Menjadi Tawanan Bos Mafia

Menjadi Tawanan Bos Mafia
Pentingnya Sebuah Kejujuran


__ADS_3

Hara  masih terlihat shock dengan pengakuan Leon. Ia merasa baik Leon dan Toni tidak ada yang jujurnya padanya.


Hara tahu kalau Toni teman masa kecilnya, tetapi ia tidak tahu kalau  kedua orang tua mereka sudah menjodohkan mereka berdua.


“Aku tidak memaksa kamu untuk menikah denganku Kak Toni, tetapi namanya wasiat orang tua, harus kita hormati, karena orang tua adalah Tuhan kita di dunia ini, apa lagi mereka sudah Tiada.


“Hara aku pikir karena kamu sudah menikah jadi tidak penting memberitahukannya,” ujar Toni dengan kepala menunduk.



“Kak Toni …. aku menghormati kedua orang tuaku, kalau saat itu kamu menolak menikah denganku. Kita akan kembalikan Liontin pertunangan itu ke makam  orang tuaku dan makam ibumu,” ujar Hara marah pada Toni.


Melihat ketegangan di rumah Leon, Ken, Bram dan yang lainnya hanya bisa  diam.


“Aku menghormati hubunganmu dengan Bos Hara,” ujar Toni , ia tidak berani melihat wajah Hara.


“Kamu menghormati Leon, tetapi kamu mengabaikan pesan orang tua kita. Anak macam apa kamu?” ucap Hara. “Kamu dan Leon sama. Sama-sama aku benci,” ujar Hara.


Lalu ia masuk ke dalam  kamar.


Hara  menangis, semua kenyataan itu terasa berat baginya, bagaimana tidak,  lelaki yang  menjadi suaminya menyembunyikan semuanya darinya selama bertahun-tahun. Ia bahkan tidak tahu kalau ia sudah di jodohkan sejak dari kecil.


“Hara jangan menangis lagi, Nak.”


“Bagaimana aku menjalani semua ini dan bersikap seakan-akan semua baik-baik saja Bu? aku tidak bisa hidup seperti ini. Mereka membohongiku, kenapa aku harus tahu dari orang lain kenyataan ini?” ujar Hara.


 “Hara tolong maafkan Leon dengan  semua masa lalunya Nak, tolong … dia akan terpuruk Hara kalau kamu marah.” Bu Atin sampai harus memohon padanya.


“Kenapa ibu tidak bilang kalau aku dan Toni sudah dijodohkan  orang tua kami sejak kecil?”


“Ibu tidak tahu harus bilang apa Nak, Ibu minta maaf.”


“Ibu juga tahu?” Wajah Hara panik. “Kalian semua tahu  tapi aku tidak memeritahu ….???” Hara  menggeleng tidak percaya.


“Hara apa kamu berpikir, mau kembali ke Toni karena kamu tahu kebenaran itu  apa kamu bisa mengubah takdirmu?  Saat ini kamu sudah milik Leon, tidak ada orang lain mencintai kamu seperti Leon, aku menyayangi Toni sama seperti Leon. Tapi aku bisa pastikan,  kalau leon lebih mencintaimu saat ini,  lebih dari siapapun di dunia ini, hanya luka masa lalu yang membuatnya ternoda.”


“Ibu bagaimana aku menjalani semua ini,  saat aku tahu kalau Leon mencuri aku dari tunangan ku. Bahkan Toni sendiri ikut membohongiku.”


“Hara berhentilah Toni juga  sudah melupakan semuanya dia sudah memberikanmu pada Leon.  lupakan dia nak demi anak dalam kandunganmu,  jangan pisahkan anakmu dari ayahnya. Toni juga sudah memilih Kikan.”


Kalau ibu di posisiku apa yang ibu lakukan? Apa ibu bersikap tenang seperti yang ibu katakan?”


“Ibu akan melakukan itu Hara, ibu akan bertahan pada orang yang jelas mencintai Ibu dan ibu akan melupakan cinta masa lalu ibu.”


“Tetapi perjodohan kami sebuah wasiat Bu, aku juga tidak meminta Toni menikahiku, tetapi sebuah kejujuran yang aku inginkan . Leon selalu memintaku jujur. Tetapi dia sendiri tidak jujur padaku.”

