
Semua yang di lakukan Kaila sampai ke telinga Hara, tadinya ia ingin diam dan tinggal lama di Jerman, dan ingin membiarkan Leon yang menyelesaikan sendiri.
Tetapi saat beritanya merambat dan membawa rumah tangga dan anak-anaknya, akhirnya ia turun gunung. Padahal Leon sudah memintanya untuk tetap tenang.
Kaila itu sudah mengetahui semua tentang data pribadi Leon, karena ia mencuri data-data Leon saat masih sekretaris. Karena itulah Kaila berani melawan Leon.
Kini diduga ia mengajukan tuntutan di Pengadilan untuk membuat pengakuan untuk anaknya. Ia menuntut Leon untuk mengakui anak itu, anak dari Leon.
Kaila memang nekat, tetapi apapun yang di lakukan Kaila Leon bersikap tidak peduli.
Kerena Leon memilih diam banyak orang yang bersimpati pada Kaila karena ia memfitnah Leon , ia juga bilang dalam satu wawancara,
Saat seorang bertanya padanya kenapa tidak memakai penutup kepala lagi, ia berkata kalau Leon tidak memperbolehkan untuk memakainya.
Kaila melakukan pembohongan publik demi mengambil simpati masyarakat, karena hal itu ada beberapa aktifis perempuan yang membela dan menyudutkan Leon.
Leon kembali diguncang berita miring, tetapi Leon membiarkan Kaila melakukan semuanya. Banyak tuduhan palsu yang di tujukan pada Leon.
Bahkan Leon dituntut untuk menikahi Kaila sidang pertama Leon tidak datang.
Disisi lain Hara masih di Jerman, ia mengurus kepulangan mereka ke Indonesia karena Hara sudah sempat memasukkan anak-anaknya ke sekolah seni di sana.
Sidang kedua juga Leon tidak datang,
Kaila merasa di atas angin, karena banyak berita yang membelanya dan merasa simpati padanya.
Kali ini, Kaila semakin berani, dalam satu wawancara ia menyebut, Leon bersikap tidak perduli padanya dan putranya dan akhirnya melaporkan Leon ke polisi. Dengan tuntutan pelantaran anak.
Mendengar hal itu, Leon awalnya hanya tertawa sinis. Tidak lama kemudian saat ia sedang di kantor pengacaranya melapor.
“Pak wanita itu tidak main-main, dia juga memakai tiga orang pengacara untuk menuntut bapak,” ucap pengacara Leon.
“Lalu bapak ingin saya melakukan apa?” Tanya Leon tenang.
Wajah sang pengacara itu sangat bingung melihat sikap Leon yang begitu tenang, semua orang yakin kalau anak yang dibawa Kaila adalah anaknya. Tetapi Leon dan Hara yang tahu kebenarannya anak siapa yang di bawa Kaila saat ini.
"Bapak diharuskan datang ke pengadilan Pak."
"Kamu saja yang hadapi nanti di saat terakhir kita akan berikan kejutan padanya," ujar Leon.
**
Saat Leon duduk di ruang kerjanya.
Tok … Tok ….
“Masuk” sahut Leon
Seorang wanita cantik berdiri di depan pintu menatapnya dengan senyuman, demi apapun ia rela melakukan segalanya agar bisa melihat senyuman itu selamanya.
__ADS_1
‘Bidadariku, penyemangatku, aku rela menukar seribu hari waktu untuk melihat senyuman ini, tetaplah tersenyum ’ ucap Leon dalam hati, ia menatap Hara dan Chelia yang berdiri di depan pintu.
Ia datang untuk suaminya, semua permainan Kaila sudah cukup, saatnya mereka berdua memberi wanita tidak tahu malu itu pelajaran.
“Apa kabar, Bos?” Tanya Hara masih bercanda dengan suami.
“Baik Nyonya,” jawab Leon menutup laptop dan memeluk istrinya yang baru tiba, memeluk Hara dengan erat.
“Baiklah, kami sudah pulang untuk membantu ayah, iya, kan, anak-anak,” ucap Hara.
“Ayah, ayah …!” Kedua anak kembar itu dalam satu tahun sudah bertambah tinggi.
“Oh anak-anak,” ujar Leon merengut keduanya kedalam pelukannya.
“Ayah Chelia rindu ayah.” Ucap Chelia mendaratkan bibirnya di pipih ayahnya.
“Aku juga,” ujar Okan tidak mau kalah dari sang adik.
“Kan, baru berapa bulan tidak bertemu, memang sudah rindu sama ayah?” Tanya Leon.
