Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Berkunjung


__ADS_3

Tetapi saat ini. Hara sangat menikmati liburan karena Leon memperbolehkan mereka bebas untuk  melakukan banyak hal.


“Aku sangat menikmati saat ini, rasanya sangat menyenangkan,” ujar Hara menghirup udara segar di hamparan rumput.


“Ibu tidak kangen pulang?” tanya Okan.


“Tidak,  ibu masih ingin berlama-lama  di sini, nanti kita akan menikmati turun salju pertama  di sini.”


“Salju?” Mata Chelia membesar wajahnya  sangat senang.


Dari dalam  rumah datang seorang lelaki muda, ia adalah Fuzo  lelaki yang  menjadi  orang kepercayaan Toni dan Leon, ia orang yang bertanggung jawab untuk peternakan tersebut.


“Bu Hara, belanja perlengkapan untuk pakaian menyambut musim salju saja, karena musim salju sebentar lagi,"ucapnya mengingatkan.


“Kamu benar anak-anak pasti sangat senang.” Hara bergegas.


Mengajak  kedua anak kembar itu untuk membeli pakaian salju bahkan Okan  minta dibelikan  selancar salju.


Para pekerja sibuk mengumpulkan   makanan ternak selama musim salju nanti. Sedangkan di rumah besar itu terlihat  beberapa pelayan wanita  yang sibuk memanggang kue khas  daerah itu.


Kedua  anak kembar itu antusias menyambut salju pertama.Sebenarnya Ini bukan pertama kalinya mereka melihat salju     dua tahun yang lalu . Leon juga memboyong mereka semua ke London dan Jepang, karena Leon punya cabang hotel  di Jepang.


Akan tetapi sepanjang mereka liburan pengawasan ketat dan selalu di batasi Leon,   sangat menjaga  mereka secara berlebihan sehingga Hara dan kedua anak kembar itu tidak merasakan  puas selama liburan. Namun saat ini, menyambut salju pertama di  kota kecil itu membuat keduanya bersemangat.


Udara  di kota Holzkinchen pagi itu sangat cerah, Hara  merentangkan tangannya menarik nafas panjang, lalu membuangnya dari  mulut dengan perlahan, ritual  untuk pagi ini.


Saat sedang menikmati pemandangan tiba-tiba seorang lelaki berkumis datang menghampiri mereka.


“Bu mau beli kue jualan saya tidak?”


Hara menatap dengan wajah tersenyum menatap mata sang pemilik suara, mata yang selalu  mengawasinya dari dia masih kecil hingga sampai detik itu.


Leon berpura-pura menyamar mengerjai istri dan kedua anaknya, Hara memeluk  lelaki  yang berkumis itu dengan erat.


“Ibu …. kata ayah kita tidak boleh  dekat-dekat sama orang lain,” ujar Chelia memperingatkan  Hara.


“Nanti aku laporkan sama ayah, ibu peluk-peluk orang lain,” ujar Okan marah.


Suster Ana diam, ia tidak berani melarang nyonya mudah tersebut.

__ADS_1


“Apa aku boleh membawa ibu kalian?” Tanya Leon lagi.


“Tidak, tidak mau!” teriak Chelia marah.


Tetapi Okan hanya mendengar suara Leon, ia sadar kalau itu ayah mereka.


“Ayah ….!” Okan melompat kegirangan.


“Ayah di mana Bang?” Chelia belum menyadari.


Tidak lama kemudian Okan  melompat  memeluk Leon, Leon melepaskan kumis dan topi miliknya.


“Ayah … ayahku datang.” Chelia ikut melompat menabrak tubuhnya ke pangkuan sang ayah sedang jongkok, Leon sampai terjatuh karena Chelia melompat.


Kedua anak kembar itu sangat bahagia saat melihat ayah mereka  datang, baru juga sampai Leon sudah di suguhkan celoteh dari Chelia yang menceritakan semua dari A sampai Z sampai-sampai Okan tidak kebagian  waktu untuk cerita untuk ayah.


“Dede diam dulu, abang dulu yang cerita sama ayah, ini penting,"ujar Okan .


Melihat mereka berdua berebut ingin bercerita, Hara hanya tertawa, ia sangat bahagia saat bisa berkumpul bersama keluarganya.


Setelah bercerita  panjang lebar pada Leon barulah Chelia bangun dari pangkuan  ayahnya.


“Sayang, kenapa tidak bilang-bilang kalau mau datang ke sini?” Tanya Hara kaget melihat kedatangan Leon yang tiba-tiba.


“Aku sangat merindukan kalian, aku tidak tahan tinggal di rumah,  jika aku masuk ke kamar aku merasa sangat rindu”


“Bagaimana?”


