
Malam itu Leon akan menginap di rumah Hara sebagai menantu. Setelah saling bercengkrama . Hara mulai menguap karena merasa lelah karena acara hari ini, sebenarnya ia capek, akan tetapi, tidak mau mengecewakan Piter saat mengajaknya duduk main gitar.
“Mengantuk? Sudah tidurlah, sana,” ucap Piter ia juga menyudahi malam ini.
Karena Hilda juga wanita yang jadi kekasih Piter saat ini, sudah masuk ke kamar dan tidur duluan.
“ Ayo kita tidur, besok lagi kita sambung,” ucap Vikki berdiri, saat semua sudah bubar, barulah Leon ikut berdiri, namun, ia masih berdiri memandang kearah jalanan Ibu kota, ia baru menyadari kalau Hotel miliknya terlihat sangat jelas dari balkon rumah Hara. ‘ICHIRO HARA HOTEL’
‘Anakku, saat ini. Ayah sudah bersama lagi dengan ibu, aku berjanji akan menjaganya selamanya’ ucap Leon dalam hati melihat kearah Hotel.
Leon berpikir kalau Piter memiliki sebuah sihir karena selama ini, ia sering melewati daerah rumah kontrakan rumah yang dihuni Hara. Namun, ia tidak pernah tahu kalau Hara tinggal di daerah di dekat Hotel.
Ia masuk ke dalam kamar Hara hanya ada satu ranjang yang ukuranya tidak terlalu besar.
“Apakah kita muat di sini?” tanya Leon dengan tersenyum pada Hara.
“Entahlah, melihat badan kamu yang besar sepertinya tidak muat, badanku kecil kok pasti muat,” ucap Hara ia memukul-mukul bantal meminta suaminya berbaring disampingnya.
Leon menurut, ia tidak banyak protes, ia juga terkahir dari keluarga yang miskin saat di Kalimantan, justru ia merasa kasihan pada Hara dari tuan Putri, akan tetapi, saat kedua orang tuanya meninggal hidupnya berubah, ia di paksa menjalani takdir hidup yang berat, banyak yang sudah dilalui Hara, menjual semua harta keluarganya demi pengobatan mata saat Hara menjadi seorang artis pun mereka harus terlilit utang karena Vikki. Pamannya meminjam uang jumlah yang banyak untuk menjalankan perusahaan milik keluarganya. Leon sebenarnya ingin membantu tetapi Piter menolaknya saat itu.
“Hara”ucap Leon menidurkan Hara di lengannya.
“Hmm.”
“Aku mencintaimu,” ucap Leon mendaratkan bibirnya di kening Hara.
“Aku juga” ucap Hara membalas, kali ini ia mendaratkan di Bibir Leon, ia menaikkan posisi tubuhnya, menjajarkan kepalanya dengan kepala Leon, tanpa sungkan Hara memainkan bibirnya dan memainkan lidahnya di antara daratan gigi milik sang suami.
Leon menikmatinya, ia menutup matanya membalas pangutan yang diberikan Hara. Menit kemudian Hara melepaskan pangutangnya.
“Kita tidur ya aku capek bangat,” ujar Hara dengan wajah terlihat lelah.
“Baiklah tidurlah.” Leon menunjuk lengannya untuk jadi bantal.
Leon sangat pengertian, walau tubuhnya menginginkan hal lebih dari sekedar kiss. Tetapi saat Hara mengeluh lelah ia tidak memaksa. Hara memukul-mukul lengannya saat mengangkat piring-piring kotor tadi ia merasa lenganya pegal.
“Apa tanganmu sakit?”
“Iya.”
“Sini berikan padaku, apa ada minyak gosok?”
“Ada punya Bibi di laci.”
“Apa kamu tidur sama bibi sini?”
“Ya.”
“Kenapa kamu takut tidur sendirian?”
“Tidak hanya Bibi selalu datang ke kamarku dan tidur bersama.”
“Lalu suaminya tidur sendirian?”
__ADS_1
“Kadang Bapak minta Bibi tidur bersamaku agar aku tidak kesepian.”
“Orang baik sepertimu mendapatkan orang-orang baik di sekitarmu. Piter yang menjagamu sangat baik, bibi Ina menganggap seperti anak mereka sendiri. Kamu beruntung, aku iri padamu Hara” ujar Leon memijit lembut lengan Hara.
“Oh Leon boleh aku nanti bekerja lagi?"Leon menatapnya sekilas.
“Untuk apa? Aku bisa menghidupi semua kebutuhanmu bahkan semua kebutuhan pamanmu.”
“Masalahnya aku tidak ingin tervakum di rumah.”
“Nanti kita akan bicarakan lagi, istirahatlah.”
