Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Memilih kerja di luar kota


__ADS_3

Nyawa mereka bertiga akhirnya selamat walau dengan cara  harus masuk penjara. Walau Leon dan tiga temannya harus kecewa karena Thiani,  mereka kehilangan penjahat, karena Thiani juga Noa harus berbarimg di rumah sakit, ia mendapat luka tembak. Penjahat itu licik menembak dari belakang, kalau saja bertarung secara langsung Noah tidak akan kalah, ia ahli bela diri.


Walau bos pengedar narkobah itu melarikan  diri, tetapi Leon dan Beny berhasil menyita sabu satu kilo Gram yang diyakini  nominalnya miliyaran.


Bukan hanya itu saja, Beny bahkan  menyita semua barang-barang milik penjahat itu dari sebuah apartemen mewah  dan menutup tempat hiburan  malam miliknya.


“Aku yakin dengan ini saja dia sudah kesal,” ujar Leon.


“Ya benar, aku yakin dia sudah sakit kepala saat ini,” ucap Beny.


Leon berhasil menyelamatkan nyawa ketiga anak sahabatnya dan berencana akan memasukkan ketiganya ke pusat rehabilitasi, beruntung yang menangkap mereka  Beny, kalau saja polisi lain yang menangkap ketiganya sudah pasti masuk ke meja sidang divonis hukuman mati, karena jatuhnya mereka bertiga pemakai dan pengedar.


“Aku ingin mereka bertobat, jadi, biarkan mereka berpikir kalau ketiganya akan mendapat hukuman berat,” ujar Leon.


“Baik”


“Tolong jangan biarkan mereka bertemu dengan siapapun,” ujar Toni.


“Terimakasih banyak Bos,” Ken menundukkan  wajanya di hadapan Leon.


“Jangan seperti itu … bagiku mereka bertiga anak-anakku, aku hanya ingin  mereka pulih,” ujar Leon.


Mereka bertiga,  meminta maaf karena anak-anak mereka menyakiti Chelia, kalau itu orang lain, sudah pasti mereka semua akan lenyap di buat Leon. Tetapi karena mereka bertiga anak-anak dari sahabatnya Leon memaafkan.


"Apapun yang sudah mereka lakukan kami minta maaf Bos," ujar Zidan.


"Tidak apa-apa bukan salah kalian, itu salah penjahat itu," ujar Leon.


Apapun yang sudah mereka kerjakan, Leon tidak ingin Okan dan Chelia mengetahuinya.


Disisi lain.


Setelah Jordan gagal menikah dengan Naira,  wanita cantik itu meninggalkan Jakrta, ia memilih mendapat tawaran di Batam membangum hotel.


Saat jordan datang ke  gedung yang di renovasi  tersebut, ia berharap bisa bicara dengan Naira, saat ia tiba bukan Naira yang datang, melainkan orang lain yang menggantikan Naira.


“Kamu siapa?” Tanya Okan.


“Maaf Pak, saya yang bertugas melanjutkan pekerjaan Naira, perkenalkan nama sa-”


“Naira kemana?”potong Okan dengan tatapan tegas.


Wanita berambut pendek itu menurunkan tangannya yang sempat terulur tadi, ia ingin menyalam Okan.


“Berikan nomor atasanmu, aku ingin protes. Ini tanggung jawab Naira kenapa  bisa digantikan orang lain”


“Maaf Pak, apa yang di kerjakan Naira sudah persetujuan perusahaan kami, walau saya yang melanjutkan tidak ada yang berubah dari konsep pertama, karena kami bekerja  di perusahaan yang sama”


“Tapi saya inginnya bekerja sama dengan Naira,” ujar Okan, ia  memaksa, ia tidak tahu kalau wanita  menghilang karena ulahnya.


“Kalau Pak Wardana ingin komplen silahkan  ke atasan saya Pak, saya  hanya  melakukan perintah,” ujar wanita itu meninggalkan Okan.


Ia menelepon Naira tetapi nomornya tidak aktif, Okan pulang ke rumah.


“Bagaimana Bang apa tahap pengerjaannya sudah selesai ?” Tanya Hara.

__ADS_1


“Masih di kerjakan Bu,” ujar Okan tidak bersemangat.


“Apa ada masalah?”


“Tidak,” jawab Okan.


Tetapi Hara tahu ada masalah, terlihat dari wajah Okan yang terlihat murung.


