
Setelah Hara di operasi, butuh usaha keras untuk memulihkan kondisinya. Leon mengabdikan diri sepenuhnya pada keluarganya, ia bukan lagi lelaki yang gila akan pekerjaan, sikap angkuh dan sikap dingin yang dulu menjadi ciri khasnya, perlahan-lahan berangsur-angsur hilang, seiring berjalannya waktu.
Kehadiran baby kembar dalam hidup mengubah hidupnya 180 derajat, Leon yang kaku dulu, sekarang, tidak terlihat lagi, setiap hari ia akan di buat tertawa dengan kelakuan bayi kembar .
Sama seperti pagi itu, Baby Okan dan Celia berebut ingin digendong ayahnya, menangis merentangkan tangan, ingin digendong terpaksa Leon mengendong keduanya. Anak buah Leon yang pagi itu sedang berkumpul di bawa, hanya bisa menahan tawa saat Leon keluar dari rumah mengendong keduanya do lengannya.
Leon tidak memperdulikan tatapan tatapan mereka semua, ia menggendong kedua bayi depan, lalu meminta Hara duduk di kursi roda dan mendorong kursi roda tersebut, membawa keluarga kecilnya berjalan-jalan keliling rumah, saat melihat kolam renang, kedua bayi kembar itu kegirangan.
“Apa kalian berdua ingin berenang?” Leon berhenti dan mengusap –usap kepala kedua bayi kembar.
Hara sudah sudah bisa lancar berjalan, tetapi Leon hanya memperbolehkan berjalan sendiri hanya dalam rumah, kalau keluar Hara masih dibantu kursi roda, ia masih harus rutin di terapi untuk memulihkannya sepenuhnya. Saat kedua anak kembar ini kegirangan saat Leon berdiri di kolam renang.
Leo mengangkat tangannya memanggil kedua suster yang selalu setia mengikuti Baby kembar.
“Iya Pak.” Suster Ana mendekat.
“Ambilkan balon kolam renang dan letakkan di sini, panggil Pak Bimo untuk membantu.”
“Baik Pak.”
Leon akan menemani Baby Kembar untuk berenang di taman samping taman. Taman yang ditumbuhi rumput hijau yang terawat dan bersih.
Tiga orang lelaki membantu, Suster Ana memasang kolam renang dari plastik yang akan mereka gunakan, tinggi airnya nanti hanya sedengkul, namun lebar.
Kolam renang kesukaan kedua bocah menggemaskan itu , bila sudah dimasukkan kesana, sudah dijamin sampai berjam-jam berada di sana, terkadang kalau diangkat dari air, mereka berdua akan menangis.
Setelah diisi air lalu bola warni-warna dimasukkan kedalam bak, saat melihat bola, keduanya melonjak kegirangan di gendongan Leon, tidak sabar untuk masuk.
Kedua suster mengganti pakaian mereka Baby Celia memaki baju renang berwarna pink bunga-bunga memperlihatkan perut gendutnya, dan Baby Okan juga berganti pakaian baju renang berwarna biru laut. Lalu mereka berdua dimasukkan kedalam bak air itu, keduanya dalam pengawasan kedua suster
Leon hanya berdiri di sisi kolam renang, sesekali ia menggoda keduanya, menyiram air ke wajah keduanya. Hara tertawa, “Aku mau ikut mandi di sana,” ucap Hara tertawa kecil.
“Hara, apa kamu yakin?” tanya Leon dengan mata membesar, untuk pertama kalinya.
“Iya, kelihatanya menyenangkan berenang bersama mereka, kalau kolam renang cetek seperti itu, aku tidak takut,” ujar Hara.
Walau permintaan yang terdengar tidak masuk akal. Namun, Leon tidak ingin Hara kecewa atau marah.
__ADS_1
“Kamu yakin sayang?” Tanya Leon memastikan .
“Iya” Hara mengangguk.
“Kamu tidak malu masuk ke kolam renang anak-anak?” Tanya Leon menahan tawa.
