Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Cinta Berubah Setelah Umur Bertambah Tua


__ADS_3

Sebuah pernikahan yang sudah berjalan puluhan tahun, katanya, adakalanya merasa jenuh dan bosan.



Titik itulah yang dialami Ken dan Rebeka . Ken dari dulu memang  tukang selingkuh. Ia paling tidak  bisa bertahan untuk satu wanita. Tetapi Rebeka selalu bersabar berharap suaminya akan  berubah setelah mereka menikah dan memiliki anak. Wanita cantik blasteran itu juga tidak terlalu banyak menuntut, karena ia sadar diri kalau, ia punya masa lalu yang sangat kelam.


Dulu ia Wanita pemuas ranjang untuk Leon, tetapi setelah ia memiliki seorang anak yang bernama Thiani, ia berubah. Segala rasa sakit dan perselingkuhan Ken ia pendam dan ia tahan sendiri dalam hati.


Dari dulu Rebeka lebih banyak diam demi mental putri mereka yang saat ini sudah beranjak remaja. Tetapi, kesabaran hati seseorang ada batasnya.


Kali ini, Saat Ken  ketahuan berselingkuh lagi dengan sekretarisnya, Rebeka tidak tahan lagi.


Wanita berambut pirang itu mendatangi kantor suaminya dan langsung masuk ke ruangan Ken.


Emosinya memuncak saat sekretarisnya sedang berduaan dengan Ken dalam ruangannya.


“Apakah kamu akan begini terus menerus?” Tanya Rebeka  meluapkan emosinya pada Ken.


“Rebeka, jangan salah paham, aku sama  dia hanya membahas tentang pekerjaan,” Ken berdalih.


“Membahas pekerjaan, tidak harus duduk pangku-pangkuan, aku sudah pernah ada di dunia yang kamu jalani saat ini, jadi jangan paksa aku untuk mengingat siapa diriku yang dulu!” Teriak Rebeka marah.


“Kamu lagi wanita  hina, apa kamu tahu bosmu sudah punya istri?” Rebeka menatap tajam pada sekretaris.


Wanita itu  menunduk  ingin pergi, tetapi Rebeka menahan tangannya dan menampar wajahnya dengan keras.


“Carilah lelaki yang belum  menikah untukmu dan kamu saku pecat jadi sekretaris suami saya,” ucapnya dengan marah.


Ken hanya diam, karena baru kali ini Rebeka semarah itu padanya.


“Rebeka nanti kita bicarakan di rumah,” bujuk Ken.


“Tidak, aku tidak ingin  membahas apapun denganmu di rumah, karena aku tidak ingin putriku tahu kalau bapak yang dia sayangi lelaki tukang selingkuh dan aku tidak mau merusak mentalnya. Karena itulah selama ini aku diam. Aku tidak ingin apa yang aku rasakan saat remaja di rasakan putriku,” ujar Rebeka.


“Rebeka, kamu salah paham aku hanya  main-main saja, cari hiburan,” ujar Ken.


“Terserah, kamu mau cari hiburan atau tidak … jangan salahkan aku jika aku juga jadi rusak karena kamu, jika kamu ingin keluarga kita bertahan ubah dirimu,” ujar Rebeka.


Ia meninggalkan Ken di kantornya dan Rebeka menyetir ke gedung senam milik Hara, di sanalah dia merasa terhibur bisa meluapkan semuanya perasaannya pada  Hara dan Clara.



Di sisi lain kapal rumah Zidan dan Clara, sedang di terpa badai.

__ADS_1


Clara juga merasakan namanya lelah batin, bedanya kalau dalam rumah tangga Ken karena selingkuh , tetapi dalam rumah tangga Clara dan Zidan karena sikap  Zidan yang  dingin.


Zidan semakin hari semakin sibuk dalam pekerjaan, tidak ada waktu untuk keluarga, hal itu yang membuat Clara  merasa sangat frustasi,  Zidan  semakin dingin padanya dan selalu sibuk dalam bekerja. Berangkat pagi dan pulang tengah malam, begitu saja tiap hari.


Keluarga Clara dari Bandung protes karena Zidan tidak pernah ikut pulang ke orangtuanya.


Puncak kemarahan Clara pagi itu, setelah supir mengantar putra mereka sekolah Clara dan Zidan akhirnya bertengkar hebat.


“Kalau kamu berangkat kerja hari ini kita akan  pisah!” ancam Clara pada Zidan yang menolak untuk pulang ke Bandung untuk merayakan ulang tahun orang tua Clara.


“Aku bekerja untuk siapa!? Untuk kita juga, perayaan ulang tahun bisa dirayakan  lain kali saja atau di rayakan sama kalian saja, tidak harus ikut aku!” Balas Zidan.


“Umur siapa yang tahu Zidan, kalau ayah saya  tidak panjang umur untuk tahun depan bagaimana!”


“Kalau tidak panjang umur ya sudah … lalu aku harus bagaimana?”


“Ada apa denganmu? Kenapa semakin hari kamu tidak perduli padaku, apa kamu bosan denganku?” Tanya Clara.



