
Saat Jovita menolak ajakan Leon, ia akhinya pergi bersama Salsa, wanita itu yang jadi pelarian Leon.
Suasana Restauran yang dipesan terlihat sangat mewah dan romantis, bahkan Leon sudah Reservasi satu restauran beberapa hari lalu, untuk makan malam dengan Jovita di hari ulang tahunya.
Leon tampak gagah dan berwibawa dengan setelan Jas mahal yang ia pakai, tetapi sayang, ia tidak terlihat bahagia sedikitpun, bahkan raut wajahnya terlihat sangat gelisah pikirannya pada Jovita dan Toni.
Padahal melihat sentuhan dekorasi saat ini, terlihat seperti seseorang yang ingin melamar kekasih, banyaknya taburan bunga-bunga dan lilin yang indah menghiasi ruangan.
Salsa terlihat salah tingkah, ia berpikir kalau bos Leon akan melamarnya dengan cara yang romantis, sesekali ia terlihat tersenyum sendiri, ia menghayal terlalu tinggi.
Di sela mereka makan, Leon memanggil salah satu anak buahnya ia berdiri agar Salsa tidak mendengarnya, hal itu membuat wanita itu semakin tersipu malu, ia berpikir Leon akan membuat kejutan untuknya.
Leon membisikkan sesuatu ke kuping Iwan anak buahnya.
“Katakan pada pramusajinya hidangkan makan penutupnya saja, Saya tidak begitu berselera dan batalkan acara yang sudah kita pesan,”
“Baik Bos”
“Tunggu! Kalian makan juga di sini, kita sudah bayar mahal-mahal tempat ini, kalian boleh menikmatinya dengan puas,” ujar Leon, ini pertama kalinya, ia memberi perhatian pada anak buahnya.
“Baik Bos,” jawab Iwan wajahnya langsung bergembira dan mengajak ke empat temanya termasuk supir Bos.
‘Kok langsung hidangan penutup?’ Salsa menatap bingung, tapi tidak berani bertanya, ‘Oh mungkin acara lamarannya akan di percepat’ ucap Salsa dalam hatinya , ia masih tetap terlihat sangat bahagia.
Hingga makanan penutup itu sudah ludes, Leon belum juga menunjukkan kejutannya, Leon terlihat sibuk berbalas pesan dengan anak buahnya yang ada di rumah, ia menanyakan
[Jovita dan Toni lagi ngapain?]
Anak buahnya membalas pesan dari Leon
[Mereka lagi bermain api unggun,Bos]
Saat itu juga ia melonggarkan dasi yang ia pakai, Leon merasa lehernya semakin tercekik.
Ia benar-benar mengabaikan Salsa yang di depannya. Wanita itu merasa bosan dan mulai kesal, ia tidak sabar lagi.
“Bos habis ini kita mau kemana lagi?" Salsa mencoba bertanya.
__ADS_1
“Pulang,”jawab Leon masih sibuk berbalas pesan.
Wajah Salsa langsung berubah, matanya menatap dekorasi-dekorasi indah dari bunga terlihat sangat romantis itu
‘Terus ini untuk apa, ada apa dengan bos kenapa moodnya ber ubah-ubah’ucap Salsa dalam hati.
“Kami sudah selesai Bos." Iwan berdiri di depannya, ia sangat puas menikmati menu mahal yang sudah di pesan, karena Jovita gagal ikut, jadi mereka yang menikmati sepuasnya termasuk sebotol sampanye minuman mahal itu terpaksa mereka bawa ke rumah untuk nikmati bersama-sama temannya.
“Sudah?”
“Sudah Bos,” jawab Iwan tegas.
“Ok, bawa Non Salsa pulang duluan, saya sama Rikko yang akan bertemu seseorang di tempat lain,” ujar Leon memberi perintah.
Terlihat sangat jelas, Salsa sangat kecewa bahkan hampir menangis, tetapi Leon si manusia kutub utara, bahkan tidak menyadari kalau Salsa sangat terluka.
“Baik Bos, mari Non Salsa,” ajak Iwan dengan sopan,
Tapi Salsa berjalan cepat mendahului mereka, langkah kakinya buru-buru, kemarahan di wajahnya semakin membara, saat Leon bersikap tidak perduli padanya, ia ingin marah tetapi marah pada siapa? dalam mobil ia melampiaskan kemarahannya pada Iwan.
