Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Ajaran yang menyesatkan


__ADS_3

Pertarungan antara kekuatan Pemuka agama dengan dukun jahat yang  terjadi sangat sengit, untungnya Bu Atin dan Bimo ikut membantu orang tua yang mereka panggil dengan sebutan tuaq.


Orang tua itu menutup mata  dan mulut komat-kamit, ia membaca ayat-ayat ritual dan sesekali tangannya terkepal kuat memegang  sebuah pisau berkepala naga, mereka meyakini orang tua itu sedang melakukan pertarungan dengan pemilik ilmu hitam yang menyerang keluarga Leon.


Bu Atin dan Bimo, tidak mau membiarkan orang tua itu melawan sendirian, mereka berdua juga ikut membantu dengan cara memotong ayam hitam sebagai kurban,  lalu darahnya di persembahkan  pada dewa atau leluhur mereka,  meminta bantuan untuk mengalahkan dukun jahat yang mencoba merusak otak Okan.


Bu Ati melakukan ritual persembahan Bimo membakar semua pakaian milik Okan,  sudah hampir pagi,  semua tampak sibuk di rumah Leon,  mereka semua membakar barang-barang yang  pernah di pakai Okan dengan begitu ilmu hitam yang mempengaruhi pikiran dan jiwa Okan,  hilang dan kembali pada pemiliknya.


“Apa yang terjadi?” tanya seorang asisten rumah tangga yang tidak tahu apa yang terjadi.


“Lakukan saja mbak, nanti saja kita bahas apa yang terjadi,” ujar suster yang merawat Bu Atin, ia sibuk mengeluarkan barang Okan semuanya,  bahkan buku-buku sama tas sekolahnya bahkan tempat tidur dan lemari  ikut di bakar.


Pengasuh si kembar yang bernama Ana masih bekerja di rumah Leon, walau kedua anak kembar itu sudah remaja setia bekerja di rumah Leon, Ana sangat sedih  saat Bimo bilang; kalau selama ini, sikap nakal  Okan  karena di pengaruhi ilmu hitam, karena ia tahu Ok saat kecil tidak pernah nakal, hanya jarang bicara.


“Pantas saja dia berubah, dulu dia anak yang sangat sopan sama seperti Nona Chelia, tetapi sekarang sifat Okan berbeda,” ujar Ana.


Saat  sibuk  membakar barang-barang milik Okan.Tiba-tiba teringat sesuatu di sekolah.  Supir  pernah melihat guru olah raganya memberikan kertas kecil untuk Okan, saat ia bertanya Okan menyembunyikannya tidak mau memberitahukannya, ia mengaku itu hanya contekan mata pelajaran, tetapi ia baru ingat bukan hanya sekali guru bertubuh tinggi itu menemui Okan dan memberikan gulungan kertas putih itu.


Ana juga pernah ikut mengantar Chelia ke sekolah, ia melihat kalau itu bukan kertas, melainkan  kain putih yang di lipat-lipat yang saat ini lagi di bakar, ia menceritakanya pada Bimo.


“Kamu yakin?” tanya Bimo dengan wajah serius.


“Iya aku yakin Pak, Ibu belakangan ini memintaku ikut ke sekolah diam- diam untuk memata-matai Okan, aku baru ingat akan hal itu,” ujar Ana.


Mendapat satu petunjuk penting Bimo mengabari Leon dan memberitahuk tuaq.


Leon datang dari hotel meninggalkan Hara, Okan dan Chelia di hotel, ia berlari menemui pemuka adat.


“Apa yang terjadi Bu? Siapa yang melakukannya?”


“Buku itu tidak bisa datang sendiri ke tangan putramu , pastilah ada seseorang yang memberikannya langsung,” ucap  lelaki tua itu dengan yakin.


“Apa yang harus kami lakukan Tuaq?”

__ADS_1


“Tangkap dia diam-diam dan bawa kesini agar kita bisa


mengembalikan apa yang di berikan pada putramu melalui dia”


“Baik Tuaq”


Leon mengabari Zidan, Ken, Toni tentang apa yang dialami putranya.


“Apa itu dari organisasi?” Tanya Ken.


“Tidak ini dari suku,” balas Leon.


“Ok, Bos kami akan datang,” ujar Zidan dan Toni.


