Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Apa aku harus pergi?


__ADS_3

Dua hari kemudian.


Sebagai lelaki sejati Leon  menepati janjinya membiarkan Jovita ke berangkat keluarga negeri, bahkan ia meminta sekretarisnya untuk mengurus identitasnya untuknya.


Hatinya memang tidak ingin wanita cantik itu meninggalkannya. Namun, ia sadar janji adalah hutang , maka apa yang pernah  ia janjikan pada Jovita akan ia tepati.


Rikko datang ke kamar Jovita memberikan kabar kalau bosnya menyetujui ia pergi.


Tok … Tok …!


“Masuk!” jawab Jovita dari dalam kamar.


“Non Hara ini saya Rikko”


“Iya Kak masuk saja”


Lelaki  berwajah tampan itu menunjukkan raut wajah gelisah.


“Non jangan pergi, iya”


“ Maksud  Kak Rikko?”


“Bos menyetujui   keberangkatan mu ke LA”


“Benarkah?”


Rikko menyerahkan amplop  berwarna coklat untuk Jovita.


“Ini data diri Non  yang baru yang bisa kamu pergunakan. Non aku tidak  tahu  bagaimana persisnya masalah  besar yang kalian hadapi.


Tetapi Bos Leon akan sangat terpuruk, dia akan jadi monster pembunuh yang haus darah lagi dan semakin tidak terkendali dan mungkin akan semakin menggila kalau Non Hara pergi”


“Kak Rikko sama seperti yang dia pernah katakana padaku. Langit tidak berpihak pada hubungan kami.


Kami berdua tidak ditakdirkan bersama. Hubungan yang diawali dari dendam dan air mata, tidak akan bahagia,.Kak Rikko”


“Tapi Non, saya yang bersama pak Leon yang sudah puluhan tahun setelah bersama Non dia begitu banyak berubah, belakangan ini dia ingin memperbaiki kehidupannya demi Non”


“Kak Rikko rasanya tidak adil jika aku tinggal bersama orang yang membuatku menderita dan menuduhku ayahku seorang penjahat. Aku butuh waktu”


“Non Pak Ketua orang yang tak terkendali, tidak mudah menyentuhnya dan memasukkannya ke penjara"


“Aku ragu kalau dia mendapat hukuman  atas perbuatannya, walau kekuatanmu dan kekuatan Bos Naga di gabung tidak mudah menangkapnya"


“Lalu apa yang bisa menaklukkannya?” Tanya Jovita penasaran.


“Membunuhnya  menggunakan wanita”


“Apa maksudnya?” jovita kaget.


"Bandot tua itu sangat tergila-gila dengan wanita cantik, minta wanita cantik meracuninya,"


"Aaa ....?" Jovita melongo


“Lupakan saja, aku hanya asal bicara, aku takut Bos Leon nekat, lalu mendatanginya”


“Sebelum aku  berangkat, aku ingin Ziarah ke makam keluargaku. Bisakah aku pergi Kak Rikko?”

__ADS_1


“Baiklah nanti aku akan meminta orang untuk mengantarmu ke sana”


“Jangan, tidak usah merepotkan kalian, Karena dengan pengawalan seperti itu justru sangat mencolok,"ujar Jovita.


“Lalu Non mau pergi sendiri?”


“Iya biarkan aku mandiri dan menyelesaikan masalahku sendiri”


“Tapi Non di luar sana justru lebih berbahaya, karena kalian sudah menganggu macan yang sudah tidur.


Pasti akan banyak bahaya di luar sana. Hilangnya kedua anak buah kepercayaan Bokoy  pasti sudah membuat lelaki  sangat marah”


“Tetapi aku tidak ingin selamanya terkurung di istana bos mu ini Kak . Karena aku tidak punya hubungan dengan Pak Leon, jadi di rumah ini, aku hanya tamu yang menumpang lama, aku ingin segera keluar dan ingin melihat suasana luar”


“Baiklah Non saya akan  izin sama bos nanti”


“Baik Kak Iwan. Tapi ngomong-ngomong apa benar Kak Rikko berkencan dengan Susan, perawat dari dr. Billy?”


“Kok kamu tahu Non!?”


“Jadi benar? Apa boleh ama Leon?”


“Itulah makanya aku bilang Non. bos itu sangat banyak berubah sejak ada Non di rumah ini, aku berharap Non bersamanya selamanya”


“Dia akan menemuka jodoh yang tepat kak Rikko, aku kuga berharap hubunganmu dengan kekasihmu tetap awet walau banyak masalah”


*


Beberapa hari kemudian.


Jovita  hari ini berencana akan ziarah ke makam keluarganya yang berada di Bogor ditempat pemakaman keluarga.


“Au sakit.” Ia meringis sakit, ia lupa kalau tangannya sedang terluka ia  mandi dan membasahinya.


“Aku terlalu bersemangat ingin  bertemu keluargaku sampai aku melupakan tanganku yang sakit.” Jovita hanya membungkusnya dengan kain ia turun ke dapur untuk serapan.


Saat tiba di dapur tidak diduga ada Leon yang sedang serapan Ia dan Leon sebenarnya sama-sama kaget, tetapi  menyembunyikannya.