“Tidak apa-apa, kolam renang sungguhan aku masih takut, berenang sama mereka akan lebih menyenangkan.” Hara mengedipkan mata.
“Tunggu sebentar, iya.” Leon memanggil Bimo, berbisik pelan ke kuping.
“Sambungkan air hangat dari kamar mandi dan sambungkan kesini, Hara tidak bisa mandi air dingin, harus air hangat.”
“Baik Bos,” ujar lelaki bertubuh kekar itu, berlari kecil.
Maka untuk menuruti permintaan Hara semua anak buahnya ikut bekerja sama mencari selang untuk menarik air hangat dari kamar mandi, karena dari sana ada air hangat yang bisa diatur suhunya, sesuai kesehatan Hara. Terlihat lima orang memasang selang dan memasukkannya ke dalam bak di mana kedua bocah kembar itu sedang asik bermain bola, menyadari airnya tiba-tiba hangat wajah mereka tiba-tiba kaget dan terlihat sangat mengemaskan. Mereka semua tertawa melihat reaksi keduanya.
Tidak lama kemudian dr Shena dan perawat datang, karena hari ini jadwal untuk memeriksa Hara, mereka juga memeriksa kondisi tubuh Hara, sebelum masuk ke kolam renang, Leon sangat menjaga ketat kesehatan Hara.
Awalnya hanya Hara dan kedua bayi itu yang bermain air, Hara terlihat kegirangan bermain dengan Baby Celia tawa lucu itu seakan sebuah magnet untuk Leon. Ia tidak tahan, lalu ia juga menggulung celana panjang dan membuka jam tangan mengeluarkan dompetnya lalu ia ikut masuk.
Apa yang dilakukan satu keluarga itu, mengundang perhatian semua orang. Hara dan Leon kembali seperti anak-anak masuk ke dalam kolam bola dan bermain bersama kedua anak kembar mereka.
“Astaga Leon dan Hara ….!?”
“Masa kecil kurang bahagia si bos, Bu,” ujar Ken.
Mereka semua tertawa.
Tidak berapa lama kemudian Clara dan Zidan datang bersama putra mereka, anak Zidan diberi nama Danish Zinedin.
“Hei si tampan datang,” ujar Bu Atin,Toni dan Ken ikut mencubit pipi Baby Danish.
“Bos kemana?” Tanya Zidan.
“Itu ….” Ken mengerakkan kepalanya ke arah kolam renang plastik.
“Ha …. Itu pak Leon?’ Tanya Clara tertawa.
__ADS_1
“Hai, Mbak Clara, bawa Danish ke sini!” Teriak Hara.
Tapi saat ingin di masukkan ke kolam renang Danis menangis, Clara tidak memaksa memasukkan.
Dekat bayi lucu itu ada dua suter, untuk mereka berdua, sedangkan untuk Hara, ada orang seorang yang siap menjaganya dua puluh empat jam.
Leon tidak pernah pelit mengeluarkan uang untuk kesenangan keluarganya.
Walau sebagian hartanya warisan Boyko, tetapi tanpa menerima itu. Leon juga sudah memiliki sederet bisnis yang jadi ladang duit.
Nama Leon lebih dikenal pemilik beberapa hotel bintang.
Bisnis kedua kuliner. Kerja keras Leon semasa muda. Saat ini, ia hanya tinggal menikmati semua saat ia punya keluarga. Leon tidak akan pernah khawatir tidak makan seperti saat ia masih kecil dulu. Kini ia hanya makan tidur juga bisa tetap hidup. Karena hartanya tidak akan habis tujuh turunan.
Leon juga berniat membawa Hara liburan menggunakan jet pribadi yang ia desain khusus, demi kenyamanan kedua anaknya dan istrinya nanti.
Harga satu unit jet pribadi ratusan Miliar, tetapi itu tidak masalah untuk bapak dua anak itu, baginya Keluarga harta yang paling berharga untuknya saat ini , Leon sangat bersyukur untuk hal itu.
Bersambung.
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA
Terimakasi untuk tips yang kaliangri
Baca juga karya terbaruku iya kakak;
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)
__ADS_1