
Damian.
Leon memiliki dendam pada Damian, karena mantan anak buahnya itu yang menorehkan luka di dalam hatinya.
Damian berselingkuh dengan calon istrinya sampai hamil dan Leon menembaknya wanita hamil itu, tepat di hadapan Damian sendiri, karena itulah Damian selalu mencari celah untuk membalas Leon.
Jadi apapun yang dilakukan Damian selalu salah di mata Leon, apalagi jika sampai tahu kalau Damian mengincar Jovita dan Jovita jatuh ke tangan Damian. Mungkin Leon akan mengalami mengamuk dan menggila.
Mendengar nama Damian di sebut wajah Leon menghitam dan ia memegang batang lehernya, emosinya memuncak.
“Damian, meminta kami menjaga wanita cantik ibu Bos,” ujar Lelaki itu meringis menahan luka tembak di kakinya.
“Kenapa .... Kenapa. Kenapa dia melakukan itu?”
“Wanita itu keponakan sepupunya katanya, Bos”
“Sepupu dari Hongkong! Saya lebih mengenal Jovita dari siapapun di dunia ini!” ujarnya dengan emosi.
Rikko dan Santo sampai terpaku mendengar kemarahan Leon, ia seakan kehilangan kontrol diri.
“Bos Damian hany-”
“Berhenti menyebut nama sialan itu di hadapanku Brengsek!” Ujar Leon menekan moncong pistolnya ke kepalanya dengan kasar”
“Ba-ba-baik Bos”
“Kami hanya menjaga nyawa wanita itu, karena dia dalam bahaya sebaiknya kami di lepaskan karena tadi kami melihat ada yang mengikutinya makannya kami berjaga di gang kosannya.”
Mendengar hal itu mata Leon melotot dan ia menyelipkan pistol itu kembali ke pinggang nya
“Obati lukanya!”Pinta Leon pada Santo, lalu ia berlari keluar diikuti Rikko.
Leon tahu lelaki yang ia tembak tidak akan mati, karena ia menembak kaki, ia juga tidak membunuhnya karena mereka menjaga Jovita.
Leon berlari menuju mobil diikuti Rikko yang mengambil kemudi, menit kemudian mobil melaju kembali kearah kosan Jovita.
Tidak pikir panjang setelah mengetahui kamar Jovita, Leon tanpa pamit, tanpa mengucap salam, ia langsung menerobos masuk ke dalam kamar, membuat cewek-cewek penghuni kosan putri kaget dan histeris manja.
Leon main masuk saja, tanpa senyum, ia mendorong kamar Jovita kamar satu petak itu tidak ada orang.
“OOOw ....! ada cowok tampan .… !” Suara riuh.
Rikko tersenyum ramah.
“Permisi iya mbak, Maaf iya,” ujar si tampan Rikko dengan sopan.
Tapi apa kabar sama si ular Naga … boro-boro bilang permisi. Wajahnya malah semakin mengeras bagai kanebo kering.
“Sial! dia tidak ada,” ujarnya kesal.
Ia keluar dari kosan putri, berlantai dua itu, degan sikap sebodo teing … dengan suara riuh dari para cewek -cewek penghuni kosan.
Leon berjalan melonggos menuju mobil sementara Rikko bertanya sama penghuni kamar di sebelah kamar jovita.
“Mbah adik saya tau gak pergi kemana?”
“Saya gak lihat Mas, mungkin beli makan," Jawabannya membalas senyuman Rikko.
“Ok makasih iya” Rikko keluar, setidaknya, lelaki tampan itu sudah berusaha dan ia bertanya ke penghuni tetangga kamar Jovita.
Tidak seperti bosnya yang menganggap semuanya rata, seperti jalan tol.
__ADS_1
“Ke mana dia. Telepon Kinan sambungkan ke cctv di jalanan ini”
“Baik Bos!” Rikko menelepon Kinan.
Sementara Jovita,
Saat ia membeli makan di luar, ia menyadari ada orang yang membuntutinya, jadi ia bersembunyi di balik bangunan, tetapi saat ia mengintip, matanya melotot tajam.
Apa yang dikatakan Piter benar, kalau orang yang menghabisi keluarganya mengincarnya juga.
Saat ini, dirinya jadi incaran pembunuh keluarganya juga, karena para pembunuh itu tidak ingin meninggalkan jejak. Itu juga tujuan Leon makanya memalsukan kematian Jovita agar ia tidak jadi incaran para penjahat itu.
Namun jovita sudah menghancurkan semuanya, ia mengungkapkan dirinya pada Beny bahkan Jovita mengakui pada Beny kalau ia melihat pembunuh keluarganya.
“Aku telah melakukan kesalahan besar, aku menyesal mengakui pada si Beny kurang ajar itu. Tapi siapa mereka, siapa yang membunuh keluargaku, aku ingin tahu,” ujar Jovita.
Bukannya takut, ia malah mengikuti balik yang mengincarnya.
Setelah memakai kerudung dan kaca mata, ia meminta tukang ojek mengikuti mobil yang membunuh keluarganya.
Saat orang lain akan melarikan diri jika melihat orang yang akan membunuhnya. Tetapi nona yang satu ini, malah mengikuti balik para penjahat itu.