__ADS_1


“Leon kehilangan semua anggota keluarganya Hara dan dia hanya memilikimu di dunia ini,  kamulah,  alasan dia kuat hingga saat ini.  Dengan kamu bertanya tentang liontin itu, ibu tidak tahu kemana dia pergi sekarang, ibu khawatir,” ucap  bu Atin mengkhawatirkan Leon.


 Ting…


Sebuah pesan masuk ke ponsel Bu Atin, Bimo merekam Leon mengirimnya ke Bu Atin, mata Ibu Atin menatap dengan iba.


“Hara lihat Leon pergi kemana dia,  mengembalikan kalung itu pada orang tuamu.”


“Apa?”


Hara melihat Leon yang sedang mendatangi makam kedua orang tuanya.


‘Aku tidak tahu harus berbuat apa lagi Leon , aku tidak tahu, semua yang terjadi membuatku kaget, berikan aku waktu untuk berpikir’


“Ibu aku butuh waktu untuk berpikir, aku ingin penjelasan dari Om Piter juga."


“Hara…  tapi bagaimana dengan Leon nanti?”


“Ibu kenapa hanya memikirkan Leon,  aku juga terluka Bu, aku berpikir kalian semua membohongiku Toni, Ibu, leon juga, aku kecewa Bu”


“Hara, baiklah Nak,”ucap Bu Atin menyerah mengizinkan Hara ke rumah keluarganya untuk menenangkan pikiran.


"Aku ingin ingin penjelasan dari Om Piter juga Bu."


              **


  Ken mengantar Hara pulang ke rumah Piter,



“Aku tidak usah di kawal Kak, aku pulang ke rumah keluargaku ada omku di sini.”


“Tapi Non, tugasku mengawasi Non Hara, bos akan marah nanti.”


“Kak Ken aku punya Om disini yang sudah mengawal dan menjagaku  dari kecil.”


“Baiklah Non” ucap Ken membantu Hara turun.


Kebetulan hari itu Viky  baru pulang dari petualangan, setelah gagal menikah dengan Kaila, ia pergi dari Jakarta dan liburan. Tetapi hari ini ia datang,  Hilda dan piter baru menjemputnya dari bandara,  ia  baru tiba setengah jam yang lalu.


Tin… tong….


Hara menekan bel rumah  Bu Ina, wanita paru baya itu membuka pintu.


“Haraaaa! Sayang ibu kangen,” ucap wanita langsung memeluk Hara dengan hati-hati.

__ADS_1


Mendengar nama Hara ketiga orang itu berhamburan menuju pintu.


“Om Viky? Om sudah pulang, iya ampun om,  aku kangen ucap Hara menghamburkan diri.


“Hati-hti Hara,” ujar Viky memegang pundak keponakanya.


Tapi Hara menangis pilu di pelukan pada lelaki satu-satunya keluarga sedarah itu.


“Hara, sayang ada apa Om baik-baik saja,” ujar lelaki  berusia empat puluh tahun itu dengan bingung.


“Om aku merindukan mereka aku merindukan Ibu, Ayah dan si kembar.”


“Hara apa yang terjadi, mana Leon apa kamu tidak datang bersama?” Tanya Mereka menatap Hara dengan bingung.



“Tidak Pak,  saya yang  bersama Non Hara,” ucap Ken, ternyata lelaki itu masih  berdiri menunggu,  walau Hara sudah mengusirnya. Tetapi Ken dan Bram tidak mau pulang.


“Kenapa masih disini  Kak? kalian  boleh pulang tidak perlu menjagaku, ada dua omku yang menjagaku di sini.”


“Non, kami hanya melakukan tugas,  tidak akan menggangu, kami akan menunggu di luar di dalam mobil.


Keluarga Hara saling menatap,  mereka menyadari telah terjadi pertengkaran antara Leon dan Hara, tidak ingin hal buruk pada Hara. Viky  sampai  memapanya untuk duduk di sofa karena sejak datang  tadi Hara terlihat pucat.


Bersambung.


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA


Terimakasi untuk tips yang kaliangri


Baca juga  karya  terbaruku iya kakak;


 -Aresya(TERBARU)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (ongoing)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


- Bintang kecil untuk Faila (ongoing)

__ADS_1


__ADS_2