
Karena diminta jujur, Leon akhirnya menunjukkan Liontin tersebut pada Hara, tanpa memikirkan akan menimbulkan efek yang besar nantinya.
“Baiklah, aku ingin menunjukkan barang - barang padamu, aku harap kamu jangan marah,” ucap Leon, wajahnya terlihat berat untuk mengungkapkan sebuah kebenaran.
Terkadang mengutarakan sebuah kebenaran memang hal yang berat, karena terlalu nyaman dengan kebohongan. Tetapi sebuah kebohongan yang ditutupi dengan kebohongan dalam satu hubungan, bagai sebuah bom waktu yang sewaktu - waktu bisa meledak.
Hal itu yang terjadi untuk Leon, Ia dan Toni menyembunyikan kebenaran kalau Hara sudah tunangan dengan Toni dari mereka kecil, karena ibu mereka berdua sahabat dari kecil, mereka ingin Toni menjaga Hara selamanya.
Ucapan Maxell tentang merampas Hara dari mereka mungkin sebuah kebenaran.
Leon berdiri membawa sebuah kotak, Hara diam, ia sempat berpikir kalau Leon akan memberinya sebuah kado pernikahan, karena kotaknya lumayan besar.
Leon membuka kotak tersebut, Hara masih melihat dengan diam isi kotak, bibirnya tersenyum kecil saat ia melihat pita merah. Kalau benda yang satu itu, Leon sudah pernah mencintai Hara dari ia masih duduk di bangku SD. Usia mereka terpaut jauh, Hara masih anak-anak sementara Leon sudah remaja.
Lalu dalam kotak itu ada juga, beberapa foto saat ia masih umur sepulu tahun, tetapi yang membuatnya terdiam , apa yang dikatakan Maxell tentang kalung Liontin sebagai tanda pengikat hubungan Hara dan Toni ada di sana.
‘Bukankah ini kalung Ibu?’
'Ada apa dengan kedua orang ini, Kenapa Toni dan Leon tega menyembunyikan hal penting seperti ini dariku?’
“Apa kamu marah?” tanya Leon menatap wajah Hara yang tiba-tiba diam, ia hanya melihat tidak berani menyentuh , Leon memperlihatkan Liontin, tetapi ia tidak menjelaskan apa alasannya kenapa ia dulu menyembunyikannya.
Hara hanya mematung, tidak mampu mengatakan apa-apa, yang ia lakukan saat ini hanya menunggu Leon menjelaskan semuanya, tetapi lagi - lagi Leon hanya memperlihatkan, tanpa ada kejelasan hal yang untuk Hara bertanya kapan karena kalung itu. milik almarhum ibu Hara.
“Leon tolong ceritakan padaku semuanya.”
“Tentang Toni apa tentangmu, Hara?” tanya Leon.
“Kamu dan Dia.”
Leon menarik napas panjang membuka masa lalu yang gelap itu sama saja ia membuka luka lama yang ia simpan di lubuk dalam hatinya. Ia berat untuk mengatakannya tetapi ia juga ingin masalah ini cepat selesai.
“Lebih baik kamu ceritakan semuanya , agar aku dan kamu merasa lega Leon dan kamu tidak punya beban. Sayang …. Kamu selalu memintaku jujur. Namun, kamu tidak mau jujur padaku”lirih Hara sedih. Tangannya mengusap perutnya yang buncit.
“Aku juga ingin seperti itu Hara, tetapi aku tidak mampu mengungkit semuanya, apa lagi tentang masa lalu.”
“Kamu tidak akan bisa berdamai dengan masa lalumu kalau kamu tidak melepaskannya dari hati,” ujar Hara.
“Baiklah.”
__ADS_1
“Tonilah yang melindungimu sejak dari kecil, dia tahu kalau aku ingin menyakitimu, setelah ibunya meninggal dia diantar ke panti. Sebenarnya …. sebelum ibunya meninggal, Toni sudah mengetahui kalau aku mengikuti keluargamu,.
"Lalu?" Tanya Hara tidak sabar.
" Karena itulah ayahmu memanggil seorang pengawal untukmu, ya itu om Piter.”
“Itu artinya kamu berteman dengannya saat kami masih kecil?”
