Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Saat Pemburu Jadi Buruan


__ADS_3

Hilda harus menunda malam pertamanya dengan Piter, karena sang suami ingin meninggalkannya di rumah.  Piter kembali ke hotel, ia mendapat kamar kalau Bunox membawa pasukannya dan  bersembunyi di hotel Leon.


“Jangan pergi, ini hari pernikahan kita, malam pertama saja kita belum,  kenapa kamu ingin meninggalkanku?” tanya Hilda, sebelum  Piter pergi.


“Maaf Hilda, kamu sama ibu iya, ini tentang  keselamatan Hara.”


“ Tapi aku juga istrimu,  kita juga baru menikah.”


“Dengar Hil,  kalau  terjadi sesuatu sama Hara, aku akan  merasa bersalah jadi tolong  mengerti.”


“Dia, kan sudah punya suami, Bang.”


“Nanti aku akan segera kembali, hanya ingin memastikan.”


“Baiklah aku ikut, hanya aku yang tahu keadaan hotel.


Hari pernikahan,  seharusnya mereka merayakan gembira, tetapi, melihat kejadian yang di alami Hara dan Leon, ia tidak perduli lagi hari ini hari pernikahan mereka berdua  berganti pakaian dan kembali  ke hotel.


      *


Hara sudah  tiba kembali di rumah, Hara terpaksa diberi obat penenang, Leon tidak mau ia ketakutan lagi.


“Apakah dia tidak apa-apa, BU?” tanya Leon menatap istrinya dengan tatapan khawatir.


“Itu lebih baik, dari pada dia melihat semua kekacauan ini. Hati-hatilah,” ujar Bu Atin.


Leon kembali ke hotel,


Disisi lain setelah mengantar Clara, Zidan langsung kembali ke hotel setelah ia mendapat kabar kalau anak buah Bunox  ada di hotel. Ia buru-buru pulang.


Haris  juga mengabari Leon, kalau Bunox sudah terbang dari Kalimantan.


“Lelaki gila itu ternyata ada di sini di hotel kita. Kumpulkan semua orang,” ucap Leon memberi pengarahan pada anak buahnya.


“Apa  mereka banyak Bos?”


“Dia orang gila Bram,  seorang penembak jitu, orang  yang mempunyai keahlian dalam mengunakan senjata, dia pasti akan membawa orang-orangnya.”


“Kita menyerang dari mana Bos?”” tanya Bram.


“Serahkan padaku,” ucap Piter datang dari luar.


“Eh baru menikah mana boleh melakukan itu,” Leon menolak.


“Hara dan kamu dalam bahaya, mana mungkin saya tenang . Saya harus menghabisinya demi ketegangan hidup kita” ucap Piter. ”Pak Leon ayo kita kumpulkan semua anak buah mu. Kita leyapkan penjahat, kalau kamu hanya mendiamkannya  dia akan menghantui kehidupanmu rumah tanggamu selamanya dan Hara akan selalu ketakutan Kita tuntaskan semua malam ini juga,” ujar Piter.


“Setuju Bos,” ujar Zidan  ia baru tiba. Zidan kalau tentang perang dan membunuh ia paling cepat, tetapi urusan percintaan ia tidak tahu apa-apa.

__ADS_1


Leon mengangguk setuju. Leon menyerahkan  sebuah foto pada Piter,


“Ini namanya Bunox, lelaki yang pernah menyandera mu juga pak Piter”


“Dia?”


Wajah Piter mengeras, karena Bunox pernah juga menyanderanya dan menyiksanya sampai pincang, untung Leon dan almarhum Rikko dan Iwan menyelamatkannya saat itu.


“Baiklah aku akan ambil bagian, mari kita tuntaskan permusuhan ini”ujar Piter.


“Baik.” Zidan mengeluarkan senjata miliknya.


Anak buah Leon bergerak mengambil  bagian masing-masing.


Piter  menggunakan cara lama,  seorang pelayan hotel akan membawa makanan ke kamar Bunox


“Kamu harus meletakkan di kamar Bunox,” ucap Piter  memberi petunjuk pada  seorang lelaki pelayan hotel.


Akhirnya  berhasil, sebuah camera pengintai  di letakkan  di dalam vas bunga di kamar Bunox. Saat pelayan itu meletakkan menu makan pesanan.