Leon mengangguk.”Kamu benar sayang, mereka semua di sogok sama Kaila bukan hanya Kaila bahkan ada mata-mata dari Bianca.”


“Kamu tidak bisa melakukannya sendiri Leon,apa aku meminta bantuan Zidan atau Ken atau kak Toni?" Tanya Hara.


“Aku akan membersihkan mereka semua sendiri, kalian tetaplah di sini, sampai aku bisa menangkap orang-orang suruhan Bianca.”


“Baiklah, kami akan tetap  di sini, satu hal lagi, aku yakin, jika Kaila tahu aku pergi dari rumah, dia akan datang mencoba mengantikan posisiku karena dia pikir kita bertengkar," ujar Hara percaya.


“Aku datang ke sini tanpa Ibu tahu, aku menduga perawat ibu yang baru terlibat, maka itu aku tidak pernah banyak bicara sama ibu,” ujar Leon.


“Apa rumah kita telah di sabotase para penghianat?” Tanya Hara kaget.

__ADS_1


“Iya, saat mereka melihat aku bersikap baik dan tidak bertindak  tegas mereka semua  berani,” ujar leon lemah. “Bu, apa aku  menghabisi mereka semua agar mereka tahu siapa aku?” Tanya Leon lagi.


“Leon …. kamu yang bilang kan ingin meninggalkan  masa lalu, jangan lakukan itu lagi, jika ada kejahatan biarkan polisi yang  melakukan tugasnya, ada hukum yang akan memberi mereka pelajaran,” ujar Hara, ia tidak ingin suaminya  melakukan kejahatan lagi.


“Tetapi polisi sangat lambat melakukan pekerjaan mereka Hara, itu terkadang membuatku marah dan emosi, polisi tidak mau  bekerja keras dan benar-benar serius untuk melakukannya,” ujar Leon.


“Apapun yang terjadi, jangan pernah terlibat kejahatan dan pembunuhan lagi, aku tidak mau jadi istri seorang kriminal,” ujar Hara.


Hara  sangat menentang Leon, untuk terlibat  lagi dalam dunia kejahatan, walau hal itu yang membuat sang suami terlihat jadi lemah.


“Terkadang aku berpikir  untuk kembali ke dunia gelap  yang aku geluti dulu, kalau bukan karena kamu dan anak-anak, aku sudah menghabisi mereka semua termasuk si keparat Bimo,” ujar Leon kesal.


“Jangan Leon, kalau kamu merasa kamu  merasa sangat marah, cukup kamu ambil waktu sendiri dan ingat anak-anakmu, pasti kemarahan mu berkurang," ujar Hara memberi nasihat untuk sang suami.


“Baiklah, aku akan melakukannya,”ujar Leon.


*


Leon lelaki yang menepati janji, saat Hara memberinya hukuman tidak memberinya jatah ranjang selama satu tahun, ia menepatinya. Walau ia sudah jauh-jauh datang  dari Indonesia  ke Jerman, tiba di sana ia tidak meminta pada Hara.


“Apa kamu bisa menahan diri atau kamu mencari pelampiasan?” Tanya Hara saat Leon berbaring di sampingnya malam itu.


“Aku akan bertahan sampai hukumanku selesai, percayalah aku bisa menahan diri, kamu  sudah melakukan hal besar untukku , masa hanya itu saja aku tidak bisa bertahan,” ujar Leon dengan percaya diri.


“Tadinya aku akan mengasih malam ini, berhubung kamu sudah menolak duluan, jadi aku kunci kembali,” ujar Hara merapikan piyama tidur miliknya.


“Hara …. kamu megerjerjaiku,” ujar Leon  memeluk Hara dan menggelitik tubuh  Hara.


Saat mereka berdua sedang bercanda kedua anak kembar itu ikut terbangun.


“Ayah sama ibu lagi ngapain?” Tanya Chelia dan Okan mereka berdua duduk melihat Leon berada di atas tubuh Hara.


“Ah batal lagi ….,” ujar Leon tertawa, ia menarik selimut dan memilih tidur kalau kedua anak itu sudah bangun tidak ada harapan lagi untuknya untuk minta jatah pada istrinya sudah pasti Chelia akan terus mengawasinya.


Leon hanya beberapa  hari saja tinggal bersama mereka, ia kembali ke Indonesia, ia berpikir untuk  sementara Hara dan kedua anaknya lebih aman tinggal di Jerman dan ia fokus untuk meyelesaikan masalah.


Bersambung..


Bantu Like dan vote iya kakak

__ADS_1


__ADS_2