“Bukan Hara, kami berdua orang yang berbeda, berada di belakangmu kalau Toni malaikat baik, maka akulah setannya.”
“Itu artinya kamu sudah tahu tentang arti Liontin, ini?
Wajah Leon langsung berubah memerah, Leon tiba-tiba panik.
“Tidak! kamu milikku.” ucap Leon. “Ibumu tidak pernah menjodohkan kalian,”ujarnya lagi.
“Apa, kamu sebelumnya sudah tahu, aku dan Toni dijodohkan keluargaku?”
“Tidak, tidak sampai kapanpun tidak pernah, kamu adalah milikku, selagi aku masih hidup, aku yang lebih dulu memilikimu,” ujar Leon.
“Leon ini bukan hanya soal memiliki, tetapi ini tentang wasiat keluargaku. Ini tentang pesan ibu kami yang sudah meninggal,” ujar Hara.
“Aku hanya ingin sebuah penjelasan dari kamu, aku tidak butuh orang lain.”
“Kamu milikku HARA…! Selagi aku masih hidup. KAMU tetap milikku, "ujarnya seperti orang gila.
“Aku tidak mungkin pergi sama Toni Leon, aku istrimu ... aku tahu itu. Aku hanya ingin penjelasan tentang wasiat ibu,” lirih Hara.
“Iya, aku menyembunyikan ini dari kamu agar kamu tidak tahu tentang pertunangan yang di rencanakan orang tua kalian,” ucap Leon.
“Harusnya kamu kasih tahu aku Leon.”
“Kamu dan Toni tidak seharusnya di tunangkan, sayang. Akulah yang mencintaimu dari dulu."
“Tunggu di sini aku akan mengembalikan Liontin ini pada Ibumu,” ujar Leon, ia meninggalkan Hara dalam kamar.
Ia menemui ibunya. “Ibu tolong lihatin Hara, aku ingin mencari udara segar sebentar,” ucap Leon.
“Leon kamu mau kemana, Nak?”
__ADS_1
“Jangan khawatir Bu, aku harus menyelesaikan ini, agar aku bisa hidup.”
“Leon sabar Nak, kasihan Hara, ingat Nak sebentar lagi kamu akan punya anak.”
“Jangan khawatir Bu, aku harus melakukannya agar aku dan Hara bisa hidup bersama dengan tenang.”
Leon mengeluarkan mobil dan keluar dari rumah.
“Tidak usah mengikuti ku, aku hanya ingin mencari angin segar,” ucap Leon pada Zidan dan Ken.
Leon mengendarai mobilnya menuju Bogor, setelah beberapa lama ia menempuh perjalanan Jakarta -Bogor, untungnya tidak terhadang macet karena jam kantor sudah masuk, jadi perjalanan lancar.
Zidan, meminta Bimo mengikuti Leon, karena ia tidak ingin terjadi hal buruk dengan Leon diam-diam mengikuti Leon dengan resiko digampar. Bimo siap akan menerima gamparan kalau Leon sampai tahu kalau ia mengikutinya.
Leon tiba di makam orang tua Hara, ia diam untuk beberapa lama berdiri hanya menatap gundukan tanah itu.
Tidak beberapa lama kemudian Leon memberi penghormatan, ia melakukannya yang biasa ia lakukan di makam para leluhurnya menabur bunga dan membasuh wajahnya.
“Ibu, Ayah aku datang kesini untuk mengembalikan ini, Hara sudah milikku saat ini, aku berjanji akan menjaga selamanya, saat ini ia tidak bisa datang karena ia sedang hamil , nanti kalau ia sudah lahiran kami akan datang lagi, karena ibu memberikan Hara pada Toni saat itu, ibu menyuruh menjaganya, tetapi sekarang aku akan menjaga, aku datang dengan tulus, tolong restui aku dan Hara Bu, Pa,” ucap Leon dan mengeluarkan Liontin hati menggali sedikit tanahnya dan Leon mengubur Liontin tersebut di makam ibu Hara.
Begitulah cara Leon mengembalikan Liontin perjodohan Leon dan Hara.
Bersambung.
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA
Terimakasi untuk tips yang kaliangri
Baca juga karya terbaruku iya kakak;
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (ongoing)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
__ADS_1
- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)