“Eh Non duduklah, tadi Bi Atin sudah membuat sup soup spesial untuk non  duduklah. Bu Atin sedang belanja.


Jovita   duduk jarak dua kursi dari Leon, ia  ingin senyum tetapi lagi-lagi Leon memasang muka ala kutub utara padanya, jadi ia hanya diam.


‘Baiklah tidak apa-apa mungkin  akan serapan terakhirku di istanamu bos Naga. Tetaplah kuat  jangan jadikan perasaan dendam itu jadi  kelemahan mu.


Aku berharap kamu bisa menangkap lelaki tua jahat itu. Aku tahu betapa hancur perasaanmu tetapi itu hidup  kita tidak bisa menebak kejadian apa yang akan kita lewati di depan nanti’ Jovita membatin menatap wajah Leon yang terus fokus menyantap makanannya.


“Ini Non.”


Mata Jovita langsung menyengit, saat wanita itu memberikan soup kentang di campur hati untuknya, dari dulu ia paling benci  namanya bubur atau  soup yang banyak campurannya  dalam satu mangkok, ia selalu berpikir makanan itu makanan sampah apa lagi sudah   lembek.


‘Ais apa ini?’


Ada Leon ia enggan menolak, menyentuhnya makan bubur dan sayur lembek sering sekali membuatnya ingin muntah.


‘Aku terjebak di sini, jika aku memakannya aku yakin, aku akan mual dan muntah melihatnya sudah membuat perutku bergejolak,  ia diam melihat menu dalam  mangkok besar itu jangankan memakannya melihat saja sudah membuat perutnya mual apa lagi campuran  hati ayam.


“Non, BI Atin memintamu menghabiskannya,” ujar asisten rumah tangga itu saat melihat Jovita hanya diam menatap soup dalam mangkok itu.

__ADS_1


Leon menatapnya wajahnya Jovita sudah memerah seperti menahan sesuatu.


“Itu  bangus untuk lambung non Hara katanya,” ujar wanita itu memaksa Jovita memakannya.


Tidak ingin  mengecewakan  banyak orang karena jovita sadar diri ia hanya menumpang di rumah Leon, jadi. Ia mencoba mencoleknya di ujung sendok dan memakannya baru  juga seujung sendok  ia ingin mati.


‘”Sial!” Umpat Jovita kesal kini ia juga  ikut-ikutan mengumpat sial seperti Leon. Ia berlari ke kamar mandi dan menumpahkan isi perutnya tentu makanan yang ia makan tadi malam.


Ia keluar dengan muka pucat.


“Kamu kan  tidak pernah suka makanan lembek seperti  itu kenapa dipaksa” ucap Leon mencuci tangan do wastafel kamar mandi dapur.


“Saya hanya tidak ingin mengecewakan orang sudah memasaknya”


Leon ingin pergi.


“Pak Leon saya ingin ke makam ke keluargaku  hari ini, sebelum saya berangkat!” Ujar Jovita.


Leon terdiam sekejap, mendengar  Jovita menyebut orangtuanya tiba-tiba ia merasa dadanya berdetak keras.


“Baiklah pergilah,” ujar Leon tanpa menoleh.


“Terimakasih Pak Leon,” ucap Jovita . Kali ini kata terimakasih itu tulus dari hatinya. Leon  menghentikan langkah kaki, ia  diam lagi, tidak berani menolah Jovita.


“Baiklah.”


“Tidak bisa kita bicara baik-baik sebelum  saya pergi?”


Leon mengepal tangannya dengan kuat ia  menyembunyikan rasa sedihnya  dari Jovita, ia tidak ingin kehilangan, tetapi ia semakin  tidak punya keberanian untuk menahan jovita karena kesalahannya yang ia lakukan.


‘Jangan pergi Hara … jangan tinggalkan aku’ Leon berucap dalam hati.


“Pak Leon bisa, kan,kita bersalaman untuk terakhir kalinya’ setelah pulang dari makam orang tuaku saya ingin langsung berangkat. Terimakasih Pak Leon atas identitas baru dan segala bantuan yang bapak berikan. Menurut Bapak apa baiknya saya di sini . Apa saya harus pergi?”


‘Katakan sekali saja untuk aku tinggal di sisimu’ Jovita membatin, walau hatinya terluka, wanita cantik itu masih berharap Leon  meminta untuk tinggal.


“Pergilah rumahku  tidak nyaman lagi untukmu’ ucap Leon menatap ke arah lain.


“Baiklah Pak Leon, saya berharap-”


“Kamu berharap saya membalasnya, saya akan melakukannya," potongnya cepat.


“Saya berharap bapak mendapatkan kebahagian”


Jovita menyodorkan tangannya   untuk bersalaman Leon menyambutnya dengan menyelam tangan Jovita dengan erat dan bergetar wajahnya terlihat sangat sedih.


Bersambung ...


KAKAK BANTU VOTE DAN LIKE , KASIH HADIAH JUGA IYA AGAR VIWERSNYA NAIK DAN AUTHORNYA SEMANGAT UP BANYAK TIAP HARI


DAN AUTHORNYA


Baca juga;


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)

__ADS_1


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


-Bintang kecil untuk Faila (ongoing)


__ADS_2