
Setahun sudah ia berada di kota sejuk itu, menikmati keindahan alam dan kedamaian jauh dari kebisingan dan polusi udara.
Setiap pagi Hara akan di sapa dengan nyanyian –nyanyian merdu burung yang bertengger di atas dahan pohon. Di samping rumah besar bercat putih. Setiap pagi hidungnya dimanjakan dengan wangi bunga bunga indah yang menghiasi pekarangan rumah .
“Apa kamu mau menemani satu putaran? " tanya Toni menatap Hara yang saat itu ia datang bersama Kikan dan putranya ke Jerman untuk menjemput Hara.
“Boleh, siapa takut," jawab Hara.
Toni menantang Hara lari pagi bersamanya, menyusuri tepi hamparan rumput , saat ingin lari;
“Aku ikut!” Kikan istri Toni juga ingin ikut lari pagi menemani Hara dan Toni, wanita cantik itu masih suka merasa khawatir jika ia melihat Toni berduaan sama Hara, apalagi kalau membahas tentang masa kecil mereka. Tetapi Toni menegaskan padanya kalau Hara sudah seperti adik baginya.
“Ayoo,” ujar Hara berhenti, berlari bertiga akan lebih baik dari pada harus melakukanya berdua dengan Toni.
Tepat setelah satu tahun Hara meninggalkan Jakarta, ia tidak merasa bosan, karena suaminya yang selalu datang berkunjung, selama satu tahun berada di negara asing Hara merasa sangat bebas, kare ia bisa melakukan banyak hal yang ia mau.
Tidak ada pembatasan dan tidak ada larangan, tidak ada pengawalan atau batasan seperti saat di Jakarta.
‘Kenap hatiku tidak ingin pulang, apa keindahan kota membuatku lupa? Apa karena rasa sakit hatiku pada wanita itu, sampai-sampai aku ingin mau kembali ke sana?
Tapi demi anak-anakku dan Leon mampu membuatku terhibur dan mampu melupakan semua masalah' Hara membatin.
Hara sebenarnya tidak ada niat ingin pulang ke Indonesia. Namun, kedatangan Toni ke Jerman kali ini membawa pesan dari Leon memintanya pulang untuk menyelesaikan satu masalah besar, akhirnya Kaila melakukan aksi kotornya.
“Hara kamu harus pulang ke Indonesia, sudah saatnya dan apa yang kamu takutkan itu benar-benar terjadi, Leon yang memintaku menjemput kamu.”
“Benarkah? Akhirnya dia memperlihatkan tujuannya. Aku dan Leon sudah menunggu itu sebenarnya Kak,” ujar Hara.
“Iya, jangan biarkan wanita itu merusak bangunan yang sudah kalian bangun dengan susah payah.”
“Apa Kak Toni melakukan seperti yang aku katakan?” tanya Hara menatap lelaki bermata sipit tersebut.
__ADS_1
“Iya, aku melakukanya dengan baik.”
“Baiklah aku siap untuk memberinya kejutan balik” ujar Hara.
**
Di belahan dunia lain, tepatnya di Jakarta.
Rumah Leon terjadi kehebohan, apa yang di pikirkan Leon dan Hara akhirnya terjadi juga. Benar kata orang bijak tidak ada satupun manusia yang benar-benar sempurna. Manusia juga sering sekali berubah pikiran dan gampang mengingkari janji.
Setahun setelah kejadian di hotel itu, Bianca dan Lily sudah mendapat hukuman yang berat atas perbuatanya yang melukai Leon.
Kedua wanita cantik itu akan menghabiskan masa muda mereka dalam jeruji besi itu.
Tetapi setelah satu tahun berlalu dan kedua wanita itu sudah mendapat hukuman atas perbuatan mereka. Kehidupan Leon justru tidak baik. Kaila tiba-tiba datang ke rumah membawa bayi mungil ke rumah Leon. Dengan beraninya ia menunjukkan dirinya ke rumah Leon. Bu Atin kaget tetapi tidak bisa berbuat apa-apa, karena ia berpikir bayi mungil itu di yakini anak dari Leon.
