Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Cincin lamaran


__ADS_3

Leon tidak main-main  dengan janji yang ia ucapkan malam itu, ia berjanji pada Hara, kalau ia berjanji akan  membahagiakan Hara dan melindungi bayinya.


Saat Hara tidur malam itu, Leon memilih tidak sedikitpun tidur, ia takut para penjahat itu datang menghampiri Villa yang mereka tempati.


Bukan hanya itu Leon juga memastikan keadaan Piter dan anak buahnya malam itu. Saat Hara sudah tidur, Leon melakukan banyak hal, keluar dari kamar dan menelepon Zidan.


“Bagaimana?” Tanya Leon .


“Aman Bos, jangan khawatir, Iwan berhasil mengeluarkan pelurunya, dia baik-baik saja”


“Oh, syukurlah. Lalu bagaimana ...


apa kalian bisa keluar dari sana?” Tanya Leon, ia takut  mereka terkepung.


“Kami berhasil keluar Bos, saat ini lagi di villa kita”


“Ok, Kerja bagus anak-anak”


“Bos, apa  saya perlu datang ke sana juga?” Tanya Zidan.


“Tidak perlu Zidan, saya perlu waktu berdua dengan Non Hara, agar kami bicara dari hati ke hati, saya akan berusaha keras kali ini”


“Baik Bos, tapi bagaimana kalau saya dan Rikko mengawasi dari jauh saja Bos. Saya khawatir para bajingan itu menemukan Villa itu, Bos,” ujar Zidan  malam itu.


“Baiklah.” Leon akhirnya mengalah.


Akhirnya malam itu Zidan, Rikko mengawasi Villa milik Hara dari jauh, sementara Leon tidak mau tidur sama sekali, ia sangat takut Hara  terluka. Leon hanya duduk di samping ranjang malam itu matanya menatap wajah Hara, tatapannya sangat dalam, matanya terlihat berkaca-kaca ia berdiri mengerjapkan matanya beberapa kali menghentikan air matanya agar tidak tumpah.


Leon menyadari kalau ia sangat mencintai Hara, ia takut wanita cantik itu terluka. Leon berjaga sampai pagi, saat ayam berkokok ia mendekati ranjang Rara menyelimutinya kembali lalu ia bergegas ke dapur.


                                            **


Hingga pagi tiba.


Diatas meja sudah tersedia nasi goreng


Dari tampilannya sih terlihat sangat menarik, dihiasi dengan irisan tomat yang di potong tipis,  timun juga di potong berbentuk love dan ada acarnya juga, jangan lupakan kerupuk udangnya.


'Tidak mungkin ia memasak ini, matanya langsung melihat , seisi dapur, semua rapi, bahkan sangat bersih, bibir Hara tersenyum geli melihat Leon dengan celemek yang masih dipakai, ia berpikir kalau Leon hanya ingin terlihat keren di depannya.


“Apa ini masakan terbaikmu?” Tanya Hara senyuman tipis ter-ukir di bibir mungilnya.


“Tentu, aku butuh perjuangan keras untuk memasak dan lihat tanganku sampai terbakar”Leon menunjukkan tangannya yang terbakar.

__ADS_1


Hara tersenyum kecil, ia melihat kanan kiri, ia. berpikir Leon di bantu seseorang.


“Ini beneran?”


“Lah, aku tidak berbohong, aku memasaknya sendiri, lihat tempat sampahnya , menunjukkan  bukti perjuangannya memasak serapan untuk calon istrinya.


“Apa hubungan  nasi goreng sama tempat sampah?” Tanya Hara, bersikap apa adanya. Ia, melihat isi keranjang sampah di samping  kompor masak.


“Oh beneran di masak?” bola matanya memutar lalu  menatap tidak percaya, dengan cepat tangannya menyuapi satu sendok ke dalam mulutnya.


Leon menatap tidak berkedip, ia sudah mempraktekkan hasil belajarnya malam itu saat Hara tidur nyenyak, ia belajar dari YouTube cara memasak dan ia juga pernah dari bi Atin,.


Hara pernah   minta di buatin nasi goreng saat di rumah Leon,  tapi ia menolak karena memang tidak tahu cara memasak, tapi saat ini, setelah berusaha  akhirnya ia bisa juga


‘Wah ini mah  seperti makan di restaurant bintang lima, dia berhasil memasak?’ ucap Jovita dalam benaknya.


