
Leon, masih mematung dengan tatapan kosong, ia membelakangi Jovita.
'Kamu tidak berubah Bos Naga. Kamu tidak akan berusaha membujuknya. Kamu akan menyerah begitu saja, lalu membiarkan hatimu terluka, itulah kamu yang dulu dan sekarang, menempatkan ego di atas segalanya' ucap Damian dalam hati melirik mantan Bosnya.
Wanita berambut panjang itu, berjalan melewati anak buah Leon dengan senjata masih menempel di kepalanya, Toni menatapnya dengan kecewa.
‘Jangan lakukan itu Hara, aku tidak tahu apa yang dikatakan Damian padamu’ tapi jangan membuat pilihan yang salah, membuatmu hidupmu dalam bahaya’ ucap Toni dalam hati, menatap dalam wajah Hara, wanita itu, melewatinya begitu saja dan pergi.
Ia menyeret tangan Damian membawanya berlari keluar, Damian menghidupkan mesin motornya lalu pergi meninggalkan rumah.
Leon masih diam, mengigit kepalan tangannya dengan kuat, menahan rasa sakit di dalam dada, terlihat jelas ia begitu terluka.
‘Apa kamu juga memilih dia dari pada saya, sama seperti yang di lakukan wanita padaku?’ bisik dalam hati.
Leon merasakan hatinya sakit lagi, tetapi ia menahannya, ia tidak mau terlihat lemah di hadapan anak buahnya.
“Kita pulang.” Leon membalikkan tubuhnya dan berjalan dengan tatapan tegas, ia meninggalkan rumah itu dan masuk ke dalam mobil.
Rikko dan Toni saling melihat, mereka bertiga sangat menghawatirkan Jovita .Ingin mengikuti motor Damian, Tetapi tidak ada yang berani bicara, karena melihat wajahnya begitu terpukul.
Mereka bertiga memilih ikut pulang dan mobil itu meninggalkan rumah.
Sementara Jovita sudah pergi terlebih dulu, menaiki motor Damian berkendara jauh menyusuri kota Jogja, menempuh malam dan tiba di tepi pantai.
“Terimakasih sudah menyelamatkanku Nona Hara. Tapi kenapa?" tanya Damian, mereka berdua berdiri tepi pantai.
“Aku tidak punya pilihan lain, aku juga tidak ingin dia menyakiti orang lain lagi,” ujar Jovita duduk di sebuah batu besar menikmati hembusan angin laut.
“Hara, apa kamu perduli padanya?”
“Tidak, aku juga marah dan benci juga padanya dengan alasan yang tidak bisa aku ungkapkan padamu dan dia juga membenciku karena ayahku menyakiti keluarganya. Dia lelaki yang kasihan sebenarnya, menyimpan dendam dalam hati tidaklah bagus menyimpan dendam, pasti ujung-ujungnya terluka”
Damian diam karena ia juga menyimpan luka yang sangat dalam pada Leon.
Orang yang akan mendapatkan cinta dan kasih sayang, akan menaburkan cinta juga, untuk orang di sekelilingnya. Itu yang terjadi pada Jovita, awalnya Damian ingin memanfaatkannya untuk membalas dendam pada Leon. Namun melihat kepolosan dan tawa tulus dari Jovita saat mereka bercerita panjang lebar.
Damian berubah pikiran.
“Aku juga di besarkan dari keluarga yang tidak ada cinta Nona Hara bukan hanya Leon,” ujar Damian .
“Tetapi kamu berbeda Pak Damian, bapak itu orang yang baik dan ceria aku suka dengan sikap baik Bapak’ perasaan aku rapuh kayak kerupuk dan aku juga muda jatuh cinta, kalau bapak baik pada beberapa hari ini, aku yakin jatuh cinta sama bapak," ujar Jovita jujur
Damian tertawa lepas mendengar pengakuan itu. Itu perasaan yang unik menurutnya.
__ADS_1
Seumur hidup baru kali ini ia bertemu dengan seorang wanita yang bicara jujur padanya, dan mengerti banyak tentang sifatnya”
Duduk lama saling berbagi cerita dengan Jovita, kemarahan dalam hati Damian perlahan-lahan mulai sirna, saat Jovita bercerita mereka berdua saling tertawa.
Ia melihat hal yang berbeda dari Jovita kata-kata tulus dari Jovita seakan menyadarkan Damian.
'Memiliki dendam di hati akan selalu menyakiti dua pihak 'itu benar ucapnya Damian lagi.
‘Bagaimana mungkin ada orang mau tega menyakiti wanita secantik dan sepolos ini’ ucap Damian ia menatap dalam wajah cantik Jovita saat tertawa.
“Hara …!”
“IYa Pak”
“Jangan panggil aku Pak , panggil saja Damian”
“Iya Kak”
“Iya itu lebih baik. Ayo kita jalan-jalan hari ini sampai puas, anggaplah kita tidak akan melakukannya lagi hari esok,” ucap Damian bersemangat.
“Memang kakak mau kemana terbang ke bulan?”
“Tidak, aku akan terbang ke bintang saya ingin bertemu anakku di dan kekasihku di bintang”
“Kalau kakak terbang ke bintang tolong temui keluargaku, katakan pada ayahku, kalau anak perempuannya yang ia cintai ini sangat kesepian,"ujar Jovita berdiri lalu menatap langit.
“Ok, akan aku katakan,” ujar Damian ia tertawa lepas.
