Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Psikopat


__ADS_3

Bianca kembali ke Hotel.


Saat di loby Hara sedang memeriksa tanaman dalam pot, tiba-tiba Bianca datang, apa yang mereka takuti terjadi juga, melihat Hara di sana.


“Gara-gara lu, Leon memutuskan gue, dasar wanita pelakor …! dasar wanita tidak tahu diri”


Menyeret tubuh Hara, ia kaget dan belum sempat membela diri, tubuh tidak dapat mengimbangi  tubuh tinggi Bianca. Suara riuh terdengar dari loby hotel.


Kaila berlari ke ruangan Leon.


"Paka Mbak Hara dan ... dan .... Bianca"


"Ada apa?" Tanya Ken, mereka bertiga sudah kembali dari lapangan.


Leon berdiri, tetapi Zidan Melarang melihat.


Ken berlari melihat Hara terluka


"Zidan, Non Hara terluka"


"Dia melukai Non Hara Bos, tidak usah turun Bos ada banyak orang di sana, serahkan pada kami"


"Persetan dengan wanita gila itu .... saya tidak mau Hara terluka"


Leon membuka laci meja kerjanya mengeluarkan pistol kecil yang biasa terselip di pinggangnya , ia tidak perduli dengan Bianca, baginya wanita hanya wanita yang level rendah, berpikir menghabisi Bianca dengan pistolnya dari pada Hara yang terluka, dengan langkah buru-buru Leon menekan lift turun, tapi saat tiba di bawah di lantai bawah.


Bianca sudah terkapar dengan dua peluru bersarang di lengannya, dan pangkal pahanya  bidikan yang sangat tepat, saat  peluru itu menembus kulit di bawah sikut tangannya, urat  tangannya langsung  tidak akan  bisa bergerak lagi untuk melukai leher  Hara, dan pisaunya langsung jatuh dan peluruh kedua menembus  kakinya, trik pelumpuhan  kedua, dengan begitu ia  tidak  akan berusaha  melukai lagi , strategi melumpuhkan tanpa menghilangkan nyawanya, strategi  ala pasukan elite yang di pernah di pernah di lakukan Piter.


Untung Hilda menelepon Piter saat Bianca  berusaha melukainya dan merekamnya dan mengirim pada  Piter,  saat itu ia masih di rumah belum berangkat ke kantor, saat Hilda mengabarinya  dengan melihat posisi tempat Bianca menyerang dan menyeretnya, niatnya ingin membawa ke lantai atap dan ingin menjatuhkannya, kalau Leon tidak mau bersamanya lagi.


Tidak ada yang melihat Piter melakukan itu, ia melakukanya dari posisi tersembunyi,  padahal  ada lima orang polisi yang saat itu berusaha membujuk Bianca, karena ada polisi juga makanya Ken tidak bisa berbuat banyak, kalau. mereka ketahuan menggunakan pistol pasti akan ikut diperiksa.


Bianca semakin marah karena Leon tidak menunjukkan batang hidungnya, padahal ia sudah melakukan yang  berbahaya tapi Leon tidak terusik sedikitpun. Leon bukan tipe digertak, kalau saja saat itu tamu hotel tidak menelepon polisi, Leon sudah menembak kepalanya tanpa kompromi.


Tapi saat ia turun, Bianca sudah terkapar dengan dua luka di tangannya, tapi bukan  peluru yang biasa di lakukan para polisi , hanya pasukan terlatih khusus yang bisa melakukan hal seperti itu.


"Seorang penembakan .... penembakan jitu!" Teriak polisi mengacuhkan pistol mereka.


"Piter ....," bidik Zidan


Bianca hanya meringis kesakitan, dalam hidupnya tidak pernah terbayang, kalau ia akan mendapat terkena peluru seorang penembakan jitu, ia juga tidak pernah berpikir akan bersikap bar-bar seperti tadi,  melukai Hara dengan pisau dapur. Kini ia hanya menangis ketakutan tentunya merasa  menyesal.

__ADS_1


Setelah melumpuhkan Bianca dengan cepat Piter turun, lalu mengamankan tubuh Hara yang sudah pingsan karena terjatuh didorong tubuh Bianca yang terkena peluru.


Kedua orang tuanya Bianca berlari menghampiri anak mereka yang meringkuk  ketakutan, Leon tidak melihatnya saat Hara di bawa,   ia menatap sinis pada Bianca lalu naik lagi ke ruangannya,  ia tidak perduli sama sekali pada Bianca.


