
Leon mendengarkan apa yang apa yang dikatakan dr. Billy.
“ Pak Leon jika melakukan itu berbahaya, karena saya membaca riwayat pengobatan Nona Hara, menurut Toni dia sempat koma selama tiga hari kerena benturan di kepalanya”
“Lalu apa yang aku lakukan?”
“Pak Leon …. Apa bapak yakin kembali kepadanya? Maksudku bagaimana kalau bapak juga mengalami tekanan mental lagi”
"Aku tidak apa-apa, Dok. Hara pernah bilang luka yang susah di sembuhkan dari seseorang yaitu luka hati, karena dendam”
“Lalu?”
“Aku mencoba menerima kenyataan dan berdamai dengan keadaan”
“Pak Leon, aku takut Nona Hara juga mengalami hal yang kamu alami jika ia sudah bisa mengingat semuanya. Karena itulah mungkin Piter tidak membiarkannya mengingat kejadian yang menimpanya”
“Aku tidak bisa membiarkannya seperti itu terus, Dok"
“ Pak Leon lakukan hal-hal kecil saja mulai dari makan malam, berikan kejutan kecil dengan begitu saraf-saraf di otaknya nanti saling bekerja, dengan sendiri akan mengingat semuanya, tetapi bersabarlah jangan langsung beritahukan semuanya, itu akan berbahaya untuk kepalanya," ujar Billy di ujung telepon saat ini. Ia masih di Thailand mendampingi Toni untuk melakukan operasi untuk memperbaiki wajahnya yang terbakar.
“Baiklah Dok, bagaimana dengan Toni?’
“Dia dalam tahap pemeriksaan lanjutan”
“Baiklah Dok”
Sebelum menutup teleponnya Billy mengingatkan Leon lagi.
“Pak Leon ….” Billy menghela napas berat.
“Lakukan dengan hati -hati , Non Hara pernah terluka parah”
“Baiklah Dok”
Minta bantuan Zidan dan Ken untuk menjinakkan Piter
Leon akhirnya membuat acara makan romantis di gedung atas, menyuruh Bram mempersiapkan sebuah meja di taman paling puncak di Hotel itu
“Aku tidak ingin gagal dan tidak boleh gagal sedikitpun.” Leon yakin. Ia sengaja meminta izin untuk Hilda untuk meminjam waktu Hara.
“Bu Hilda, jangan bertanya apapun dan jangan memberitahukan pada siapapun, tolong kabarin keluarganya terlebih pamannya yang bernama Piter, kalau Hara berkerja malam. Dengar! lelaki itu orang yang sangat pintar, berikan alasan yang masuk akal dan bukti yang tepat . Saya sudah meminta Zidan juga untuk mengamankan. Saya juga butuh bantuan mu … jangan memancingnya curiga, saya harus bicara berdua dengan Hara”
“Baik Pak Leon, saya akan membantu,” ucap wanita cantik itu dengan yakin.
“Terimakasih Bu Hilda, saya ingin, Bu Hilda mengizinkannya pulang lebih awal.”
“Baik Pak”
Permintaan Bos siapa yang bisa membantah, di gedung atap sudah tersedia satu meja yang dihiasi dengan aneka bunga mengelilingi meja, bunga langka yang akan di berikan untuk Hara sudah didapatkan.
*
“Hara kamu boleh pulang duluan, ada seseorang yang menunggumu di lantai atas,” ucap Hilda memanggil Hara ke ruangannya.
“Tapi ini belum waktu pulang kerja Bu”
__ADS_1
“Tidak apa-apa, anggap saja ini perintah.” Hara mengangguk.
“ Baiklah”
Hara keluar dari ruangan Hilda, berganti seragam dan menggantinya dengan pakaian santai, kaos polos yang di padukan kardingan dan celana street panjang berwarna hitam, terlihat santai, Harusnya ia menghadiri undangan makan malam dengan seorang owner perusahaan kecantikan yang akan ia iklankan nantinya . Tetapi, karena Piter mendadak ada masalah kerjaan di luar kota, terpaksa Hara membatalkan acara makan mereka. Piter mendadak pergi itu ulah Zidan menjauhkan Hara dari pengawasan Piter agar ia bisa makan malam dengan Leon.
Setelah berganti pakaian, ia mengunci lokernya dengan sikap sembunyi-sembunyi dari karyawan yang lain, ia naik keatas. Leon sudah menunggunya dari tadi, ia menyembunyikan meja untuk makan malam itu, ia ingin kejutan untuk Hara.
Saat Hara datang, ia membelakangi pintu masuk, berdiri menatap jauh kearah jalanan, ia tidak memakai setelan jas seperti yang tadi pagi setelan kali ini, menggunakan kemeja berwarna abu-abu memperlihatkan seseorang berkharisma.
“Selamat sore Pak. Apa Bapak memintaku datang ke sini?” tanya Hara dari belakang.
Leon membalikkan tubuhnya dan berjalan mendekati Hara, ia masih diam mencoba melihat di balik bayangan bertubuh tegap itu.
“Selamat datang Hara,” ucap Leo dengan wajah sederhana tidak ada senyum dari wajah Leon, karena memang hampir tidak pernah melakukanya, tetapi akan sedikit berubah saat bertemu Hara.