“Clara berhenti untuk membahas itu lagi dan itu lagi, aku sudah cukup lelah untuk memikirkan pekerjaan,” ujar Zidan.


“Pekerjaan lagi dan pekerjaan terus, seolah-olah kamu yang paling sibuk di dunia ini,” ujar Clara.


“Baiklah, kalau itu yang kamu inginkan,” ucap Clara.


“Iya, itu lebih baik, karena wanita yang memiliki kesibukan akan lebih bersikap positif dan tidak selalu bersikap curiga pada pasangannya,” ujar Zidan dengan wajah datar.


“Baiklah, kamu benar selama kita menikah aku selalu bergantung padamu,  sudah waktunya aku lepas darimu,” ujar Clara dengan  mata berkaca-kaca.


Clara selalu iri dengan teman-temannya yang selalu liburan dengan suami dan anak-anak mereka, tetapi Clara sudah lupa kapan  terakhir  mereka liburan  keluarga.


‘Kalau aku tahu, kalau aku tahu  hidupku  begini mungkin aku tidak mau menikah denganmu saat itu’ ujar Clara dalam hati.


Ia meninggalkan Zidan dan ia mengeluarkan mobil pergi ke rumah Hara, ia akan menumpahkan semua unek-uneknya pada.


Hara.


Di rumah Hara.


Kini anak-anak mereka sudah anak remaja yang tampan dan cantik.


Hara berpikir Leon akan berubah, setelah anak-anak mereka  beranjak  besar,  Hara juga sudah melakukan kewajibannya sebagai istri, melayani suami dan menjadi ibu yang baik untuk anak-anak mereka.

__ADS_1


Setela anak-anak mulai bertambah besar, ia berpikir kalau ia harus punya kesibukan untuk membuang kejenuhannya, sepasang anak kembar, sudah sibuk melakukan kegiatan sekolah dan kegiatan.


Chelia ia masukkan mengikuti les piano dan balet sedangkan Okan team basket. Leon dan Hara tidak  memaksakan keinginan mereka,   anak-anak yang memilih dan menyukai  semua yang mereka pilih.


Karena Hara berpikir  sesuatu yang dipaksakan hasilnya tidak akan maksimal, Okan dan Chelia menyukai apa yang mereka  pilih.


Karena sepasang anak kembar itu sudah sibuk di sekolah  dan kegiatan  masing-masing. Hara jadi banyak waktu luang di rumah,  ia ingin melakukan kesibukan, karena itulah ia berencana akan menjalankan sendiri gedung senam milik ibunya yang selama ini membayar orang.


Pusat kebugaran gedung yang luas, selama ini Hara ingin  menjaga dan  mengelola sendiri, tetapi Leon dulu melarangnya dengan alasan anak-anak mereka masih  kecil, tetapi saat anak- anak sudah mulai remaja ia ingin memulai lagi sebagai instruktur senam seperti ibunya. Hara berpikir tidak ada lagi alasan Leon untuk melarangnya;


“Aku akan bekerja mulai besok,” ujar Hara saat keluar dari kamar mandi  mengenakan piyama tidur berwarna cream berbahan sutra.


“Kerja apaan?” tanya Leon tidak bersemangat,ia paling tidak suka kalau Hara membahas tentang pekerjaan.


“Aku ingin menjalankan sendiri pusat senam milik ibu.”


“Memang tidak boleh orang lain yang mengelolanya, kenapa harus kamu?” tanya Leon dengan mata masih tetap pada gadget di tangannya.


“Boleh sih, kan, selama ini yang menjalankannya orang lain, maka kali ini aku akan  menjaganya dan sekaligus salah satu tenaga pelatih kebugaran di sana.”


“Maksudnya kamu  juga memberikan pengajaran? Untuk apa?” Alis mata Leon menyengit tanda protes.


“Aku butuh kegiatan Leon, anak-anak juga sudah besar dan  sibuk di sekolah,  mereka jarang di rumah, aku  merasa jenuh  di rumah, karena itu aku butuh kegiatan, ini bukan tentang, uang sayang, ini soal waktu,” ujar Hara.


“Terus ….?”


“Pak Leon, aku sudah bilang berapa kali,  tidak semua diukur dengan uang,  aku melakukan ini,  agar aku punya kesibukan, anggap saja aku melakukan apa yang membuat hatiku senang.”


“Di sana kan ….” Leon menggantung kalimatnya.


“Apa?” tanya Hara menatap suaminya.


“Baiklah, kapan akan mulai?” tanya Leon lagi,  tadinya ia  mau bilang di sana banyak lelaki, tetapi otaknya tiba-tiba teringat kalau ia tidak mau bersikap cemburu lagi, walau hatinya tidak setuju Hara untuk bekerja lagi, ia akhirnya memberi izin.


“Besok.”


“Haaa, kenapa buru-buru?”  tanya Leon  terlihat makin gelisah.


“Tidak buru-buru, hanya, aku dan Kikan, Clara sebenarnya sudah lama ingin melakukanya, tetapi kamu, kan,  saat itu tidak memberikan izin.”


“Baiklah,” ucap Leon kemudian dengan setengah hati.


Bersambung ….

__ADS_1


__ADS_2