“Ayo katakan apa yang ingin kamu rencanakan malam ini, kenapa kamu harus membawa anak buah mu sebanyak itu,” ucap Piter  melihat camera dari ponselnya.


Bunox teryata tidak langsung bertindak, ia menunggu sampai larut malam,  ia masih sempat membawa dua wanita sekaligus ke dalam kamarnya untuk bersenang-senang.


Sekitar jam sebelas malam, barulah ia mengumpulkan anak buahnya. Piter sengaja mengirimkan gambar camera mata-mata itu ke Leon.


“Kita mulai dari sini, titik ini, kita bakar hotel ini, dan lenyapkan dua lelaki yang di tawan tadi” ucap Bunox dengan enteng.


Mendengar itu, Leon tidak mau melakukan kesalahan. Dengan cepat ia memimpin penyerangan langsung.


Bukan hanya Leon, Hilda  juga ikut turun tangan.


.


Mendengar hotelnya ingin di bakar tidak mengapa untuk Leon ia ,  Leon naik pitam saat Bunok ingin menculik istrinya ia sangat marah.


‘Tidak ada yang boleh menyentuh istriku, aku akan melenyapkan mereka’ ucap Leon mengepal kuat tangannya .


Kini ia sudah berada di dalam hotelnya masuk melalui pintu rahasia.


“Biar mereka menyimpan senjatanya dulu baru kita bertindak,” ucap Piter yang masih mengawasi layar ponselnya mengikuti pergerakkan di dalam kamar.


“Baik, mari kita lakukan tanpa menimbulkan keributan,” ucap Leon ia tahu  kamar hotelnya lagi penuh, kalau saja mereka mendengar suara rentetan senjata,  ia yakin para tamunya akan kabur keluar dari kamar masing-masing.


“Dengar …. saya tidak mau tamu hotel terjadi kepanikan, pakai peredam suara di ujung senjata kalian semua,” pinta Leon lewat alat komunikasi di kuping.


“Baik Bos,” ujar anak buahnya serentak.

__ADS_1


“Masuk….”Piter memberi aba-aba, dengan cepat pintu terbuka dan  puluhan anak buah Leon masuk setelah membuka pintu dengan sekali tendangan.


Tidak pakai aba-aba  anak buah menendang pintu dan melempar gas asap, Leon dan anak buahnya yang pakai masker gas masuk serentak dan sebagian berjaga di luar ,  suara tembakan membabi buta menghabisi mereka sekejap, anak  buah Bunok  panik karena  kamar itu di penuhi asap gas air mata,  tidak bisa berbuat apa-apa,  sedangkan Leon  masuk mengunakan masker gas.


Ia juga ikut mengambil bagian menembak mereka tanpa ampun.


Anak buah Bunox tidak berkutik itu akibatnya jika mengusik hidup bos mafia.


“Door …!


Door …!


Tembakan senjata  membabi -buta diarahkan ke anak buah Bunox  di kamar lima kosong delapan,  mayat bergelimpangan, Namun saat Bunox ingin  melarikan diri dengan cara menabrakkan dirinya ke jendela kamar hotel, saat melakukan pertama karena posisinya tidak tepat, ia tidak berhasil, ia mental,  kaca jendela itu tidak pecah, lalu  ia mengambil  vas besar di pojok ruangan saat ia ingin melempar


 Doooor…


Zidan  menembak kaki kanannya,  Leon menembak kaki kirinya, ia ambruk sebelum melempar vas besar itu, Tidak cukup disitu Leon menembak .


Sekitar sepuluh orang tergeletak tidak  bernyawa dalam kamar hotel.


“Ada  ribut-ribut apa di dalam  kamar itu?” tanya sepasang suami istri penghuni kamar depan.


“Tidak apa-apa Bu, di dalam kamar lagi ada latihan,” jawab Bram dan Ken yang berjaga diluar kamar. Tetapi saat genting tiba-tiba Piter meringis .


“Aku tertembak,” ucap Piter memegang  bagian perutnya berdarah.


Bersambung ….


KAKAK TERSAYAN JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU IYA KAKAK


 Baca juga.


- Pariban Jadi rokkap( Baru)


-Aresya(Baru)


-Turun Ranjang(Baru)


-The Curet king( Baru)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)

__ADS_1


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


-Bintang kecil untuk Faila (ongoing


__ADS_2