
Setelah Naira gagal menikah dengan Jordan, Naira memilih bekerja di luar kota
untuk sementara waktu proyek yang ia pegang ia serahkan pada rekan satu kantor.
Sementara di sisi lain.
Danis semakin marah setelah ia melihat ada ada lelaki lain di samping Chelia, lelaki yang menggantikan posisinya, Danis semakin dendam, lalu, menjalankan rencananya bisnis gelap yang pernah Leon digeluti bersama ke tiga mantan anak buahnya.
Danis dan Juna bahkan membeli kembali perusahaan ekspedisi milik Leon, perusahaan jasa pengiriman barang sudah lama bangat Leon jual, agar ia dan anak buahnya bisa keluar dari dunia gelap tersebut.
Danis
Tetapi, setelah puluhan tahun, Danis seakan-akan membuka pintu neraka untuknya dan orang tuanya kembali.
Saat Zidan dan rekannya berusaha mati- matian agar bisa keluar dari dunia hitam tersebut.
Zidan malah masuk ke dalamnya, walau ia sudah berhasil menjadi dokter, tetapi tidak membuatnya bersyukur, ia melakukan banyak hal yang ilegal. Ia memasok obat-obatan ke rumah sakit secara ilegal dengan harga yang lebih murah.
Dalam pengiriman obat ke rumah sakit tersebut, Danis juga menyelupkan narkoba di dalam kemasan obat-obatan.
“Lakukan malam ini juga,” ujar Danis pada Juna.
“Apa kamu yakin?”
“Ya”
Pekerja di lakukan karena dengan kemarahan hasilnya akan buruk. Selama ini ia melakukan pekerjaanya mengirim dan memasok narkoba dan obat-obattan dengan hati - hati, tetapi karena hatinya seolah - olah terbagi, untuk Chelia dan Tujuannya. Sebenarnya, Danis juga sudah merasa ada mata yang mengawasinya tetapi ia bertindak karena didasari cemburu.
Leon tahu semuanya, tetapi ia hanya menunggu waktu yang tepat untuk menghentikan Danis.
Alhirnya ketiga mantan anal buah Leon datang juga berkumpul juga, setelah Leon meminta mereka datang.
“Apa yang akan kita lakukan?” Tanya Leon.
“Aku tidak tahu Bos,” ujar Ken.
Kini mereka ber empat sudah mulai menua termakan waktu.
“Kita akan laporkan polisi,” ujar Zidan.
“ Jangan mereka akan masuk penjara”
“Penjara akan lebih aman untuk anak-anak nakal itu,” ujar Zidan kesal.
"Tenang. Aku punya rencana untuk mengubah mereka," ujar Leon kemudian.
\*
Maka malam itu keempat mantan mafia memulai rencana.
Disebuah ruko, ada aktivitas mencurigakan sedang berlansung karena di kerjakan di tegah malam, baru juga barang tersebut di muat ke dalam mobil Box
Suara itu mengagetkan mereka.
“Angkat tangan” Beberapa anggota polisi yang sudah mengintai mereka lansung menyergap.
__ADS_1
Juna yang saat itu mengawasi mereka tertangkap basa, saat ia ingin melawan satu tiba panas menerjang kakinya, untungnya Beny memakai peredam suara dalam pistolnya, jadi, saat mereka melumpuhkan orang di luar ruko, beberapa orang dalam ruko tidak mengetahui kalau tempat penyimpanan barang tersebut sudah di kepung polisi.
Door!
Juna meringis kesakitan.
“Bawa dia ke tempat aman,” pintah Beny pada anak buahnya.
“Baik Pak”
Saat mereka mulai masuk dalam ruko berlantai dua tersebut, ternyata mereka mendapat perlawanan. Baku tembak akhirnya tidak terelakkan, dua orang anggota polisi mengalami luka tembak di lengan dan perut.
Dooor ....!
praaang ...!! Dooor!
Suara kaca jendela hancur, seketika Penjahat itu tumpang tak berkutik, setelah tima panas dari senjata Laras panjang itu menembus dadanya dan tewas.
Saat mereka terkepung, suara tembakan terdengar dari gedung sebelah Zidan sang legend, menunjukkan kemampuan sebagai penembak jitu.
Beny memerintahkan semua anak buahnya menyisir dan membersihkan tempat tersebut .
Beny mengikuti semua arahan Leon, karena itulah ia berhasil menangkap anak buah bandar narkobah.
“Kami mendapatkan Juna pak,” ujar Ben , menelepon Leon.
“Tolong amankan Bro, jika dia ada di tangan polisi lain, nyawanya dalam bahaya.” ujar Leon.
“Ok baik”
Saat mereka semua di tangkap, polisi mengkorek informasi tentang siap-siapa saja yang terlibat.
