Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Siapa gadis culun itu?


__ADS_3

Okan bangun kesiangan karena malamnya ia tidak bisa  tidur, memikirkan nasip kembaranya.


Tiba-tiba ponsel berdering membuatnya terbangun, melihat nama pemanggilnya Giovani, ia menghiraukannya, ia turun setelah mandi.


Driiing …!


Lagi-lagi mantan tunanganya meneleponya.



“Ada apa? Apa lagi yang kamu inginkan dariku?” Tanya Okan.


“Kan, aku ingin kamu kembali ke Jerman, aku ingin bersamamu”


“Maaf … jalani saja hidupmu dengan bebas, jangan pernah menghubungiku dan mengharapkan apa-apa dariku,” ujar Okan menutup teleponnya.


Saat ia  berbalik badan.


Buuuk …!


Seseorang menabraknya dengan keras mengakibatkan  ponselnya jatuh ke injak.


“Apa yang kamu lakukan?”



Seketika wanita berpakaian serba longgar itu menatap wajahnya dengan kaget.


“Oi … malah begong!” Okan menjetikkan jarinya  membangunkan wanita  yang mematung tersebut.


“Maaf ... tadi kamu yang  berbalik badan tiba-tiba,” ujarnya membela diri.


“Kamu yang tidak melihat jalan, makanya jalan pakai mata,” ujar Okan memungut ponselnya miliknya.


“Sikap sombong itu tidak pernah berubah dari dulu,” gumamnya pelan.


“Apa kamu bilang?”


“Tidak ada aku hanya ingin meminta maaf”


“Kamu baru bekerja di sini, ya?”


“Iya Pak”


“Sudah sana, bikinin aku teh  lemon,” pintah Okan ia sibuk mengusap-usap kayar ponsel miliknya.


Wanita itu  kembali lagi  ke dalam rumah meminta Ana membuat teh  lemon untuk Okan.


“Ini …   teh lemonya Pak,” ujarnya meletakkan gelas teh di atas meja.


“Ya terimakasih,” ujar Leon tanpa menoleh.


Wanita itu mengumpulkan  tumpukan  file- file tebal itu  dan meletakkannya di satu tangannya lalu ia  menekan kunci mobil dan pergi.


Okan duduk di dekat kolam renang matanya sibuk menatap layar ponselnya.


“Mau serapan apa Kan?” Tanya  Ana ia mendekat.


“Nanti saja Kak Ana, belum lapar, Ibu kemana?”

__ADS_1


“Ibu ke sekolah Lucas, tadi Ibu pesan kamu ke  kantor menggantikan Bapak”


“Baiklah”


Ana sudah seperti keluarga  di rumah Leon setelah kepergian Bu Atin, Hara  tidak memperbolehkan Ana berhenti, jadi Ana dan suaminya bekerja di rumah Okan.


Setelah mandi Okan berangkat ke kantor untuk bertemu seseoranga atas permintaan ibunya.


Okan menyetir sendiri ia menelepon ibunya .


“Iya Nak,” suara Hara dai ujung telepon.


“Ibu aku bertemu siapa?”Tanya Okan menempelkan  heardset di kupingnya.


“ Dia sudah menunggu kamu di kantor ayah, tadinya ingin menemuiku, tapi aku di sekolah Lucas”


“Baik Bu”


                       *


Tiba di kantor Okan.


“Selamat pagi Pak Okan ada seseorang yang akan bertemu dengan bapak”


“Suruh dia masuk”


Naira masuk.


“Selamat siang Pak Okan”


“Kamu  wanita yang tadi pagi …? Bukanya pekerja di rumah kami?”


“ Ya Pak, tadi pagi saya sudah ke rumah bapak, tapi saya bukan  bekerja di rumah Bapak”


“Lalu kamu siapa?”


“ Saya hanya  ingin menunjukkan ini sama  bapak, ini gambar desain bagunan yang di minta Bu Hara.” Naira  menyerahkan gambarnya pada Okan.


Ia menatap  gambar  desain itu dengan seksama dan Naira menjelaskan material yang akan di gunakan untuk renovasi gedung senam milik Hara. Okn hanya mengangguk dan menerima dengan baik ide yang di berikan Naira.


