
Okan bangun kesiangan karena malamnya ia tidak bisa tidur, memikirkan nasip kembaranya.
Tiba-tiba ponsel berdering membuatnya terbangun, melihat nama pemanggilnya Giovani, ia menghiraukannya, ia turun setelah mandi.
Driiing …!
Lagi-lagi mantan tunanganya meneleponya.
“Ada apa? Apa lagi yang kamu inginkan dariku?” Tanya Okan.
“Kan, aku ingin kamu kembali ke Jerman, aku ingin bersamamu”
“Maaf … jalani saja hidupmu dengan bebas, jangan pernah menghubungiku dan mengharapkan apa-apa dariku,” ujar Okan menutup teleponnya.
Saat ia berbalik badan.
Buuuk …!
Seseorang menabraknya dengan keras mengakibatkan ponselnya jatuh ke injak.
“Apa yang kamu lakukan?”
Seketika wanita berpakaian serba longgar itu menatap wajahnya dengan kaget.
“Oi … malah begong!” Okan menjetikkan jarinya membangunkan wanita yang mematung tersebut.
“Maaf ... tadi kamu yang berbalik badan tiba-tiba,” ujarnya membela diri.
“Kamu yang tidak melihat jalan, makanya jalan pakai mata,” ujar Okan memungut ponselnya miliknya.
“Sikap sombong itu tidak pernah berubah dari dulu,” gumamnya pelan.
“Apa kamu bilang?”
“Tidak ada aku hanya ingin meminta maaf”
“Kamu baru bekerja di sini, ya?”
“Iya Pak”
“Sudah sana, bikinin aku teh lemon,” pintah Okan ia sibuk mengusap-usap kayar ponsel miliknya.
Wanita itu kembali lagi ke dalam rumah meminta Ana membuat teh lemon untuk Okan.
“Ini … teh lemonya Pak,” ujarnya meletakkan gelas teh di atas meja.
“Ya terimakasih,” ujar Leon tanpa menoleh.
Wanita itu mengumpulkan tumpukan file- file tebal itu dan meletakkannya di satu tangannya lalu ia menekan kunci mobil dan pergi.
Okan duduk di dekat kolam renang matanya sibuk menatap layar ponselnya.
“Mau serapan apa Kan?” Tanya Ana ia mendekat.
“Nanti saja Kak Ana, belum lapar, Ibu kemana?”
__ADS_1
“Ibu ke sekolah Lucas, tadi Ibu pesan kamu ke kantor menggantikan Bapak”
“Baiklah”
Ana sudah seperti keluarga di rumah Leon setelah kepergian Bu Atin, Hara tidak memperbolehkan Ana berhenti, jadi Ana dan suaminya bekerja di rumah Okan.
Setelah mandi Okan berangkat ke kantor untuk bertemu seseoranga atas permintaan ibunya.
Okan menyetir sendiri ia menelepon ibunya .
“Iya Nak,” suara Hara dai ujung telepon.
“Ibu aku bertemu siapa?”Tanya Okan menempelkan heardset di kupingnya.
“ Dia sudah menunggu kamu di kantor ayah, tadinya ingin menemuiku, tapi aku di sekolah Lucas”
“Baik Bu”
*
Tiba di kantor Okan.
“Selamat pagi Pak Okan ada seseorang yang akan bertemu dengan bapak”
“Suruh dia masuk”
Naira masuk.
“Selamat siang Pak Okan”
“Kamu wanita yang tadi pagi …? Bukanya pekerja di rumah kami?”
“ Ya Pak, tadi pagi saya sudah ke rumah bapak, tapi saya bukan bekerja di rumah Bapak”
“Lalu kamu siapa?”
“ Saya hanya ingin menunjukkan ini sama bapak, ini gambar desain bagunan yang di minta Bu Hara.” Naira menyerahkan gambarnya pada Okan.
Ia menatap gambar desain itu dengan seksama dan Naira menjelaskan material yang akan di gunakan untuk renovasi gedung senam milik Hara. Okn hanya mengangguk dan menerima dengan baik ide yang di berikan Naira.
