
Sesuai rencana Hara sudah berangkat ke Kalimantan.
Saat matahari membumbung tinggi di tengah langit Hara terlihat duduk jongkok mengelilingi gundukan tanah yang penuhi daun kering, tetapi tetap terawat ia dan kedua anaknya ke kuburan anak pertamanya Ichiro.
“Maaf sayang Ibu dan kedua adikmu baru bisa datang menjenguk abang, ayah tidak bisa karena dia lagi banyak urusan” ujar Hara menaburkan bunga-bunga itu di atas gundukan tanah kecil itu.
“Ibu kasihan abang ini kalau di tinggal sendirian di sini, kenapa kita tidak membawanya ke rumah kita,” ujar Chelia bibir kecilnya terlihat berkedut maju ke depan.
“Tidak apa apa sayang, kita akan sering-sering nanti untuk menjenguknya ke sini, abang akan lebih merasa tenang di sini karena alamnya masih sejuk.”
Hara benar-benar melakukan apa yang di inginkan setelah pamit pada Leon, Hara memboyong kedua anaknya ke Kalimantan, ia hanya ingin mencari ketenangan, tadinya niatnya hanya ingin menunjukkan pada kedua anaknya kalau mereka punya saudara yang sudah meninggal.
Setelah membersihkan kuburan kecil milik putranya, Hara dan si kembar juga membagikan bingkisan pada anak-anak panti asuhan.
Ia membawa anak-anaknya melihat hamparan rumput luas di samping panti dan beberapa kuda sengaja di lepas bebas di hamparan rumput.
Ada kuda dan bisa di tunggangi Okan sangat bersemangat.
Disisi lain,
Leon tiba di rumah, setelah ia bertemu dengan dr, Shena lagi, ia tidak terkejutnya saat tiba di rumah dapat kabar kalau Hara dan kedua anaknya pergi ke Kalimantan .
Karena ia sudah membicarakan sebelumnya dengan Hara, mereka berdua akan berpura-pura bertengkar agar ia bisa tahu siapa penghianat yang bersembunyi di rumahnya.
Saat tiba di rumah Bu Atin melapor pada Leon.
“Kapan mereka pergi Bu?” tanya Leon dengan wajah lemah.
“Tadi pagi saat kamu pergi dia pamit sama ibu, tetapi Hara bilang sudah pamit sama kamu.”
“Ya, tapi aku belum menyetujuinya, tetapi kenapa Hara sudah langsung pergi?”
“Apa terjadi masalah antara kamu dengan Hara? Dia sangat berubah belakangan ini, dia banyak diam, tolong jangan bertengkar lagi Nak, mengalah lah pada istrimu, apapun yang dia minta demi kebaikan keluargamu dan demi kedua anakmu.
Nak, dalam rumah tangga itu yang penting di butuhkan bukanya hanya harta semata, tetapi ada yang lebih besar dari harta; Kejujuran paling utama, dari segalanya.”
“Baik Bu. Aku akan berusaha.” Leon mengusap wajahnya dengan lelah.
“Besok waktu keputusan akhir persidangan, tidak seharusnya dia pergi?”
“Bu, apa Hara pernah cerita pada Ibu tentang apa yang terjadi?”
“Tidak Nak,” ujar Bu Atin.
“Ya, masalahnya Hara meminta obat penggugur kandungan dari dokter.”
“A-apaa? kenapa? Apa yang salah? Tapi, tidak mungkin Hara melakukan itu” wanita itu memegang jantungnya mendengar hal buruk di rumah tangga Leon belakangan ini membuatnya selalu sport jantung.
__ADS_1
Setelah makan malam Leon kembali ke kamar mereka.
Leon merasa sangat sunyi di rumah besarnya, tidak ada suara tawa dan bercanda anak-anaknya, ia merasa kehilangan, Leon menyadari betapa beruntungnya ia memiliki anak-anaknya.
Tidak tahan dengan kesunyian Leon masuk ke kamar mandi ,Leon menelepon Hara.
