Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Memberi pelajaran


__ADS_3

Dari ruang kendali Jovita mematikan semua cctv di gedung itu, dan masuk ke keruang kerja ayahnya, membuka brangkas penyimpanan di tempat tersembunyi, saat ia ingin keluar Ia melihat ruangan Leon.


Tiba-tiba ia tersenyum kecut ,  lalu berjalan menuju ruangan kerja Leon, membuka lemari penyimpanan dokumen dan mengambil berkas  penting milik ayahnya dari laci.  Tetapi, saat ingin membuka laci atas, ada sebuah pistol di sana. Maka keinginan menghabisi Beny kuat.



Kemarahan dan rasa benci atas penghianatan Beny, melahirkan iblis dalam jiwa Hara, ia mengambil pistol milik Leon, menyelipkannya di bagian belakang tubuhnya. Lalu ia keluar dan memberikan semua kertas itu pada Piter.


“Om pulang saja, saya ingin ke suatu tempat,” ucap Hara memakai topi hitam.


“Hara, apa yang ingin kamu lakukan?" Piter menatap wajah cantik dengan tatapan menyelidiki.


“Tidak Om. Saya ingin  menemui Beny”


Piter langsung panik .


“Hara .... Hara. Biarkan Om yang melakukannya untukmu, pulanglah"


“Tidak, saya yang akan menghabisi sendiri dengan ditangan ini"


Menyadari kemarahan Jovita dan melihat ada pistol  ditubuh Jovita Piter panik, ia tidak ingin wanita  cantik itu dalam  masalah.



“Baiklah, ayo kita   habisi si brengsek itu.” Piter tidak ada pilihan selain mendukung


Apartemen Beny tidak jauh dari kantor ayah Jovita, dan  saat membangun apartemen itulah dulu ayah Jovita membangun kantor baru di sana. Agar Jovita dan Beny dekat bila kekantor.


Ayah Jovita juga membeli apartemen dua sekaligus,  yang ia   bangun  begitu mewah untuk di berikan sebagai kado pernikahan untuk Jovita dan Beny.


Kini …. Apartemen ditinggali Beny dengan wanita yang jadi selingkuhannya yang tak lain sahabatnya sendiri, wajar jika ia marah.


Piter rela membahayakan nyawanya agar Jovita tidak celaka, ia memberikan kaca mata miliknya, dan memakaikan masker, jaket  tiga lapis untuk Jovita, untuk menyamarkan penampilan aslinya, jadi, kesannya ia sangat gemuk.


“Naiklah,” ujar Piter membawa Jovita naik motor membawanya ke apartemen  Beny.


*


Saat tiba di depan pintu apartemen Beny, ia memasukkan kode password dan berhasil.


“Dasar brengsek , bahkan password pintunya tidak bisa kamu  bikin kamu ubah"


Beny menganti password  kunci apartemen  menggunakan tanggal lahir sendiri, Jovita tahu , kalau lelaki itu hanya punya satu password, Jovita tahu kebiasaan Beny, lelaki itu tidak akan buat yang lain, karena ia pelupa.


Saat mereka masuk ke dalam apartemen, kedua pasangan suami istri sedang tidur  terlelap tidur. Jovita lagi-lagi mematikan  rekaman cctv di dalam ruangan itu, semua ia tahu karena apartemen itu milik Jovita dan semua yang ada di dalamnya, ia dan ibunya yang membeli. Ia tidak menangis kali ini, tetapi wajah cantik itu terlihat menyeramkan.

__ADS_1


Melihat Jovita sibuk mengamankan cctv, Piter tidak ingin ada masalah, ia membekap mulut Beny dan istrinya dan mengikat mereka berdua di sofa.


“Ummm ….” Mata Beny panik, saat ia melihat Jovita.


“Apa kabar  bajingan.” Piter menarik lakban di mulutnya.


“Katakan siapa yang melakukannya?” Piter mencercanya dengan pertanyaan. Mata Lestari melotot ketakutan melihat Jovita.


“Sa-saya tidak tahu Pak Piter, saya menyesal, saya minta maaf, tolong ampuni kesalahanku saya tidak mau mati," ucap pengecut itu menangis ketakutan.


"Terlambat!"Jovita  mengeluarkan pistol itu dari balik jaketnya.