Ketiga  lelaki ini masih setia dan perduli pada Leon, tetapi tidak untuk istri dan rumah tangga mereka.


Saat subuh.


Lelaki bertubuh tinggi, seorang guru olah raga di sekolah Okan,  tinggal di sebuah rusun, tidak jauh dari  sekolah tempat ia mengajar.


Saat di gerebek lelaki berbadan tinggi besar itu, sedang terlelap tidur. Leon mengeledah ternyata benar,  ia memiliki banyak benda-benda aneh di rumahnya, dan sering mengadakan ritual-ritual di rumahnya, terlihat dari banyaknya benda-benda mistis di sana, bahkan buku yang sama dengan Okan.


“Gila siapa si brengsek ini?” Tanya Ken menutup hidung  bau busuk  tercium dari satu kamar.


“Ini mirip rumah dukun dari pada rumah seorang guru,” ujar Toni.


“Guru hanya sebuah alasan, dia punya tujuaan besar,” ujar Zidan.


Tetapi Leon yakin,  ia bukanlah otak utamanya,  ia hanya seorang perantara atau pesuruhnya, otak sebenarnya pastilah seorang yang punya ilmu tinggi.


“Bawa dia,” pinta Leon.


Ken menutup matanya dan menyuntik lelaki itu hingga tidur, agar ia tidak bisa memanggil orang yang menyuruhnya.

__ADS_1


“Gila apa yang ia lakukan di dalam rumahnya, ini bau bangkai dan ada bangkai ayam dalam kamar,” ujar Bimo ingin muntah, ia keluar dari kamar gelap yang di jadikan tempat melakukan ritual karena banyak benda-benda aneh bahkan ada foto seorang wanita cantik yang ia coret-coret dengan cairan merah.


Leon melihat foto yang ia coret-coret dengan cairan merah, ia adalah foto wali kelas Okan, wanita cantik   guru yang beberapa hari lalu ia temui dengan Hara.


“Apa Bos mengenalnya?” tanya Ken menunjuk Foto.


“Iya, dia guru wali kelas Okan”


“Apa yang ingin orang gila ini lakukan?” ujar Zidan dengan tangan masih menutup hidung.


“Bawa dia ke rumah kita,” pinta Leon, mereka mengangkut guru olah raga Okan, lelaki itulah yang memberi ajaran-ajaran sesat  dan memberikan buku sihir dan jimat pada Okan.


*


Leon  kembali ke hotel menemani Hara yang ketakutan, ia merasa bersalah setelah tahu ternyata Okan dipengaruhi ilmu hitam dan ajaran sesat dari gurunya, makanya ia memiliki sikap yang buruk.


Tetapi tidak tahu mulai kapan tepatnya ia terjerumus.


“Apa sebenarnya yang terjadi, aku seakan tidak percaya dengan semua yang aku lihat dan aku dengar,” ujar Hara ketakutan.


“Maafkan Bu, harusnya aku mengetahuinya tetapi entah kenapa mataku seakan-akan ditutup,  jadi aku tidak bisa melihat ilmu hitam yang mempengaruhi Okan, untung tadi malam aku datang ke kamarnya dan melihat buku itu, kalau saja kita mengantarnya ke asrama dan ia tinggal di sana,  dia akan makin parah dan bisa kehilangan akal sehat dan si pelaku bebas mengendalikanya karena tidak ada pengawasan,” ujar Leon.


“Oh … iya ampun. Maafkan Ibu Nak, aku tidak tahu,” ucap Hara menyesal.


“Tidak apa-apa Bu,” ujar Leon , ia menarik tangan Hara membawanya ke dalam dadanya memeluknya dengan erat. “Aku tidak tahu apa jadinya kalau tidak mengetahuinya sekarang,terimakasih para leluhur karena kalian masih menjaga keluargaku ,” ucap Leon.


“Tapi apa Okan akan kembali seperti dahulu? Apa ia akan baik-baik saja?”


“Mudah-mudahan, Ibu dan orang tua itu, masih bekerja keras di rumah mudah-mudahan mereka mengalahkan dukun jahat itu agar Okan pulih,


Bersambung ...


Jangan lupa vote dan like iya kakak

__ADS_1


__ADS_2