Saat Kaila datang membawa bayinya ke rumah. Leon tidak ada, hanya ada Bu Atin di rumah, Leon ada di kantor, dia sudah berhari-hari tidak pulang ke rumah, menghabiskan waktunya di kantor.
Bu Atin menelepon Leon mengabari kalau Kaila datang.
“Apa yang dikatakan Hara benar,” guma Leon pelan.
“Apa yang ibu harus lakukan?” Tanya Bu atin dengan suara melemah, ia takut Hara akan benar-benar pergi selamanya kalau ia tahu Leon punya anak dari wanita lain. Ia tidak tahu Leon dan Hara sudah tahu kalau Kaila akan melakukan itu, maka itulah Hara tidak pulang ke rumah itu selama satu tahun, agar Kaila percaya kalau mereka berpisah.
“Usir saja Bu, aku tidak ada urusan lagi dengan wanita itu.”
“Tetapi dia anakmu Leon.”
“Aku tidak punya anak dari wanita lain, dia hanya ingin merusak rumah tanggaku Bu.”
“Tetapi kasihan Nak, bayi ini tidak bersalah.”
__ADS_1
“Bu, tenanglah, nanti kita akan tahu kebenaranya,” ujar Leon dengan tenang.
“Ta-tapi dia membawa kertasnya dan dia anakku kamu Leon.”
Mendengar hal itu Leon terdiam, dugaannya benar. Kaila ingin merusaknya keluarganya, Leon hanya tersenyum mendengarnya.
**
Kabar Kaila akan membawa bayinya menemui Leon sampai juga ke telinga Leon, ia meminta Toni, berangkat Ke Jerman dengan istrinya untuk menemui Hara.
Hara juga sudah memprediksi akan hal itu, maka itu ia pergi selama satu tahun, agar Kaila muncul. Ia dan Leon yakin Kaila akan mencari jalan untuk masuk ke kehidupan rumah tangganya. Hanya perlu menunggu sampai Hara datang untuk membungkam bulut Kaila.
Leon akhirnya mengakui kalau Hara bukanlah wanita biasa yang mudah di taklukkan,
‘Baiklah, aku akan menunggu Hara, biarkan istriku yang menghadapi dia Kaila, kamu belum tahu siapa dia sebenarnya’ Ucap Leon tersenyum bangga pada sosok istrinya.
Sementara di rumah bu Atin bicara dengan Kaila.
“ Ibu tidak bisa berkata-kata apa lagi Kaila, kerena kamu sudah seperti anak sendiri bagiku dan sudah seperti adek untuk Hara.”
“Maafkan saya Ibu, apa saya melakukan kesalahan, dia juga berhak untuk hidup, walau Pak Leon meminta membuangnya saat itu.”
“Leon pasti kaget akan hal ini, apa dari awal sudah ada rencana ini?” tanya Bu Atin.
“Ibu, kita sama-sama wanita, bagaimana mungkin seorang wanita mau melakukan itu, apa lagi kalau mereka melakukannya dengan orang yang di sukai, ibu juga seorang wanita, seorang ibu, bagaimana mungkin saya membuang anak saya?” ujar Kaila dengan berani, seolah-olah dirinya korban saat itu.
“Terus apa kamu memikirkan rumah tangga Leon?”Tanya Bu Atin wanita itu memang tidak tahu apa yang terjadi.
“Justru Bu, saat Bu Hara meninggalkannya dan membawa anak-anaknya saya datang untuk mengobati hati Pak Leon.” Kaila berdalih ingin mengobati hati Pak Leon, justru sebaliknya ia bagai mesin penghancur untuk rumah tangganya.
“Itu artinya kamu ingin menggantikan posisi, Hara?” Tanya Bu Atin dengan wajah geram, ia sangat marah wanita yang dulu ia sayangi ternyata seorang iblis yang berpura-pura baik.
__ADS_1
Tetapi wanita yang tidak tahu berterimakasih itu diam. Jelas sekali dalam otaknya kalau wanita itu ingin menjadi nyonya besar mendampingi Leon. Ia berpikir kalau Hara pergi ke Jerman karena bertengkar dengan Leon, ia tidak tahu kalau ia sudah masuk ke jebakan Leon dan Hara.
Bersambung....