Seolah-olah ia tidak takut mati atau ia memang sudah putus asa. Karena sejak ia mengamen malam itu, akhirnya banyak yang mengincarnya dirinya.
Mobil berwarna biru langit itu berhenti di sebuah clup malam.
“Aku ingin melihat siapa bos mereka yang menyuruh menghabisi keluargaku,” ujar Jovita ingin masuk.
Wanita yang satu ini boleh dikatakan sangat nekat dan terlalu berani, ia ingin masuk, tetapi di depan pintu masuk ia di cegat .
“Mbak mau kemana?”
“Maaf Mbak, anak dibawah umur, di larang masuk kedalam,” ucap seorang menunjuk papan pengunguman yang melarang anak yang di bawah umur untuk masuk ke dalam clup, bukan hanya tentang umur bahkan standar pakaian ada peraturannya untuk masuk ke tempat hiburan malam tersebut
“Enak saja anak di bawah umur. Gini-gini gue uda dewasa tau!”
“Iya ampun mbak, semua orang yang ke sini juga akan bilang seperti itu, tetapi pakaian mbak juga tidak standar peraturan dari tempat ini”
“ Memang kenapa kalau saya pakai kerudung? Saya hanya mencari suami saya di dalam kok”
“Iya kalau memang suaminya ada di sini, tunggu saja di rumah Mbak.” Menghalangi Jovita masuk.
Melihat ada ribut-ribut di pintu, lelaki bertato itu mendekati pintu.
“Ada apa?”
Melihat itu Jovita panik, ia berpura-pura memegang bagian perutnya .
“Aduh … aduh perutku sakit”
“Ini anak kecil, maksa masuk”
Lelaki itu mendekat, ingin melihat wajah Jovita dengan jelas.
“Baik, baik saya pulang.” Berdiri dan balik badan.
“Tunggu!” Lelaki bertato macan itu sepertinya mengenali Jovita. Tidak ingin mati konyol .... Jovita memasang ancang-ancang. Lalu lari terbirit-birit.
Jovita lari dari lelaki yang mengejarnya, ia dikejar dengan tiga rekannya
“Kejar cepat!”
__ADS_1
“Mampus mati aku.” Ia berlari ke belakang bangunan, ternyata masih di kejar.
Tiba-tiba seseorang membekap mulut Jovita.
“Stt diam, mereka tidak akan ke sini,” ujar sang lelaki menutup mulutnya dengan telapak tangannya dan saat seorang berlari kearah mereka.
Kerudung Jovita di tarik dan pura-pura dan memepet tubuhnya ke arah tembok, dengan posisi seolah-olah sedang bercumbu. Saat melihat pasangan sedang mesum lelaki bertato itu mundur.
“Tidak ada di sini, cari di tempat lain”
Merasa aman lelaki itu memundurkan tubuhnya dan tiba-tiba ia berkata;
“Hara!? Kenapa kamu di sini?"Dengan wajah panik.
“Kamu siapa?” tanya Jovita bingung.
Bukannya menjawab, ia bertambah panik, ia melihat kanan -kiri dan membuka jaketnya dan ditutupi ke kepala Jovita, lalu membawanya menjauh dari sana.
“Kenapa kamu disini?” tanya lagi saat mereka aman.
“Bapak kenal saya, tapi saya tidak kenal bapak!”
“Ah, itu tidak penting … mari ikut saya”
“Eittt Tunggu dulu. Saya tidak mau sebelum anda berita tahu siapa kamu” Jovita melepaskan tangannya dari pegangan pria tersebut.
“Nanti akan aku jelaskan di mobil, kamu dalam bahaya di sini”
“Tidak mau. Penjahat sana dan penjahat sini apa bedanya kalau kalian sama-sama penjahat”
“Baiklah-baiklah, aku Damian”
“Damian yang mana. Damian pesulap yang di TV? Aku tidak punya teman, saudara atau pacar yang namanya Damian,” ujar Jovita ngerocos tanpa rem.
“Hadeh, aku Damian teman Piter”
“Bohong! mana buktinya?”
“Hara , kita tidak punya waktu membahas di sini”
“Gak mau.” Jovita menolak naik mobil.
“Ok, ok.” Ia mengeluarkan ponselnya dari saku celananya, menelepon piter , tetapi nomornya tidak aktif. “Oh, iya dia bilang dia buronan ponselnya di matikan. Gini saja.” Ia menunjukkan foto-foto lamanya saat bersama piter.
“Bagaimana kalau itu foto editan?”
“Tidak, Piter sepupuku, kita sama-sama dari Kupang NTT. Kamu ingat lelaki yang kamu temui di Kalimantan di toko bunga? Dia saudaraku, ini, kita telepon dia”
Setelah di jelaskan baru Jovita dibawa Damian.
Kini Jovita bersama Damian, jika Leon tahu hal ini, maka sudah bisa dipastikan Leon akan marah besar dan mengamuk.
Bersambung .....
“Ok. Ok . sesuai janji jika viewers naik update 3 bab, ini sudah up iya kakak. Ayoo jangan lupa kasih VOTE DAN LIKE , KASIH HADIAH JUGA IYA AGAR AUTHORNYA SEMANGAT UP 3 BAB TIAP HARI, Makasih, kakak semua”
DAN AUTHORNYA
Baca juga;
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
__ADS_1
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
-Bintang kecil untuk Faila (ongoing)