Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Masih di Rumah Sakit


__ADS_3

Hara tidak  mau tidur lagi, ia hanya duduk setelah mendapatkan mimpi seram tadi. Bahkan tidak mau melepaskan tangan  Leon, ia mengikuti Leon kemanapun ia pergi, ia juga tidak mau pulang ke rumah.


“Aku ketakutan Leon ada banyak Hantu di rumah sakit ini.”


“Di mana-mana juga banyak hantunya  Hara ... hanya kita tidak bisa melihat mereka, lagian kamu hanya mengalami mimpi buruk, sudah …  tidurlah kalau kamu ingin bersamaku di sini.”  Leon masih berkutat dengan laptop di depannya.


Tadinya Leon ingin anak buahnya yang menjaga ibunya, tetapi sayangnya, anak buahnya semua, ia suruh liburan. Jadilah dia kerepotan sendiri.


 Karena bagi Leon rumah sakit tempat yang paling angker, bau obat dari rumah sakit membuatnya tidak nyaman,  ia juga   tidak akan bisa tidur lagi, maka itu ia menyibukkan diri dalam pekerjaan. Hara juga karena mimpi buruk itu, ia tidak mau tidur,  mata hanya mengawasi Leon  bekerja.


“Hara tidurlah ini sudah jam berapa?” Leon membujuknya tidur.


“Aku takut tidur,  mimpiku tadi sangat menyeramkan, aku bahkan tidak tidak berani menutup mata, apa artinya mimpiku, orang bilang setiap mimpi mempunyai arti?”


“Tidak apa-apa Hara, mimpi hanya bunga tidur. Baiklah aku akan temani kamu tidur” Leon menutup laptopnya membaringkan tubuhnya di ranjang di ruangan di mana Bu Ati dirawat.  Leon memeluk tubuh Hara mengusap kepalanya,  mencoba menidurkan Hara.


Tetapi saat tidur tiba-tiba Hara merasa ada yang melintas.


Ia duduk tiba-tiba, matanya melotot. Karena bukan hanya dalam mimpi  dia bisa melihat kasat mata. Bahkan dalam keadaan bangun saat ini juga ia bisa melihat seorang wanita di luar jendela rumah sakit.


“Ada apa?” Tanya Leon melihat Hara  semakin pucat.


“Aku bisa melihat setan Leon,” ujarnya panik.


“Hara jangan menakutiku, aku tidak takut. Saat ini hanya  satu ketakutan terbesarku,” ujar Leon.


“Apa?”


“Aku takut  kehilangan kamu,” ujar Leon.


“Leon aku tidak bohong aku melihat wanita di


sana,” ujar Hara dengan wajah serius, ia tidak bohong karena malam itu tiba-tiba saja ia punya kekuatan tambahan yakni bisa melihat setan dan rekan-rekannya.


“Hara kamu serius? Bagaimana mungkin kamu tiba-tiba bisa melihat hantu, padahal selama ini kamu tidak pernah  bisa?”


“Itu dia Leon,  aku juga bingung , setelah mimpi tadi aku jadi bisa melihat mereka,” ujar Hara.


 “Hara di kepercayaan kami yang bisa melihat ruh orang mati dukun  pemuka agama dan wanita hamil.”


“Kamu tidak mungkin jadi dukun  kan?


“Entahlah ….”


Leon berpikir Hara karena kurang tidur jadi ia berhalusinasi melihat hantu.


“Begini saja, tutup mata dan sini, ayo tidur bersama,” ujar Leon.


“Baiklah. “

__ADS_1


Hara  menurut ia  tidur meringkuk dan memeluk Leon.


 Leon juga ikut tertidur dengan posisi tubuh memeluk Hara, untuk pertama kali baginya bisa tidur dengan nyenyak,   tidur dalam ranjang rumah sakit, biasanya bagi seorang Leon,  ranjang rumah sakit selalu sukses membuatnya  merinding  belum lagi bau  obat-obatan yang membuatnya sakit kepala.


Tetapi  kali ini di balik, ia malah tidur nyenyak itu,  bukan hanya Hara yang mengalami mimpi,  kali ini Leon juga bermimpi. Dalam mimpinya….


Dalam sebuah hutan lebat yang dipenuhi asap, Leon melihat sosok ayahnya.


Leon terbangun, ini kedua kalinya ia mengalami mimpi yang sama.


“Apa yang ayah coba katakan, kenapa dia selalu menyuruhku membuka mata, apa yang tidak aku ketahui?”


“Ada apa, kenapa bicara sendiri?” Hara juga terbangun.


