
Beberapa anak buah Leon yang baru bekerja dengannya, masih shock dengan cara kematian yang tragis tersebut tetapi untuk Toni, Zidan, Ken itu sudah biasa.
Tetapi untuk anak buah Leon melihat gading berserakan mereka merasa merinding dan mual, tetapi mereka semua harus. memungutnya dan memasukkan dalam plastik sebelum polisi menemukan bukti dan menyelidiki Leon.
Leon tidak mau berurusan dengan polisi saat itu.
"Bos seperti dia dari organisasi," ujar Zidan melapor.
“Iya, aku pikir seperti itu, siapapun yang membayarnya pasti orang gila, singkirkan jangan sampai ada bukti ditemukan polisi , "ujar Leon.
" Baik Bos."
*
Di gedung atap hotel.
" Apa kamu tidak memikirkan orang yang aku pikirkan Pak?" Maxell menatap Leon.
Leon menatap Maxell mencoba membaca pikiran lelaki itu, Leon berpikir kalau Bianca di balik ini semua, tetapi sekarang otaknya jadi ragu. Karena orang yang mengincar Hara menggunakan cara ala perkumpulan salah satu suku, musuh Leon yang lebih baik mati dari pada ditangkap.
'Apa dia bekerja sama dengan mereka?' Leon membatin.
“Apa apa kamu tidak tahu, tentang ini Maxell?”
Maxell tidak terkejut dengan tuduhan Leon, bahkan terlihat santai, mendudukkan panggulnya di salah satu kursi plastik yang diletakkan di dekat kran air.
“Tadinya banyak rencana yang aku rancang untuk Hara dan untuk kamu, tetapi melihat Hara, melihat hatinya yang mudah rapuh itu, membuatku urung melakukanya aku tidak ingin melihatnya terluka dan menangis.”
“Hentikan basa-basimu, jangan memuji istriku terlalu berlebihan,” ucap Leon tidak ingin Maxell membahas tentang Hara.
“Tidak, kamu juga tidak tahu tentang Hara, kamu bilang dia sakit karena mengalami penyakit bawaan kehamilannya, itu saja kamu sudah salah,” ucap Maxell seakan-akan mengintimidasi Leon, matanya menatap lelaki dengan tatapan dingin , ia ingin bilang ia lebih tahu segalanya tentang Hara dari pada Leon.
Leon merasa dada sesak bagai kekurangan pasokan oksigen, karena menahan kemarahan, bagaimana tidak, ia melotot tajam dan wajahnya mulai menghitam, ia marah besar saat Maxell menyebut dirinya, lebih tahu tentang istrinya.
“Kamu bicara langsung jangan berbelit-belit.”
“Hara tidak mengalami babyblues seperti yang kamu ucapkan, dia mengalami sakit kepala karena luka lama di kepalanya.”
Wajah Leon tiba-tiba menurun berangsur pulih. “Benarkah? Aku melupakan itu,” ia mengaku.
__ADS_1
“Iya aku sudah memberikan obatnya.”
“Obat apa yang kamu berikan? Dia tidak bisa sembarangan memakan obat.”
“Aku tahu tuan Leon. Aku seorang dokter, singkirkan pikiran burukmu padaku, aku tidak suka,” ucap merasa di curigai Leon sejak tadi.
“Aku bukan orang yang sembarangan mempercayai seseorang kamu sudah tahu itu.”
“Iya, iya aku tahu itu aku hanya memberi aroma terapi dari wangi-wangian yang ia sukai, itu wangi bunga, dokter pernah bilang luka di kepalanya akan terasa lagi dan menganggu ingatannya dan bisa mengacau pikirannya.
Leon mau mendengar penjelasan Maxell tentang apa yang di alami Hara.
“Apa itu berbahaya?” tanya Leon menatapnya dengan tatapan serius, ia memburu satu jawaban dari Maxell.
“Sebenarnya bisa pulih asal pikirannya rileks, aku mengunakan botol di tangannya dan tadi merasa tenang, kamu juga bisa menggunakan kalung yang ia pakai, aku mendesain khusus untuknya, kamu bisa mengisi ulang isi dalam botol kecil di kalung itu.”
“Apa itu ada di jual atau katakan apa yang harus aku lakukan,” ucap Leon antusias.
Maxell tertawa kecil menatap sikap Leon yang tiba-tiba, baik saat itu, mengenai kesehatan Hara.
“Di jual banyak Variasinya, takut Hara tidak bisa menyukai aroma terapi yang campur-campur dari bunga, malah menganggu otaknya, cukup gunakan aroma bunga sebagai terapinya.”
“Tolong ajarkan aku untuk melakukanya,” ucap Leon .
