
Hara walau sudah jadi seorang model dan bintang iklan, tetapi karena kontrak perjanjian kerja masih belum selesai, ia terpaksa pekerja di hotel Leon. Namun, walau Hara sudah seorang artis, ia tidak pernah sombong pada rekan-rekan kerjanya, ia masih tetap bersikap seperti Biasa.
Hari ini Hara datang terlambat untuk makan siang.
“Pelan-pelan saja mbak, kita pasti tunggu mbak Hara sampai selesai,” ucap Rara, ia menatap Hara dengan tatapan bingung, karena sudah beberapa lama mengenal Hara, sejak ia bekerja di Hotel, baru kali ini ia makan seperti orang kelaparan.
“Mbak Hara pelan-pelan saja,” ujar Risky lagi.
Hara hanya mengangguk tanpa menoleh, ia hanya fokus pada menu di dalam piringnya.
Tetapi tiba-tiba semua sunyi, entah apa yang terjadi. Jovita Hara yang dari tadi sibuk dengan piring dan sendok, akhirnya ia menoleh, Leon sudah duduk di depannya membawa piring berisi lauk pauk yang Sama dengannya.
Hara tersedak, kuah sayur asam yang ia serumput.
“Uhuk … uhuk.” Ia terbatuk- batuk.
‘Kenapa Pak Bos ini makan di pantry?’ Hara membatin.
Sebenarnya Leon sudah makan, ia makan lagi hanya modus ingin mengikuti Hara, saat melihat Hara masuk keruangan pantry, mau tidak mau, ia harus ikut makan juga.
Sepertinya doa Hara tidak manjur, padahal ia berdoa agar tidak di pertemukan dengan Leon lagi saat pertemuan mereka di dalam lift waktu itu.
“Ini minum jangan batuk-batuk seperti itu, saat orang lagi makan,” ucap Leon menyodorkan gelas minum untuknya dan mulai menyendok makanan ke mulutnya.
Ternyata teman-temannya, tidak setia kawan, saat Leon datang, padahal tadi berjanji untuk menunggunya sampai selesai,.
“Mbak Hara, kami duluan, iya.”
“Eh… tadi katanya mau nungguin aku,” kata Hara dengan wajah memelas,.
“Tidak jadi Mbak, kita masih ada kerjaan lain” ucap Tiara menahan tawa.
Leon menatapnya dengan tatapan santai,
‘ Apakah lelaki aneh mengikutiku sampai ke sini karena kejadian di lift tadi? ah… bisa jadi, aku tidak mau dia salah paham padaku’ Hara membatin.
Otak Hara sudah di profokasi keluarganya, mengatakan kalau Leon orang jahat lelaki yang suka mempermainkan wanita. Hara yang lupa ingatan mempercayai semua yang mereka katakan. Maka setiap kali ada Leon sang pemilik hotel, maka Hara akan memilih kabur ataupun menghindar.
“Makanlah dengan tenang kamu membuatku kehilangan selera makan. Nona Hara”ujar Leon santai, tatapan matanya kali ini lebih hangat ia ingin berjuang mengisi hati Rara seperti yang dulu ia lakukan dua tahun lalu.
“Maaf pak lanjutkan saja, saya sudah kenyang” Hara berdiri ingin meninggalkan Leon, tapi tangan Leon dengan sigap menahan lengannya.
“Hei ini makananmu belum habis,” ujar Leon.
__ADS_1
"Saya sudah Kenyang, Pak", ujar Hara duduk diam.
‘Tenang Kak Maxell aku akan baik- baik di sini, tetap menjaga hatiku untukmu’ Hara membatin.
“Kenapa kamu menghindari ku terus menerus Jovita Hara …? Apa karena dokter muda itu, jika kamu terus -terus mengujiku. Aku akan menghamili mu nanti sekalian agar kamu tidak bisa kemana- mana,” ujar Leon merasa kesal melihat Hara yang selalu menghindar darinya karena menjaga hatinya untuk Maxell.
Mendengar kata ingin menghamili Hara pura-pura Tidak mendengar.
“Tapi baiklah, aku tidak akan menyerah, mungkin aku akan berusaha lebih keras lagi,"ujar Leon Hara masih diam menunggu Leon menghabiskan makanannya, setelah habis ia pamit pergi.
*
Leon mengingat nasihat Ibu Atin kalau mencari musuh lebih gampang dari pada teman. Maka itu Leon sudah beberapa minggu meminta dr. Billy mencari Toni ke Kanada dan hari ini dr. Billy menelepon.
