Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Cinta tidak direstui


__ADS_3

Saat posisi keduanya sama-sama dipaksa menikah maka ide gila itu muncul begitu saja.


Jordan meminta Naira untuk menikah dengannya , karena ibunya memaksa Jordan untuk mendekati Chelia, ia menolak kerena ia tahu adik dari sahabatnya tersebut, hanya menganggapnya sebagai kakak.


Sementara Naira selalu dijodohkan sama pemilik panti, wanita yang selama ini menjaga dan membesarkan Naira, wanita itu sudah seperti ibu baginya apapun yang di katakan wanita itu, Naira akan mendengarnya.


“Posisi kita sama Nai, kita  bisa saling membantu sama lain,” ujar Jordan saat mereka berdua di proyek.


“Kamu benar sih Jo, masalahnya apa tante Hilda mau menerimaku sebagai menantu, selama ini yang dia tahu kita  kan teman, bahkan  bersahabat.” Naira tidak tidak yakin.


“Justru bagus, kamu sudah tahu bagaimana keadaan keluragaku dan orang tuaku sudah tahu latar belakang kamu”


“Iya sih  … tapi masa menikah dengan sahabat?”


“Tidak apa- apa, kan, lebih bagus kita mengenal satu sama lain,” ujar Jordan.


“Baiklah.”Naira akhirnya setuju.


Ada banyak alasan kenapa dia memilih untuk mau menerima tawaran Jordan, salah satunya ia tidak mau Okan melibatkannya dalam masalah antara ia dan mantan kekasihnya. Jordan juga tidak tahu kalau sahabat suka dengan Naira.


“Kamu setuju?” Jordan  menatap dengan serius.


“Ya, tapi pertama mari kita menemui Ibu panti dulu, kita akan  bicarakan tentang pernikahan,” ujar Naira, ia mengajak Jordan ke rumahnya di panti.


                                  *


“Apa kalian berdua yakin melakukan itu?"


“Ya bu,” ucap Naira.


“Tapi kalian … kan sahabat?”


“Tidak apa-apa Bu, justru lebih enak menikah dengan sahabat karena sudah saling kenal”


“Baiklah, ibu akan selalu mendukung”


Rencana pernikahan Jordan Naira sampai juga ke telinga Chelia.


“Apa kamu gila Nai?” Tanya Chelia saat Naira meneleponnya.


“Aku tidak punya pilihan lagi Ce, ibu sudah sakit-sakittan dan ingin melihatku menikah sebelum dia meninggal”


“Tapi gak harus sama Jordan, kan?” Chelia memegang batang lehernya.


“Aku tidak punya kekasih Ce”


“Kenapa tidak terima perjodohan waktu itu?”


“Aku tidak suka”


Wajah Chelia tiba-tiba merasa sedih, sebenarnya ia juga suka sama Jordan, tetapi ia takut hubungan Okan dan Jordan jadi renggang baik hubungan keluarga mereka, karena itulah ia lebih  memilih Harvis.


“Nai … kenapa kamu menolak Okan?” Tanya Chelia.


“Ce … aku minta maaf,aku tidak menyukainya, abangmu” ujar Naira.


‘Baru kali ini ada gadis yang menolak Okan’ Chelia membatin.


“Baiklah, semoga rencana kalian sukses.” Chelia mematikan ponselnya.


Ia duduk melamun di taman, menatap kosong  ke arah jalanan .


“Mikiran apa?” Hara datang dari belakang.


“Tidak Bu, hanya saja aku berpikir jodoh seseorang itu bisa datang kapanpun”


“Jodoh siapa?”

__ADS_1


“Naira akan menikah”


“Haaa …?” Hara kaget, ia tidak tahu  kalau  gadis yang ia inginkan jadi menantunya menolak putranya.


Ternyata Okan  datang dan duduk bersama mereka.


“Siapa yang akan menikah?” Tanya Okan mencobot  goreng pisang di piring  di atas meja.


Ibu dan anak itu saling melihat, mereka tahu belakangan ini Okan mengejar-ejar Chelia.


“Naira”


“Uhuk … uhuk ….!” Okan terbatuk-batuk karena kaget.


“Nikah!?”


“Ya”


“Sama siapa?”


“Jordan”


“HAAA ….!?”


Hara dan Okan sama- sama terkejut.


“Jordan anak Om Piter?” Tanya Hara memastikan.


“Ya Bu”


“Kok … bisa?” tanya Hara masih kaget.


