Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Pernikahan Adat


__ADS_3

Di hotel, Hara masih marah pada  Leon karena lelaki itu memaksanya menikah.


Hara berdiri,  ia menyambar tasnya dan ingin keluar dari kamar Hotel , tetapi kamar hotel di kunci Leon  dan kuncinya ia pegang, ia duduk di sofa dengan mata menatap Hara dengan diam.


“Harusnya sebelum kita menikah kemarin kamu menolaknya di depan para tetua, tetapi,  kamu diam saat tetua adat bertanya padamu”


“Saya tidak tahu apa yang terjadi, bahkan pernikahan itu saya tidak tahu suasana seperti apa, saya seakan terhipnotis,” ucap Hara ia bicara serius, mencoba menjelaskan kalau kemarin itu ia tidak mengingatnya karena ia merasa jiwanya berkelana ke tempat yang lain.


Tetapi saat Hara menjelaskan hal-hal yang ia alami selama di rumah itu, mata Leon menatap serius, karena ia berpikir Hara tidak melakukan kebohongan. Karena dalam adat Leon pria dan wanita tidak boleh saling bertemu sebelum  menikah,  mereka bertemu saat malam pengantin, itupun harus diadakan upacara untuk kedua mempelai’ Namanya ucapara kempleng atau upacara malam pengantin dan diadakan ritual malam pengantin. Leon Minta Izin pada tetua tidak melakukan ritual tersebut, ia takut ada musuh yang menculik Hara.


Leon bahkan melanggar beberapa ritual adat  kebiasaan mereka, demi  menjaga keselamatan Hara.


“Apa kamu melakukan sesuatu yang salah? mungkin Pada para wanita-wanita yang di sana?”Tanya Leon saat Hara menceritakan hal-hal mistis saat ia ditempatkan si satu kamar.


“Dengar …. Pak Leon itu sangat menakutkan, bahkan,  malam itu aku tidak bisa tidur sama sekali …. saat aku tutup mata, aku bermimpi buruk bertemu makhluk berbulu lebat, matanya merah, giginya panjang bertaring dan mulutnya penuh dengan  darah ia keluar dari balik pohon besar di belakang  tetua adat,” ujar Hara, ia menceritakan semua pengalaman menyeramkan selama ia dipingit sebelum pernikahan. Anehnya mimpi itu mimpi yang dulu  menghantui Leon.


“Simance ….” ujar Leon pelan.


“Apa?” Tanya Hara ia pernah mendengar nama itu dari cerita ayahnya.


“Itu mahluk Pariaban,” ujar Leon dengan suara kecil


 “Jangan menakut-nakutiku,  saya tahu itu kerjaan kamu, kan, kamu dan ketua adat  kalian bekerja sama melakukannya padaku …. Kamu tahu Leon itu sangat menakutkan, kamu membawaku ke tengah hutan. Hutan pedalaman itu lagi, aku sangat ketakutan melihat ritual-ritual itu. Pak Leon ...!  semua itu asing bagiku dan sangat menakutkan ujar Hara masih memeluk tubuhnya sendiri”


“Dengar Hara, aku memang memaksamu menikah tapi tidak pernah menghipnotismu, sekarang katakan kesalahan apa yang kamu lakukan sampai mereka menghipnotismu, kita akan kembali ke sana dan minta maaf,  kalau tidak mereka akan membuat  hidup kamu tidak  tenang, aku sudah bilang’kan jangan macam-macam,” ujar Leon. “Katakan apa …?” Tanya Leon lagi.


“Hara, tadinya aku ingin memberitahumu  tatacara adat di sukuku, tadinya aku ingin memperkenalkan kamu pada mereka sebelum pernikahan agar kamu tidak kaget dengan  segala ritual dan adat-adatku. Namun, kamu yang memaksaku melakukan ini,” ujar Leon.


Hara menatap dalam kea arah mata Leon,  kalau Leon tidak lagi  bercanda.


“Lalu katakan dengan jujur apa yang kamu lakukan sampai mereka melakukan itu padamu,” tanya Leon dengan  suara pelan dan lembut ia tidak mau Hara semakin panik.


“Aku diminta mengunyah sesuatu seperti  buah penang dan aku tidak kuat dengan rasanya, aku meludahkan ,” ujar Hara dengan wajah  pucat.


