Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Kembali ke Indonesia


__ADS_3

Dua tahun yang lalu


Saat team dokter forensik didampingi polisi mengeluarkan   data-data dan nama dalam korban kebakaran di rumah Leon. Piter melihat data Hara, Toni, dan Bu Atin tidak ada. Ia sangat senang, ia sangat bahagia karena ia yakin Hara masih hidup.


Namun ia tidak ingin Bokoy mengetahui kalau Hara dan Toni  masih hidup,  ia menyogok seorang dokter memasukkan nama Hara, Toni, Bu Atin dalam kebakaran tersebut,  tujuannya sebenarnya sangat baik  … agar Hara selamat dari Bokoy dan anak buahnya . Tetapi siapa menduga karena data yang diubah Piter mengubah takdir semuanya.


Salah satunya menyeret Piter  bersama seorang dokter ke penjara karena memalsukan data dihukum dua tahun penjara, di sisi Lain mengubah hidup Leon juga ….


Saat itu mereka sepakat jalan-jalan keliling dunia, sebelum mereka berangkat jalan-jalan,  Kinan memutuskan memberitahukan hasil   nama- nama korban. Malam  itu  melihat nama Hara dan Toni Bu Atin tidak ada, malam itu juga Leon sangat bahagia,  terbang dari Bali ke Jakarta. Tetapi siapa sangka di data terbaru yang di keluarkan dokter data yang diubah Piter terpampang sangat  jelas nama  Toni, Bu Atin dan Jovita Hara.


Melihat hal itu Leon mengalami guncangan mental, keadaannya sangat buruk. Maka dokter Billy, Zidan , Ken memutuskan membawa Leon ke Jepang untuk pemulihan  di sana.Dari sanalah hidup Leon Wardana dimulai di bantu Zidan dan Ken.


Yokohama, Jepang.


Sejak   kejadian dua tahun yanga lalu, Leon berada di kota Yokohama, Jepang untuk mendapat pemulihan.


 Leon perlahan bangkit dan mulai meniti  hidupnya, ia melupakan masa lalunya. Ia bukan lagi bos mafia seperti dua tahun yang lalu. Tetapi ia mengubah dirinya menjadi seorang pengusaha yang  bergerak di bidang perhotelan dan kuliner, hotelnya dan restauran miliknya ada dimana-mana.


 Bisnis lamanya semua ia tinggalkan dan sebagian hartanya ia sumbangkan pada  panti asuhan dan Pantai jompo. Leon sepertinya ingin menebus kesalahannya di masa  lalu dan menjalani hidup di jalan yang benar.


Harta milik bokoy jadi milik Leon. Namun ia mengubah semuanya menjadi bisnis yang legal yang mempunyai data  lengkap.  Hotel Bokoy semuanya jadi miliknya juga. Jumlah kekayaan Leon saat ini, bisa  mengantarkan namanya masuk dalam daftar deretan orang orang terkaya di tanah air, menurut majalah Forbes.


 Banyak waktunya  ia gunakan untuk acara sosial  dan ikut acara pengumpulan dana untuk anak-anak penderita kangker dan dana untuk anak-anak kurang mampu. Nama Leon Wardana  dikenal di kalangan para pebisnis sukses.


Jika Leon Wardana hidup sangat sukses . Tetapi justru kebalikan untuk gadis malang yang bernama Dinar atau Jovita Hara. Wanita cantik itu hidup di panti asuhan dengan hidup sederhana bahkan boleh dibilang miskin. Jovita Hara  menjadi gadis buta yang lupa ingatan yang mengandalkan hidupnya pada orang lain  untuk membantunya kemana-kemana.


Hari ini, Leon tiba di Indonesia.


Ia baru ingat kalau Bokoy pernah memintanya  menyumbangkan sebagian hartanya ke Panti asuhan Pelita  Harapan yang ada di Kalimantan.


Sebuah jet pribadi tipe boeing 747-8 VIP mendarat sempurna di Bandara Kalimantan . Tiba kembali di kota itu, mengingatkannya pada kejadian  naas itu dua tahun silam ,saat ia terpuruk untuk kedua kalinya, saat orang yang ia cintai, semua meninggalkannya, meninggalkannya dalam kesendirian, tetapi kini ia bangkit kembali.


 Bekas rumah  yang terbakar dulu, sudah ia jual, ia berusaha melupakan hari itu, maka itu ia menjualnya.


‘Aku harus kuat , semuanya hanya masa lalu’ Leon membatin mencoba menguatkan diri sendiri. Itu juga alasannya kenapa ia baru melakukannya sekarang,  selama ini ia belum siap melihat bekas bangunan rumahnya. Tapi hari ini ia sudah kuat dan berani.

__ADS_1


Leon, meminta bawahannya menunggu di Hotel, Kota ini sudah seperti  bagian dalam hidupnya, ia lahir dan besar di sini, selak beluk seluruh sudut kota ia tahu, Leon harus  melewati bekas rumahnya untuk ke Panti asuhan Pelita Harapan.


Mobil yang ia kemudikan, berhenti bekas rumahnya,  kini  bekas mansion itu sudah beralih fungsi jadi sebuah pabrik pengolahan kayu .  Ia berhenti sebentar, tapi  mengingat kejadian dua tahun lalu membuatnya merasa sakit di dalam rongga dadanya, walau sudah dua tahun kejadiannya, tapi bayangan saat itu masih sangat jelas ingatannya, ia melonggarkan dasi yang ia pakai, tidak tahan berlama-lama , ia menghidupkan mesin mobilnya, buliran air mata yang menetes dari matanya,  ia biarkan melenggang bebas menyusuri pipinya.


“Selamat tinggal masa lalu,” ujar Leon masuk ke dalam mobil.