Ia menghentikan mobilnya dan menyeret Salsa dari jok belakang.
“Eh apa yang kamu lakukan? Aku akan melaporkan kamu pada Bos.
“Bos, bos dasar wanita rendah yang merasa seperti nyonya, ingat wanita seperti kamu tidak pantas untuk Bos,” ujar Iwan hampir meninggalkan Salsa di tengah jalan, tetapi ia putar balik lagi tidak ingin mendapat masalah dari Leon.
Tangannya dengan kasar menyeret Salsa masuk kedalam mobilnya
“Aku akan akan melaporkanmu pada Bos,” ucap Salsa lagi lebih marah.
“Silahkan,” katakan juga, Bos, aku melampiaskan kemarahanmu padaku karena kamu kecewa. Kamu pikir bos akan melamarmu jangan mimpi,” ujar Iwan kesal.
Salsa diam, karena apa yang di katakan Iwan benar adanya, ia melampiaskan kemarahannya pada lelaki berbadan tegap itu, karena ia kecewa pada Leon, ia menunduk malu.
“Kamu hanya peliharaan Bos, jangan berpikir dia akan melakukan seperti yang kamu pikirkan, aku sudah ikut bos hampir sepuluh tahun, sedangkan kamu baru kerja satu tahun jadi saya jauh lebih senior dan lebih tahu seperti apa sikapnya,” ujar Iwan.
Ia salah satu anak buah yang paling loyar pada Leon.
__ADS_1
Kini wanita itu hanya diam, rasa kecewa itu masih terlihat di matanya
Di tempt lain di salah salah restauran Jepang di daerah Jakarta Utara. Leon duduk dengan malas, ia akan bertemu dengan salah seorang pengusaha dari PT Firman Kontraktor.
Firman menawarkan kerja sama dengan perusahaan Leon, untuk mengerjakan sebuah Proyek besar.
Tetapi Leon tahu, Proyek yang akan di kerjakan perusaan milik keluarga Jovita tadinya, sebelum ayahnya meninggal, Leon mau menemuinya karena ada hubungannya dengan Jovita.
Saat Jovita ingin mencari tahu kenapa proyek jatuh ke tangan Firman, Jovita baru mau rencana mencari jalan untuk bisa bertemu Firman, ia ingin tahu, kenapa proyek besar itu bisa jatuh ke tangan lelaki bertubuh kurus itu dan dari mana ia mendapatkan cetak biru gambar yang di buat olehnya.
Saat Jovita masih mencari jalan untuk bisa kabur, ternyata Leon sudah melangkah lebih cepat darinya, itu artinya apa yang ia baca tadi pagi di meja makan, Leon sudah tahu dan sudah tau juga apa yang dipikirkan Jovita maka itu ia menemui Firman.
Dalam pertemuan itu, Leon tidak mau diajak bekerja sama, ia ingin mengerjakan proyeknya itu sendiri dan menganti semua biaya keterlambatan ke pihak Owner.
Ia rela mengganti rugi semuanya asal cetak biru gambar milik Jovita tidak dimiliki orang lain dan jatuh ke tangan yang salah.
Proyek besar, pembangunan sebuah Hotel mewah di Kalimantan, Pak Iwan mendapatkan proyek itu dari hasil lelang. Lelaki itu rencananya akan mengerjakan dengan putrinya. Jovita yang akan mendesain, karena ia lulusan arsitek dan ia bekerja sebagai kepala drafter di kantornya, di perusaan ayahnya.
Jovita sudah menyelesaikan gambarnya bahkan sebelum hari naas itu terjadi, Jovita sudah berkordinasi ke bagian lapangan dan bagian logistic untuk mengerjakan proyek yang mereka dapatkan
Namun, takdir berkata lain, sebelum di kerjakan dan masih dalam rencana besar, kedua orang tuanya dan kedua adiknya telah di jemput maut dan ia di culik.
Bersambung …
KAKAK BANTU VOTE DAN LIKE , KASIH HADIAH JUGA IYA AGAR VIWERSNYA NAIK DAN AUTHORNYA SEMANGAT UP BANYAK TIAP HARI
DAN AUTHORNYA
Baca juga;
-Berawal dari cinta yang salah. (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
-Bintang kecil untuk Faila (ongoing)
__ADS_1