Leon terdiam sebentar, lalu ia berbalik badan lagi ia tidak marah dengan kalimat-kalimat Maxell, ia hanya berpikir satu hal ini, demi kesehatan Hara dan anaknya tidak perduli walaupun ia akan di rendahkan saat itu.
“Aku akan melakukan apapun itu demi kebaikan Hara,” ucap Leon.
“Kamu tahu Pak Wardana …. tadinya aku ingin membawa Hara mengambilnya darimu, tapi setelah aku melihatnya niat jahatku tidak jadi, dia hanya ingin Pak Wardana yang menjaganya dari aku, aku mengajak Hara pergi. Namun, ia menolak ku, ia tidak mau ikut denganku, asal kamu dan semua keluarga ikut.” Maxell menceritakan semuanya.
Leon diam, ia tidak pernah tahu kalau Maxell meneror Hara dengan mengirimnya pesan, Hara tidak memberitahukan pad Leon ia menyimpan sendiri. “Kamu punya banyak utang maaf untukku,” ucap Maxell menuntut kata permintaan maaf pada leon.
Tetapi bukan Leon namanya kalau ia akan melakukan itu, ia tidak akan meminta maaf dengan hal yang mudah terlebih untuk hal yang belum tentu tahu kebenaranya.
“Kamu meneror istriku dan kamu memintaku meminta maaf?” tanya Leon.
“Aku bukan meneror, tapi aku hanya mengingatkan Hara saat itu, tapi aku tidak tahu dia akan mengalami hal buruk seperti itu.
“Aku tidak akan meminta maaf untuk hal yang aku anggap tidak patuk di maafkan, tetapi aku hanya ingin berterimakasih atas hari ini karena kamu sudah menyelamatkan Hara,” ucap Leon menundukkan kepalanya di depan Maxell.
__ADS_1
“Tidak perlu berterimakasih untuk itu, karena bagiku Hara saat ini sudah seperti adik, aku tidak mengharapkan kata terimakasih,” ucap Maxell berjalan mendekati beberapa bungan mengambil tangkai bunga itu dan mengajari Leon mengolah aromaterapi untuk Hara. Leon mengikuti apa yang diajarkan Maxell padanya. “Jaga dia baik-baik aku tidak bisa menjaganya di sini besok aku akan pulang, ke Jerman aku ingin menetap di sana.
“Tetapi kenapa kamu bersamanya malam itu, aku berpikir kamulah di balik semua ini.”
“Wanita itu memintaku merebut Hara dan ia ingin mendekatimu, aku tidak butuh kerja sama dengan orang lain, untuk urusan hatiku, aku menolaknya, dia wanita yang gigih dan menakutkan, kamu harus tetap waspada, aku tidak tahu apa yang ia rencanakan lagi.”
Di rumah sakit Piter yang terkena tembakan senjata tak bertuan itu, berangsur pulih sedangkan Bram yang mendapat dua peluru, akan dioperasi untuk mengangkat peluru yang bersarang di pundaknya.
Sementara Leon dan Hara masih berada di gedung lantai atap hotel, Hara akan tidur memandang bintang sebelum tidur malam itu. Leon dan Maxell masih terlihat mengobrol serius tentang meracik obat terapi untuk Hara .
“Kenapa pada akhirnya kamu menyerah?” tanya Leon menatap Maxell dengan tatapan misterius.
“Aku tidak menyerah, tapi aku tidak ingin Hara terluka lagi, bagiku kebahagiannya lah yang terpenting saat ini, tetapi kalau kamu membuatnya menangis dan terluka lagi jangan salahkan, kalau aku akan membawanya bersamaku,” ujar Maxell.
Leon hanya mendengus kecil,mendengar gertakan Maxell.
“Jangan khawatir akan selalu menjaganya dengan baik,” ucap Leon dengan yakin. “Bahaya dalam rumah tangga kami akan tetapi dan dalam perjalanan hidup kami, tetapi aku akan tetap bersamanya.”
“Iya baiklah, aku mengerti, kamu jauh lebih mencintainya dari pada aku, itulah salah satu alasan kenapa aku memilih mundur, karena tidak yakin pada diriku akan bisa menjaga dan membahagiakan Hara seperti yang kamu lakukan,” ucap Maxell.
Akhirnya di hadapan Leon, ia akhirnya ikhlas, kalau selama ini ia selalu berpikir kalau Leon hanya lelaki brengsek yang hanya bisa mempermainkan wanita. Tetapi melihat ketulusan Leon akhirnya Maxell memilih memaafkan Leon.
Bersambung.
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA
Terimakasi untuk tips yang kaliangri
Baca juga karya terbaruku iya kakak;
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
__ADS_1
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)