“Bagaimana, enak tidak?


“Iya enak, ini kesukaanku, aku suka kalau telurnya diceplok dan rasanya pas bangat, kamu berhasil memasaknya,” ucap Jovita memuji masakan Leon , masakan yang butuh perjuangan keras untuk melakukanya, terlihat bukti perjuangan Leon untuk menghasilkan masakan enak seperti itu, bukti perjuangan memasak itu terlihat dari tempat sampah.



Leon juga menemaninya untuk serapan, tapi sejak serapan Leon beberapa kali menarik napas dalam, membuangnya dari mulut dengan perlahan, sesekali ia merogoh kantung celananya memastikan benda itu masih di sana.


“Habis?” Leon tersenyum kecil melihat nona cantik itu makan dengan lahap.


“Makan bukan  hanya aku, dia juga,” kata  Jovita menunjuk perut.


Sedangkan Leon nasi gorengnya setengahnya juga tidak habis, ia terlihat gugup, seperti ada sesuatu dalam dadanya yang berat untuk di ungkapkan.


“Apa ada yang  ingin kamu katakan?” Tanya Jovita menuangkan air ke dalam gelas. Saat ia selesai minum,  tiba-tiba Leon memegang.



“Jovita Hara, aku harus mengatakan sekarang, dengan begitu  baru aku merasa tenang, kalau matipun aku sudah tenang,” ucap Leon masih dengan wajah menegang.


“Ada apa.” tanya Jovita dengan tatapan bingung. Ia berpikir Leon ingin meminta maaf lagi padanya.


Tetapi tiba-tiba , tangan Leon melepaskan kalung yang ia pakai dan melepaskan gantungannya, sebuah benda cantik.


 Sebuah cincin bertabur belian, bendolan sebuah batu berwarna biru dan di pinggirnya dihiasi taburan berlian berwarna putih terlihat  mahal dan mewah, Leon selalu memakainya di leher, agar tidak lupa untuk memberikan pada Hara.


“Jovita Hara.  Menikahlah denganku”

__ADS_1


“Kamu melamar ku?” Tanya Hara tersenyum, ekspresi wajahnya kaget.


“Iya ayo kita menikah. Aku ingin jadi ayah dari anak yang kamu kandung, aku ingin menjaga kalian berdua"


Hara masih duduk di kursi , ia tidak percaya dengan apa ia dilakukan Leon padanya.


 “Menikahlah denganku." Leon mengulangi kalimatnya.


Hara masih ragu, ia tidak pernah  berpikir  kalau Leon bisa  berubah hanya dalam satu malam. Namun, Hara tidak bisa menolak.


“Baiklah,” jawab Hara dengan senyuman kecil, ia menghargai usaha Leon.


‘Aku berharap pilihanku tidak salah ibu’ ujar Hara dalam hati.


“Oh, terimakasih,” ucap  Leon ia  membuang napas-napas pendek dari mulutnya, ia sangat gugup.


” Maaf aku tidak bisa mengungkapkan rasa bahagia dengan kata-kata. Maaf juga padamu tidak bisa bersikap romantis,tapi percayalah aku sangat bahagia,” ujar Leon mengerjap-erjapkan matanya, ia  malu menangis di depan Hara . Lalu ia memakaikan cincin tersebut ke jari manis Jovita,



Ia memeluk Hara dengan erat, mengecup keningnya, tidak lupa juga ia mengecup perut Hara


Akhirnya lamarannya di terima Jovita juga, kini ia sudah merasa berhak pada Jovita dan  bayinya. Ia hanya akan mempersiapkan pernikahan selanjut.


~


Bersambung…


KAKAK TERSAYANG MOHON BANTUANYA UNTUK KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA,  AGAR DAPAT FROMOSI. TERIMAKASIH JUGA SAYA UCAPKAN BUAT KAKAK YANG KASIH TIPS BUAT AUTHORNYA. PELUK HANGAT UNTU KALIAN SEMUA.


Baca juga  cerita yang lain;


 Baca juga;


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


-Bintang kecil untuk Faila (ongoing

__ADS_1


__ADS_2