Tidak lama kemudian, akhirnya Danis yang saat itu, sedang di rumah sakit, ditangkap di boyong ke kantor polisi, bukan hanya Danis, Juna. Kini target selanjutnya Thiani akan di tangkap. Hanya dalam pengawasan Beny ketiganya bisa selamat dari Bandar yang mengendalikan mereka bertiga.
Karena hukuman pengedar narkoba di Indonesia sangat berat, hukuman mati. Leon tidak ingin anak dari ketiga sahabatnya mati sia-sia di masa muda mereka.
Leon tahu, betapa hancurnya hati ketiga sahabatnya, saat anak-anak satu-satunya yang miliki menjalani hidup yang salah. Sangat berbeda denga Leon mantan bos mafia itu. Ia memiliki tiga anak-anak yang baik dan sukses dalam sekolah dan mendapat profesi yang bagus juga.
Mereka bertiga sangat iri dengan rumah tangga mantan bos mereka yang memiliki rumah tangga yang utuh, tidak seperti mereka bertiga yang hancur .
“Aku akan menangkap lelaki untukmu, kamu tinggal pilih … masih keadaan utuh, apa sudah hancur?” Tanya Leon pada Beny
“Baik terimakasih Pak Leon, jujur, aku sudah mengincar si keparat itu selama bertahun-tahun, tetapi dia licin bagai belut”
“ Selama penegak hukum masih banyak yang mau di sogok maka para brengsek itu akan semakin menjamur.” ujar Leon.
“ Uang masih berkuasa, pak Leon dan menyilaukan mata mereka,”balas Beny.
“Saya berharap orang seperti Pak Beny masih ada di kepolisian"
Karena ia tahu Beny bukan polisi yang gila harta, dia sudah mengenal Beny dari ia masih sebagai kepala mafia dulu.
“Apa yang akan Pak Leon lakukan?”
“Serahkan keparat busuk itu padaku, siapapun itu, aku akan menangkapnya "
“Apa dia salah satu mantan anak buah Bokoy?”
“Aku tidak tahu Pak Beny"
__ADS_1
“Aku berpikir anak buah Bokoy, tidak habis-habisnya”
“Jika benar itu, aku berharap ini yang terahir Pak Beny, semuanya harus lenyap ,” pungkas Leon.
“Apa perlu bantuan Pak Leon untuk memburu para bajingan itu ?”
“Tidak usah Pak Beny, jika ingin masuk ke kandang singa, kita juga harus berpura-pura jadi singa,” ujar Leon.
Beny tahu artinya dari ungkpan Leon, jadi membiarkan Leon dan ketiga mantan anak buahnya yang bekerja.
Mereka ber empat berasal dari dunia gelap tersebut jadi mereka akan tahu caranya menangkapnya.
“Tapi tunggu … aku punya rencana untuk Danis, dengan cara seperti itulah mereka sadar,” ujar Zidan Ia meminta Beny tetap memasukkan ke dalam penjara, tetapi ia meminta pada Beny agar jangan di proses sebagai bandar.
“Kamu yakin memasukkannya ke penjara?” Toni menatap Zidan.
“Percaya padaku, dengan seperti ini mereka akan sadar”
Mereka akhirnya masuk penjara, dibawa pengawasan khusus dari Beny.
\*
Ruang interogasi khusus.
“Hukuman untuk seorang pengedar adalah hukuman mati,” ujar Beny, Juna langsung ketakutam.
“Saya minta maaf, saya hanya ikut-ikuttan, awalnya kami hanya ingin membalaskan dendam pada om Leon karena orang tua kami anak buahnya,” ujarnya membongkar semua rahasia besar mereka.
“Lalu apa masalahnya?”
“Orang tua kami menuruti semua perintah Om Leon termasuk menceraikan para istri mereka.”
Mereka ber empat mendengarnya Beny menginterogasi Juna, karena Leon ,Toni, Zidan, Ken mendengar semuanya dari balik kaca.
“Untuk apa?’ Siapa yang memberikan informasi menyesatkan itu”
“Bos Raja Wali yang mengatakannya, Karena Om Leon dan Papi menyembah patung. Dewa mereka itulah katanya yang meminta tumbal demikian”
Mereka semua akhirnya tahu alasan kenapa mereka bertiga berbuat demikian karena dendam pada ayah mereka, anak-anak itu, kecewa karena menceraikan ibu mereka meyebabkan hidup mereka hancur.
Bersambung ….
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH
Terimakasi untuk tips ya
Baca juga karyaku yang lain
-Aresya(TERBARU)
-Turun Ranjang( on going)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (Tamat)
__ADS_1
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
- Bintang kecil untuk Faila (tamat)