“ Ada apa, sayang?” suara itu terdengar lembut seperti biasanya.
“Hara … kenapa kamu pergi begitu saja padahal aku belum memberimu Izin?”
“Sayang, aku pergi menjauh itu lebih baik, dengan begitu kamu fokus untuk mengurus mereka.”
“Tapi aku kesepian di rumah tampa kalian.”
“Singkirkan para penghianat itu secepatnya agar kami bisa cepat pulang,” ujar Hara.
“Aku merindukan mereka berdua Hara, bisa aku bicara?”
“Oh, Kak Toni mengajak mereka berdua naik kuda.”
“Apa Toni juga ada di sana? Naik kuda malam-malam?”
“Sayang ada Kikan juga di sini,” ujar Hara saat nada suara Leon panik.
“Iya, aku hanya khawatir pada anak-anakku,” ujar Leon.
“
“Hara sejak kapan kamu tidak mau bilang padaku biasanya juga kamu melapor?”
“Leon, apa kamu cemburu?” Tanya Hara setengah berbisik.
“Tidak Toni sudah seperti adikku,” ujar Leon.
“Leon , aku kesini ingin mencari ketenangan.”
“ Hara, kenapa Toni ada di sana?” suara Leon mengecil.
“Pak Leon Wardana! Toni saat ini lagi membuka peternakan kuda di sini, aku datang ke sini bukan untuknya, aku, kesini karena merindukan putraku. Jadi buang rasa curiga itu,” ujar Hara tertawa.
“Aku wajar bertanya karena kamu istriku,” ujar Leon.
Mereka berdua seperti sepasang kekasih yang lagi terpisah laut dan pulau, Leon dan sama-sama sembunyi-sembunyi saat menelepon.
“Baiklah suamiku baik-baik di sana jangan macam-macam dan jangan lupa pedangmu di mandikan pakai kembang tujuh rupa,” ujar Hara bercanda.
“Ais jangan bahas itu lagi itu sangat menjijikkan,” ujar Leon merasa malu.
__ADS_1
“Baiklah, kamu baik-baik saja di sana, kalau kamu cari lubang di sana maka aku ju-”
“Hara … jangan pikirkan yang aneh-aneh, tunggu aku akan datang kesana."
“Tidak usah, urus saja persidangannya."
“Hara kamu yakin?"
“Aku, yakin, kalau kamu macam-macam di sana, akan aku sentil junior mu."
“Aku pikir kamu mau bilang mau cari penggantiku, kalau kamu bilang seperti itu , malam ini juga aku akan terbang ke sana,” ujar Leon, walau Hara bilang bersama Toni dan istrinya ternyata rasa takut dalam hati Leon, setiap ada kesempatan ia akan sembunyi - akan cari kesempatan menelepon Hara.
"Jangan sering - sering meneleponku sayang, kita akan tetap berpura-pura bertengkar dengan begitulah kamu bisa menangkap Par penghianat itu," ujar Hara.
"Baiklah." Leon menutup telepon.
Hara mengungsi ke Kalimantan ia ingin mencari ketenangan batin di tanah kelahiran suaminya, kota yang pernah menorehkan trauma yang begitu dalam di hatinya.
Banyak kenangan yang ia lalui di kota itu, di sana ia lahir di sana juga Leon pernah mengurungnya, di sini juga terkubur putra pertamanya.
Tetapi di balik rasa sakit yang ia terima saat itu, ia juga merasakan banyak kenangan indah di sana.
Okan dan Chelia sangat bergembira saat bisa naik kuda dan berlari sepuasnya di hamparan rumput luas. Toni dan Kikan memperlakukan mereka berdua dengan baik mengajak naik kuda berkebun, berpetualang di alam, hal-hal yang tidak mereka dapatkan di ibukota.
Anak Toni sangat senang karena ia punya teman. Sementara Leon akan mengurus masalah dengan fokus.
Bersambung.
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA
Terimakasi untuk tips yang kaliangri
Baca juga karya terbaruku iya kakak;
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)
__ADS_1