‘Gambarnya bagus .... Ini seperti gambar milik ibu’ Okan membatin.


“Bagaimana Pak Okan?” Tanya Naira dengan tatapan serius.


“Baiklah saya setuju, ibu memintaku untuk membawamu ke lokasinya”


“Saya tahu Pak,  mau berangkat  bareng apa kita jalan masing-masing?”


Okan menatap wanita  itu, ia merasa ada sesuatu antara mereka yang Leon tidak tahu. Terlihat dari sikap biasa dan sikap tenang yang di tunjukkan Naira padanya. Namun, okan enggan untuk bertanya ia takut pemikirannya salah.


“Baiklah, kita naik mobilku saja,” ujar Okan.


“Baiklah.” Naira merapikan gambar  miliknya lagi dan ia  bergegas keluar mendahuli Okan.


“Siapa wanita ini? Apa kami pernah bertemu, sikapnya terlihat sangat familiar,” gumam Okan pelan.


Ia menggeleng, ia berpikir lagi ia tidak mungkin punya teman wanita yang modelnya seperti Naira. Ia selalu punya teman yang wanita yang cantik berkelas. Melihat penampilan Naira yang sederhana, bahkan terlihat kampungan, jadi ia  berpikir itu bukan tipenya.


Dalam mobil saat Okan menyetir, mereka berdua hanya diam. Naira sibuk   mempelajari desain untuk klien selanjutnya.

__ADS_1


Naira seorang  arsitek, ia lulusan arsitek terbaik dari kampusnya, Haralah yang membiayai kuliahnya hingga ia sukses seperti itu.


“Apa kamu seorang arsitek?” Tanya Okan, akhirnya ia membuka suara.


“Iya”


“Kantor  di mana?”


“Di Gedung Sudirman lantai empat”


“Oh.”


Suasana kembali hening, Naira hanya menjawab apa yang ditanyakan Okan, karena ia tahu kalau lelaki berwajah tampan itu tidak suka banyak bicara, sementara Naira gadis ceria yang  punya banyak teman, mereka memiliki sikap yang bertolak belakang.


Ia  mengenal Okan  dengan sangat baik, sementara Okan tidak  mengenalnya.


‘Siapa wanita ini?’ Okan melirik gadis di sampingnya.


Tidak lama kemudian mereka tiba di gedung olah raga milik Hara, kini gedung itu bkan lagi gedung untuk olah raga, rencananya ingin diali pungsikan jadi pantiasuhan.


Naira turun melihat sesekeliling gedung tersebut, ia mengarahkan cemeranya dan mengambil gambar  egedung dari semua sisi.


Okan hanya melihatnya tanpa mengingat siapa wanita yang bersamanya saat itu.


‘Berhetilah menatapku seperti itu, kamu  tidak mengingatku tetapi aku  tidak akan pernah melupakan apa yang  pernah kamu lakukan padaku, kalau bukan kebaikan Bu Hara, aku sudah membunuh saat ini’ ujar Naira dalam hatinya. Ia menarik napas panjang tangannya mengusap  liontin foto ibunya.


“Sudah Pak, Bapak boleh pulang”


“Kamu bagaimana?”


“Saya bisa naik angkot saya masih ada urusan,” ujar Naira,  tiba-tiba ia sangat  benci melihat Okan saat itu. Ia pergi meninggalkan Okan.


“Ada apa dengan wanita ini,” desis Okan kesal, ia masuk ke dalam mobilnya dan melewati  Naira  begitu saja. Ia tidak mengingat tentang Naira gadis sederhana yang saat itu tinggal di pantai asuhan.


Saat Okan meninggalkan ia bersikap santai.


"Pergi lelaki angkuh! kalau bisa pergi jauh agar aku tidak melihatmu lagi," ujar Naira.


Nair gadis yatim piatu, ia kehilangan ibunya karena ulah Okan. Apakah Okan akan mengenal wanita tersebut?


Bersambung ….


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH


Terimakasi untuk tips ya


Baca juga  karyaku yang lain


 -Aresya(TERBARU)


-Turun  Ranjang( on going)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (Tamat)

__ADS_1


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


- Bintang kecil untuk Faila (tamat)


__ADS_2