ujar Leon terlihat sangat tulus,  bahkan matanya berkaca-kaca.


Melihat ucapan tulus dari Leon hati Hara begitu terduga. Ia duduk.

__ADS_1


“Ada apa?” Tanya Hara melihat , ada  yang berbeda dari raut wajah Leon.


“Aku takut kamu meninggalkanku Hara,  jika kamu meninggalkanku aku akan gila,” ujar Leon.


“Kalau begitu ayo kita menikah secepatnya, kamu tidak mau kan anak ini lahir di luar nikah,” ujar Hara membawa tangan Leon menyentuh perutnya.


“Kamu serius Hara …?” Wajah Leon  seakan-akan bersinar bagai bola lampu.


“Tentu, emang apa lagi yang aku harapkan saat ini, tadinya aku berpikir ingin melenyapkan lelaki jahat itu terlebih dulu. Tapi selama kita ada di rumah Pak Maman,  melihat pasangan suami istri itu saling mencintai sampau menua , aku ingin  seperti mereka”


“Artinya?” Leon membulatkan matanya.


“Biarlah Tuhan yang menghukum lelaki jahat itu”


“Hara …. Kamu memaafkannya?” Tanya Leon terkejut.


“Aku tidak ingin kehilangan orang -orang yang aku cintai lagi, aku tidak ingin kehilangan kamu, kehilangan dia,” ujar Hara.


“OH Hara, Cintaku,  hatimu sangat baik secantik wajahmu,” ucap Leon mendaratkan  bibirnya di kening Hara.


Manusia balok es itu, sangat tergugah hatinya saat mendengar ucapan Hara.


Sekeras-kerasnya batu bila tertimpa hujan akan retak juga.


Bersambung…


KAKAK TERSAYANG MOHON BANTUANYA UNTUK KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA,  AGAR DAPAT FROMOSI. TERIMAKASIH JUGA SAYA UCAPKAN BUAT KAKAK YANG KASIH TIPS BUAT AUTHORNYA. PELUK HANGAT UNTU KALIAN SEMUA.


Baca juga  cerita yang lain;


 Baca juga;


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


-Bintang kecil untuk Faila (ongoing

__ADS_1


__ADS_2