"Cari tahu keadaan Hara, Hati-hati polisi di bawah sedang mengawasi kita"


"Baik Bos," jawab Zidan dan Ken serentak, mereka berdua bergegas turun, sementara Bram tinggal bersama Leon.


                          *


“Hara, bangunlah tidak ada apa-apa lagi, aku sudah mengobati lehermu,” ucap Piter dalam mobil, saat ia melihat luka Hara tidak terlalu parah tidak butuh jahitan maka ia hanya membungkusnya dengan perban  melakukan pertolongan pertama.


Hara bangun akhirnya dan membuka mata,  maka perlahan tangannya memegang kepalanya yang merasa pusing.


“Kenapa aku bisa pingsan tadi?”


“Aku yang menembakmu dengan obat penenang dengan dosis rendah”


“Kenapa sampai  bikin aku seperti itu?"


“Itu  salah satu alat untuk membuat musuh merasa bersalah dan berasa  panik, siapapun yang melihatnya akan merasa panik dan terus memikirkan mu dan menghawatirkan mu, sampai kamu muncul kembali. Sebelum kamu muncul aku yakin Leon akan merasa bersalah dan terus menyalahkan dirinya, itu satu cara membuatnya pelajaran ,” ucap Piter terlihat tenang.


Hara hanya mengangguk


'Apa kamu tidak puas menyakiti Hara selama ini? Harusnya kamu  bisa tegas pada wanita itu agar ia tidak menyentuh Hara lagi' ucap Piter.


Tapi ia tidak mau membuat Bi Ina panik karena melihat leher Hara, terpaksa ia membawa Hara  ke Hotel dan meminta Hara menginap di sana.


*


"Apa tidak menemukan rumah sakitnya?"


"Tidak Bos, maaf," ujar Ken.


"Kalau Hara Sampai kenapa - napa Bianca akan mendapat pelajaran," ujar Zidan.


"Polisi sudah menginterogasi Bos, biarkan dulu polisi melakukan tugas mereka," ujar Zidan.


"Baiklah Bram, cari Hara sampai ke temu, kami bertiga diawasi polisi, mereka masih mengingat kita kejadian di masa lalu"


“Baik Pak , saya akan berusaha lagi.” Ucap Bram dengan raut wajah yang terlihat sangat lelah.

__ADS_1


“Baik, aku ingin mendapat hasilnya besok, keluarlah, jangan datang kemari kalau belum mendapatkan kabar dari Hara,"ujar Leon, raih wajahnya sangat lelah dan kurang tidur, ia. memikirkan tentang Hara.


Leon memijat keningnya, ada beberapa orang yang ia  tugaskan untuk mencari keberadaan Hara, tetapi tidak ada yang mendapatkan kabarnya, Piter kembali menghukum Leon 


“Piter kamu benar-benar kurang ajar,  aku tahu kamu sengaja menyembunyikannya lagi, sama seperti waktu itu,"ujar Leon.


'Hara… apa kamu baik-baik saja, apa lukanya parah tadi? apa lukanya sangat dalam dan fatal? Ah, aku bisa gila kalau tidak dapat kabar darinya, aku akan memberimu pelajaran Bianca kalau terjadi yang buruk pada Hara' Leon berucap dalam benaknya,  ia mondar-mandir seperti setrikaan dalam ruangannya.


             


Saat Leon pusing memikirkan Hara dan menyesal  pada Hara, ia menderita karena satu orangpun anak buahnya tidak ada yang menemukan rumah sakit tempat Hara di rawat.


"Bos, apa tidak melihat hal aneh dari Non Hara? " Tanya Zidan. tiba-tiba.


Mereka semua terkejut.


"Aku menduga ia sudah dapat mengingat sebelum kejadian ini, aku bisa melihat tatapan matanya, Bos," ujar Zidan lagi.


"Dari mana kamu tahu?"Ken penasaran.


" Kapan? "Tanya Leon.


" Aku melihat tatapan matanya saat dia marah - marah sama Bos, "ujar Zidan.


" Benarkah? Sebenarnya Hara Sudah bisa mengingat kita ? "Ken menggeleng tidak yakin.


Bersambung ….


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA


Baca juga  cerita yang lain;


 Baca juga;


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)

__ADS_1


- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)


__ADS_2