“Hara  berikan pada Om, jangan kotor tanganmu seperti  kedua bajingan ini." Piter memohon agar Hara tidak menembak.


"Aku ingin membunuh  mereka om!” Teriak Jovita sangat marah.


Piter terus membujuk, ia tidak mau melihat wanita cantik itu jadi pembunuh, karena sakit hati.


" Hara Ibumu akan menangis dari surga melihatmu jadi pembunuh, ayahmu tidak suka itu."


Piter terus membujuk dan pada akhirnya wanita cantik itu menurunkan tangannya. Piter merebutnya.


Lestari wanita yang pernah menjadi sahabatnya mendapat tamparan keras dari jovita.


Lestari hanya bisa menangis ketakutan, ia sangat menyesal.


“Hara maafkan abang Hara,” ucap Beny minta ampun.


“Tidak ada maaf bagimu manusia sampah!"


Piter menyeret keduanya masuk kembali ke dalam kamar dan menutupnya, ia tidak mau Jovita melihat hal itu, ia takut gadis polos itu akan mengalami trauma lagi.


Piter akhirnya mengesekusi keduanya,  ia sangat marah mendengar pengakuan keji dari Beny.


Door!


Dor!


Piter menembak mereka  tepat  di kening sama seperti yang di lakukan penjahat itu pada orang tua Jovita. Ia mengambil foto mereka setelah di dor. Lalu mereka berdua meninggalkan apartemen itu, setelah mengamankan bukti.


“Balas dendam tidak bisa menghidupkan mereka yang sudah meninggal. Tetapi setidaknya memberi  mereka keadilan, Beny tidak mendapat hukuman penjara, padahal dia  bekerjasama dengan penjahat itu, ia  malah menikmati semua  harta  ayahmu makanya dia pantas dilenyapkan.


Lupakan dendam mu. Otak pembunuhnya serahkan  padaku,” ucap Piter mengantar Jovita pulang malam itu. Itulah petualangan Hara dua hari yang lalu.

__ADS_1


Flackon.


Setelah beberapa hari kemudian.


Pagi-pagi  sudah membuat Leon terkejut. Lelaki berbadan atletis itu melakukan olah raga lari, mengelilingi lapangan seperti kebiasaanya setiap hari.


Tapi ada seseorang berhasil mengalihkan perhatiannya pagi itu. Ini baru pertama ia lihat, di pinggir kolam renang seorang wanita seksi sedang melakukan senam yoga.



Leon hanya menatap dari belakang  dan tidak menyapanya, ia memutuskan menjauhi Jovita demi kebaikannya.


Walau sangat berat buat Leon karena, ia  akhirnya mengakui kalau ia sudah jatuh cinta pada padanya.


Leon berbalik lagi beberapa putaran memilih menghiraukan Jovita,


Ia ingin membuang perasaannya dan Fokus pada para penyusup yang ingin mencoba menganggu bisnisnya


'Mudah-mudahhan aku mampu melupakannya'  Leon menyemburkan dirinya  di kolam renang di depan Jovita.


Jovita terkejut dan membuka mata, olah raga yoga tata surya yang di lakukan  gagal, karena ia  terusik dengan cipratan air yang disebabkan Leon.



Mata  bulatnya menatap kaget kearah Leon. Tapi Lelaki itu bersikap cuek.


'Sejak kapan dia di sana. Aku berharap kamu benar-benar bisa melupakanku, berharap kamu diam selamanya, tapi aku yakin kamu tidak akan mampu melakukannya, coba kita lihat nanti Ular Naga, siapa yang bisa bertahan' Jovita balik menghiraukannya dan menutup matanya.


Bi Atin hanya bisa menghela napas panjang melihat hubungan mereka berdua. Bi atin tidak tahu apa tepatnya yang terjadi pada perubahan sikap Jovita, karena ia tidak mau ikut campur tentang urusan pribadi Tuanya, tetapi, ia berharap Leon  bisa membuka hatinya pada wanita itu.


Saat ini, siapa yang bisa bertahan lama saling diam?


Bersambung ….


jANGAN LUPA!!! …  VOTE DAN LIKE , KASIH HADIAH JUGA IYA  AGAR AUTOR SEMANGAT


, Makasih, kakak semua”


DAN


Baca juga;


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)

__ADS_1


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


-Bintang kecil untuk Faila (ongoing)


__ADS_2