“Iya, bagaimana?” Tanya Leon di ujung telepon.
“Kami sudah menemukannya Pak, ini Zidan lagi membujuknya untuk melakukan operasi,” ucap dr. Billy.
"Bagus lakukan dengan baik Dok,", ujar Leon.
Leon sengaja meminta Ken dan zidan untuk ikut agar bisa membujuk Toni.
Kota Hika. Kanada.
“Toni, bekerja di sebuah gudang penyimpanan bahan makanan beku disalah satu kota di sana. Ia memilih bagian gudang karena ia tidak ingin menunjukkan wajah berkerutnya pada orang lain. Maka itu ia meminta temannya pemilik perusahaan tersebut agar di tempatkan di bagian gudang.
“Saya meminta maaf Ton, saya tidak tahu kalau kamu mengalami hal buruk itu,” ujar Ken memohon.
“Sekarang sudah tahu kan? Pulanglah dan katakan pada bos , kalau aku belum mati masih berjuang hidup” ujar Toni kesal.
Zidan dan Ken tidak mau kehilangan cara.
“Non Hara sudah bisa melihat dan kembali bekerja di hotel,” ujar Zidan, sengaja ia tidak memberitahukan kalau Hara masih lupa ingatan dengan begitu ia berharap Toni mau melunak.
Hal itu berhasil, Toni terdiam dan ia membuka masker dan Topi yang menutupi luka bakar di wajahnya.
Ken sampai kaget melihat bekas luka di wajah Toni.
‘Separah itukah?’
Melihat luka bakar itu, ia marasa sangat bersalah ia menunduk di hadapan Toni.
“Aku meminta maaf Ton, aku yang salah, kalau saja malam itu aku berjaga lebih teliti mengawasi orang yang masuk ke rumah, tidak ada kejadian memilukan itu”
__ADS_1
“Lalu apa yang kalian harapkan dari luka menyedihkan ini?”
“Pak Leon ingin membiayai semua pengobatan untukmu Ton, dia ingin memberimu juga sama dengan apa di miliki Zidan dan Ken, bagi Bos kalian orang -orang terbaik”
Setelah di bujuk dan di beri alasan kenapa Leon ingin melupakan masa lalu dan kenapa menolak Hara. Billy menjelaskan semuanya dan memberikan bukti kalau Leon dua tahun lalu sempat masuk ke rumah sakit bagian mental.
“Akulah yang memintanya sebenarnya melupakan Hara Ton, aku tidak ingin mentalnya terguncang lagi. Karena aku tahu bagaimana menderitanya dia sangat mengalami depresi "
“Lalu, sekarang apa?” Toni mulai melunak.
“Tolong terima pengobatan agar Bos tidak merasa bersalah padamu,” ujar Ken.
“Aku tidak apa-apa Hara-”
“Non Hara sudah memiliki kehidupan yang sangat baik dia seorang model terkenal.” Zidan membuka mulut.
“Baiklah.” Toni akhirnya mau setelah Ken memperlihatkan foto Hara padanya.
Toni akan melakukan operasi untuk menghilangkan luka bakar di pipi sebelah kiri Toni dan rencananya Billy akan mendampingi Toni melakukan operasi di salah satu rumah sakit di Thailand.
Mendengar Toni mau menerima perawatan darinya., Leon tersenyum senang. Ia pulang ke rumah dan memberitahukan kalau Toni akan dioperasi Bu Atin.
“Terimakasih Nak, jadikan Toni sebagai adikmu, ibu sangat menyayangi kalian berdua, Ibu berharap Hara baik -baik saja mendapat kebahagian,” ucapnya mengusap matanya.
Wanita itu belum tahu kalau Hara kembali bekerja di hotel Leon, Leon takut jika ia memberitahukannya Bu Atin mendatangi Hara dan sakit hati atas sikap Hara. Leon berhasil membawa Toni untuk Perbaikan wajahnya yang rusak.. berharap Jovita Hara juga memanfaatkan dirinya.
Bersambung.
Terimakasih untuk untuk kakak @ Leksa anastasia
@Mina ana dan @ sintia arun dan kakak lainya. Karena memberikan authornya tips tambahan berupa koin.
Semoga rezekinya semakin bertamba I Love All
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA
Baca juga cerita yang lain;
Baca juga;
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
__ADS_1
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)