Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Wanita Perusak Rumah Tangga


__ADS_3

Setahun sudah ia berada di kota sejuk itu,  menikmati keindahan alam dan kedamaian jauh dari kebisingan dan polusi udara.


Setiap pagi Hara akan di sapa dengan nyanyian –nyanyian  merdu burung  yang bertengger di atas dahan pohon.  Di samping rumah besar bercat putih. Setiap pagi  hidungnya dimanjakan dengan wangi bunga bunga indah yang menghiasi pekarangan rumah .


“Apa kamu mau menemani satu putaran? " tanya Toni menatap Hara yang saat itu ia datang bersama Kikan dan putranya ke Jerman untuk menjemput Hara.


“Boleh,  siapa takut," jawab Hara.


Toni menantang Hara lari pagi bersamanya, menyusuri tepi  hamparan rumput ,  saat ingin lari;


“Aku ikut!” Kikan istri Toni  juga ingin ikut lari pagi menemani Hara dan Toni, wanita cantik itu masih suka merasa khawatir jika ia melihat Toni berduaan sama Hara, apalagi kalau membahas tentang masa kecil mereka. Tetapi Toni menegaskan padanya kalau Hara sudah seperti adik baginya.


“Ayoo,” ujar Hara  berhenti,  berlari bertiga akan lebih baik dari pada harus  melakukanya berdua dengan Toni.


Tepat setelah satu tahun Hara meninggalkan Jakarta, ia tidak  merasa bosan, karena suaminya yang selalu datang berkunjung, selama satu tahun berada di negara asing Hara merasa sangat bebas, kare ia bisa melakukan banyak hal yang ia mau.


Tidak ada pembatasan dan tidak ada larangan, tidak ada pengawalan atau batasan seperti saat di Jakarta.


‘Kenap hatiku tidak ingin pulang, apa keindahan kota membuatku lupa? Apa karena rasa sakit hatiku pada wanita itu, sampai-sampai  aku ingin mau kembali ke sana?


Tapi demi anak-anakku dan Leon  mampu membuatku  terhibur dan mampu  melupakan semua masalah' Hara membatin.


Hara sebenarnya tidak ada niat ingin  pulang ke Indonesia. Namun, kedatangan Toni ke Jerman kali ini membawa pesan dari Leon memintanya  pulang untuk menyelesaikan satu masalah besar, akhirnya Kaila melakukan aksi kotornya.


“Hara kamu harus pulang ke Indonesia, sudah saatnya dan apa yang kamu takutkan itu benar-benar terjadi, Leon  yang memintaku menjemput kamu.”


“Benarkah? Akhirnya dia memperlihatkan tujuannya. Aku dan Leon sudah menunggu itu sebenarnya Kak,” ujar Hara.


“Iya, jangan  biarkan wanita itu merusak bangunan yang sudah  kalian bangun dengan susah payah.”


“Apa Kak Toni melakukan  seperti yang aku katakan?” tanya Hara menatap lelaki bermata sipit tersebut.

__ADS_1


“Iya,  aku melakukanya dengan baik.”


“Baiklah aku siap untuk  memberinya  kejutan balik” ujar Hara.


**


Di belahan dunia lain, tepatnya di Jakarta.


Rumah  Leon terjadi kehebohan, apa yang di pikirkan Leon dan Hara akhirnya terjadi juga.  Benar kata orang bijak tidak ada satupun manusia yang benar-benar sempurna. Manusia juga sering sekali berubah pikiran dan gampang mengingkari janji.


Setahun setelah kejadian  di hotel itu, Bianca dan Lily sudah mendapat hukuman yang berat atas perbuatanya yang melukai Leon.


Kedua wanita cantik itu akan menghabiskan masa muda mereka   dalam jeruji besi itu.


Tetapi setelah satu tahun berlalu dan kedua wanita itu sudah mendapat hukuman atas perbuatan mereka.  Kehidupan Leon justru tidak baik. Kaila tiba-tiba datang ke rumah  membawa bayi mungil ke rumah Leon.  Dengan beraninya ia menunjukkan dirinya ke rumah Leon. Bu Atin kaget  tetapi tidak bisa berbuat apa-apa,  karena ia berpikir  bayi mungil itu di yakini anak dari Leon.