"Kepalaku sakit." Ia memegang kepala.


"Apa sakit bangat?"


"Iya kepalaku seperti ada paku yang menusuk di belakang," ujar Hara.


Leon sangat khawatir.


"Apa ini karena luka kepalamu?" Tanya Leon..


"Iya sepertinya."


"Kalau begitu ayo kita ke dokter."


"Aku tidak ingin kamu mendengar kabar buruk dari dokter, nanti kamu banyak beban pikiran juga, nanti kalau aku istirahat juga pasti tidak pusing."


Hara menolak periksa ke dokter, ia takut melihat kekecewaan lagi wajah Leon, seperti yang sudah terjadi sebelumnya. Saat melihat suaminya kecewa itu satu beban buat Hara.


'Nanti apapun hasilnya biar aku sendiri yang periksa, jadi aku tidak perlu melihat wajah sedih dari Leon, Hara membatin.


“Tadi malam juga aku mengalami dua kali mimpi yang sama, dia menyuruhku untuk membuka mata dan melihat dengan jeli, aku tidak tahu apa maksud ayah dalam mimpiku.”


“Apa itu mimpi yang menyeramkan seperti yang aku alami?”


“Hanya mimpi biasa."


           **


Empat hari Bu Atin dalam rumah sakit akhirnya ia  sudah mulai pulih, wanita itu sudah bisa bangun dan tidak merasakan kesakitan di kakinya lagi,  walau  untuk sementara  ia harus mengunakan kursi roda.


“Syukurlah kalau ibu sudah pulih,aku sudah sempat khawatir pada ibu, aku beberapa kali mengalami mimpi buruk, "ujar Hara.


“Tidak apa-apa Hara, harusnya kamu jangan  terlalu capek, Nak, ibu khawatir kamu pusing lagi, apa kalian sudah periksa ke dokter?”


“Hara tidak mau, dia menunggu ibu pulih dulu”ujar Leon.

__ADS_1


“Maaf karena ibu,  kalian berdua jadi repot,” ucap wanita itu menatap menantu dan anaknya dengan tatapan lemah.


 “Hara …   ibu sudah tidak apa-apa Nak,  kamu boleh control sekarang”


“Tidak apa-apa Bu, tunggu ibu pulang saja, aku hanya pusing biasa.”


“Pusing biasa itu  kadang mengawatirkan,  kita menganggap semua biasa ternyata ada hal buruk yang kita alami.”


Leon hanya diam melihat sikap keras kepala Hara, ini sudah ke berapa kali ia mengajak wanita itu untuk bertemu dokter, tetapi ia  selalu merasa ketakutan, ia takut ada berita buruk tentang kondisi kepalanya, ia membuat banyak alasan.


Leon tidak ingin marah, mimpi itu membuatnya khawatir, ia hanya banyak diam, ia berpikir untuk saat ini diam lebih baik dari pada marah.


Karena kalau ia memaksa dan menuntut Hara dengan kemauannya,  ia yakin mereka berdua akan bertengkar lagi, jadi diam menjadi pilihan yang terbaik untuk meredakan kondisi hati yang sedang marah.


Hari ini, Bu Atin akan pulang dari rumah sakit setelah beberapa hari ini di rumah sakit.


“Kamu tidak apa-apa, kenapa hanya diam saja?”


“Aku khawatir padamu Hara, tapi kamu menolak ke dokter."


" Mari kita fokus untuk kesehatan ibu dulu, nanti kalau aku periksa ternyata kepalaku ada masalah, kamu repot sendiri urus ibu urus ake lagi, nanti setelah ibu pulang aku akan kontrol, biar masalah tidak numpuk."


" Baiklah aku mengerti, "ujar Leon mengalah.


Mereka berdua memutuskan fokus ke masalah satu yaitu kesehatan Bu Atin.


Hara menolak periksa ke dokter bersama Leon, karena ia takut mengecewakan Leon dan ibunya lagi, seperti yang lalu - lalu.


' Sangat sakit rasanya, hati ini, saat melihatmu pura-pura tertawa tegar padaku Leon ... padahal aku tahu kamu sangat mengharapkan anak dariku, aku tidak ingin melihat hal itu, setelah ibu pulang ke rumah aku lebih baik kontrol sendiri saja' ujar Hara dalam hati.


 Bersambung.


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA


Terimakasi untuk tips yang kaliangri


Baca juga  karya  terbaruku iya kakak;


 -Aresya(TERBARU)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)

__ADS_1


- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)


__ADS_2