‘Gambarnya bagus .... Ini seperti gambar milik ibu’ Okan membatin.
“Bagaimana Pak Okan?” Tanya Naira dengan tatapan serius.
“Baiklah saya setuju, ibu memintaku untuk membawamu ke lokasinya”
“Saya tahu Pak, mau berangkat bareng apa kita jalan masing-masing?”
Okan menatap wanita itu, ia merasa ada sesuatu antara mereka yang Leon tidak tahu. Terlihat dari sikap biasa dan sikap tenang yang di tunjukkan Naira padanya. Namun, okan enggan untuk bertanya ia takut pemikirannya salah.
“Baiklah, kita naik mobilku saja,” ujar Okan.
“Baiklah.” Naira merapikan gambar miliknya lagi dan ia bergegas keluar mendahuli Okan.
“Siapa wanita ini? Apa kami pernah bertemu, sikapnya terlihat sangat familiar,” gumam Okan pelan.
Ia menggeleng, ia berpikir lagi ia tidak mungkin punya teman wanita yang modelnya seperti Naira. Ia selalu punya teman yang wanita yang cantik berkelas. Melihat penampilan Naira yang sederhana, bahkan terlihat kampungan, jadi ia berpikir itu bukan tipenya.
Dalam mobil saat Okan menyetir, mereka berdua hanya diam. Naira sibuk mempelajari desain untuk klien selanjutnya.
__ADS_1
Naira seorang arsitek, ia lulusan arsitek terbaik dari kampusnya, Haralah yang membiayai kuliahnya hingga ia sukses seperti itu.
“Apa kamu seorang arsitek?” Tanya Okan, akhirnya ia membuka suara.
“Iya”
“Kantor di mana?”
“Di Gedung Sudirman lantai empat”
“Oh.”
Suasana kembali hening, Naira hanya menjawab apa yang ditanyakan Okan, karena ia tahu kalau lelaki berwajah tampan itu tidak suka banyak bicara, sementara Naira gadis ceria yang punya banyak teman, mereka memiliki sikap yang bertolak belakang.
Ia mengenal Okan dengan sangat baik, sementara Okan tidak mengenalnya.
‘Siapa wanita ini?’ Okan melirik gadis di sampingnya.
Tidak lama kemudian mereka tiba di gedung olah raga milik Hara, kini gedung itu bkan lagi gedung untuk olah raga, rencananya ingin diali pungsikan jadi pantiasuhan.
Naira turun melihat sesekeliling gedung tersebut, ia mengarahkan cemeranya dan mengambil gambar egedung dari semua sisi.
Okan hanya melihatnya tanpa mengingat siapa wanita yang bersamanya saat itu.
‘Berhetilah menatapku seperti itu, kamu tidak mengingatku tetapi aku tidak akan pernah melupakan apa yang pernah kamu lakukan padaku, kalau bukan kebaikan Bu Hara, aku sudah membunuh saat ini’ ujar Naira dalam hatinya. Ia menarik napas panjang tangannya mengusap liontin foto ibunya.
“Sudah Pak, Bapak boleh pulang”
“Kamu bagaimana?”
“Saya bisa naik angkot saya masih ada urusan,” ujar Naira, tiba-tiba ia sangat benci melihat Okan saat itu. Ia pergi meninggalkan Okan.
“Ada apa dengan wanita ini,” desis Okan kesal, ia masuk ke dalam mobilnya dan melewati Naira begitu saja. Ia tidak mengingat tentang Naira gadis sederhana yang saat itu tinggal di pantai asuhan.
Saat Okan meninggalkan ia bersikap santai.
"Pergi lelaki angkuh! kalau bisa pergi jauh agar aku tidak melihatmu lagi," ujar Naira.
Nair gadis yatim piatu, ia kehilangan ibunya karena ulah Okan. Apakah Okan akan mengenal wanita tersebut?
Bersambung ….
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH
Terimakasi untuk tips ya
Baca juga karyaku yang lain
-Aresya(TERBARU)
-Turun Ranjang( on going)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (Tamat)
__ADS_1
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
- Bintang kecil untuk Faila (tamat)