“Oh …. Bapak ternyata, kirain siapa yang nyariin”
“Kenapa, kamu kecewa karena aku yang datang?”
“Bukan. Wajah bapak silau tadi, dari belakang terlihat sagat asing, karena hanya pakai kemeja, terlihat masih muda.” Kata Hara ceria seperti biasa.
“Memang biasanya aku terlihat tua?”
“Iya, bapak itu dari kemarin dan tadi pagi pakai setelan jas terlihat seperti bapak empat anak” Ucap Hara terkekeh.
“Baiklah, aku akan sering-sering pakai baju kemeja kalau begitu”
Hara lebih tersenyum, saat melihat Leon menyetujui pendapatnya, kini matanya tertuju pada empat pot yang sudah di persiapkan Leon untuknya.
Leon selalu mendapatkan apa yang diinginkan, sebagian dari bunga-bung langkah itu bahkan tidak ada di Indonesia, ia meminta Ken terbang ke China demi mendapatkan bunga sayap bidari, semua ia lakukan demi melunasi janji Leon untuk Hara di masa lalu
“Tapi bukan hanya bunga itu yang ingin aku berikan padamu, Hara”
“ Bunga ini untukku?”
“Nanti aku berikan padamu, aku yakin kamu menyukainya karena bunganya langka dan susah merawatnya, tapi ada syarat kamu untuk mendapatkannya.”
“Apa?” Tanya Hara matanya membulat.
“Kamu harus temani aku makan malam disini.”
“Hanya itu, kan? Tentu tidak apa-apa. Tapi… Kenapa Bapak memberikan aku bunga-bunga langka ini?”
‘Karena aku sudah berjanji akan memberikan itu untukmu di masa lalu Hara. Taman bunga indah ini untukmu juga’ Leon hanya berani berucap dalam hati.
Leon menunjukkan sisi yang berbeda dari dirinya ya kali ini pada Hara
Saat Hara berjongkok, Leon ikut berjongkok di sebelah Hara.
“Apa yang kamu lakukan pada mereka?” Tanya Leon saat Hara membelai salah satu bunga langka.
“Aku pernah membaca salah satu artikel, jika kamu mencium bunga ini dengan pasanganmu dengan tulus, peri di dalamnya akan mendengar doamu dan mengabulkannya. Aku akan melakukannya Saat Hara menutup Mata dan mencium bunga sayap bidadari dan memikirkan Maxell. Leon bertindak cepat, merebutnya dan menciumnya juga dengan cepat.
__ADS_1
“ Pak Leon!”
“Kenapa? Aku juga ingin mencobanya juga,"ucapnya tanpa merasa bersalah.
“Masalahnya aku jadi menyebut nama Bapak tadi. Bagaimana kalau peri di dalam bunganya menjodohkan kita?” Tanya Hara dengan mulut menganga .
Hara ingin menangis karena gagal menyebut nama Maxell, malah menyebut nama Leon.
“Nona Hara itu hanya Mitos,” ujar Leon pura-pura acuh padahal ia berharap itu nyata.
Karena kepercayaan Leon masih menganut politeisme atau percaya pada roh leluhur dan mitos. Maka saat Hara menyebut hal seperti itu Leon langsung yakin kalau hal itu benar.
“Lalu bagaimana kalau itu benar?” Tanya Hara lagi ia seperti merasa bersalah pada Maxell.
‘Berarti bagus Hara... karena aku inginnya begitu’balas Leon dalam hati.
“Kita makan malam saja,” ujar Leon mengalihkan pertanyaan Hara.
“Tapi beneran bunga-bunga ini untukku?”
“Iya”
Saat Hara berdiri melihat bunga -bunga cantik itu dengan tawa bahagia , tiba-tiba ia mendengar suara suara dalam kepalanya.
‘Ibu, bunga ini akan kita tanam dimana?’ Hara menanam bunga bersama sang ibu dan adik laki-lakinya.
Tiba- tiba Hara memegang kepalanya.
“Hara, kamu tidak apa-apa?” Leon memegang pundaknya dengan wajah panik
“Entahlah ... tiba-tiba kepalaku pusing” Leon meraih tubuhnya dan meletakkan kepala Hara di dadanya.
“Jangan dipaksa Hara. Kamu hanya perlu tutup mata dan tarik napas dan buang lakukan pelan-pelan”
Hara menurut apa yang di lakukan Leon, ia memeluk pinggang Leon meletakkannya kepalanya di dada dan tutup mata. Leon melakukan hal licik juga. Ia meraih pot bunga sayap bidadari dengan yang dikatakan Hara tadi, dengan cara diam- diam, lalu mengarahkan ke hidungnya, ia membuat permohonan.
‘Aku ingin …. Jovita Hara. Wanita memeluk dadaku saat ini, bersamaku selama’ ujar Leon lalu meletakan kembali pot bunga itu di atas kursi tersebut.
Bersambung ….
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA
Terimakasih untuk tips tambahan kakak baik untuk @Syalala
@Leksi Anastasia. Kalian membuatku bertambah semangat ILoVe Full
Baca juga cerita yang lain;
Baca juga;
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
__ADS_1
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)