“Rindu tau ayah, dede maunya ayah tetap bersama kita setiap saat,” ucap Chelia.
“Tapi kata ibu, kalian dua lebih senang di sana tidak mau pulang.”
“Tapi tidak ada teman bermain ayah, di sekolah kami tidak mengerti mereka bicara apa, kami mengajak main anak-anaknya tidak mengerti,” ujar Chelia.
Akhirnya ke dua anak kembar meminta pulang ke Jakarta, Hara setuju untuk pulang sekalian membantu sang suami untuk menyingkirkan pelakor seperti Kaila.
Toni yang membantu Hara pulang tanpa di ketahui orang lain dan Hara akan memberi bom untuk wanita itu.
Dalam ruangan Leon.
Hara meminta suster Ana membawa anak-anak bermain karena ia perlu bicara berdua dengan Leon.
“Bu, biarkan mereka bermain di kamar ini, kita saja yang keluar, kita tidak tahu bahaya apa yang masih mengincar,” ujar Leon berjaga.
“Kamu benar, Kak Toni juga tadi membawa kami ke sini dengan sembunyi-sembunyi.” Hara membawa Leon duduk di dekat meja kerja Leon, sementara anak-anak dibiarkan bermain bebas di ruangan ayah mereka, kedua anak kembar itu sangat sopan sangat penurut sama Hara.
Tidak ada acara lari-larian ataupun bercanda berlebihan, mereka berdua hanya tiduran dan di ranjang di sebelah ruang kerja sang ayah, menonton film kartun kesukaan keduanya.
Suster Ana, salah satu pengasuh yang beruntung karena anak yang ia jaga sangat baik dan sopan dan menurut padanya. Jovita Hara ibu mereka berhasil mendidik kedua anak itu menjadi anak yang baik.
Tetapi Okan sedikit berbeda dengan Chelia, anak lelaki itu tidak banyak bicara, pendiam ia seperti Leon sementara chelia seperti Jovita Hara ceria dan selalu banyak ide.
“Abang mau makan apa tidak, biar kakak pesan,” ujar Ana.
“Belum lapar .... kakak Ana istirahat saja sini tidur sama kita,” ujar Okan menepuk bantal di sebelahnya meminta suster mereka tidur di ranjang milik bos besar itu.
Tentu saja wanita asal Papua itu menolak, membayangkan saja ia tidak berani, tetapi untuk kedua anak polos itu suster mereka adalah bagian keluarganya. Karena Hara selalu bersikap sopan pada Ana dan memanggil dengan panggilan Kakak, mereka berdua juga mengikutinya.
__ADS_1
“Tidak, kakak duduk di sini saja,” ujar Suster Ana memilih duduk di kursi di samping ranjang.
Sementara di ruang kerja Leon.
Pasangan suami istri itu masih bicara serius membahas bagaimana cara mereka menghentikan kegilaan Kaila.
“Wanita gila itu,” ujar Leon tertawa sinis.
Hara menatapnya dengan bibir menahan senyum.
“Kenapa tersenyum begitu?” Tanya Leon menatap istrinya.
“Aku tidak pernah menduga kalau aku akan berurusan sama seorang pelakor,” ujar Hara.
“Anggap saja ini ujian kecil untuk keluarga kita,” balas Leon wajahnya memelas, ia seolah-olah ia merasa bersalah.
“Apa pengacara sudah melakukan sesuatu?”Hara menatap suaminya.
“Aku melarangnya, biarkan saja si Kaila itu berkoar-koar sampai capek pada akhirnya kita akan membungkam mulutnya ,” ujar Leon.
“Sayang …. jika kita membiarkan dia terus mengeluarkan racun dai bibirnya dengan cara memfitnah kamu, aku khawatir masyarakat beranggapan dia benar dan kamu pihak yang salah, kita harus hentikan, wanita gila itu sudah cukup dia berkoar- koar."
Apa yang harus kamu lakukan ?” Tanya Leon menatap serius pada istrinya, sejak Hara membantunya saat itu, Leon semakin mengagumi otak pintar Hara.
"Tenang sayang .... aku akan tendang wanita gila itu sampai ke bulan," ujar Hara tertawa, Leon belum tahu apa yang akan di lakukan Hara untuk membalas Kaila.
Bersambung ..
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA
Terimakasi untuk tipsnya semoga rezekinya semakin bertambah untuk kakak semua.
ILove All.
Baca juga karya terbaruku iya kakak;
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
Bintang kecil untuk Faila (ongoing)
__ADS_1