“ Uaaaa … ! Uaaa ….! Bintang di langit. Apa ibuku ada di sana?” Teriak Jovita menatap langit.
“Bintang apakah ayahku juga ada di sana!” Teriak Damian mereka berdua teriak malam-malam di tepi pantai lalu tertawa. Meluapkan perasaan marah yang di simpan dalam hati.
Damian tidak pernah melakukan hal-hal yang seperti itu sebelumnya , tetapi dengan adanya Jovita gadis cantik yang bersikap ceria membuatnya rasa sakit dan kesepian yang terkurung dalam dadanya saat ini terlepas dan berbaur dengan alam.
Tidak ada rasa sakit hati yang datang saat bersama Jovita, seakan-akan energi positif dalam diri Jovita menyerap rasa sakit dan kesepian dalam dirinya, ia bisa tertawa lepas dengan wanita cantik tersebut.
Setelah berteriak sampai kelelahan mereka berdua naik motor lagi berkeliling sampai pagi.
“Kita jalan-jalan keliling Jogja”
“Aku sudah beberapa kali datang ke sini bersama keluargaku dan om Piter”
“Aku akan mengajakmu mendatangi tempat-tempat yang seru yang belum pernah kamu kunjungi, sebutkan tempat yang kamu sudah pernah kunjungi di kota ini dan aku akan membawa yang belum,pernah'
“Ok, Candi Borobudur dan Prambanan, Malioboro,tugu jogja,Kaliurang,Pantai slili dan banyak pantai lagi aku dan ibuku suka melihat laut, menikmati pantai kami berdua bisa sampai berjam-jam lamanya, terkadang sampai ayah dan Om Piter merasa jenuh melihat kami berdua sama ibu,” ujar Hara bibirnya tertawa tetapi matanya berkaca-kaca mengenang dan merindukan sang Ibu.
” Pantai yang tadi malam kita datangi, Pantai Ngeden salah satu favorit ibu karena pasirnya yang putih, Terimakasih sudah mengajakku ke sana Kak Damian”
Melihat Jovita bersedih Damian menghibur.
“Wow, hampir semua pantai di Jogja sudah pernah dikunjungi ternyata”
__ADS_1
“Ibu lebih suka liburan di sini dari pada di Bali, di Bali terlalu banyak orag, tetapi semua pantai yang ada Di Jogja rata-rata masih asri dan alami aku dan ibu lebih suka yang seperti itu, Ah …aku jadi mewek lagi’ kan.” Jovita mengusap air matanya lagi.
Jovita menemukan sosok hangat dan damai di diri Damian, membuatnya nyaman untuk berbagi cerita, Jovita sudah lama menginginkan sosok teman untuk curhat, sejak keluarganya tiada. Ia juga pernah meminta Leon ingin teman curhat, tetapi saat itu, bukan tempat curhat yang ia terima dari Leon tetapi amarah .
Tetapi kali ini, ia merasa setengah beban di dalam dirinya terangkat saat ia membaginya pada Damian, lelaki yang banyak memberinya senyuman saat ini, Damian mendengarkannya curhat, hanya mendengarkannya curhat saja Jovita sudah merasa sangat senang, apa lagi Damian tersenyum padanya.
“Baiklah karena kamu lebih suka Pantai mari kita mengelilingi semua pantai yang ada di kota indah ini,” ujar Damian berdiri.
Jovita berdiri,
“Tunggu di sini, kamu tidak pakai jaket kita beli, tidak bagus naik motor tidak pakai jaket,” ujar Damian masuk ke sebuah toko, toko yang sudah buka pagi-pagi, lalu membeli jaket dan sarung tangan tidak lupa juga aneka jajanan
Jovita akan selalu muda percaya pada orang yang berbuat baik padanya, baik kali ini, melihat ketulusan di wajah Damian dan perhatian ia percaya padanya. Ia tidak takut lagi, seolah-olah Jovita tahu kalau Damian tidak ada niat jahat lagi padanya
Lelaki bertubuh tinggi itu melajukan kendaraan roda miliknya menuju tempat wisata yang ada di kota itu.
“Kak Damian ….!”
“Hmmm”
“Terimakasih sudah jadi teman curhatku dari tadi malam sampai saat ini”
“Terimakasih juga sudah menemaniku menikmati liburan indah ini. Baru kali aku merasakan liburan begitu tenang dan berkesan, walaupun aku mati nanti aku sudah tenang,” ujarnya tertawa bercanda.
“Kok mati sih, janganlah masih panjang perjalanan hidup kita,” ujar Jovita menyeruput es dingin yang di sajikan dalam batok kelapa tersebut. Mereka berdua bersenang-senang menikmati liburan di pantai.
Pantai yang Damian jelajahi bersama Jovita.
Namun di sisi lain ada hati yang terpuruk.
Leon sampai siang itu, masih tidur, setelah tadi malam, setelah penolakan yang di lakukan Jovita padanya, ia langsung ke bar miliknya dan mabuk sampai pagi, ia terus saja mengamuk sambil minum-minum di ruangannya. Khawatir dengan keadaan Leon. Rikko memanggil dokter dan memberinya obat tidur, ia tidur sampai siang hari.
Bersambung
JANGAN LUPA!!! … VOTE DAN LIKE , KASIH HADIAH JUGA IYA AGAR AUTOR SEMANGAT
, Makasih, kakak semua”
DAN AUTHORNYA
Baca juga;
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
-Bintang kecil untuk Faila (ongoing)
__ADS_1