
Leon dan Hara berjuang bersama untuk menjaga keutuhan rumah tangga, mereka berdua saling memperbaiki diri jika ada kesalahan. Leon sadar, keluarga yang di miliki saat ini dunia dan harta yang sangat berharga untuknya. Leon sudah merasakan tidak punya siapa-siapa di masa kecilnya hingga ia dewasa. Maka saat ia memiliki keluarga seperti saat ini Leon berjanji akan menjaga selamanya.
Jika Leon dan Hara sadar, jika mereka bertengkar dan berpisah maka masa depan anak mereka akan hancur, tetapi tidak demikian pada ketiga mantan anak buah Leon. Mereka egois menyalahkan apa yang terjadi pada rumah tangga mereka adalah kesalahan para istri mereka. Mereka sahabat sejati yang kompak termasuk kompak juga dalam menghancurkan rumah tangga masing-masing.
Ken enggan meminta maaf dan mengaku salah pada Rebeka, ia malah menantang wanita cantik itu berpisah.
“Baiklah … kalau kamu ingin berpisah, mari kita lakukan,” ujar Ken dengan santai.
Rebeka menutup matanya dan menarik napas panjang.
“Baiklah,” jawabnya dengan yakin.
“Thiani … kamu ikut Mommy apa Daddy?” Tanya Rebeka.
Kini wanita cantik berkulit erotis itu tampak bingung, inilah momok yang menakutkan bagi seorang anak, jika ia di minta memilih antara ibu dan ayah, karena ia hanya ingin rumah yang nyaman di mana ke dua orang tuanya ada untuk mencintainya.
“Mommy …. No …! jangan seperti ini, aku tidak mau memilih, aku mau kalian berdua, aku butuh Mommy dan Daddy dalam hidupku,” ujarnya menangis.
“Sayang Mommy minta maaf jika kamu harus merasakan apa yang Mommy rasakan,” lirih Rebecca sedih.
“Why …!? Kenapa harus berpisah?” Teriak Thiani lagi.
“Mommy ingi-”
“Kenapa menikah jika harus berpisah, kenapa harus melahirkan ku? Kenapa aku jadi korban keegoisan kalian?”
Thiani berteriak marah, gadis cantik itu memasuki usia remaja di mana masa, ia merasa labil. Ken dan Rebeka tidak memikirkan mental anak mereka.
“Sayang Daddy akan menjaga kamu dengan baik,” bujuk Ken.
“Egois kalian berdua!” Teriak Thiani.
Ia masuk ke kamarnya dan mengunci diri di kamarnya.
“Jangan khawatir nanti juga dia akan baikkan, beri dia waktu,” ujar Ken, ia menganggap enteng akan perpisahan mereka, ia berpikir jika berpisah dengan Rebeka akan mencari wanita yang baru. Ken tidak tahu, walau banyak wanita yang mau menikah dengannya tetapi belum tentu bisa menerima anaknya ibu adalah seseorang yang paling berharga untuk seorang anak apalagi anak perempuan seperti Thiani. Tetapi jika keegoisan di pelihara maka kehancuran yang akan mereka dapatkan.
Tetapi Rebeka, ia tahu apa yang terjadi kedepannya, ia tahu perpisahan mereka akan mengubah segalanya, termasuk masa depan putrinya, karena tepat di umur Thiani juga kedua orang tuanya bercerai ia ikut sang ibu warga Indonesia.
Tetapi kehidupan Rebeka berubah setelah sang ibu menikah lagi dan ia menjadi wanita yang bebas dan rusak.
‘Maafkan Mommy Nak, aku tahu ini berat bagimu, aku sudah berjuang tetapi aku tidak tahan lagi’ Rebeka membatin ia menyeka air matanya.
__ADS_1
Mereka berdua akhirnya sepakat akan berpisah, tidak ada sedikitpun raut wajah sedih dari Ken, seolah-olah ia sudah menunggu waktu hari itu.
“Kamu boleh memiliki rumah dan mobil,” ujar Ken.
“Tidak perlu, aku tidak akan mengambil hartamu, aku akan kembali ke Brazil dan akan tinggal di sana, kamu jagalah Thiani,” ujarnya.
Ia mengumpulkan pakaiannya dan memasukkan ke dalam koper, wajahnya tenang, ia sudah menduga kalau hari itu akan terjadi karena Ken tidak pernah menganggapnya sebagai istri. Baginya apa yang terjadi saat itu hanyalah kesalahan satu malam. Ken selalu menganggap Rebecca rendah Ken merasa malu karena Rebeka mantan pemuas ranjang Leon.
Ia selalu bilang pada Zidan kalau ia merasa malu dan rendah pada Leon jika membawa Rebeka.