“ Lalu seorang ibu-ibu meminta cendra mata dariku meminta gelang yang saya pakai, tapi saya tidak memberikannya karena itu gelang  pemberian seseorang,” ujar Hara  matanya berkaca-kaca ia benar-benar sangat takut.


“Baiklah berikan gelangmu kita akan berikan lagi padanya,” ucap Leon meminta gelang yang ia berikan  Maxell padanya.


“Ta-tapi ini ‘kan”


“Hara aku akan memberikan yang lebih bagus lagi nanti,  kalau kita pulang ke Jakarta tapi aku tidak ingin terjadi apa-apa sama kamu”

__ADS_1


“Baiklah,” dengan berat hati ia memberikan gelangnya ke tangan Leon.


Leon tidak main –main dengan ucapnya, saat itu juga kembali ke kampung di mana mereka melangsungkan pernikahan, meminta maaf dan memberikan cindera mata dan memberikan banyak oleh-oleh karena dengan begitulah masalah selesai.


Saat ingin pulang, Leon meminta Izin ke kuburan kedua orang tuanya.


"Begini Hara …. setiap anak yang sudah melakukan pernikahan wajib  melakukan acara ‘ Betandu’ atu berkunjung ke rumah orang tuanya, aku tidak melakukannya karena kedua orang tuaku sudah meninggal jadi aku akan ke ziarah ke makam  orang tuaku, kamu mau ikut apa tunggu di sini, aku tidak ingin memaksamu,” ujar Leon.


Hara melihat pohon-pohon besar di sekelilingnya dan pemakaman umum  itu.


“Saya ikut saja Pak Leon”


“Baiklah Ibu  Jovita Hara,” ujar Leon  jengkel, karena Hara masih memangilnya dengan formal.


Padahal wanita itu saat ini bukan lagi karyawan ataupun orang Leon, tetapi Hara sudah menjadi istrinya.


‘ Hara penasaran dengan makam orang tua  Leon dan kakaknya’ Hara membatin.


“Ayo kita pulang, saja,” ujar Leon tiba-tiba.


“Apa kita tidak ziarah ke makam orang tuamu?”


“Lah kenapa?” Hara penasaran.


“Ibu dan Ayah dimakamkan di tempat keramat, tapi kakak di pisahkan dari mereka, dia dikuburkan di tempat pengasingan karena ia matinya  tidak wajar,” ucap Leon.


“Boleh kita berkunjung ke makam Ibumu saja?”


Leon menatapnya dengan tatapan  dalam.


“Kamu yakin tidak apa-apa?” Tanya Leon menatap Hara dengan wajah serius.


“Iya, tidak apa-apa,”jawab Hara, dia juga penasaran dengan cara pemakaman  dalam adat Leon, karena ayahnya juga pernah cerita pernah melihat penguburan suku tersebut.


 “ Baiklah yang penting kamu tidak takut,” ujar Leon.


‘Oh, astaga aku takut’ Hara  bergelidig


Orang tua Leon di makamkan di pemakaman kramat yang di makamkan di sebuah kotak  di letakkan di atas tiang, tidak di makamkan di dalam tanah.


“Kamu takut?” Tanya Leon  melihat wajah Hara benar-benar pucat karena ketakutan.

__ADS_1


Pohon-pohon besar   yang  berusia ratusan tahun berada di sekeliling mereka


“Iya ” ucap Hara, walau mereka sudah menikah tetapi Leon , masih memiliki ketakutan yang lain.


“Apa yang kamu takutkan?” Ia bertanya karena ia melihat Leon menarik napas berat.


“Kamu ….”


“Aku tidak mungkin melarikan diri kali … Memang kak Zidan dan Ken tidak ikut ke sini untuk mengawal kita?”


“Itu tidak boleh, orang asing pendatang baru,  ditentang  masuk ke kampung ini, Hara.”


“Lalu aku?” Tanya Hara semakin takut .


“Kamu istriku, jangan takut ,” ujar Leon


Tetapi ia sadar mereka telah intai dan target utama mereka adalah Hara.


"'Baiklah mari kita lihat siapa yang lebih kuat, tidak akan aku biarkan kalian menyentuh istriku," ujar Leon pelan.


 Bersambung.


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA


Terimakasi untuk tips yang kaliangri


Baca juga  karya  terbaruku iya kakak;


 -Aresya(TERBARU)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)

__ADS_1


__ADS_2