‘Dari wajahnya dia sepertinya dia tidak suka aku bekerja lagi’Hara membatin, melihat Leon tidak ingin membahas tentang pekerjaan, Hara juga tidak memaksa. Leon membaringkan tubuhnya dan memeluk tubuh Hara.
Wanita cantik itu sudah tidur pulas terlihat dari kebiasaanya uniknya saat tidur. Leon justru tidak bisa tidur matanya menyelidiki seisi kamar Hara.
‘Dulu dia hidup mewah dan tinggal di rumah yang sangat besar bersama keluarganya , tetapi saat ini dia hidup di rumah kontrakan aku akan menjadikanmu kembali seperti putri Hara’ mengusap-usap tangan Hara yang sakit tadi.
Cinta lelaki itu begitu besar untuk sang istri terlihat tatapannya yang begitu dalam melihat wajah Hara saat tidur memeluk tubuhnya dengan erat lalu ia tertidur.
**
Saat Hara dan Leon masih terlelap.
Bu Ina sudah sibuk menyiapkan serapan untuk Leon dan Hara. Namun sudah jam delapan pagi akan tetapi, Hara dan Leon belum juga bangun. Padahal keluarga Hara sudah menunggu untuk serapan bersama, pengantin baru yang lupa waktu.
“Hara belum bangun, Bi?” tanya Piter ia duduk menyeruput kopi hitam buatan Hilda.
“Bukan karena acara kemarin, tapi, ia kelelahan karena tadi malam,” ucap Piter, bicara seenaknya.
“Tidak di bangunin saja BI? "tanya Vikki yan kini ikut menunggu Ratu dan Raja untuk bangun.
“Menantu nakal Ni Leon, masa di rumah mertua bangun siang,” ucap Piter mereka semua tertawa saat Leon di jadikan topik pembicaraan di meja makan.
Ken dan Bram yang saat itu ikut berjaga di rumah Hara mereka ikut tertawa saat sang bos dijadikan topik pembahasan.
Leon tidak biasanya bangun siang walau ia tidur pagi, padahal ia biasa tidur pagi selama ini, ia tetap bisa bangun pagi, namun, pagi ini, ia merasa sangat lelah, karena itu ia tidak bisa bangun pagi, namun, saat ada suara tawa dari bawah, ia membuka mata dan mengerjap-ngerjapkanya melirik jam yang tergantung di kamar Hara.
“Oh iya ampun sudah hampir setengah sembilan” ucap Leon menyingkirkan selimut.
Melihat Hara yang masih tertidur pulas, tadinya ia tidak ingin membangunkan Hara, namun, ia juga tidak mau menunggu lama.
“Hara …!” Leon menepuk pipi Hara dengan pelan .
“Hmmm, ada apa?” tanya Hara dengan mata sedikit terbuka.
“Bangun , ini sudah siang, keluargamu menunggu kita di bawah,” ucap Leon.
Dengan sangat terpaksa, Hara membuka matanya untuk melirik jam dinding di depan, mata bulat itu mengerjap-ngerjap dan bulu mata panjang yang lentik itu, terlihat menari-nari saat Hara mengerjapkan matanya , Leon membelai kepalanya dengan lembut.
__ADS_1
‘Kata orang, seorang wanita itu, akan terlihat sangat cantik saat bangun tidur, itu benar, Hara terlihat seperti boneka hidup saat bangun pagi ini’ ucap Leon dalam hati ia tersenyum kecil melihat rambut Hara yang berantakan. Ia menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Hara.
“Ambilkan aku satu handuk, aku mau mandi, tidak tahu di mana kamu menyimpan handuk bersih.”
“Itu di dalam lemari,” ucap Hara menunjuk lemari berwarna putih.
“Tidak ada ada sayang .... hanya ada banyak boneka besar di sini,” ucap Leon menatap Hara.
"Oh astaga jam sembilan, jangan lama-lama iya."
"Kenapa?" Tanya Leon bingung.
"Mereka pasti akan meledekmu dan mengerjaimu karena kita bangun kesiangan, mereka pikir kita habis itu-an tadi malam"
"Tidak apa-apa Hara, walaupun kita melakukan sekarangkan aku melakukan sama istriku," ujar Leon.
"Kedua omku sama-sama iseng Leon... mereka akan ambil kesempatan untuk mengerjai kamu nanti."
"Tidak apa-apa," Balas Leon.
"Disuruh cuci piring mau?" Tanya Hara lagi.
"Mau, asal sama kamu."
"Haaa ....?"
Hara tertawa saat memikirkan Leon mencuci piring.
"Ok, siap diri nanti, saat Om kerjain, iya! "
Leon mengangguk.
Bersambung.
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA
Terimakasi untuk tips yang kaliangri
Baca juga karya terbaruku iya kakak;
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
__ADS_1
- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)