‘Ada apa denganya?’ Hara ingin  memberinya waktu sendiri pada putranya.


Saat ia ingin naik ke kamar, tiba-tiba Chelia datang dengan langkah buru-buru.


“Apa benar kamu melakukannya …?” tanya Chelia menatap serius pada saudara kembarnya.


“Melakukan apa?" Okan balik bertanya tetapi wajahnya sangt tidak bersemangat.


“Melakukan apa Ce?” Ibu mereka kembali duduk.


“Apa kamu membatalkan pernikahan Jordan dan Naira?”


“Apa?” Hara kaget.


“Kenapa melakukannya?” Tanya Chelia.


“Karena permikahan mereka hanya kesepakatan, "jawab Okan.


“Lalu apa urusannya sama Abang?”


“Aku mengajaknya menikah, tetapi dia menolak”


“Jadi aku menghancurkan rencana pernikahanya dengan Jordan,” ujar Okan santai.


“Astaga Okan …. kenapa laki-laki tidak gentelemen!” ujar Hara.


“Itu sudah cara paling gentelemen Bu,” balas Okan.


“Masalahnya Naira pergi Bu,  Kak Jordan meneleponku dia merasa  bersalah sama Naira karena dia memutuskan rencana mereka secara sepihak, aku kasihan sama Nai,” ujar Chelia.


“Bang, memang tidak bisa baik-baik bicara ama Nai kalau kamu memang ada perasaan padanya,” ujar Hara.


“Ia  beberapa kali menolakku Bu, dia sangat membenciku karena kejadian di masa lalu”


“Apa yang terjadi di masa lalu memang sangat menyakitkan, tidak mungkin dia memaafkanmu dengan mudah Okan, kamu sadar tidak, karena kamu ibunya meninggal,” ujar Chelia.


“Itu sudah lama Ce, kenapa harus diungkit lagi."Okan menatap marah.


“Tidak aku hanya mengingatkan tidak mudah memaafkanmu dan harusnya kamu berjuang lebih keras mendapatkan hatinya,” ujar Chelia.


Okan diam, apa yang dikatakan Chelia sangat benar


“ Ibu kasihan dengannya, dia seperti ibu saat muda, yatim piatu, Bang … kalau kamu tidak suka denganya biarkan dia, tidak baik menyakiti hati anak yatim piatu”


Hara meraih ponselnya dari atas meja lalu menekan nomor Naira.


Gadis cantik itu mengangkat telepon Hara.

__ADS_1


“Halo Nai …!”


“Iya Bu,” suara Naira terdengar jelas di ujung telepon.


“Kamu dimana Nai? Bagaimana denga pekerjaan yamn kita sepakati?


“Naira  pegang pekerjaaan  yang di Batam Bu, apa masalah Bu?”


“Aku meminta kamu yang mengerjakannya Nai, bukan orang lain,” ujar Hara ia ingin membantu Okan.


“Maaf Bu, aku hanya butuh waktu sebentar"


"Baiklah Nai, jika kamu butuh sesuatu katakan sama Ibu"


"Terimakasih Bu Hara atas kebaikan keluarga Ibu selama ini pada Nai, aku minta maaf jika ada salah"


"Nai, apa ibu boleh menemui di tempat kerjamu?"


Naira diam, ia memikirkan permintaan Hara, ia tidak ingin diganggu, mendengar Naira diam, Hara tahu kalau wanita berparas cantik itu, masih sakit hati.


"baiklah Ibu akan memberikan waktu"


"Baik Bu Terimakasih kasih"


Mendengar Naira ada di Batam Okan sibuk menelepon, ia mencari alama pekerjaan Naira di sana.


Naira sangat marah dan membenci Okan sampai ia mengucapkan harapan agar tidak bertemu dengan Okan lagi selamanya. Naira tidak bisa menerima Okan walau lelaki tampan itu sudah meminta maaf padanya.


Walau Hara dan Leon menginginkannya jadi Menantu, tetapi Naira menolak.


Apakah Okan bisa Mendapatkan cinta Naira?


“Bersambung ….


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH


Terimakasi untuk tips ya


Baca juga  karyaku yang lain


 -Aresya(TERBARU)


-Turun  Ranjang( on going)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (Tamat)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


- Bintang kecil untuk Faila (tamat)

__ADS_1


__ADS_2