“Maaf,” ujar Ken saat Rebeka bersiap meninggalkan rumah Ken.
“Tidak apa-apa, aku tahu aku banyak kekurangan dan tidak pantas untuk seorang istri, tetapi ketahuilah tidak ada satupun manusia di dunia ini yang tidak luput dari dosa, kesalahanku di masa lalu hanyalah bagian perjalanan hidupku, "ujar Rebeka, ia tahu Ken tidak pernah menghargainya karena ia mantan tidur dari Leon.
Ken menunduk diam.
“Aku berharap kamu menemukan pria baik,” ujar Ken.
Rebeka hanya diam, baginya saat itu pernikahan sudah membuatnya trauma, mungkin di sisa hidupnya, ia tidak akan menikah lagi.
Ia berjalan menuju kamar putrinya Thiani menangis di kamarnya setelah ia tahu kalau kedua orang tuanya akan berpisah.
“Sayang boleh Mommy masuk?”
“Tidak, kalian berdua tidak boleh masuk ke kamarku!”
Mendengar hal itu Thiani semakin menangis.
“Pergilah! Pergi jangan kembali lagi!” teriaknya marah.
Rebeka sangat sedih, padahal ia hanya ingin memeluk putrinya untuk terakhir kalinya, tetapi gadis remaja itu tidak mengizinkannya ia hanya menangis dan mengunci pintu.
“Baiklah Mommy pergi iya,” ujar Rebeka, ia hanya menangis dan tidak membuka pintu..
Wanita malang itu meninggalkan rumah dengan perasaan hancur, tetapi ia bersikap tegar dan tenang di hadapan Ken, ia tidak mau kelihatan lemah, di depa pria yang mencampakkannya.
‘Kamu harus kuat Rebeka’ Wanita bermata indah itu membatin.
Tetapi saat ia berjalan ke luar, tiba-tiba Thiani keluar ia berlari dan memeluk Mommynya.
“Jangan pergi Mommy, aku tidak percaya semua ini, semua terjadi tiba-tiba, selama ini kalian baik-baik saja, Mommy kenapa tiba-tiba berpisah?” ujarnya dengan wajah panik.
“Maafkan Mommy sayang, karena tidak pernah berterus terang padamu, Mommy selama ini menyembunyikan semuanya dari kamu.”
“Lalu bagaimana dengan aku?”
“Kamu tinggal dengan daddy saja.”
__ADS_1
“Kamu menolak ku! Kalian berdua ingin membuang ku!” Teriaknya di luar, teriakkan itu mengundang perhatian asisten rumah tangga dan supir Ken.
“Mommy akan kembali ke Brazil, kebutuhan kamu dan pendidikanmu lebih terjamin tinggal dengan daddy,” ujar Rebeka, ia memegang pipi putrinya. Ia menyeka air mata gadis remaja tersebut.
“Kenapa … kenapa harus seperti ini,”lirihnya sedih pada akhirnya ia memeluk ibunya dengan tubuh tidak berdaya.
Wajahnya terlihat putus asa, selama ini yang ia tahu kalau kedua orang tuanya baik-baik saja, karena Rebeka selalu menyimpan semuanya sendiri, ia tidak mau kesedihan yang ia rasakan di rasakan sama putrinya, ia hanya ingin Thiani bahagia, tadinya ia berpikir ia akan bisa bertahan sampai Thiani sudah memiliki kehidupan sendiri dan bisa mandiri. Tetapi ternyata ia tidak mampu bertahan.
“Jangan pergi Mommy,” ujar Thiani dengan sedih saat ibunya melepaskan pelukannya.
“Semua akan baik-baik sayang, percayalah, kita akan bertemu suatu saat nanti, Mommy akan mengunjungimu.”
“Tidak mau.”
Tidak lama dari dalam Ken keluar, ia membujuk putrinya ia mengajaknya masuk ke rumah.
“Daddy akan ada di sini menjagamu,” ujarnya. Tetapi Thiani hanya ingin ibunya.
“Dad, tolong jangan berpisah, aku mohon,” lirihnya memohon.
“Daddy akan menjagamu sayang percayalah,” bujuk Ken.
Ia memeluk Thiani , agar Rebeka bisa pergi, Thiani memberontak, tetapi ken membujuknya merayunya berjanji akan membeli mobil baru dan ponsel canggih .
Rebeka dan Ken akhirnya akan berpisah, Ken membiarkan wanita yang bersamanya puluhan tahun itu pergi.
Bersambung ….
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH
Terimakasi untuk tips ya
Baca juga karyaku yang lain
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (Tamat)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
- Bintang kecil untuk Faila (tamat)
__ADS_1