Saat Kaila datang membawa  bayinya ke rumah.  Leon tidak ada,  hanya ada Bu Atin di rumah, Leon ada di kantor, dia sudah berhari-hari tidak pulang ke rumah,  menghabiskan waktunya di  kantor.


Bu Atin menelepon Leon mengabari kalau Kaila datang.


“Apa yang dikatakan Hara benar,” guma Leon pelan.


“Apa yang ibu harus lakukan?” Tanya Bu atin dengan suara melemah, ia takut Hara akan  benar-benar pergi selamanya kalau ia tahu Leon punya anak  dari wanita lain. Ia tidak tahu Leon dan Hara sudah tahu kalau Kaila akan melakukan itu, maka itulah Hara tidak pulang ke rumah itu selama satu tahun, agar Kaila percaya kalau mereka berpisah.


“Usir saja Bu, aku tidak ada  urusan lagi dengan wanita itu.”


“Tetapi dia anakmu Leon.”


“Aku  tidak punya  anak dari wanita lain, dia hanya ingin merusak rumah tanggaku Bu.”


“Tetapi kasihan Nak, bayi ini tidak bersalah.”

__ADS_1


“Bu, tenanglah, nanti kita akan tahu kebenaranya,” ujar Leon dengan tenang.


“Ta-tapi dia  membawa kertasnya dan dia anakku kamu Leon.”


Mendengar  hal itu Leon terdiam, dugaannya benar.  Kaila  ingin merusaknya  keluarganya, Leon  hanya tersenyum mendengarnya.


**


Kabar Kaila akan membawa bayinya menemui Leon sampai juga ke telinga Leon, ia meminta  Toni, berangkat Ke Jerman dengan istrinya  untuk menemui Hara.


Hara juga sudah memprediksi akan hal itu, maka itu ia  pergi selama satu  tahun,  agar Kaila muncul. Ia dan Leon yakin Kaila akan mencari jalan untuk masuk ke kehidupan rumah tangganya.   Hanya perlu menunggu sampai Hara datang untuk membungkam bulut Kaila.


Leon akhirnya mengakui kalau Hara bukanlah wanita biasa yang mudah di taklukkan,


‘Baiklah,  aku akan menunggu Hara, biarkan istriku yang menghadapi dia Kaila, kamu belum tahu siapa dia sebenarnya’ Ucap Leon tersenyum bangga pada sosok istrinya.


Sementara di rumah bu Atin bicara dengan Kaila.


“ Ibu tidak bisa berkata-kata apa lagi Kaila,  kerena kamu sudah seperti  anak sendiri bagiku dan sudah seperti adek untuk Hara.”


“Maafkan saya Ibu, apa saya melakukan kesalahan,  dia juga berhak untuk hidup, walau Pak Leon  meminta membuangnya saat itu.”


“Leon pasti kaget akan hal ini, apa dari awal  sudah ada rencana ini?” tanya Bu Atin.


“Ibu,  kita sama-sama wanita, bagaimana mungkin seorang wanita  mau melakukan itu, apa lagi kalau  mereka melakukannya dengan orang yang di sukai, ibu juga seorang wanita, seorang ibu,  bagaimana mungkin saya membuang anak saya?” ujar Kaila dengan berani, seolah-olah dirinya korban saat itu.


“Terus  apa kamu memikirkan rumah tangga Leon?”Tanya Bu Atin wanita itu memang tidak tahu apa yang terjadi.


“Justru Bu, saat Bu Hara meninggalkannya dan membawa  anak-anaknya saya datang untuk mengobati hati Pak Leon.” Kaila berdalih ingin mengobati hati Pak Leon, justru sebaliknya ia bagai mesin penghancur untuk rumah tangganya.


“Itu artinya kamu ingin menggantikan posisi, Hara?” Tanya Bu Atin dengan wajah geram, ia sangat marah wanita yang dulu ia sayangi ternyata seorang iblis yang berpura-pura baik.

__ADS_1


Tetapi wanita yang tidak tahu berterimakasih itu  diam. Jelas sekali dalam otaknya  kalau  wanita itu ingin menjadi nyonya besar  mendampingi Leon. Ia  berpikir kalau Hara  pergi ke Jerman karena bertengkar dengan Leon, ia tidak tahu kalau ia sudah masuk ke jebakan Leon dan Hara.


Bersambung....


__ADS_2