“Itu dia Bu … makanya aku bilang tadi, jodoh seseorang itu bisa datang dari mana saja, mereka berdua dari dulu itu kan teman. Artinya menikah dengan teman donk”


“Kata siapa mereka  berjodoh, mereka tidak akan berjodoh,” ujar Okan marah.


“Aku akan menggagalkan!” seru Okan marah.


“Okan  … jangan macam- macam Om Piter dan tante Hilda sangat ibu hormati,” ujar Hara memperingatkan putranya.


“Makanya, kalau kamu suka bicara langsung Bang, diambil orang baru nangis,” ujar Chelia.


“Dia tahu, aku suka padanya Ce”


“Bang, wanita itu butuh kepastian, seribu kali kamu mengejarnya, kalau kamu, tidak mengatakan cinta dan perasaanmu padanya, dia tidak akan mengerti,” ujar Hara.


“Dia bilang  tidak suka dengan Okan Bu, baru kali ada wanita yang bilang tidak suka sama kamu, Bang Okan,” ujar Chelia.


Okan berdiri dan mengambil kunci mobil .


“Bu, aku pergi dulu”


“Okan …. lelaki sejati tidak akan menyakiti hati orang yang dia cintai,” ujar Hara mengingatkan.


“Aku mengerti Bu.” Okan menghela napas lalu ia pergi.


Hara  dan Chelia masih duduk di kursi taman.


“Bu … apa Ibu yakin bibi sama paman, menerima Naira?”


“Nai … gadis yang baik Ce, karena itu ibu mau dia jadi menantu Ibu”


“Ibu juga setuju Nai sama Okan?”


“Ya”


“Kalau begitu ayo kita gagalkan pernikahan mereka Bu, ayo kita bantu Bang Okan untuk mendapatkan orang yang dia cintai”

__ADS_1


“Haaa?  Ibu tidak mau memaksa Ce, aku tahu, apa yang dia alami di masa lalu sangat menyakitkan,   kehilangan ibu karena lelaki yang dia suka, itu sakit”


“Itu artinya Naira masih  belum bisa memaafkan Okan Bu?”


“Bisa jadi,” jawab Hara.


Okan sudah berusaha keras untuk  mendapatkan perhatian Naira, ia ingin memulai hubungan denganya, tetapi  di sisi lain Naira menggap Okan hanya rekan kerja, luka masa lalu sangat membekas di hati wanita cantik itu. Hingga ia tidak memberikan kesempatan untuk Okan.


Okan berkendara menuju  panti asuhan untuk menemui Naira, saat ia tiba, Naira tidak ada.


Okan menelepon Naira tetapi  tidak diangkat, ia juga menelepon Jordan tidak diangkat juga.


Ternyata  Naira bertemu dengan keluarga Okan,  bertemu bukan sebagai partner kerja  melainkan di bawa bertemu ingin jadi menantu.


*


“Apa kalian berdua sudah yakin dengan pilihan ini?” Tanya Piter, ia setuju.


“Sudah Pi, kami sudah sepakat untuk menikah,” ujar Jordan.


“Bagaimana mungkin …! Kalian berdua kan sahabat,” ujar Hilda, ia tidak begitu suka Jordan dan Naira, ia lebih memilih Chelia.


“Sudah Mi,  itu kan pilihan mereka, kita sebagai orang tua, hanya bisa mendukung,” ujar Piter.


“Papi mendukung kan?” tanya Jordan.


“Kalau papi setuju, Mami?”


Mata mereka semua   terarah pada wanita yang berpenampilan modis tersebut.


“Mami … nanti saja, kalian pacaran saja dulu, nanti baru bicarakan pernikahan,” ujar Hilda, lalu ia berdiri dan meninggalkan mereka .


“Jangan dibawa hati ya Nai,  maminya Jordan hanya terkejut,” ujar Piter ikut berdiri.


Kini mereka berdua yang  duduk di sana.


“Apa kamu marah Nai?” tanya Jordan merasa tidak enak.


“Tidak apa-apa bisa di terima, tante hanya kaget”


“Makasi atas pegertianmu, ayo aku antar pulang”


Apa Okan menggagalkan rencana pernikahan Okan dan Naira. Berhasilkah dia?


Bersambung ….


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH


Terimakasi untuk tips ya


Baca juga  karyaku yang lain


 -Aresya(TERBARU)


-Turun  Ranjang( on going)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (Tamat)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


- Bintang kecil untuk Faila (tamat)

__ADS_1


__ADS_2