Mobil yang ia kendarai  melaju  perlahan meninggalkan rumah yang meninggalkan banyak kenangan untuk Leon. Mobil itu menuju arah Pasar,  ia berniat belanja oleh-oleh sebagai buah tangan untuk ia bawa untuk  anak-anak Panti.


Ia berhenti terlebih dulu di toko buku, meminta membungkus peralatan sekolah untuk anak-anak Panti, meminta  dibawakan kedalam mobilnya, lalu masuk  ke toko buah,  Leon meminta pegawai tokoh buah membuat parsel buah ukuran besar, sembari menunggu, Leon bersandar di samping mobilnya yang ia parkir di depan toko buah, ia menyalakan sebatang rokok, tapi matanya melotot tajam  seperti melihat sosok hantu, wanita cantik mirip Jovita Hara datang kearahnya, ia memegang tangan anak kecil.


Dug …Dug ….!


Jantungnya  berdendang seperti gendang ditabuh, bahkan rokok terjatuh dari mulutnya yang menganggap, detak jantungnya semakin berdetak semakin kencang saat wanita itu semakin mendekat.


“Maaf,” ujarnya tidak sengaja menyenggol tangan Leon.


Leon belum bergerak, ia masih mematung, seakan-akan ia masuk kedunia lain.


“Pak, ini parselnya,” ucap Lelaki berkumis itu mengangkat keranjang buah yang berukuran  besar. Leon terbangun dengan cepat membayarnya, ia berlari mengejar melihat kanan- kiri, mencari wanita yang mirip Jovita Hara tadi, tetapi tidak menemukanya.


Leon seperti orang yang kebingungan, matanya menyisir setiap sudut pasar.  Wajahnya terlihat panik , sesekali matanya masih melihat segala arah, untuk memastikan kalau ia tidak salah lihat, tapi seperti mimpi baginya ,  hanya sekilas dan menghilang lagi.


Ia merasakan tubuhnya  bergetar hebat, bahkan tidak mampu berdiri, seluruh persendian seakan-akan tidak mampu menopang tubuhnya.


“Aku harus makan dulu, mungkin aku merasa lapar, makanya  gemetaran.” Leon mengusap keringat di dahinya, ia membuka stelan jas  yang ia pakai. Menyisakan kemeja berwarna abu-abu, ia mengarahkan mobilnya  kearah restauran terdekat untuk mengisi perutnya sebelum  meneruskan perjalanan menuju  panti asuhan, ia berpikir tubuhnya bergetar karena lapar.


Duduk dengan diam setelah makan, menunggu pulih badannya yang bergetar. Namun ….


‘Badanku bergetar bukan karena lapar, tapi karena kaget’ ucap leon dalam benaknya.


**


Disisi lain, Toni sudah selesai belanja ember besar, ia sengaja mengajak Tiara untuk menemani Dinar selama ia belanja, setelah selesai belanja, ia memasukkan belanjaannya ke mobil bak terbuka dan meninggalkan pasar.


“Tiara tadi mengajak kak Dinar belanja apa?”  tanya Toni pada gadis kecil  yang duduk di sampingnya.

__ADS_1


“Jepitan rambut, itu yang ia pakai, sampai-sampai ada orang melihatnya  melotot karena ia cantik” ucap Tiara dengan polos.


Toni menoleh ke samping kearah Jovita, ia nyengir kuda, merasa lucu melihat jepitan yang di pakaikan Tiara kepala Jovita, Jepitan itu terlihat sangat aneh di kepala Jovita, jepitan  bermotif bulu-bulu panjang terlihat seperti penyanyi jaman dulu.


“Kenapa kakak Kevin tertawa?,”  bibir Tiara  maju, ia manyun.


“Kak Dinar dilihatin orang bukan karena cantik … tapi karena aneh dengan jepitan bulu itu, ia dipikir ayam hutan.” Kata Toni disambut tawa dari Tiara dan Jovita.


“Benarkah, saat Tiara bilang cantik,  aku yakin itu sudah cantik, karena selera mata lelaki dan perempuan itu sangat berbeda,” kata Jovita membela gadis kecil berponi itu.


“Iya kak, itu benar, kak Kevin tidak bisa melihat mana cantik, mana jelek,” timpal Tiara, bersemangat.


Anak-anak panti sudah seperti keluarga bagi Toni, wajah-wajah polos mereka membuatnya  mengingatkannya pada masa kecilnya, saat ibu tirinya mengantarnya ke tempat Panti, saat itu usianya baru 11 tahun, sangat jelas di ingatannya, saat ibunya meninggal karena sakit, belum juga satu tahun Ayahnya sudah menikah lagi dengan karyawannya, Ayahnya buka usaha restauran.


Ia tidak mendapat kekerasan memang dari  ibu tirinya seperti  yang biasa ia dengar, hanya ibu tirinya enggan mengurusnya, dan mengantarnya ke panti asuhan dan  orang tuanya pindah Ke Medan.


Mobil Toni melaju melewati restauran tempat di mana Leon makan.


Apakah yang  terjadi saat Leon  akan bertemu dengan Hara wanita yang datang dari masa lalunya. Saat Leon sudah melupakan masa lalu dan bangkit. Lalu bagaimana dengan Hara? Apakah  perasaan cinta yang dulu masih sama?’


Bersambung…


KAKAK TERSAYANG MOHON BANTUANYA UNTUK KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA,  AGAR DAPAT FROMOSI. TERIMAKASIH JUGA SAYA UCAPKAN BUAT KAKAK YANG KASIH TIPS BUAT AUTHORNYA. PELUK HANGAT UNTU KALIAN SEMUA.


Baca juga  cerita yang lain;


 Baca juga;


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)

__ADS_1


-Bintang kecil untuk Faila (ongoing


__ADS_2